Sunday, April 19, 2009

Membentuk Tubuh

MEMBENTUK TUBUH DENGAN PRANA

Oleh : Glenn Mendoza MD.
Diterjemahkan dari PranaWorld edisi 2, halaman 48

Sejarahnya, Membentuk Tubuh dengan Prana pertama kali direkomendasikan dalam "Ilmu dan Seni Penyembuhan dengan Tenaga Prana" dengan tujuan untuk memperbesar ukuran payudara. Kemudian, teknik ini diterapkan pada kaki oleh Roberto Zamperini di Italia. Acharya Faith Sawey dari Filipina dan para Penyembuh Prana dari Australia juga bereksperimen pada teknik Membentuk Tubuh dengan Prana ini. Belakangan, Dr. Glenn Mendoza dari Amerika lebih jauh lagi bereksperimen pada Membentuk Tubuh dengan Prana ini, dan artikel berikut ini merupakan laporan atas hasil eksperimennya.

Estetika Prana adalah istilah khusus yang menunjukkan filosofi penerapan teknik Penyembuhan Prana Master Choa Kok Sui pada tubuh manusia, yang menggabungkan sifat-sifat seperti kecantikan, bentuk tubuh, simetri dan gaya. Dengan kebutuhan yang terus meningkat dan keinginan yang besar akan kecantikan dan penampilan di seluruh dunia, Estetika Prana terus berkembang menuju program yang lebih dapat diterima dan lebih relevan agar nampak indah dan terasa baik.

Pembentukan tubuh dengan menggunakan Penyembuhan Prana Master Choa Kok Sui merupakan inovasi baru tingkat lanjut di bidang teknik Estetika Prana MCKS dengan tujuan untuk mengencangkan otot tubuh, menguatkan dan membentuk kembali bagian-bagian tubuh tertentu, terutama di daerah perut, pinggul, pantat dan paha dengan menggunakan prana berwarna. Pembentukan tubuh langkah demi langkah dengan protokol Penyembuhan Prana dapat memberikan hasil yang paling cepat dan bertahan lama dalam membentuk dan mengencangkan bagian tubuh yang terganggu.


Pembentukan Tubuh dengan Prana dikembangkan karena ada kebutuhan yang terus meningkat pada pendekatan melangsingkan tubuh yang non-invasif dan tanpa pembedahan, karena lemak yang tidak diinginkan, kulit yang kendur; dan lemak, kulit atau otot yang longgar membutuhkan efek yang mengencangkan.

Untuk menerapkan Pembentukan Tubuh dengan Prana, yang melakukan haruslah seorang Penyembuh Prana yang handal, yang telah mempelajari dan memahami prinsip-prinsip dasar Penyembuhan Prana. Sangat disarankan agar Penyembuh Prana ini sudah mengikuti lokakarya tingkat Dasar, tingkat Lanjut, Psikoterapi, dan Penyembuhan Prana dengan Kristal, sebelum menggunakan tuntunan Estetika Prana (Mengencangkan Wajah, Mengurangi berat badan dengan Prana dan Membentuk Tubuh). Lokakarya mini Estetika Prana telah ditawarkan kepada para Penyembuh Prana untuk memperkenalkannya kepada mereka, untuk selanjutnya memberi sertifikat setelah mereka mempelajari teknik Penyembuhan Prana khusus ini.


Pengamatan yang teliti pada sejarah kesehatan pasien harus dilakukan sebelum Pembentukan Tubuh dengan Prana karena beberapa orang mungkin tidak cocok bagi Pembentukan Tubuh dengan Prana. Mereka yang menderita gangguan medis yang serius atau mereka yang menderita gangguan gastro-intestinal (seperti diare, gastroesophageal reflux, kondisi hati kurang baik dan sakit perut), serta pencernaan yang terlalu peka (seperti alergi makanan), dan mereka yang sedang minum obat dokter harus menghindarkan diri dari perawatan Pembentukan Tubuh dengan Prana.


Si Penyembuh Prana harus memastikan bahwa pasiennya benar-benar memahami esensi Pembentukan Tubuh dengan Prana. Profesionalisme, privasi dan hak pasien harus selalu diingat sepanjang waktu. Buat agar pasien memahami bahwa tidak ada janji apapun akan hasilnya nanti. Serangkaian penyembuhan yang teratur perlu dijadwalkan agar memperoleh hasil yang maksimal.


