Saturday, January 17, 2009

Prana Menyatukan

PRANA MENYATUKAN, CINTA MENGHARMONISKAN

Oleh : Bernard Prasodjo

"Ohana means family, family means no one left behind.... or forgotten"

Ohana artinya keluarga, keluarga berarti tidak ada yang ditinggalkan..., atau diabaikan. Kalimat ini beberapa kali diucapkan dalam film kartun berjudul Lilo and Stitch produksi Walt Disney. Memang film-film produksi mereka selalu sarat dengan pendidikan dan nilai-nilai moral. Sampai-sampai Stitch, makhluk ruang angkasa yang liar, berangasan, urakan dan jahil itu luluh dalam haru. Welas asih tumbuh di hatinya sehingga dia tidak mau meninggalkan keluarga yang baru didapatnya.

Prana menyatukan

Setelah bertahun-tahun bekerja bersama-sama karena mempunyai misi yang sama, menyebar luaskan ajaran Penyembuhan Prana dan mencoba meringankan penderitaan sesama, tanpa terasa hubungan mereka yang aktif terlibat dalam kegiatan ini menjadi demikian dekat, saling bersahabat dan bahkan melebihi saudara sendiri, saling memperhatikan, saling mencurahkan isi hati, saling tolong-menolong, saling membela. Itu sudah merupakan hal yang biasa, sehingga semua akan menjadi trenyuh, galau dan kadang tidak bisa menerima kalau ada yang dengan berbagai alasan mengacaukan kebersamaan itu.

Sama seperti falsafah hidup orang Hawaii, mereka menyebut kebersatuan ini sebagai ohana. Istilah ohana penuh dengan perlambang, kenangan manis dan emosi yang kuat. Secara umum ohana memang berarti keluarga, kerabat, orang yang hidup di tempat yang sama, orang yang mempunyai misi yang sama, sehingga secara alami timbul hubungan yang erat, saling membantu, saling mendukung, yang tua membimbing yang muda, yang kuat melindungi yang lemah dan seterusnya, atau singkatnya menjadi perangkat untuk menumbuhkan manusia baru yang bermartabat. Indah sekali bukan?

Prana, dalam istilah Hawaii disebut dengan 'mana,' energi vital, yang mengalir dalam diri setiap orang, di setiap makhluk dan di alam, 'mana' menghubungkan dan menyatukan manusia yang satu dengan yang lain, dan menyatukan alam sekitar dengan penghuninya, oleh sebab itu di Hawaii kehidupan begitu tenteram dan damai,orang sangat menghargai alam.
Sekarang, hirup napas dalam-dalam, hirup 'mana' atau energi vital, rasakan adanya zat yang menyatukan ini, rasakan dia mengalir ke jantung, ke mahkota, kedekatan Anda dengan sesama dan alam semakin terasa. Damai menyertai Anda...; Damai menyertai Anda...; Damai menyertai Anda.
Cinta mengharmoniskan

Cinta ala Hawaii, cinta yang mengharmoniskan. Hati yang dipenuhi cinta pasti lembut dan peka. Kalau batin kita hening, kita akan tahu arti sesungguhnya cinta, dan kita akan menyadari realitas yang sesungguhnya sehingga kita akan menempuh kehidupan secara alami. Namun bila kita bersikeras untuk dengan berbagai cara memperoleh sesuatu, maka tenggang-rasa akan hilang dari hati kita, kita menjadi kurang toleran, keras kepala dan kehilangan kepekaan. Bagaimana mungkin kita mencintai seseorang kalau pada kenyataannya kita memanfaatkan orang lain?

Bila seseorang membanting pintu, biarkan saja, kita tidak perlu meredakan kemarahannya. Spiritualitas adalah kesadaran, kalau kita punya kesadaran, tentu kita tidak akan membanting-banting pintu karena itu tidak ada gunanya. Kalau kita punya kesadaran, tentu kita akan menjaga keharmonisan dengan orang lain.

Bila ayah Anda marah kepada Anda, dia tidak akan mengatakan bahwa ada yang tidak beres dengan dirinya, tentu dia akan mengatakan bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam diri Anda, jika tidak demikian, maka dia tidak akan marah kepada Anda. Jadi sebenarnya, kalau ayah Anda marah, pasti ada sesuatu yang tidak beres pada diri ayah Anda. Dengan demikian Anda akan dapat menghadapi kemarahan ayah Anda dengan tenang, tidak perlu terpengaruh atau terganggu oleh kemarahan itu. Dan ternyata kalau kita dapat melakukan hal di atas tanpa perasaan negatif terhadap orang lain, kita benar-benar dapat menjadi obyektif terhadap diri kita sendiri maupun orang lain. Tetapi kalau sebaliknya yang terjadi, maka perasaan bersalahlah yang akan timbul dalam hati kita.

Dalam falsafah Hawaii, ada istilah yang disebut dengan ho'opono-pono, yang artinya adalah mengkoreksi, memperbaiki, membuat sesuatu menjadi baik. Dalam menjaga hubungan yang akrab di antara anggota keluarga atau anggota komunitas, kita diarahkan ke hal yang benar dengan doa, diskusi, pengakuan, penyesalan dan saling memaafkan dengan berlandaskan pada cinta.

Ho'opono pono juga berarti mengumpulkan sanak keluarga untuk mencari apa yang salah. Bisa untuk mencari penyebab mengapa ada anggota keluarga yang sakit, atau mengapa terjadinya perpecahan dan perselisihan dalam keluarga.

Dengan melakukan diskusi, pengakuan, penyesalan dan saling memaafkan yang kemudian diakhiri dengan doa untuk membetulkan apa yang salah. Masing-masing yang hadir memeriksa dirinya, adakah rasa tersinggung atau marah terhadap yang lain, kemudian di hadapan Tuhan dan dengan pertolongan-Nya saling bermaaf-maafan, membuang semua ganjalan, kejengkelan dan dendam, dan menggantinya dengan cinta, karena cinta pasti mengharmoniskan. Tentu saja hal ini memerlukan kejujuran dan kerendahan hati, namun bagi masyarakat di sana, itu bukan masalah. Selama ada cinta, masalah akan menyingkir dengan sendirinya. Sungguh indah kalau kita bisa menerapkan hal ini dalam komunitas kita masing-masing.
"Pranic Healing is Love and Compassion in Action." itu adalah kalimat 'sakral' yang selalu didengung-dengungkan, "Penyembuhan Prana adalah Cinta dan bela-rasa yang dipraktekkan," katanya. Dalam prakteknya benarkah demikian? Adakah cinta dan bela-rasa tercermin dalam tindakan Penyembuh Prana seperti kita ini? Kalau ada cinta, tentu tidak akan ada perselisihan, apalagi perpecahan yang direncanakan.

Kalau pembentukan watak yang kita pelajari benar-benar kita praktekkan: Cinta kasih dan tidak menyakiti; Jujur dan tidak berbohong; Murah hati dan tidak mencuri, maka pasti keharmonisan yang akan mengemuka, tetapi kalau tidak demikian, kita masing-masing harus memeriksa diri sendiri, sudahkah kita resapi dan kita jalankan ajaran yang mulia itu?

Pertanyaan berikut, sudahkah kita melakukan Meditasi Jantung Kembar dengan Benar? Sudahkah kita menghayati doa Fransiskus Asisi? Kalau belum mari sekarang kita hayati bersama:
Tuhan jadikanlah aku alat perdamaian-Mu, di mana ada kebencian, biarlah aku menabur kasih, di mana ada sakit hati, maaf.... ... Ya Tuhan, bimbinglah aku agar aku tidak hanya ingin dilayani tetapi mau melayani, tidak hanya ingin dimengerti, tetapi mau mengerti, tidak hanya ingin di cintai tetapi mau mencintai. Karena dengan memberi aku menerima, dengan memaafkan akupun dimaafkan...
Sungguh indah doa ini, tetapi tidak mudah mempraktekannya, mudah-mudahan kita semua mau menjadikan doa yang universal ini sebagai pedoman hidup, sehingga tercermin dalam batin dan keseharian kita. Ketika kita memberkati bumi dengan kedamaian dan kasih sayang, sudahkah diri kita dipenuhi rasa damai dan kasih sayang? Kalau sudah, maka kita benar-benar akan menjadi juru damai, penabur kasih dan pemaaf; Bersedia melayani sesama dan memahami dengan penuh cinta. Semoga.

Sebenarnya tugas kita bukanlah untuk mencari cinta, tetapi mencari dan menemukan semua hambatan dalam diri kita yang kita bangun untuk melawannya. Berikanlah cinta, maka cinta akan menghampiri kita, namun bila kita menyerang, maka cinta akan tetap tersembunyi, karena cinta akan hidup hanya bila ada kedamaian, ada keharmonisan. Rasa syukur berjalan bersama cinta, kalau ada rasa syukur di situ pasti ada cinta, tidak mungkin ada cinta kalau ada saling curiga.

"Dengan lembut tataplah saudara Anda, kemudian pandanglah dunia, biarlah kebencian yang ada ditransformasikan ke dalam dunia yang penuh cinta....

Ketika kita menghargai saudara kita, sebenarnya kita sedang menghargai diri kita sendiri. Karena, akan diberikan kepada kita, penilaian yang kita berikan kepada saudara kita. Kalau yang kita inginkan baginya adalah kedamaian, maka kedamaian akan kita terima, karena apa yang kita berikan, akan kita terima.

Berikan penghargaan yang pantas bagi saudara Anda. Rasa syukur seharusnya diberikan kepadanya, baik karena pikirannya yang penuh cinta maupun karena seruannya meminta pertolongan, karena kedua ahl ini mampu membawa serta cinta ke dalam kesadaran.

Bayangkan kebaikan hati saudara Anda, bukan kesalahannya. Bayangkan perhatian yang dia berikan, bukannya sakit hati yang disebabkannya. Maafkanlah kesalahannya, dan berterimakasihlah atas kesediaannya membantu. Bukan tugas Anda untuk merubah saudara Anda, terimalah dia apa adanya. Damai menyertai saudara Anda, yang menjadi satu dengan Anda. Biarlah melalui kita, bumi seisinya diberkati dengan kedamaian."

Penutup

Judul tulisan ini adalah: Prana menyatukan, cinta mengharmoniskan, singkatnya, kalau ada sesuatu yang mencerai-beraikan atau memecah belah, pasti itu bukan prana, kalau suatu tindakan menyebabkan pertentangan dan permusuhan, pasti itu bukan cinta. Sederhana saja! As simple as that!

Tentu saja semuanya terpulang pada kita, karena sebenarnya orang tidak menilai apa yang kita ucapkan, tetapi apa yang kita lakukan. Bagaimana menurut Anda?

----------


Friday, January 16, 2009

Cara Menafsirkan Aura (3)

Bagian ke 3.

Arti aura dan warnanya

Aura adalah cermin dari diri kita yang sebenarnya disaat tertentu. Mungkin perlu dijelaskan apa yang dimaksud dengan ”diri kita yang sebenarnya” dan mengapa perlu dilakukan usaha tertentu untuk “menemukannya”.

Masyarakat kita menekankan pada lambang, stereotip, kebiasaan, tingkah laku, kebiasaan semu, pura-pura, meniru orang lain dan tunduk pada kehendak bebas. Pendidikan kita sebagian besar berdasarkan pandangan dan harapan orang-orang yang mencoba mengontrol masyarakatnya.

“Diri kita yang sebenarnya” adalah apa yang tertinggal bila kita mengenali dan membuang semua kebiasaan, suka meniru, sifat, tingkah laku, kepura-puraan, kepalsuan untuk menjadi benar-benar sadar, benar-benar alamiah dan spontan. Perhatikanlah bahwa beberapa orang sangat tergantung pada tingkah laku dan kebiasaannya sehingga begitu sulit atau bahkan tidak mungkin menemukan siapa dirinya yang sebenarnya. Satu-satunya untuk cara memperoleh dengan segera wawasan kedalam kepribadiannya adalah dengan memperhatikan auranya, karena aura memperlihatkan “diri mereka yang sebenarnya”, yang berada dibalik setiap tabir kepalsuan tingkah laku.

Secara umum, semakin berwarna warni, bersih dan cerah aura anda, semakin baik dan semakin berkembang spiritualitas anda, semakin seragam dan merata penyebaran aura anda, anda akan semakin sehat dan semakin seimbang.

Penyebaran energi di dalam aura dapat berperan sebagai alat diagnosa penyakit yang sangat baik, tetapi biasanya membutuhkan peralatan yang rumit. Cakupan tulisan kali ini hanya berkonsentrasi pada apa yang dapat dengan mudah kita lihat dengan mata kita.
Aura kita menyelimuti seluruh tubuh kita, tetapi penafsiran warna-warna berikut ini hanya berkaitan dengan aura diseputar kepala saja. Arti dari warna-warna disekitar kepala yang ada dibawah ini sudah diteliti sebelumnya.