*
Tata cara Pembentukan Tubuh dengan Prana (program membentuk ulang, menyelaraskan dan mengencangkan)

Untuk daerah pantat
  1. Telusuri semua cakra mayor.
  2. Penyapuan umum dengan hijau muda keputih-putihan
  3. Bersihkan, sembuhkan dan berikan energi ke cakra-cakra mayor (sesuai kebutuhan)
  4. Teknik penyapuan dan pemberian energi pada daerah pantat dengan hijau muda keputih-putihan (HMK) berselang-seling dengan oranye muda keputih-putihan (OMK). Terus lakukan penyapuan sampai hasil yang diinginkan tercapai. Prana hijau muda dan oranye muda bisa digunakan.
  5. Bentuk kembali daerah pantat untuk menyeimbangkan daerah yang tidak seimbang.
  6. Berikan energi ke pantat dengan merah muda keputih-putihan.
  7. Stabilkan
  8. Putuskan
  9. Telusuri ulang
Untuk daerah perut
  1. Telusuri semua cakra mayor.
  2. Penyapuan umum dengan hijau muda keputih-putihan
  3. Bersihkan, sembuhkan dan berikan energi ke cakra-cakra mayor (sesuai kebutuhan)
  4. Buat lapisan tipis prana biru muda keputih-putihan di seluruh daerah perut di bawah lapisan kulit (epidermis, dermis, dan lapisan lemak subkutan) dan sebelum ogan dalam. Tutup seluruh organ dalam dengan prana biru muda keputih-putihan (BMK) untuk meminimalkan pengaruh prana oranye.
  5. Teknik penyapuan dan pemberian energi pada daerah perut dengan hijau muda keputih-putihan (HMK) berselang-seling dengan oranye muda keputih-putihan (OMK). Terus lakukan penyapuan dengan seksama sampai hasil yang diinginkan tercapai.
  6. Bentuk kembali daerah perut dan bagian sampingnya untuk menyeimbangkan daerah yang tidak beraturan.
  7. Berikan energi dengan lembut pada kulit di daerah perut dengan merah muda keputih-putihan.
  8. Stabilkan
  9. Putuskan
*
Mengurangi selulit


Menghilangkan selulit kadang-kadang merupakan bagian dari Pembentukan Tubuh dengan Prana juga. Selulit adalah sekumpulan timbunan lemak yang tebal dan padat dan nampak seperti "kulit oranye kehitaman" di daerah pantat, pinggul dan paha. Secara umum ini terkait dengan kelebihan berat badan dan kegemukan dan ada bermacam-macam penyebabnya. Dengan menggunakan Estetika Prana, seseorang dapat mengurangi atau menghilangkan selulit dengan menggunakan prana berwarna. Tata cara berikut ini dapat membantu mengurangi selulit tetapi ini harus digunakan bersamaan dengan mengkonsumsi diet sehat lainnya, olah raga dan program mengencangkan otot agar membuahkan hasil yang optimal dan bertahan lama.


*
TATACARA MEMBENTUK TUBUH DENGAN PRANA

Persiapan:

  • Olahraga setiap hari
  • Meditasi Jantung Kembar berselang-seling dengan meditasi Lord’s Prayer

Cara Perawatan:
  • Penyapuan umum dengan hijau muda keputih-putihan 3-5 siklus
  • Perawatan setempat pada cakra-cakra berikut:
  1. Cakra solar-pleksus depan dan belakang, penyapuan dengan hijau muda keputih-putihan, kemudian diberi energi biru muda keputih-putihan.
  2. Cakra pusar, penyapuan dengan hijau mk dan oranye mk, kemudian diberi energi biru mk, hijau mk dan oranye mk.
  3. Cakra dasar, penyapuan dengan hijau mk, kemudian diberi energi merah mk.
  4. Cakra ajna, penyapuan dengan lembayung mk, kemudian diberi energi lembayung listrik
  5. Cakra tenggorokan, penyapuan dengan hujau mk, kemudian diberi energi lembayung mk
  6. Cakra jantung depan dan belakang, penyapuan dengan hijau mk dan lembayung mk, kemudian diberi energi keemasan
Cara Mengurangi Selulit
  1. Telusuri cakra-cakra mayor
  2. Lakukan penyapuan umum dengan hijau muda keputih-putihan.
  3. Bersihkan, sembuhkan dan berikan energi pada cakra-cakra mayor (sesuai kebutuhan)
  4. Lokalisir daerah yang ada selulitnya dengan prana biru muda keputih-putihan, buatlah lapisan prana biru muda keputih-putihan berbenuk bundar disekeliling daerah itu dengan batas tepi yang cukup lebar.
  5. Lakukan penyapuan dan pemberian energi pada daerah selulit dengan hijau muda keputih-putihan (HMK) berselang-seling dengan oranye muda keputih-putihan (OMK). Kalau perlu dapat digunakan prana hijau muda dan oranye muda. Terus lakukan penyapuan dengan seksama sampai terjadi penghalusan pada selulit dan juga peningkatan kontur dan tekstur kulit yang semakin halus.
  6. Berikan energi merah muda keputih-putihan ke daerah itu
  7. Stabilkan dan putuskan.

Pembentukan Tubuh dengan Prana dapat juga diterapkan di daerah tubuh yang lain di mana terdapat lemak yang tidak diinginkan atau kulit dan otot yang kendur seperti di daerah lengan atas, daerah leher, paha bagian atas dan bagian sisi dalam dan bahkan di dada. Sangat diperlukan kehati-hatian dan pengamatan dalam upaya kita menerapkan teknik Penyembuhan dengan Prana berwarna di daerah-daerah organ yang sensitif, seperti di pembuluh darah dan ujung syaraf yang terletak pada atau di dekat daerah yang akan dirawat.

-----------

Friday, April 17, 2009

Mengeluh

Meneruskan dari millis sebelah...

Good article to reflect yourself. Have a blessed day!

Sebuah kata sederhana yang mungkin jarang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi seringkali kita praktekkan langsung baik secara sadar maupun tidak sadar. Beberapa waktu lalu saya berkumpul dengan teman-teman lama. Seperti biasa kami bicara tentang pekerjaan, pasangan hidup, masa lalu, dan berbagai macam hal lainnya.

Setelah pulang saya baru tersadar, bahwa kami satu sama lain saling berlomba untuk memamerkan keluhan kami masing-masing seolah-olah siapa yang paling banyak mengeluh adalah yang paling hebat.

‘Bos gue kelewatan masa udah jam 6 gue masih disuruh lembur, sekalian aja suruh gue nginep di kantor!’

‘Kerjaan gue ditambahin melulu tiap hari, padahal itu kan bukan ‘job-description’ gue’

‘Anak buah gue memang bego, disuruh apa-apa salah melulu’.

Kita semua melakukan hal tersebut setiap saat tanpa menyadarinya.

Tahukah Anda semakin sering kita mengeluh, maka semakin sering pula kita mengalami hal tersebut. Sebagai contoh, salah seorang teman baik saya selalu mengeluh mengenai pekerjaannya. Sudah beberapa kali dia pindah kerja dan setiap kali bekerja di tempat yang baru, dia selalu mengeluh mengenai atasan atau rekan-rekan sekerjanya.

Sebelum dia pindah ke pekerjaan berikutnya dia selalu ribut dengan atasan atau rekan kerjanya. Seperti yang bisa kita lihat bahwa nampaknya terbentuk suatu pola tertentu yang sudah dapat diprediksi, dia akan selalu pindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan berikutnya sampai dia belajar untuk tidak mengeluh.

Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan dan bagi beberapa orang hal ini menjadi suatu kebiasaan dan parahnya lagi mengeluh menjadi suatu kebanggaan. Bila Anda memiliki dua orang teman, yang pertama selalu berpikiran positif dan yang kedua selalu mengeluh, Anda akan lebih senang berhubungan dengan yang mana? Menjadi seorang pengeluh mungkin bisa mendapatkan simpati dari teman kita, tetapi tidak akan membuat kita memiliki lebih banyak teman dan tidak akan menyelesaikan masalah kita, bahkan bisa membuat kita kehilangan teman kita.

Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kita mengeluh? Kita mengeluh karena kita kecewa bahwa realitas yang terjadi tidak sesuai dengan yang kita harapkan.