Kalau anda belajar melihat aura dengan benar, anda dapat menerapkannya pada diri anda sendiri, dengan berkonsentrasi pada pikiran tertentu sambil mengamati aura anda, atau mengatakan pada orang-orang apa yang mereka pikirkan sambil anda mengamati aura mereka.

Biasanya seseorang mempunyai satu dua warna dominan pada auranya, warna-warna ini (atau pasangan auranya) hampir dapat dipastikan akan sama dengan warna kesukaannya.

Sebagai tambahan pada warna dominan, aura mencerminkan pikiran, perasaan dan hasrat, yang muncul sebagai kilatan-kilatan awan atau nyala api, biasanya agak jauh dari kepala, misalnya kilatan warna jingga pada aura menandakan sebuah pikiran atau keinginan untuk melatih kekuatan dan kontrol diri, warna dominan jingga merupakan tanda kekuatan dan kemampuan untuk mengontrol orang lain. Kilatan-kilatan yang berganti dengan cepat menandakan perubahan pikiran yang cepat.


Arti warna aura yang bersih

Warna yang bersih adalah warna seperti yang nampak pada pelangi dan cerah.

Nila : menandakan pikiran spiritual, warna nila selalu tidak menonjol, dia hanya nampak seperti awan atau nyala, menandakan pikiran yang benar-benar spiritual.

Biru : penampilan yang seimbang, mendukung kehidupan, sistem syaraf yang tenang, memancarkan kekuatan dan energi, orang dengan aura yang mempunyai warna biru yang menonjol selalu tenang, seimbang dan merasa siap bertahan hidup di gua, mereka dilahirkan dengan semangat hidup yang tinggi, pikiran warna biru adalah pikiran mengenai menenangkan sistem syaraf untuk mencapai keseimbangan daya pikir atau pikiran mengenai bertahan hidup.

Warna biru listrik dapat meniadakan warna-warna lain yang ada di aura, bila seseorang menerima atau memancarkan energi atau sedang dalam komunikasi telepati.

Biru kehijauan : menandakan kehidupan yang dinamis, pribadi yang sangat berenergi, kemampuan memproyeksikan, mempengaruhi orang lain, orang yang mempunyai aura berwarna biru kehijauan yang kuat dapat melakukan berbagai hal secara simultan dan seorang organisator yang baik, mereka akan segera merasa bosan kalau dipaksa berkonsentrasi pada satu hal saja. Orang menyenangi pimpinan yang mempunyai aura biru kehijauan, karena pimpinan yang seperti ini menjelaskan dahulu maksud tindakannya dan terlibat langsung dalam kelompoknya, bukan hanya memerintah saja. Pikiran biru kehijauan adalah pikiran mengenai mengorganisir dan mempengaruhi orang lain.

Hijau : santai, mengubah energi, berkemampuan menyembuhkan secara alami, semua penyembuh alami seharusnya mempunyai aura seperti ini. Orang dengan warna hijau yang menonjol adalah penyembuh alami, semakin kuat aura hijaunya, semakin baik kekuatan penyembuhannya, mereka juga senang bertaman dan biasanya mempunyai tangan yang “panas”, ditangannya segala sesuatu jadi tumbuh, selalu berada pada saat sekarang. Seseorang dengan aura warna hijau yang menonjol selalu dalam kedamaian dan tenang, pikiran berwarna hijau menandakan keadaan yang tenang dan menyembuhkan.

Kuning : riang, bebas, tidak suka terikat, melepaskan atau membebaskan kekuatan vital, orang yang auranya bersinar kuning adalah orang yang penuh kegembiraan batin, sangat murah hati dan tidak terikat pada apapun.
Halo kuning disekitar kepala: berarti perkembangan spiritualnya sudah cukup tinggi, tanda dari seorang guru spiritual. Jangan menerima ajaran spiritual dari siapapun yang tidak mempunyai halo seperti ini, saat ini sangat jarang ditemukan orang yang mempunyai halo yang lebih besar dari 3 cm.
Halo kuning muncul sebagai pengaruh dari cakra ajna yang sangat berkembang, orang yang mempunyai spiritualitas yang sangat tinggi merangsang cakra ajnanya terus menerus selama bertahun-tahun, karena secara intensif dia selalu mempunyai pemikiran spiritual dalam benaknya. Bila kita amati cakra ini ketika sedang sangat aktif, maka halo kuning akan muncul di sekeliling kepalanya. Pikiran berwarna kuning menandakan kegembiraan dan kepenuhan.

Jingga : peningkatan dan penyerapan, tanda kekuatan, kemampuan atau keinginan untuk mengontrol orang lain. Bila warna jingga dalam auranya menonjol, biasanya ini akan membantu munculnya halo berwarna kuning yang kemudian menjadi keemasan, ini tidak saja menandakan bahwa pemiliknya seorang guru spiritual, tetapi seorang guru spiritual yang sangat tinggi tingkatannya, seseorang yang mampu menunjukkan kemampuan khususnya.
Pikiran jingga adalah pikiran mengenai usaha melatih kekuatan atau keinginan untuk mengontrol orang lain.

Merah : pikiran materialistik, pikiran mengenai tubuh fisik, warna merah yang menonjol menandakan bahwa pemiliknya mempunyai orientasi yang materialistik. Merah jambu (=nila + merah); cinta (dalam hal spiritual). Untuk memperoleh warna merah jambu yang cerah, anda harus mencampur nila (frekwensi tertinggi yang kita rasakan) dengan merah (frekwensi yang terendah).

Merah jambu: Aura berwarna merah jambu menandakan bahwa seseorang telah mencapai keseimbangan sempurna antara kesadaran spiritualitas dan kenyataan materi, orang yang paling berkembang tidak hanya mempunyai halo berwarna kuning diseputar kepalanya tetapi juga aura warna merah jambu mengelilingi halo kuning itu. Warna merah jambu pada aura sangat jarang ada di dunia ini dan hanya muncul dalam pemikiran sementara, tidak sebagai warna yang menonjol di aura.


Arti warna yang kotor

Warna yang tampil lebih gelap dari latar belakang dan yang lebih menyerupai asap dari pada sinar.

Coklat : tidak mapan, bingung, materialistis, menolak spiritualitas

Abu-abu : pikiran yang gelap, pikiran depresi, tidak jelas maksudnya, menampilkan sisi gelap dalam kepribadiannya

Warna belerang : sakit atau kurang sehat, ada kemarahan

Putih : sakit yang serius, dipengaruhi obat perangsang atau obat bius. Mengapa warna putih pada aura menandakan adanya masalah? Warna putih sama halnya dengan suara, bukannya satu set nada yang harmonis (warna-warna murni), tidak mungkin untuk menyelaraskan suara itu kedalam sebuah orkestra yang sedang memainkan musik yang harmonis, aura putih menandakan adanta ketidak harmonisan antara tubuh dan pikiran.

Alam dimana kita merupakan bagiannya, selalu harmonis, keharmonisan ini disebabkan oleh berbagai getaran nada atau keselarasan, beberapa jam sebelum meninggal, aura seseorang berubah menjadi putih, dan kepekatannya semakin meningkat.


Catatan :

Dalam kebanyakan budaya, kematian dilukiskan berwarna putih, bukan hitam, karena di masa lalu, orang benar-benar dapat melihat aura berwarna putih sebelum seseorang meninggal. Nampaknya para leluhur kita mengetahui lebih banyak dibandingkan kita yang hidup di zaman modern ini.

Meningkatkan getaran aura dan bio-energi anda.

Beberapa hal yang dapat meningkatkan aura anda dengan cukup besar adalah :
  1. Meditasi (memurnikan diri dari setiap pemikiran)
  2. Latihan berkonsentrasi dengan lilin
  3. Menyelaraskan aura anda dengan lingkungan sekitar

Cara menyelaraskan aura dengan lingkungan sekitar

Kalau kita menyelaraskan frekwensi getaran (spektrum) antara apa yang kita kenakan dengan apa yang sebenarnya memancar dari tubuh dan pikiran kita secara alami, kita akan merasakan tingkat keselarasan yang unik, pengaruhnya dapat dibandingkan dengan “menyetel” peralatan musik, tanpa penyetelan, yang dapat kita hasilkan hanyalah suara bising, bukannya musik yang harmonis, pada intinya ada tiga teknik untuk menyelaraskan aura kita dengan alam sekitar.

  1. Menyelaraskan warna terkuat kita, kalau kita mempelajari apa warna terkuat (warna dominan) dalam aura kita sendiri, kita akan dapat menyelaraskan apa yang ada di sekeliling kita atau pakaian dengan aura kita. Menata ulang rumah kita untuk mencapai keselarasan baru akan menghasilkan rangsangan positif pada jiwa kita dan akan membantu meningkatkan kesehatan kita dalam berbagai segi. Berdasarkan apa yang dilakukan alam untuk merangsang kita, kita harus menggunakan “pasangan warna aura” agar dapat mencapai keselarasan itu, sebagai contoh, bila yang dominan dalam aura kita warna hijau, kita harus menggunakan warna hijau dan merah jambu muda pada dekorasi atau pakaian kita.
  2. Menyelaraskan lingkungan kita dengan frekwensi pikiran. Frekwensi pikiran akan dibahas dalam bagian berjudul “arti warna-warna aura”. Misalnya, kalau kita berpikir untuk mengendurkan pikiran (pikiran biru) lingkungan yang berwarna biru akan menguatkan pikiran kita itu, ingatlah bila kita pergi keluar rumah dipagi hari dan langit berwarna biru sempurna, anda merasa rileks sebelum anda sempat berpikir mengenai apapun, ini disebabkan karena setiap pikiran yang ditujukan untuk merilekskan pikiran telah disertai oleh getaran langit yang berwarna biru. Bila langitnya berwarna abu-abu, kita akan merasa tertekan sebelum kita menyadarinya. Ingatlah bahwa blue jeans sangat diminati, karena membantu kita mencapai pikiran yang rileks. Cobalah mengenakan jeans berwarna coklat, anda akan benar-benar merasa tidak nyaman.
  3. Selaraskan distribusi frekwensi diseluruh tubuh. Ini adalah cara perangsangan yang paling alami. hasilnya akan sama seperti pengaruh akupunktur, tetapi di sini kita tidak menggunakan jarum, yang digunakan adalah 16 warna inti. Peningkatan secara spektakuler terjadi pada medan bio-energi (aura) seseorang, beberapa menit kemudian. Pada setiap kasus, menggunakan warna yang bersih, mendekati warna asli (monokromatik) seperti warna pelangi adalah sangat penting, dapat saja yang berwarna lembut, tetapi mereka harus mengandung warna pelangi yang murni yang mempunyai getaran yang selaras.

Yang menghambat aura

Hal-hal yang secara cepat berakibat memperkecil, mengganggu atau mendistorsi aura anda adalah :
  • Rasa takut atau kekhawatiran, rasa tertekan, kelelahan, kebencian, cemburu, iri atau perasaan dan pikiran negatif yang lain.
  • Gangguan fisik, sakit, penggunaan obat terlarang dan sebagainya. Ini akan memperlihatkan peningkatan perubahan sementara pada energi aura seseorang, pengaruh ini sama dengan keadaan suhu tubuh kita yang meningkat karena sedang menderita sakit, kita perlu membaca auranya untuk dapat mendiagnosa gangguannya, kebanyakan aura yang meningkat karena hal seperti ini berwarna putih.
  • Pakaian dan lingkungan yang bertentangan dengan aura kita. Pakaian berwarna suram menyerap aura orang yang mengenakannya, bukannya secara harmonis meningkatkannya, sangat menarik mengetahui bahwa secara umum para pria di dunia ini meninggal lebih cepat dari pada wanitanya, tanpa menghiraukan budaya dan latar belakang etnis mereka, dietnya dan sebagainya, ini memang dimungkinkan terutama kalau dihubungkan dengan kenyataan bahwa pakaian yang dikenakan pria pada sebagian besar kehidupan mereka kebanyakan berwarna hitam atau abu-abu, sangat jarang mereka mengenakan pakaian warna-warni, kaum wanita menggunakan lebih banyak warna pada pakaian mereka dan sering menggantinya dengan warna-warna lain. Yang menarik, kebanyakan burung jantan yang hidup bebas di alam mempunyai warna yang lebih cerah dari betinanya, dan mereka hidup lebih lama. Alam selalu memberi petunjuk kepada kita, yang perlu kita lakukan adalah mengamatinya, kemudian menerapkannya dalam kehidupan kita. Pengaruh menggunakan pakaian warna abu-abu, hitam atau coklat akan dengan cepat dapat dirasakan, pakaian ini akan segera membuat kita lebih cepat merasa lelah, apakah anda sadari bahwa saat ini orang-orang muda nampak lebih tua dari usia mereka yang sebenarnya?
Sangat masuk akal kalau kita seharusnya menghindari semua hal yang disebutkan diatas tadi kalau memungkinkan, “menghimpun” salah satu dari hal diatas dalam waktu yang cukup panjang akan mempunyai pengaruh yang permanen pada kejiwaan dan tubuh kita.


Tubuh astral:

Seringkali, tubuh astral disalah artikan sebagai aura, tubuh astral adalah bagian tubuh kita yang terpenting, bagian abadi dari tubuh kita, karena kesadaran kita tersimpan disitu. Getaran aura akan terhenti bila tubuh fisik kita mati, tubuh astral abadi : usianya sama panjangnya dengan alam raya ini.

Ahli fisika akhirnya menemukan bahwa elektron dalam tubuh astral mempunyai kesadaran yang luar biasa, kemampuan ingatannya juga luar biasa, dan pada kenyataannya mereka mengontrol semua fungsi pikiran dan tubuh kita, termasuk proses penyembuhannya. Tubuh astral ini sebenarnya adalah diri kita yang sebenarnya, menggunakan istilah komputer, tubuh fisik kita adalah perangkat kerasnya, yang dilengkapi dengan sensor, pemancar, alat penerima dan motor, dan elektronik tubuh astral berisi perangkat lunak, memori, penyimpan data dan juga kesadaran serta kehendak bebas dari penggunanya, yang memutuskan apa yang harus dilakukannya.

Tubuh fisik kita memang tidak sempurna, dapat menderita sakit, ini karena kita belum mengembangkan kesadaran batin untuk membangun dan mengontrolnya dengan lebih baik. Tujuan utamanya adalah kemampuan untuk secara sadar mengontrol kegiatan setiap sel dalam tubuh kita dan secara khusus memperbaharui atau memulihkannya dengan penuh kemauan. Pada tingkat ini kita akan selamanya tetap muda, tergantung pada kita kapan dan bagaimana kita hendak mengubah tubuh fisik kita. Juga kita mempunyai kebebasan untuk tetap berada didalam tubuh fisik (ini dibutuhkan sebagai alat kalau kita ingin membantu sesama) atau bergabung dengan sumber kesadaran, dan tetap tinggal didalam tubuh astral kita. Bayangkan kegembiraan dan kesenangan yang akan kita dapatkan nanti, ini semua bukanlah mimpi, ini adalah sebuah kenyataan. Hanya ada dua hal yang dapat merusak informasi yang tersimpan didalam tubuh astral kita dan menyakiti kita selama beberapa masa kehidupan mendatang; yaitu obat terlarang dan suara bising.


Percobaan melihat aura anda sendiri

Posisikan kedua jari telunjuk di hadapan anda hampir saling menyentuh, dianjurkan didepan latar belakang datar yang gelap, boleh saja berwarna hitam, amati ruang diantara kedua jari dan disekelilingnya dan ingatlah bahwa latang belakang di dekat kedua jari anda akan menjadi lebih terang, cahaya yang bersinar lembut kebiru-biruan sebenarnya adalah bagian dari tubuh elektronik astral anda, dengan menyatukan kedua tangan, anda menutup sebuah sirkuit elektronik, ini membuat tubuh astral anda menjadi lebih kelihatan. Bentuk dari tubuh elektronik astral sangat mendekati dan mengikuti bentuk tubuh fisik anda, beberapa orang mempunyai tubuh astral yang sangat kuat dan bersinar, memancar lebih dari 1 cm di luar tubuh fisik, secara umum, 2 sampai 4 mm merupakan ukuran rata-rata yang biasa dijumpai pada tubuh orang sehat di bagian dunia manapun.


Struktur kesadaran
Selanjutnya, kesadaran batin pada tingkat yang lebih tinggi, tubuh astral kita terhubung kepada “kesadaran lebih tinggi” atau pada“pribadiluhur” yang lebih kuat dan lebih cerdas yang menerima semua sensasi dan menyimpan semua pengetahuan dan akumulasi dari masa kehidupan sebelumnya ke masa kehidupan selanjutnya. Hubungan ini didokumentasikan dengan baik oleh ilmu kedokteran kita, ini adalah terowongan yang hingar bingar yang terhubung dengan cahaya yang sangat cemerlang (pribadiluhur), ketika kita meninggal dunia, tubuh astral kita (yang adalah diri kita yang sebenarnya) bergerak melewatinya dan kita akan mencapai kebahagian penuh serta pemahaman pada segala sesuatu bila kita mencapai cahaya cemerlang ini. Cahaya cemerlang ini adalah gerbang menuju nucleus pribadiluhur kita sendiri.

Banyak orang yang pernah mengalami kematian klinis melaporkan hubungan ini dengan sangat rinci. Pengalaman ini sangat jelas, lengkap dan berlimpah dan sangat berbeda dengan kehidupan kita sehari-hari, dimana kita melupakan sebagian besarnya ketika kita kembali, sama seperti kita juga melupakan mimpi-mimpi kita. Ada 9 kategori pribadiluhur, setiap tahap menjadi lebih cemerlang dan lebih kuat dari yang sebelumnya.

Cahaya pribadiluhur dan suara terowongan yang membawa kita kesana dapat dilihat di banyak prasasti spiritual kuno yang digambarkan sebagai cahaya dan suara penciptaan. Ahli fisika utama kita setuju bahwa segala sesuatu di alam raya ini hanyalah getaran.

Tujuan dari kebanyakan latihan meditasi, adalah untuk mencapai kebahagiaan batin (surga, nirwana, samadhi) secara sadar ketika masih hidup. Kalau anda dapat mencapai tingkat “kesadaran batin yang lebih tinggi” beberapa kali selama hidup anda, walaupun hanya dalam beberapa detik saja, anda akan dicerahi atau terhubung dengan pribadiluhur anda. Anda mulai dapat memahami hal-hal yang sebelumnya tidak terjangkau oleh pemahaman anda, seringkali gaya hidup masa lalu anda tidak lagi menarik minat anda lagi setelah secara langsung anda dapat mengontak “pribadiluhur” anda.

Mengikuti kebiasaan orang lain, ritualnya, gaya hidupnya, dan penghimpunan kelekatan pada materi tidak lagi masuk akal. Bukankah anda secara spiritual telah terjaga?

----------

Cara Menafsirkan Aura (2)

Bagian ke 2

Mata kita

Dengan mata, kita dapat mengindera gelombang getaran elektromagnetik dalam rentang yang sangat sempit, antara panjang gelombang 0,3 sampai 0,7 micrometer. Dari warna nila sampai merah. Campuran dari frekwensi getaran dalam rentang seperti diatas dapat kita indera sebagai warna. Kita dapat mengukur campuran getaran ini dengan tepat dengan menggunakan alat perekam spektrum cahaya, alat khusus ini disebut dengan spektrofotometer.

Warna yang dapat ditangkap oleh mata kita hanyalah sebagian kecil dari kenyataan yang jauh lebih kompleks : getaran cahaya yang kompleks (dan juga getaran-getaran lainnya), untuk menjelaskan apa yang dinyatakan diatas, kita terlebih dahulu harus menentukan spektrumnya dan menjelaskan bagaimana cara kita mengindera warna dengan mata kita.

Bagaimana cara melihat aura :
Mengembangkan penglihatan aura.

Agar kita dapat melihat aura, kita harus terlebih dahulu meningkatkan kepekaan mata kita dan memperluas bidang penginderaan getaran melampaui getaran cahaya yang sudah biasa kita lihat.

Kita dapat menyempurnakannya dengan menggunakan dan melatih penglihatan pinggir kita, meningkatkan pencahayaan, meningkatkan pemrosesan sensasi visual di otak - serta meningkatkan komunikasi antara bagian otak sebelah kiri dan sebelah kanan.

Penglihatan pinggir

Mengapa kita harus menggunakan penglihatan pinggir? Karena retina kita (bagian terpenting mata yang mengandung sel-sel foto sensitif) lebih sedikit mengalami kerusakan di bagian pinggir daripada pada di bagian tengahnya. Bagian tengah retina terus menerus digunakan dan bertahun-tahun mengakumulasi kerusakan karena sering kali menerima sinar yang berlebihan atau sinar-sinar buatan seperti yang dipancarkan pesawat televisi, komputer dan cahaya buatan lainnya.

Kita juga telah terus menerus melatih penglihatan tengah dengan selalu menggunakannya dengan berbagai cara. Perhatikanlah, anak kecil dapat jauh lebih mudah melihat aura karena penglihatan tengahnya belum mengalami kerusakan, sekali setelah mereka pergi ke sekolah, mereka dilatih menggunakan penglihatan mereka dengan cara tertentu dan perlahan-lahan mulai kehilangan penglihatan aura mereka.

Meningkatkan pencahayaan

Ketika kita hendak memotret pemandangan yang gelap, kita perlu menambah waktu penyinaran pada film kita, kita dapat menerapkan hal yang sama pada mata kita dengan cara memusatkannya tepat pada sebuah titik sebentar saja (30-60 detik). Ketika mata kita bergerak atau sebuah pemandangan bergerak didepan mata kita, gambar itu ditaksir oleh mata kita (25 frame TV per detik adalah pergerakan yang lancar). Bila kita berkonsentrasi pada sebuah titik, kita meningkatkan kepekaan kita karena kita me-rata-rata-kan cahaya yang datang, dan mengakumulasi pengaruhnya.

Sel foto sensitif kita (merah, hijau dan biru/RGB) bertindak sebagai sensor getaran, mirip dengan tiga buah radio penerima yang disetel pada 3 buah “warna” RGB. Bila anda ingin mencapai getaran yang besar, katakan, dari sebuah benda yang berayun - anda dapat memperolehnya dengan pembangkitan daya yang sangat lemah, tetapi tetaplah terus bertahan demikian. Berkonsentrasi dengan mata tertuju pada sebuah titik menghasilkan pengaruh yang sangat mirip: dengan sangat sedikit rangsangan, secara bertahap anda dapat mengayun sel-sel fotosensitif anda menjadi getaran yang besar, dan ini menghasilkan sensasi visual yang dapat dirasakan oleh otak.


Latihan konsentrasi yang pertama

Letakan gambar di bawah ini (gbr 1, dengan bulatan merah dan biru berdiameter ± 10 cm) dengan jarak kira-kira 1,5 meter dihadapan anda. Pandanglah tepat pada titik hitam kira-kira 30 detik dan amati bulatan berwarna itu dengan pandangan pinggir anda, jangan tergoda untuk melihat ketempat lain, pusatkan perhatian hanya pada titik hitam itu saja.


Gbr 1: Gambar untuk berlatih konsentrasi

Perhatikan bahwa bidang-bidang yang berwarna seperti dikelilingi oleh “aura” warna-warni. Ketika sensor pinggir dirangsang dalam waktu yang cukup lama, anda akan memperoleh sensasi warna yang sangat berbeda dibandingkan ketika anda menggunakan pandangan tengah. Semakin lama anda berkonsentrasi, “aura” di sekitar bulatan berwarna akan semakin cerah, ini disebabkan karena kepekaan anda sudah semakin meningkat. Padahal kemarin setelah berjam-jam menatap gambar diatas, anda tidak melihat apa-apa. Kuncinya terletak pada konsentrasi yang cukup lama pada titik hitam. Ini bukanlah aura yang sebenarnya, latihan ini hanya untuk menunjukkan bagaimana cara memandang seseorang agar anda dapat melihat auranya, yaitu dengan cara membuat anda menyadari kemampuan penglihatan dan penggambaran anda.


Latihan konsentrasi kedua

Tujuan latihan ini adalah untuk merangsang komunikasi di antara kedua belahan otak, dengan demikian akan meningkatkan “daya pemrosesan” yang dibutuhkan untuk melihat aura. Letakkan gambar 2 kurang lebih satu meter dihadapan anda, ulurkan tangan anda kedepan sehingga salah satu ujung jari berada di antara dan sedikit dibawah kedua bulatan.

Pindahkan perhatian dari bulatan ke ujung jari tangan anda, anda akan melihat empat buah lingkaran, kemudian arahkan untuk menumpuk dua bulatan yang nampak berada ditengah sehingga anda melihat sebuah lingkaran dengan palang ditengahnya di atas ujung jari anda, diantara kedua bulatan. Melihat palang adalah bukti yang menunjukkan bahwa belahan kiri otak (berhubungan dengan mata kanan) telah berkomunikasi dengan belahan otak kanan (berhubungan dengan mata kiri).

Gbr 2: Kedua lingkaran berwarna merah

Latihan ini akan menjadi sangat bermanfaat: berlatih dengan cara ini selama 5 menit, akan dapat menggandakan bio-energi anda dan meningkatkan penyembuhan diri anda.

Pada mulanya palang itu akan nampak tidak stabil, cobalah dengan mengubah-ubah jarak jari dengan mata anda sampai anda menemukan palang yang paling sempurna. Anda memperoleh hasil yang cukup berarti setelah tiga sampai lima menit, lebih baik kalau tanpa mengedipkan mata, tetapi waktu yang terbaik adalah konsentrasi selama 45 menit setiap kali berlatih, ini akan membuat perbedaan yang nyata pada kemampuan mental dan aura anda.

Berdasarkan pengalaman, yang terbaik mulailah terlebih dahulu dengan berlatih selama satu atau dua menit, konsentrasi yang intensif tapi hanya sebentar akan lebih baik daripada lama tetapi sering diinterupsi.

Secara bertahap, dengan terus berlatih anda akan dapat mencapai dan mempertahankan palang itu tanpa bantuan jari tangan. Ketika mempertahankan palang itu cobalah untuk menyadari kedua lingkaran dan juga sadarilah segala sesuatu disekitarnya dengan penglihatan pinggir anda. Anda akan melihat warna-warna aura disekitar bulatan diatas dengan menggunakan penglihatan pinggir, bila anda dapat menganalisa sekeliling anda dengan penglihatan pinggir anda, tanpa kehilangan palangnya (dan juga konsentrasinya) anda telah siap melihat dan membaca aura.


Konsentrasi tingkat lanjut

Satu bulatan didalam palang biasanya nampak diatas yang lainnya, ini berarti bahwa salah satu belahan otak anda mendominasi belahan yang lain. Pria biasanya melihat bulatan yang horisontal berada diatas (belahan otak sebelah kiri mendominasi) sedangkan wanita biasanya melihat bulatan yang vertikal berada diatas (belahan otak sebelah kanan mendominasi).

Cobalah sedapat mungkin memindahkan bulatan yang “tersembunyi” ke depan, dengan berniat dan berkonsentrasi. Tingkat konsentrasi yang paling akhir adalah kalau anda sudah mencapai dan dapat mempertahankan palang yang benar-benar seimbang dengan keempat lengannya dalam kepekatan yang sama, ini berarti kedua belahan otak anda telah mencapai keseimbangan dengan sempurna. Disini banyak orang yang mengalami pengaruh yang menakjubkan.

Yang pertama : dapat berkonsentrasi dengan lebih mendalam.

Yang kedua : setelah 2-3 menit anda seolah-olah kehilangan penglihatan, latar belakang yang semula berwarna cerah berubah menjadi ungu gelap atau merah jambu, kepekaan dan kesadaran anda meningkat pesat dan semua emosi mereda.


Latihan konsentrasi lainnya
Warna dan pasangan aura

Dalam latihan konsentrasi I dan II terlihat bahwa warna yang murni (seperti warna pelangi), dikelilingi oleh aura dengan berbagai warna. Warna-warna aura ini bukanlah warna yang acak. Berikut ini kami sertakan daftar pasangan aura dari warna-warna pelangi yang bersih.
  • Merah mengeluarkan aura berwarna hijau kebiruan,
  • Hijau kebiruan mengeluarkan aura berwarna merah,
  • Jingga mengeluarkan aura biru,
  • Biru mengeluarkan aura jingga,
  • Kuning mengeluarkan aura ungu,
  • Ungu mengeluarkan aura kuning,
  • Hijau mengeluarkan aura merah jambu, dan
  • Merah jambu mengeluarkan aura hijau.
  • Pasangan warna-warna diatas berlaku juga pada warna antaranya, sebagai contoh: Kuning kehijauan mengeluarkan aura yang berwarna merah jambu keunguan.

Catatan :

Pasangan aura diatas tidak sama dengan pasangan warna pelengkap dan cakram warna yang digunakan oleh ilmu pengetahuan dan seni. Setiap anak kecil dapat memastikan bahwa pasangan aura diatas benar demikian.

Kalau kita melihat-lihat sekeliling kita, akan terbukti bahwa alam dipenuhi dengan pasangan aura, kita ambil sebagai contoh burung jenis apa saja yang berwarna merah pasti mempunyai warna hijau kebiruan di bagian lain tubuhnya, hal yang sama juga berlaku pada kombinasi biru-jingga, kuning-ungu dan merah jambu-hijau. Ini tidak hanya dijumpai pada burung, tetapi juga pada ikan, kupu-kupu, bunga dan sebagainya; semuanya benda yang diwarnai oleh alam dengan warna cerah.

Kadang-kadang anda akan menjumpai “warna terbaik berikutnya” bukannya pasangan aura yang tepat. Apakah anda menyadari bahwa sebagian besar bunga didunia yang tumbuh pada pohon atau yang dikelilingi oleh daun-daun berwarna hijau, kalau tidak berwarna ungu, pasti merah jambu (nila) atau merah. Di alam pasangan aura nampak sangat menarik, dan seringkali menyebabkan rasa keindahan dan kebahagiaan yang meluap-luap, anda harus mengingat dan memahami dengan baik pasangan aura diatas. Mengapa? Karena bila yang anda lihat aura berwarna merah jambu mengelilingi seseorang yang mengenakan pakaian berwarna hijau cerah, ada kemungkinan besar bahwa yang anda lihat adalah aura pakaiannya, bukan aura orang itu.


Melihat aura

Latihan ini dirancang untuk melihat aura untuk kali yang pertama atau untuk berlatih melihat aura. Sangat penting untuk memilih suasana yang mendukung; bukan hanya karena anda akan dapat melihat aura dengan lebih baik, tetapi juga untuk memupuk kepercayaan diri pada apa yang anda lihat.
  1. Orang yang hendak dilihat auranya harus berdiri dengan latar belakang putih, latar belakang berwarna akan mengubah warna auranya, sehingga anda memerlukan pengetahuan tambahan yang berhubungan dengan kombinasi warna. Beberapa kombinasi antara latar belakang dan aura bisa menyebabkan salah pengertian.
  2. Pilihlah satu titik untuk anda tatap, tengah-tengah dahi sangat baik. Ini adalah lokasi cakra ajna atau mata ketiga, pada budaya timur (India), masyarakatnya membuat sebuah tanda di dahi. Pada zaman dahulu, tanda semacam ini mempunyai tujuan mengundang seseorang melihat auranya.
  3. Tataplah titik ini selama 30 sampai 60 detik atau lebih.
  4. Setelah 30 detik, analisa sekelilingnya dengan menggunakan pandangan pinggir anda, sambil terus menatap titik yang sama. Kuncinya adalah terus menerus berkonsentrasi, hindari keinginan untuk melihat ke tempat lain, anda seharusnya melihat bahwa latar belakang didekat orang itu menjadi lebih cerah dan mempunyai warna yang berbeda dengan latar belakang yang berada agak jauh ke samping. Ini adalah persepsi anda sendiri mengenai aura. Semakin lama berkonsentrasi, akan semakin jelas anda melihatnya. Ingat, berkonsentrasi pada satu titik akan meningkatkan kepekaan anda dengan cara mengakumulasi getaran aura yang mencapai mata anda.
  5. Latihan aura tingkat lanjut akan kita lakukan ditempat yang benar-benar gelap total, dan ini membutuhkan konsentrasi berjam-jam dan latihan yang sistematis.


MENGAMBIL GAMBAR AURA


Mengamati aura


Setelah berkonsentrasi cukup lama untuk melihat aura, pejamkan mata, untuk satu atau dua detik anda hanya akan melihat aura saja. Bersiap-siaplah, anda hanya punya satu atau dua detik sebelum sel-sel fotosintetis anda berhenti bergetar dan mengirimkan sensasi visual ke otak anda, kalau anda melewatkan kesempatan ini, anda harus mulai dengan sekali lagi melakukan konsentrasi. Cobalah bereksperimen, berapa cepat atau berapa lama anda harus memejamkan mata anda.

Mengamati aura orang lain

Cara yang terbaik adalah dengan melihat langsung ke cakra dahi orang itu (mata ketiga, yang terletak di antara kedua alis mata), usahakan mencapai tingkat batin yang sama dengan teknik konsentrasi yang sudah dibahas dimuka paling tidak selama 30-60 detik. Pernah juga dicoba dengan melihat pada cakra tenggorokan dan cakra jantung dengan hasil yang sama.

Bagaimanapun, kalau anda berkonsentrasi pada seseorang, akan nampak aneh dan terasa tidak nyaman bagi orang itu, kalau anda memandang pada cakra ajna seseorang, itu dapat anda lakukan sambil terus berbincang dengannya.

Sekali lagi, dengan latar belakang yang lembut, cerah dan tanpa bayangan. Dengan berlatih, setiap latar belakang yang cerah (misalnya biru langit) sudah cukup.


Bagaimana cara melihat aura anda sendiri

Berdirilah kurang lebih 1,5 meter dari cermin yang cukup besar. Pada mulanya, sangat membantu bila latar belakang anda berwarna putih polos dan tanpa bayangan. Penerangan harus sangat lembut dan merata, jangan terlalu terang, setelah itu, ikuti bimbingan melihat aura seperti dimuka.

Berlatihlah selama lebih kurang 10-15 menit setiap hari untuk meningkatkan kepekaan anda dan mengembangkan penglihatan aura. Ingatlah bahwa sangat penting untuk mengembangkan penglihatan aura anda.

Penglihatan aura dan after image (gambaran seperti yang nampak pada film negatif), salah satu hal yang paling sering ditanyakan dalam latihan adalah: “Apakah saya salah lihat?” Jawabannya tentu saja tidak, anda baru saja belajar memusatkan perhatian pada kemampuan yang dipunyai mata anda, warna merah, hijau dan biru adalah sensor getaran yang sangat non-linear dan mempunyai memori, konsekwensinya adalah dia bisa bergoyang sampai beberapa detikwalaupun perangsangan visual sudah dihentikan.

Memori dari rangsangan visual ini seringkali dirasakan sebagai gambaran after image. After image ini mempunyai bentuk yang tepat sama bentuknya dengan gambaran aslinya.

After image sebuah benda yang dikitari aura nampak lebih besar dari gambaran aslinya. Peningkatan pada after image seperti itu disebabkan oleh getaran aura dan sebenarnya mewakili sebuah “snapshot” (jepretan) sebuah aura. Karenanya sangat penting untuk memusatkan perhatian pada sebuah titik ketika anda mengamati aura dan hindarkanlah perhatian anda dari gangguan obyek lain yang akan mengakibatkan anda mengalihkan pemusatan pandangan anda, kalau tidak, sebuah gambaran aura akan dikelirukan dengan after image dari benda itu.

Bersambung....

----------

Cara Menafsirkan Aura (1)

CARA MELIHAT DAN MENAFSIRKAN AURA, bagian pertama
Disadur oleh: Wulandari

Berikut ini adalah ringkasan materi lokakarya yang diberikan Oleh Dr. Tom J. Chalko MSc. PHd. tentang cara melihat dan menafsirkan aura.

Dalam mempraktekkan Penyembuhan dengan Tenaga Prana, kemampuan melihat aura akan sangat membantu mendiagnosa penyakit yang diderita pasien kita, juga dapat digunakan untuk mengamati efek energi yang kita berikan pada tubuh pasien kita.

Walaupun Prana sendiri mempunyai teknik yang lebih sederhana, sengaja di sini kita sajikan berbagai teknik yang lain, ini adalah artikel kedua yang membahas teknik pewaskitaan, khususnya yang berhubungan dengan usaha kita melihat aura. Agar nanti kita dapat membandingkannya dengan lokakarya Higher Clairvoyancy yang diberikan oleh Master Choa.

Prakata

Di dunia ini tak ada satupun yang paranormal, kecuali keterbatasan pemahaman kita tentang alam, yang kita sangka kita ketahui di dunia ini sekarang sebenarnya hanyalah sebuah tetesan kecil dalam samudra luas pengetahuan.

Pada masa lalu orang mengagumi hal-hal yang tak dapat dijelaskan dan menyebutnya dengan keajaiban. Pada zaman dahulu, banyak orang yang mampu melihat aura, orang-orang yang sangat berkembang spiritualitasnya seperti Buddha, Kristus dan murid-murid langsung mereka digambarkan dengan halo keemasan disekitar kepalanya, itu karena beberapa pelukis benar-benar dapat melihat aura.

Jauh di pedalaman Kimberley Barat, Australia, di dalam sebuah gua purbakala, dapat dilihat sebuah lukisan dinding yang sudah berumur ribuan tahun, yang menggambarkan orang-orang dengan halo keemasan.

Alam memberi kita semua yang diperlukan untuk melihat aura. Yang masih dibutuhkan adalah pengetahuan bagaimana cara menggunakan indra kita secara bersamaan dengan penuh kesadaran.

Kalau anda memutuskan untuk tidak mencoba, maka anda tidak akan pernah melihat aura. Bila sesuatu dapat anda lihat sendiri, maka anda tidak lagi perlu mengandalkan bantuan orang lain. Anda akan lebih dapat memahami dan dapat menggunakan pengetahuan anda untuk belajar lebih banyak.

Semua orang mampu melihat aura walau dalam tingkatan yang berbeda. Daripada menciptakan aura misteri disekeliling kemampuan yang baru saja saya peroleh, lebih baik saya menunjukkan kepada setiap orang kemampuan mata mereka. Ketika hampir setiap orang (termasuk anak-anak) melihat hal yang sama (aura), saya yakin bahwa ini merupakan bagian dari keberadaan kita yang berhak atas perhatian kita.

Artikel ini merupakan ringkasan seminar yang dibawakan oleh DR. Tom J. Chalko, agar mencapai hasil yang memuaskan dari waktu ke waktu sebaiknya anda merujuk pada tulisan ini.

Apa sebenarnya Aura itu?

Segala sesuatu di alam semesta ini hanyalah sebuah getaran. Setiap atom, setiap bagian dari atom, setiap elektron, setiap partikel dasar, bahkan pikiran dan juga kesadaran kita hanyalah sebuah getaran. Dapat dikatakan bahwa aura adalah sebuah getaran yang mengelilingi sebuah obyek.

Untuk keperluan membaca aura, definisi sederhana ini sudah mencukupi , sehingga kita dapat melatih diri kita sendiri untuk melihat getaran aura.

Aura disekitar makhluk hidup (manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan) selalu berubah sepanjang waktu, kadang-kadang dengan sangat cepat. Aura diseputar benda mati (batu, kristal, air) biasanya tetap. Kenyataan diatas sudah dibuktikan oleh para ilmuwan Rusia yang menggunakan peralatan yang menghasilkan efek Kirlian untuk mempelajari aura sejak limapuluh tahun terakhir ini.

Aura disekeliling manusia sebagian terdiri dari radiasi elektromagnetik, merentang dari gelombang pendek infra merah sampai ke sinar ultra violet. Frekwensi rendah gelombang mikro dan infra merah merupakan bagian dari spektrum (panas tubuh) yang nampaknya berhubungan dengan berfungsinya tubuh tingkat rendah kita (struktur dan metabolisme, sirkulasi dan sebagainya), sedangkan yang berfrekwensi tinggi (bagian ultraviolet) lebih berhubungan dengan aktifitas sadar kita seperti berpikir, kreatifitas, pamrih, rasa humor dan emosi. Para ilmuwan Rusia tiga dekade lebih maju dibandingkan dengan siapapun dalam penelitian aura, mereka menemukan bahwa DNA kita bisa diubah dengan cara mempengaruhi aura gelombang mikronya.

Bagian aura yang terdiri dari energi ultra violet frekwensi tinggi sangat penting dan paling menarik tetapi secara umum tidak pernah diteliti. Bagian ini dapat dilihat dengan mata telanjang.

Untuk apa kita melihat aura?

Warna dan intensitas aura, terutama disekitar dan diatas kepala mempunyai arti khusus. Dengan memperhatikan aura seseorang, anda dapat melihat apa yang dipikirkan seseorang sebelum orang tersebut mengutarakannya. Anda juga dapat mengetahi apakah seseorang berbohong atau berkata jujur hanya dengan memperhatikan auranya. Tak ada seorangpun yang dapat berbohong tanpa terdeteksi. Anda tidak akan dapat dibohongi, karena memang aura menunjukkan maksud sebenarnya dari seseorang.

Aura juga merupakan cerminan spiritualitas seseorang. Bila anda melihat seseorang yang mempunyai aura yang cerah dan jernih, anda dapat memastikan bahwa orang itu adalah orang yang baik hati dan telah berkembang spiritualitasnya, walaupun bila orang itu sangat rendah hati atau tidak menyadarinya.

Kalau anda melihat seseorang dengan aura abu-abu atau gelap, anda dapat memastikan bahwa orang ini mempunyai niat yang kurang baik, tanpa memperhatikan betapa keren, mengesankan tutur katanya, terpelajar, tampan dan rapinya penampilannya.

Sangat penting untuk memeriksa setiap pemimpin religius, guru spiritual, master atau guru. Orang-orang ini seharusnya mempunyai halo berwarna kuning keemasan yang jernih dan cerah disekitar kepalanya. Kalau tidak demikian, lebih baik anda lupakan mereka.

Menjadi anggota sebuah sekte atau aliran yang dipimpin oleh seorang yang tidak memenuhi syarat, tanpa aura yang baik sangat berbahaya bagi kesadaran batin anda. Apa bahayanya? Bila tiba saatnya untuk benar-benar mengamalkan informasi yang tersimpan dalam kesadaran anda, hampir tidak ada satupun yang cukup berguna disitu. Bila anda memusatkan kehidupan anda untuk mengikuti ritual dan kelompok orang lain, dalam hal seperti ini sangatlah penting untuk mempelajari kembali segala sesuatu dari permulaan. Kebanyakan sekte dan pimpinan politik hanya punya dua tujuan; uang dan kekuasaan untuk mengontrol orang lain, anda dapat melihat ini dari auranya.

Bayangkan perubahan positif yang akan terjadi bila banyak orang dapat melihat aura para pemimpinnya dan mulai memilih mereka berdasarkan pada aura mereka.

Dengan membaca aura, anda dapat mendiagnosa kelainan dalam tubuh seseorang jauh sebelum gejala fisiknya nampak. Dengan secara sadar mengontrol aura anda sendiri, sebenarnya anda dapat menyembuhkan diri anda sendiri, jadi kepekaan tangan dalam menelusuri pasien anda tidak begitu diperlukan, tinggal melihat aura dan cakra seseorang, anda sudah dapat menyimpulkan penyakitnya.

Bagaimanapun menyembuhkan tubuh fisik bukan apa-apa kalau dibandingkan dengan apa yang dapat anda lakukan dengan melihat dan membaca aura bagi perkembangan kesadaran, pengembangan spiritual dan pemahaman kita terhadap alam.

Semua orang memiliki aura

Tetapi kebanyakan orang memiliki aura yang lemah dan suram. Ini merupakan akibat langsung dari sikap hidup yang materialistik, ini menghambat pengembangan kesadaran batin, meningkatkan rasa takut, iri hati dan emosi sejenis lainnya. Sikap semacam ini menekan keadaan alaminya dan akhirnya juga menyebabkan auranya terhambat.

Ketika anda belajar melihat aura, bersiaplah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berat seperti: “Dapatkah kamu mengatakan seperti apa auraku?” dan ketika anda sama sekali tidak melihat aura atau mungkin anda melihat sesuatu yang tidak ingin anda katakan, jawaban anda yang paling tepat adalah: “Mengapa anda tidak belajar untuk melihatnya sendiri?”

Ketika orang menyadari bahwa aura mereka dipamerkan tanpa sengaja dan banyak orang lain dapat melihatnya, mereka akan menjaga apa yang mereka pikirkan, dan akhirnya mereka akan mencoba melihat dan meningkatkan aura mereka sendiri. Dan dalam prosesnya, bila semua orang dapat melihat dan membaca aura, mereka akan menjadi lebih baik dan lebih bijaksana, dengan demikian nanti seluruh dunia pasti akan bertambah baik.

Anak-anak dan aura

Anak yang masih sangat kecil (sampai umur 5 tahun) dapat melihat aura secara alami, bayi sering kali melihat diatas kepala orang yang berada dihadapannya. Bila dia tidak suka pada warna aura yang ada diatas kepala, atau bila warnyanya tidak sama dengan warna aura orang tuanya, dia menangis, betapapun lebarnya orang itu tersenyum.

Anak-anak mempunyai aura yang lebih bersih dan lebih kuat dibandingkan dengan aura kebanyakan orang dewasa, yang biasanya diperbudak oleh dunia materi dan mengesampingkan kesejatiannya dengan melakukan kebiasaan yang salah.

Seorang anak laki-laki berumur 12 tahun mengatakan bahwa ketika dia masih kecil dia dapat melihat aura setiap saat, tetapi tidak ada orang yang mempedulikannya sehingga dia mengira hal ini tidak penting dan menduga bahwa ada yang salah dengan penglihatannya. Ini adalah kasus yang umum, menurut pendapat saya, anak-anak harus belajar melihat aura sejak dini, sehingga mereka tidak perlu kehilangan kemampuan alami mereka.

Bersambung....


----------

Thursday, January 15, 2009

Memberi


Kita dapat memberi dengan berbagai cara, tidak hanya terbatas pada materi, perhatian, waktu, tenaga, pengetahuan dan pikiran, tetapi dapat juga dalam bentuk visualisasi, afirmasi dan mengirimkan bentuk pikiran tentang kesehatan, cinta dan kebajikan. Tidak menjadi soal benar betapa “kecil”-nya pemberian yang mula-mula kita berikan, selama kita memberikannya dengan keinginan yang benar-benar tulus dan tanpa syarat, juga berkemauan untuk melepaskan semua keinginan untuk tetap menguasai sesuatu yang kita berikan itu.

Kita dapat melatih diri untuk memberi, di mana saja kapan saja. Agar dapat merasakan bagaimanakah pengaruhnya terhadap diri kita, waktu berlatih yang tepat adalah ketika kita sedang merasa sama sekali tidak memiliki sesuatupun untuk diberikan. Memberi pada saat seperti ketika kita merasa kesepian dan tidak berdaya, adalah suasana yang tepat bagi munculnya keajaiban. Ketika kita memberikan sisa-sisa terakhir, tanpa diduga sesuatu akan kembali kepada kita berlipat ganda. Kadang-kadang walaupun kita menolaknya, pemberian berlimpah itu akan memaksa masuk dalam kehidupan kita.

Kunci memberi

Memberi adalah menyatakan diri
Memberi adalah wahana utama ekspresi
Memberi adalah melepaskan dengan penuh kesadaran.

Ini adalah hembusan napas kesadaran kita, daya hidup kita. Semua orang berusaha keras mempraktekkan kemurah hatian dengan murni, karena semua orang secara bawah sadar, bahkan dengan sadar ingin membebaskan diri dari ikatan yang membelenggu mereka, apakah itu muncul sebagai usaha untuk membebaskan diri dari kebiasaan makan berlebihan, atau melepaskan diri dari yang disangkanya sebagai musuh yang hidup di sisi lain kehidupan, atau membuka diri sampai mencapai kondisi cinta tak bersyarat.

Pada masa silam kebanyakan dari kita biasa menyebut pemberian diri sebagai pengurbanan. Pengurbanan hanyalah sebuah ilusi lain yang kita sadari. Karena pengurbanan ditafsirkan dengan adanya suatu kehilangan, atau sebuah pertukaran yang tidak seimbang atau tidak setara. Ini tidak masuk akal. Di situ tidak ada lagi ruang yang tidak terisi, dan tidak ada ruang yang tidak terisi sama banyaknya! Kalau kita merasa bahwa kita telah berkurban, ini merupakan pertanda kelekatan kita pada ilusi– pada pikiran tentang rasa sakit dan perpecahan. Karena pengurbanan seharusnya terjadi tanpa disadari.

Sebuah kisah

Warnanya coklat keemasan dengan corak merah di sana sini. Bentuknya sangat kecil sehingga Anto dapat menaruhnya dalam sebuah kotak kayu kecil yang dibuatnya dulu ketika masih di sekolah dasar. Setiap kali dia mengalami ketegangan, seperti misalnya ujian, dia akan mengambil kotak itu dan digenggamnya erat-erat. Muncul kembali suatu kenangan yang yang begitu membekas dalam hatinya.

Ketika Anto melirik pada benda yang sangat berharga itu, tangannya nampak mungil seukuran tangan anak kecil, tangan yang lembut dan polos.... dan tidak lagi berada di asrama mahasiswa tempatnya belajar, dia kembali melihat seorang wanita tua dengan topi usang yang kotor, rambutnya memutih, nampak kusam dan tidak pernah disisir. Terdengan kembali suara wanita tua itu menggema dalam hatinya: “Nak,... dengar... nak.”

“Ya bu.” Anto menjawab lirih dengan suara yang jernih tapi agak gugup.

Pandangan mata Anto yang penuh kegembiraan itu membuat wanita tua tadi tersenyum, sambil membersihkan tenggorokannya dia berkata, “Pastikan salah satu benih ini kamu tanam dihalaman belakang rumah ditempat yang teduh. Nanti setelah dia tumbuh setinggi dirimu sekarang ini, pindahkanlah dia kehalaman depan yang disinari matahari dan jangan lupa menyiraminya setiap hari. Apakah engkau sudah paham anak manis?” Anto dengan pelan berkata sambil menatap matanya yang lembut itu,“Ya, bu...”

”Sekarang simpanlah yang sebutir lagi di tempat yang aman, jangan kamu tanam, tetapi jagalah agar tetap aman,” katanya lagi dengan suara yang hampir tak terdengar.

“Satu hal lagi, jangan sia-siakan pohon tadi, sesekali berikanlah pelukan, lakukanlah itu seperti ketika bibimu datang dan memelukmu. Ingat, sebutir benih kau tanam dan yang sebutir lagi kamu simpan ditempat yang aman.” Dia berhenti sejenak, ”Dan, bila nanti kamu merasa sedih, marah atau kecewa, pergilah ke pohon itu dan ceritakanlah masalahmu padanya dan duduklah sebentar dibawahnya. Ini pasti dapat membantumu!”

Anto sama sekali tidak bergerak ketika wanita tua itu berbicara. Seolah-olah wanita tua itu bersinar dan cahaya yang memancar dari matanya begitu lembut dan bersahabat sehingga menenangkan semua kegelisahannya. Ketika Anto menganggukkan kepalanya, dari arah belakang dia mendengar suara ibunya, “Oh, syukurlah... engkau ada di sini. Apakah kamu baik-baik saja? Aku mencarimu kemana-mana!” Anto kecil itu mengangkat sebelah tangannya yang mungil dan menunjukkan dua butir biji jambu yang ada di telapak tangannya yang hangat. “Dari mana kamu memperolehnya?” Tanya ibunya. Anto berbalik hendak menunjuk pada wanita tua yang ternyata sudah pergi. Dia menyapukan pandangan ke jalan setapak tetapi tidak dapat menemukan orang yang dicarinya. Anto mencari kesekelilingnya dan akhirnya kembali menatap benih di tangannya. Kemudian dengan cepat memasukkannya kedalam saku celana dan menutup kancingnya.

Sambil memandang ke lantai, Anto terjaga dari lamunannya karena mendengar suara kunci pintu dibuka. Dia mengangkat kepalanya dan teman sekamarnya masuk, ”Apa yang terjadi?” “Tidak ada.” Jawab Anto dengan suara tenang sambil menatap tangannya yang besar dan kasar, di telapak tangannya nampak sebuah benih. Anto mencari sesuatu di meja belajarnya dan mengambil sebuah kotak lain yang mirip dengan kotak tempat benih jambu tadi disimpan. Membukanya dan di dalamnya nampak segenggam benih jambu yang berasal dari pohon jambu tua sahabatnya...

Pelajaran apa yang dapat kita petik dari kisah di atas? Kalau sebuah benih kita tanam dan terus kita pupuk dan kita rawat dengan penuh kasih sayang, dia akan menghasilkan buah yang berlimpah, namun kalau hanya kita simpan saja, tidak akan menghasilkan apa-apa. Tidak hanya benih jambu, tetapi bisa saja benih-benih lain seperti kebaikan, kesabaran, murah hati, pemaaf, kasih sayang, kepedulian terhadap sesama, spiritualitas dan banyak hal-hal positif lainnya, kita harus terus merawat dan memupuknya, tetapi anda harus berhati-hati, jangan sampai anda menanam benih yang salah, karena nanti buahnyapun tidak akan anda sukai.

Kedamaian adalah hadiah yang kita terima bila kita suka memberi dan bila kita mau melepaskan hasrat kita. Sebagai embrio kita -benih kita- kita tumbuh dengan penuh ketenteraman, kita berpindah dari penghakiman menuju kasih sayang dan ini akan semakin mendekatkan diri kita kepada Tuhan. Semakin kita murah hati di dunia yang materialistis ini, semakin dekat kita menuju kearah kebahagiaan, menjadi puas dan mampu mencapai apa yang kita idamkan.

----------

Lebih Jauh Tentang Tasseomancy

Walaupun pembacaan daun teh pada mulanya hanya populer di daratan Eropa saja, tetapi penyebarannya di sana-sini sampai juga keberbagai negara lain di dunia ini, dan rupanya di Indonesiapun mulai ada peminatnya. Ini terbukti dari adanya beberapa pertanyaan kepada redaksi mengenai seluk beluk lebih jauh tentang pembacaan daun teh ini. Untuk itu dalam penerbitan MediaPrana nomor ini, dibahas lagi teknik pembacaan ini dengan lebih lengkap.

Tidak ada takhyul sehubungan dengan pembacaan daun teh, juga tidak ada hubungannya dengan ritual tertentu. Tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan.
  • Orang yang tehnya akan dibaca harus terlebih dahulu meminum tehnya - ini tidak perlu
  • Cangkirnya dengan bentuk, model dan warna tertentu - ini juga tidak perlu
  • Memutar daun teh yang ada di dalam cangkir tiga kali - ini perlu anda lakukan sebagai bimbingan pada jiwa anda. Dalam permainan kartu, itu sama artinya dengan memotong tumpukan kartu tiga kali. Jawabannya akan datang - tidak jadi soal ritual apa yang anda lakukan.
Mengamati daun teh dan menafsirkannya sesuai bentuknya sama dengan melakukan “Tes noda tinta Roschach”. Ini adalah pengetahuan yang berdasarkan pada pengalaman.

Ketika kita mengamati pola-pola daun teh dalam cangkir - mereka bergerak, menari, membentuk diri - dan “berbicara” kepada kita. Setiap orang dapat mengamati polanya dan memberikan arti di tingkat dimensi ketiga. Caranya adalah melihat melalui dimensi ketiga dan menterjemahkan informasi yang sudah terbentuk.

Bu i’in, si pembaca daun teh

Bu i’in seorang paranormal yang menggunakan daun teh untuk membantu dirinya memusatkan perhatian pada pembacaan-pembacaan yang dilakukannya. Biasanya dia menyiapkan satu teko teh di pagi hari. Dia biasa menggunakan teh tubruk asli.

Setelah dingin, dia menaruh teh itu dalam wadah tupperware dan menutupnya rapat-rapat. Ketika seseorang memerlukan pembacaan, dia menyodorkan gelas styrofoam dan sebuah sendok teh kepada kliennya. Bersama-sama mereka memegang gelas itu di satu tangan dan tangan yang lain menyendok ampas daun teh beberapa sendok dan menaruhnya dalam gelas dengan menyertakan beberapa tetes air teh. Mereka bersama-sama menggerakkan gelas itu dengan cepat tiga putaran arah jarum jam - sehingga daun teh menempel di sisi gelas - lalu membalikkan gelas itu ke piring kecil dan kemudian Bu I’in memerintahkan:

“ketuk gelas itu”.

Ampas daun teh tadi, setelah diputar tiga kali arah jarum jam, dan setelah mereka membalik kembali gelas tadi - cairannya sudah tidak ada lagi - pada sisi gelas dari dasar sampai atas telah menempel daun teh dalam berbagai bentuk dan corak.

Kemudian dengan kekuatan psikiknya Bu I’in membaca corak yang dibentuk oleh daun teh yang menempel di dalam gelas tadi. Di situ dengan mudah dapat dilihat banyak huruf, bentuk binatang, benda dan sebagainya yang terbentuk dari kumpulan daun teh.

Dengan sejujurnya dia menggunakan kemampuan paranormalnya berdasarkan informasi dengan menggunakan gambar dan perlambang itu sebagai pusat perhatian.

Semakin dekat corak itu kedasar gelas - semakin jauh jarak waktu sampai peristiwanya benar-benar terjadi.

Berikut ini adalah penafsiran lambang dan corak yang terbentuk dari kumpulan daun teh:

Berbagai penafsiran bentuk corak daun teh

Air terjun – Kemakmuran
Amplop – Khabar baik
Anjing – Teman baik; kalau dekat didasar, teman yang perlu bantuan
Apel – Prestasi
Api – Dibagian atas, prestasi; dibawah, bahaya atau terburu-buru
Awan – Masalah, dengan titik-titik berarti banyak masalah
Babi – Ketamakan
Bayi – Kekhawatiran
Bebek – Datangnya uang
Belati – Bahaya yang datang dari diri sendiri maupun orang lain, waspadalah
Bendera – Bahaya
Beringin, pohon – Kesehatan, panjang umur
Biji persik – Dibagian atas gelas berarti sukses dan keberuntungan
Bintang – Sehat dan bahagia, harapan
Biola – Kesombongan
Bola – Keberuntungan yang naik turun
Buah – Kemakmuran
Buah anggur – Kebahagiaan
Buku – Bila terbuka, kabar baik, bila tertutup, anda perlu memeriksa sesuatu
Bulu – Kurang konsentrasi
Burung – Kabar baik
Burung unta – Perjalanan
Burung Gagak – Berita buruk
Burung hantu – Gosip, skandal
Burung nuri – Perjalanan, tetapi bisa juga berarti membicarakan orang lain
Burung Elang – Kecemburuan
Cerek – semua penyakit itu kecil
Cincin – Dibagian atas berarti perkawinan atau lamaran; dibagian bawah berarti masa pertunangan yang lama, kalau terputus berarti pertunangan putus
Daun – kehidupan baru
Domba – Nasib baik
Dompet – Dibagian atas berarti keuntungan; di dasar berarti kehilangan
Gajah – Kearifan dan kekuatan
Garis – Kalau lurus berarti kemajuan ; kalau bergelombang berarti jalan yang tidak pasti
Garis bercabang – Keputusan
Garpu – Rayuan gombal
Gelas – Integritas
Gelas pengukur waktu – Perlu memutuskan sesuatu
Gerbang – Kesempatan, keberhasilan masa depan
Gerbong – Perkawinan
Gergaji – Campur tangan
Gunting – Pertentangan, kemungkinan perceraian
Gunung – Cita-cita tinggi tetapi penuh kesulitan
Gunung berapi – Emosi yang berbahaya
Gunung es – Bahaya
Gurita – Bahaya
Harpa – Cinta, harmoni
Hati – Suka cita, cinta, kepercayaan
Huruf – Berita
Ikan – Masa depan yang cerah
Jam dinding – Kesehatan yang lebih baik
Jambangan – Kekayaan dan kebahagiaan
Jamur – Dibagian atas berarti perjalanan atau pindah keluar kota; didekat dasar berarti pertumbuhan yang cepat; kalau terbalik berarti frustasi
Jangkar – Dibagian atas, istirahat, stabilitas, keteraturan; dibagian bawah berarti mendung, gelap, tidak konsisten
Jari – Penekanan pada apapun yang ada didepan mata
Jarum – Pengakuan, kekaguman
Kalung – Lengkap, pengagum, kalau terputus berarti bahaya atau kehilangan kekasih
Kambing – Hati-hati terhadap musuh
Kampak – Kesulitan, kalau dibagian atas, kesulitan yang akan segera datang
Kanguru – Keharmonisan rumah tangga
Kapal – Perjalanan yang menyenangkan
Kelinci – Perlu keberanian
Kerang – Kabar baik
Kipas – Keasyikan, cumbuan
Kol – Iri, cemburu; dengan titik-titik sedang berlangsung
Kucing – Kebohongan, bukan teman sejati
Kuda – Kalau berlari berarti kabar baik; kalau kepalanya saja, berarti pencinta
Kunci – Hambatan
Kupu-kupu – Plin-plan
Kura-kura – Kecaman, manfaat
Kursi – Tamu
Laba-laba – Imbalan karena kerja anda
Lalat – Gangguan setempat
Lampu – Dibagian atas berarti pesta, dibagian sisi samping berarti terbukanya sebuah rahasia, dibagian dasar berarti penundaan
Layang-layang – Harapan-harapan yang menjadi kenyataan
Lembu – Dominasi
Lilin – Bantuan dari orang lain
Lingkaran – Keberhasilan, penyelesaian
Lonceng – Berita tak terduga, bagus kalau dekat keatas
Mangkuk – Ganjaran, pahala
Manusia – Dekat pegangan cangkir berarti tamu
Mata – Peringatan, hati-hati
Matahari – Kebahagiaan, keberhasilan, kekuatan
Mawar – Polularitas
Meja – Pertemuan sosial
Menara – Kekecewaan
Pagar – Keterbatasan, kemunduran kecil, tidak permanen
Paku – Ketidak adilan, ketidak jujuran
Palu – Perlu kerja keras
Payung – Gangguan
Payung pantai – Kekasih baru
Peci – Masalah
Pedang – Perbedaan pendapat
Penggaruk – Tunggu rinciannya
Perahu – Kunjungan dari seorang teman, perlindungan
Permata – Hadiah
Pesawat terbang – Perjalanan; bila patah-patah berarti bahaya atau kecelakaan
Pintu – Peristiwa ganjil
Piring – Masalah dirumah
Pistol – Bahaya, Kemarahan
Pohon – Peningkatan
Pohon palem – Sukses, kehormatan
Rantai – Pertunangan, perkawinan
Roda – Kalau lengkap berarti nasib baik, kalau tidak utuh berarti kekecewaan
Rokok – Teman baru
Rumah – Perlindungan
Salib – Penderitaan, pengorbanan
Sayap – Pesan
Segitiga – Sesuatu yang tidak diharapkan
Semak-semak – Teman atau kesempatan baru
Sendok – Kemurahan hati
Sepatu – Perubahan kearah yang lebih baik
Serangga – Masalahnya kecil dan dengan mudah dapat anda atasi
Serigala – Iri, kecemburuan
Singa – Teman yang selalu mempengaruhi
Sisir – Seorang musuh
Tanda tanya – Perlu perhatian
Tangan – Kalau terbuka, artinya persahabatan; kalau tertutup berarti perbedaan pendapat
Tangga – Kenaikan pangkat, meningkatnya kehidupan
Tapal kuda – Nasib baik
Tas – Perangkap; bila terbuka, jalan keluar
Tawon – Masalah romantis
Telur – Pertanda baik
Tenda – Perjalanan
Tikus – Pencurian
Timbangan – Masalah hukum; kalau seimbang berarti hasil yang adil; kalau berat sebelah berarti hasilya tidak adil
Topeng – Kegembiraan; ketidak pastian
Topi – Peningkatan, terutama dengan pekerjaan baru
Uang logam/Koin – Uang datang
Ular – Seorang musuh, tetapi juga kebijaksanaan
Vas – Seorang teman perlu bantuan
Wajah – Perubahan, mungkin kemunduran
Zebra – Petualangan, terutama diluar negeri

Ingatlah selalu, ketika menafsirkan gambar, dengarkan bisikan hati anda sebagai petunjuk atas definisi yang benar demi orang yang anda baca keberuntungannya. Sebaiknya anda lebih menafsirkan hal-hal yang positif, kecuali kalau pertanda atau lambangnya memang jauh lebih cenderung ke hal yang negatif sifatnya.

Anda bisa menggunakan buku penafsir mimpi untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut terhadap gambaran-gambaran yang ada.

----------

Tasseomancy

Oleh : Bernard Prasodjo

Apakah Tasseomancy itu?

Tasseomancy atau Tasseography atau pembacaan cangkir teh, sekarang ini lebih populer disebut dengan membaca daun teh. Dalam artikel ini akan dibahas bagaimana cara melakukannya, terutama untuk diri sendiri. Jangan terlalu menganggap ini sesuatu yang serius, ini hanyalah permainan saja.
Membaca Daun Teh
Yang saya sukai tentang membaca daun teh adalah karena ini merupakan anugerah alam. Untuk membaca daun teh, seseorang harus menghidangkan secangkir teh, dan seperti yang semua orang tahu, minum teh tidak boleh buru-buru. Teh dihidangkan panas mengepul. Disesap sedikit-sedikit, waktu berjalan lambat dan anda menjadi rileks. Kemudian kita amati daun teh dalam cangkir dan menjadikannya pertanda bagi masa depan kita.

Ini merupakan ritual kemasyarakatan yang sudah berlangsung selama berabad-abad di kota-kota besar terutama di Eropa. Membaca daun teh merupakan perintang waktu yang mengasyikkan tetapi sayang sekarang ini sudah hampir dilupakan.

Beberapa orang mengatakan bahwa penemuan teh celup secara komersial telah menyebabkan terhambatnya perkembangan pembacaan daun teh. Kalau ini benar, saya berpendapat bahwa teh celup mewakili cara yang praktis dan cepat yang menggantikan pengalaman yang mendalam, akrab dan mengasyikkan dalam kehidupan kita sekarang ini. Gaya hidup kita merupakan kumpulan pilihan yang selalu dapat kita ubah. Kita dapat memilih untuk lebih banyak menghabiskan waktu luang dengan tenang bersama keluarga ataupun sahabat. Untuk itu kita dapat memilih sebungkus teh tubruk. Kita dapat mengamati daun teh di dasar cangkir kita. Kita dapat santai dan menikmati hidup kita.

Berikut ini adalah pengarahan yang singkat tapi jelas bagaimana melakukan pembacaan daun teh dan beberapa tips cara menafsirkannya.

  1. Siapkan secangkir teh tubruk. Pilihlah jenis teh yang mempunyai ciri khusus pada tekstur, aroma, atau sejarahnya. Taruhlah sesendok kecil daun teh kering dalam cangkir. Seduh langsung dalam cangkirnya, tunggu warnanya menjadi gelap. Ini merupakan pengalaman yang sangat berbeda dibandingkan dengan mencelupkan kantung teh.
  2. Gunakan cangkir porselen cina berwarna putih yang di dalamnya tidak ada gambar atau corak tertentu. Pengecualiannya adalah cangkir teh yang khusus dibuat untuk Tasseomancy. Cangkir ini berwarna putih tetapi bergambar berbagai lambang di bagian dalamnya. Anda dapat memperoleh cangkir ini di toko yang khusus menyual peralatan minum teh atau di toko-toko barang antik.
  3. Hirup dan benar-benar nikmati teh anda sampai habis dengan hanya menyisakan sedikit cairan. Pikirkan apa yang akan anda tanyakan. Mintalah bimbingan spiritual. Pegang cangkir dengan tangan kiri dengan pegangannya tepat di hadapan anda, putar cairan searah jarum jam tiga kali, ini akan menyapu daun teh naik ke bibir cangkir tanpa menumpahkannya.
  4. Baliklah cangkir di atas piringannya, tahan sampai tujuh hitungan dan biarkan cairan yang tersisa menjadi kering. Baliklah cangkir anda. Kosongkan pikiran anda. Rileks dan amatilah gambaran misterius yang terbentuk di sisi dalam cangkir. Pembacaan daun teh sebenarnya merupakan salah satu cara meramal yang paling mudah.

Berikut ini adalah beberapa tips yang memudahkan anda menafsirkan susunan daun teh.

  1. Kebanyakan orang bertanya-tanya apakah mereka dapat menafsirkan daun teh. Ini semudah melihat gambaran di awan. Mungkin di masa kanak-kanak anda telah melakukannya. Melihat kedalam cangkir, anda perhatikan beberapa daun teh tersusun menyerupai berbagai bentuk. Mereka bisa saja membentuk gambaran geometris atau bentuk lain yang dapat kita jumpai di alam. Sebagian membentuk huruf, atau lambang-lambang astrologi.
  2. Setelah anda mengenali berbagai gambaran yang berbeda, anda memerlukan daftar penafsirannya. Kalau anda pernah belajar beberapa cara pembacaan yang lain, ini akan memudahkan, karena semuanya kurang lebih sama. Tetapi kalau belum, anda perlu mempelajari bagaimana lambang dapat diartikan dalam berbagai jenjang. Tentu saja, dianjurkan untuk menggunakan intuisi anda. Cara lain adalah dengan memperhatikan apakah lambangnya cukup jelas ataukah sedikit kurang lengkap. Lambang-lambang ini menggambarkan sifat si penanya. Gambaran yang kurang lengkap menandakan ketidak pastian, dan gambar yang terbalik dapat diartikan kurangnya penerimaan. Demikian juga setiap gambaran yang besar jauh lebih penting dari yang kecil.
  3. Ada beberapa penafsiran tradisional yang ingin saya bagikan pada anda. Garis adalah bentuk yang sangat penting! Garis lurus menandakan motivasi yang kuat dan tindakan tanpa ragu. Garis bergelombang menunjukkan ketidak yakinan dan berubah-rubah rencana. Garis putus-putus biasanya merupakan semacam penjelajahan, bentuk bintang dan segitiga adalah berkat spiritual dan janji yang ditepati. Segi empat melambangkan perlindungan, tetapi yang menantang anda untuk menerima perubahan atau menerima tanggung jawab. Huruf tertentu mewakili inisial (huruf awal) dari nama orang yang akan anda jumpai. Angka menandakan waktu, atau tempat suatu peristiwa akan terjadi. Lambang yang berkelompok dan saling berdekatan berhubungan dengan atau merupakan bagian dari sebuah situasi.
  4. Sekarang anda perlu mengamati pola keseluruhan cangkir anda. Banyak daun teh yang tertinggal di dasar cangkir melambangkan kehidupan yang padat atau sibuk, sedangkan sedikit daun teh yang tertinggal menandakan kehidupan yang sederhana. Gambaran yang ada di dekat bibir cangkir adalah peristiwa yang segera akan terjadi, sedangkan yang semakin kedalam dan di dekat dasar cangkir adalah yang akan terjadi berikutnya, tetapi memerlukan waktu yang lebih lama. Jangan lewatkan daun teh yang menempel didasar cangkir; itu adalah bidang kehidupan anda yang membutuhkan perhatian khusus, kalau anda melakukan pembacaan pada orang lain, dianjurkan untuk menanyakan dengan sopan apakah arti lambang itu bagi dirinya. Dan katakan penafsiran yang paling membesarkan hati mereka yang dapat anda pikirkan saat itu.
  5. Daftar lambang yang dapat kita jumpai dalam buku-buku lama disampaikan kepada kita dari kebudayaan lain. Tidak hanya mencerminkan pencapaian spiritual dari masyarakat saat itu, tetapi juga takhyul. Bukan merupakan rahasia lagi bahwa orang-orang zaman dahulu begitu takut pada masa depan dan curiga pada segala sesuatu yang berkaitan dengan itu. Bukan merupakan rahasia bahwa beberapa orang yang melakukan pembacaan mengambil keuntungan dari keadaan semacam ini dan memanipulasinya demi keuntungan pribadi. Bila ada “kejahatan” yang berkaitan dengan pembacaan, biasanya adalah penggunaan ilmu ini untuk “power” dan ketamakan semata, bukannya menerapkannya demi kebebasan dan pencerahan umat manusia.

----------

Tasseomancy

Oleh : Bernard Prasodjo


Apakah Tasseomancy itu?

Tasseomancy atau Tasseography atau pembacaan cangkir teh, sekarang ini lebih populer disebut dengan membaca daun teh. Dalam artikel ini akan dibahas bagaimana cara melakukannya, terutama untuk diri sendiri. Jangan terlalu menganggap ini sesuatu yang serius, ini hanyalah permainan saja.

Membaca Daun Teh

cangkir-tehYang saya sukai tentang membaca daun teh adalah karena ini merupakan anugerah alam. Untuk membaca daun teh, seseorang harus menghidangkan secangkir teh, dan seperti yang semua orang tahu, minum teh tidak boleh buru-buru. Teh dihidangkan panas mengepul. Disesap sedikit-sedikit, waktu berjalan lambat dan anda menjadi rileks. Kemudian kita amati daun teh dalam cangkir dan menjadikannya pertanda bagi masa depan kita.

Ini merupakan ritual kemasyarakatan yang sudah berlangsung selama berabad-abad di kota-kota besar terutama di Eropa. Membaca daun teh merupakan perintang waktu yang mengasyikkan tetapi sayang sekarang ini sudah hampir dilupakan.

Beberapa orang mengatakan bahwa penemuan teh celup secara komersial telah menyebabkan terhambatnya perkembangan pembacaan daun teh. Kalau ini benar, saya berpendapat bahwa teh celup mewakili cara yang praktis dan cepat yang menggantikan pengalaman yang mendalam, akrab dan mengasyikkan dalam kehidupan kita sekarang ini. Gaya hidup kita merupakan kumpulan pilihan yang selalu dapat kita ubah. Kita dapat memilih untuk lebih banyak menghabiskan waktu luang dengan tenang bersama keluarga ataupun sahabat. Untuk itu kita dapat memilih sebungkus teh tubruk. Kita dapat mengamati daun teh di dasar cangkir kita. Kita dapat santai dan menikmati hidup kita.

Berikut ini adalah pengarahan yang singkat tapi jelas bagaimana melakukan pembacaan daun teh dan beberapa tips cara menafsirkannya.

  1. Siapkan secangkir teh tubruk. Pilihlah jenis teh yang mempunyai ciri khusus pada tekstur, aroma, atau sejarahnya. Taruhlah sesendok kecil daun teh kering dalam cangkir. Seduh langsung dalam cangkirnya, tunggu warnanya menjadi gelap. Ini merupakan pengalaman yang sangat berbeda dibandingkan dengan mencelupkan kantung teh.
  2. Gunakan cangkir porselen cina berwarna putih yang di dalamnya tidak ada gambar atau corak tertentu. Pengecualiannya adalah cangkir teh yang khusus dibuat untuk Tasseomancy. Cangkir ini berwarna putih tetapi bergambar berbagai lambang di bagian dalamnya. Anda dapat memperoleh cangkir ini di toko yang khusus menyual peralatan minum teh atau di toko-toko barang antik.
  3. Hirup dan benar-benar nikmati teh anda sampai habis dengan hanya menyisakan sedikit cairan. Pikirkan apa yang akan anda tanyakan. Mintalah bimbingan spiritual. Pegang cangkir dengan tangan kiri dengan pegangannya tepat di hadapan anda, putar cairan searah jarum jam tiga kali, ini akan menyapu daun teh naik ke bibir cangkir tanpa menumpahkannya.
  4. Baliklah cangkir di atas piringannya, tahan sampai tujuh hitungan dan biarkan cairan yang tersisa menjadi kering. Baliklah cangkir anda. Kosongkan pikiran anda. Rileks dan amatilah gambaran misterius yang terbentuk di sisi dalam cangkir. Pembacaan daun teh sebenarnya merupakan salah satu cara meramal yang paling mudah.

Berikut ini adalah beberapa tips yang memudahkan anda menafsirkan susunan daun teh.

  1. Kebanyakan orang bertanya-tanya apakah mereka dapat menafsirkan daun teh. Ini semudah melihat gambaran di awan. Mungkin di masa kanak-kanak anda telah melakukannya. Melihat kedalam cangkir, anda perhatikan beberapa daun teh tersusun menyerupai berbagai bentuk. Mereka bisa saja membentuk gambaran geometris atau bentuk lain yang dapat kita jumpai di alam. Sebagian membentuk huruf, atau lambang-lambang astrologi.
  2. Setelah anda mengenali berbagai gambaran yang berbeda, anda memerlukan daftar penafsirannya. Kalau anda pernah belajar beberapa cara pembacaan yang lain, ini akan memudahkan, karena semuanya kurang lebih sama. Tetapi kalau belum, anda perlu mempelajari bagaimana lambang dapat diartikan dalam berbagai jenjang. Tentu saja, dianjurkan untuk menggunakan intuisi anda. Cara lain adalah dengan memperhatikan apakah lambangnya cukup jelas ataukah sedikit kurang lengkap. Lambang-lambang ini menggambarkan sifat si penanya. Gambaran yang kurang lengkap menandakan ketidak pastian, dan gambar yang terbalik dapat diartikan kurangnya penerimaan. Demikian juga setiap gambaran yang besar jauh lebih penting dari yang kecil.
  3. Ada beberapa penafsiran tradisional yang ingin saya bagikan pada anda. Garis adalah bentuk yang sangat penting! Garis lurus menandakan motivasi yang kuat dan tindakan tanpa ragu. Garis bergelombang menunjukkan ketidak yakinan dan berubah-rubah rencana. Garis putus-putus biasanya merupakan semacam penjelajahan, bentuk bintang dan segitiga adalah berkat spiritual dan janji yang ditepati. Segi empat melambangkan perlindungan, tetapi yang menantang anda untuk menerima perubahan atau menerima tanggung jawab. Huruf tertentu mewakili inisial (huruf awal) dari nama orang yang akan anda jumpai. Angka menandakan waktu, atau tempat suatu peristiwa akan terjadi. Lambang yang berkelompok dan saling berdekatan berhubungan dengan atau merupakan bagian dari sebuah situasi.
  4. Sekarang anda perlu mengamati pola keseluruhan cangkir anda. Banyak daun teh yang tertinggal di dasar cangkir melambangkan kehidupan yang padat atau sibuk, sedangkan sedikit daun teh yang tertinggal menandakan kehidupan yang sederhana. Gambaran yang ada di dekat bibir cangkir adalah peristiwa yang segera akan terjadi, sedangkan yang semakin kedalam dan di dekat dasar cangkir adalah yang akan terjadi berikutnya, tetapi memerlukan waktu yang lebih lama. Jangan lewatkan daun teh yang menempel didasar cangkir; itu adalah bidang kehidupan anda yang membutuhkan perhatian khusus, kalau anda melakukan pembacaan pada orang lain, dianjurkan untuk menanyakan dengan sopan apakah arti lambang itu bagi dirinya. Dan katakan penafsiran yang paling membesarkan hati mereka yang dapat anda pikirkan saat itu.
  5. Daftar lambang yang dapat kita jumpai dalam buku-buku lama disampaikan kepada kita dari kebudayaan lain. Tidak hanya mencerminkan pencapaian spiritual dari masyarakat saat itu, tetapi juga takhyul. Bukan merupakan rahasia lagi bahwa orang-orang zaman dahulu begitu takut pada masa depan dan curiga pada segala sesuatu yang berkaitan dengan itu. Bukan merupakan rahasia bahwa beberapa orang yang melakukan pembacaan mengambil keuntungan dari keadaan semacam ini dan memanipulasinya demi keuntungan pribadi. Bila ada “kejahatan” yang berkaitan dengan pembacaan, biasanya adalah penggunaan ilmu ini untuk “power” dan ketamakan semata, bukannya menerapkannya demi kebebasan dan pencerahan umat manusia.

----------

Wednesday, January 14, 2009

Ketika Tuhan menciptakan Para Ibu

Ketika itu, Tuhan telah bekerja enam hari lamanya. Kini tiba giliran menciptakan para Ibu. Seorang Malaikat menghampiri Tuhan dan berkata lembut : “Tuhan, banyak nian waktu yang Tuhan habiskan untuk menciptakan Ibu ini?” Dan Tuhan menjawab pelan: “Tidakkah kau lihat rincian yang harus dikerjakan?"
  • Ibu ini harus waterproof (tahan air/cuci) tetapi bukan dari plastik.
  • Harus terdiri dari 180 bagian yang lentur, lemas dan tidak cepat capai.
  • Ia harus bisa hidup dari sedikit teh kental dan makanan seadanya.
  • Memiliki kuping yang lebar untuk menampung keluhan.
  • Memiliki ciuman yang dapat menyembuhkan kaki yang keseleo.
  • Lidah yang manis untuk merekatkan hati yang patah, dan …
  • Enam pasang tangan !! Malaikat itu menggeleng-gelengkan kepalanya : “Enam pasang tangan …. ? ck .. ck .. ck” “Tentu saja bukan tangan yang merepotkan Aku, melainkan tangan yang melayani sana sini, mengatur segalanya menjadi lebih baik ….” balas Tuhan.
  • Juga tiga pasang mata yang harus dimiliki seorang ibu. “Bagaimana modelnya ?” Malaikat semakin heran. Tuhan mengangguk-angguk. “Sepasang mata yang dapat menembus pintu yang tertutup rapat dan bertanya : “Apa yang sedang kau lakukan di dalam situ?” Padahal sepasang mata itu sudah mengetahui jawabannya. “Sepasang mata kedua sebaiknya diletakkan di belakang kepalanya, sehingga ia bisa melihat ke belakang tanpa menoleh. Artinya, ia dapat melihat apa yang sebenarnya tak boleh ia lihat dan pasang mata ketiga untuk menatap lembut seorang anak yang mengakui kekeliruannya. Mata itu harus bisa bicara! Mata itu harus berkata: “Aku mengerti dan aku sayang padamu” Meskipun tidak diucapkan sepatah katapun. “Tuhan”, kata Malaikat itu lagi, “Istirahatlah.” “Aku tidak bisa. Aku sudah hampir selesai!”
  • Ia harus bisa menyembuhkan diri sendiri kalau ia sakit.
  • Ia harus bisa memberi makan 6 orang dengan satu ons beras.
  • Ia juga harus menyuruh anak umur 9 tahun mandi pada saat anak itu tidak ingin mandi ….. Akhirnya Malaikat membalik-balikkan contoh Ibu dengan perlahan. “Terlalu lunak,” katanya memberi komentar. “Tetapi kuat!” kata Tuhan bersemangat. “Tak akan dapat kau bayangkan betapa banyaknya yang bisa ia tanggung, pikul dan derita.” “Apakah ia dapat berpikir?” tanya Malaikat lagi. “Ia bukan saja dapat berpikir, tapi juga dapat memberi gagasan, ide dan berkompromi,” kata Sang Pencipta. Akhirnya Malaikat menyentuh sesuatu di pipi. “Eh, ada kebocoran di sini”. “Itu bukan kebocoran,” kata Tuhan. “Itu adalah air mata …. air mata kebahagiaan, air mata kesedihan, air mata kekecewaan, air mata kesakitan, air mata kesepian, air mata kebanggaan, air mata ….., air mata …..”. “Tuhan memang ahlinya …..”, Malaikat itu berkata pelan.
----------

Monday, January 12, 2009

Janji Harus Ditepati

Kisah tentang dua orang sahabat.

Suatu hari seorang pria muda berkata kepada sahabatnya, “Dapat kulihat bahwa suatu hari nanti kamu akan jadi kaya dan terpandang.”

Temannya mengejek, “Menggelikan! Bagaimana aku bisa jadi orang terpandang dan kaya?”

Yang pertama menjawab, “Ya, aku dapat melihatnya. Itu tertulis di dahimu.”

Yang kedua menjawab, Baiklah, kalau aku jadi terpandang dan kaya, akan kuberi kamu uang seratus juta rupiah.”

“Apa kamu bersungguh-sungguh?” tanya orang yang pertama. “Kalau demikian, tuliskanlah.”

Orang kedua menulis demikian, “Akan kuberikan padamu uang seratus juta rupiah kalau nanti aku jadi kaya dan terpandang,” kemudian dia menanda-tanganinya.

Laki-laki muda itu menyimpan pernyataan yang telah ditulis oleh sahabatnya, tetapi tidak pernah menganggapnya serius, karena pernyataan itu dianggapnya sebagai gurauan.

Kemudian setelah 10 atau 12 tahun berlalu teman yang satu benar-benar jadi kaya dan terpandang, sedangkan sahabatnya sebaliknya, dia sangat miskin. Namun saat itu hubungan kedua sahabat itu menjadi renggang dan mereka menjalani hidup mereka masing-masing. Walau demikian, teman yang miskin ini terus menyimpan catatan tadi, dia sadar itu hanya gurauan, dan yakin dia tidak akan pernah menerima uangnya.

Sayang, pria yang miskin ini sakit keras, sebelum dia meninggal, dia memanggil anaknya, yang baru berumur tujuh tahun, dan berkata padanya, “Anakku, tolong ambilkan kotak yang ada di dekat jendela itu. Didalamnya ada sesuatu yang sangat berharga, yang telah aku simpan untukmu.”

Anaknya demikian sedih karena ayahnya mendekati ajal dan dia tidak mau meninggalkan ayahnya untuk mengambil kotak itu, karena menurutnya tidak ada yang lebih berharga daripada hidup ayahnya. Tetapi ayahnya terus memaksa, maka anaknya bangkit dan mengambil kotak itu. Kemudian ayahnya berkata, “Setelah aku mati...” dan segera saja anak laki-laki dan ibunya mulai menangis. Tetapi ayahnya melanjutkan, “Setelah aku mati, temuilah orang ini dan tunjukkan apa yang telah dia tulis.” IIbu dan anak itu melihat kertas itu dan terkejut mengetahui bahwa orang kaya itu telah berjanji memberikan uang seratus juta rupiah. Namun saat itu yang mereka pikirkan hanyalah orang yang mereka cintai, yang sebentar lagi akan meninggalkan mereka.

Akhirnya pria ini meninggal. Persahabatan mereka sudah lama memudar sehingga orang kaya itu, yang dulu pernah menjadi sahabat orang miskin itu, bahkan tidak datang mengunjunginya ketika tahu bahwa temannya sedang sakit keras.

Tetapi setelah tiga atau empat minggu sejak kematiannya, anak laki-lakinya membawa catatan itu kepada orang kaya, sahabat ayahnya. Orang kaya itu punya banyak pelayan, pada awalnya mereka tidak mengizinkan anak itu mengganggu majikan mereka, namun akhirnya, ketika melihat bahwa dia hanyalah seorang anak kecil yang lugu, mereka mengizinkannya masuk.

Anak laki-laki itu memberikan catatan itu pada orang kaya itu, orang kaya itu membacanya dan bertanya, “Apakah aku yang menulisnya?”

Anak laki-laki itu berkata “Saya tidak tahu. Sebelum meninggal, ayah menyuruhku memberikannya kepada tuan.” kata anak itu hampir menangis, orang kaya itu memanggil salah seorang sekretarisnya dan menjelaskan, “Aku pernah berjanji pada ayah anak ini beberapa tahun yang lalu bahwa aku akan memberinya uang seratus juta rupiah kalau aku jadi kaya dan terpandang. Aku telah menjadi kaya selama tujuh tahun, coba hitung bunga yang harus kuberikan padanya sebagai tambahan uang seratus juta itu.”Sekretaris itu menyatakan, Tambahannya tujuh puluh juta tuan, sehingga jumlah seluruhnya menjadi seratus tujuhpuluh juta rupiah.”

Segera orang kaya itu mengeluarkan uang seratus tujuhpuluh juta rupiah dan menyerahkannya kepada anak kecil itu sambil berpesan, “Bawa ini langsung ke ibumu. Jangan mampir kemana-mana.” Kemudian diam-diam dia menyuruh seorang pelayannya mengikuti dari jauh, untuk memastikan agar anak itu aman sampai ke rumah. Inilah cara seorang yang tulus menepati janjinya.

----------