Bagaimana kita mengatasi hal ini? Caranya sebenarnya gampang-gampang susah, kita hanya perlu bersyukur. Saya percaya bahwa di balik semua hal yang kita keluhkan PASTI ADA hal yang dapat kita syukuri.

Sebagai ilustrasi, Anda mengeluhkan pekerjaan Anda. Tahukah Anda berapa banyak jumlah pengangguran yang ada di Indonesia?

Sekarang ini hampir 60% orang pada usia kerja produktif tidak bekerja, jadi bersyukurlah Anda masih memiliki pekerjaan dan penghasilan. Atau Anda mengeluh karena disuruh lembur atau melakukan kerja ekstra. Tahukah Anda bahwa sebenarnya atasan Anda percaya kepada kemampuan Anda? Kalau Anda tidak mampu tidak mungkin atasan Anda menyuruh Anda lembur atau memberikan pekerjaan tambahan.

Bersyukurlah karena Anda telah diberi kepercayaan oleh atasan Anda, mungkin dengan lebih rajin siapa tahu Anda bisa mendapatkan promosi lebih cepat dari yang Anda harapkan?

Bersyukurlah lebih banyak dan yakinlah hidup Anda akan lebih mudah dan keberuntungan senantiasa selalu bersama Anda, karena Anda dapat melihat hal-hal yang selama ini mungkin luput dari pandangan Anda karena Anda terlalu sibuk mengeluh.

*
Cobalah yang berikut ini:

  1. Bersyukurlah setiap hari, setidaknya satu kali sehari. Bersyukurlah atas pekerjaan Anda, kesehatan Anda, keluarga Anda atau apapun yang dapat Anda syukuri. Ambilah waktu selama 10-30 detik saja untuk bersyukur kemudian lanjutkan kembali kegiatan Anda.
  2. Jangan mengeluh bila Anda menghadapi kesulitan tetapi lakukanlah hal berikut ini. Tutuplah mata Anda, tarik nafas panjang, tahan sebentar dan kemudian hembuskan pelan-pelan dari mulut Anda, buka mata Anda, tersenyumlah dan berpikirlah bahwa suatu saat nanti Anda akan bersyukur atas semua yang terjadi pada saat ini.
  3. Biasakan diri untuk tidak ikut-ikutan mengeluh bila Anda sedang bersama teman-teman yang sedang mengeluh dan beri tanggapan yang positif atau tidak sama sekali. Selalu berpikir positif dan lihatlah perubahan dalam hidup Anda.

‘Semakin banyak Anda bersyukur kepada Tuhan atas apa yang Anda miliki, maka semakin banyak hal yang akan Anda miliki untuk disyukuri.’

P.S.: Saya bersyukur karena Anda telah membaca tulisan ini dan saya akan lebih bersyukur lagi jika Anda menyebarkan tulisan ini ke rekan-rekan Anda sehingga Anda juga dapat bersyukur karena telah membuat orang lain bersyukur.

Dikutip dari milis Komunitas SUARA

-----------

Wednesday, April 15, 2009

Tentang Vegetarian

VEGETARIAN
Ikut menentukan tingkat kemurnian energi prana

(Lihat buku tingkat lanjut halaman 14)


Ada berbagai tingkatan kemurnian energi prana. Jika tubuh energi penyembuh masih kasar, maka tenaga prana yang dipancarkannya juga kasar. Jika penyembuh mempunyai tubuh energi yang lebih murni atau lebih halus, maka energi prana yang dipancarkan juga akan lebih murni dan lebih halus. Efek energi prana yang kasar adalah pasiennya cenderung mengalami penumpukan dan cenderung mengalami reaksi radikal. Misalnya, bila sedikit saja energi prana yang kasar dipancarkan pada daerah kepala, pasien bisa merasa pusing. Atau bila energi prana yang lebih kasar dipancarkan ke cakra solar plexus, pasiennya akan mengalami kesulitan bernafas.

Tingkat kemurnian energi tubuh penyembuh tergantung pada beberapa faktor. Salah satunya adalah lamanya dan frekuensi penyembuhannya. Para peserta lokakarya Penyembuhan dengan Tenaga Prana atau para penyembuh pemula pada awalnya cenderung mempunyai tubuh energi yang kasar, tetapi secara bertahap tubuh energinya akan berkembang menjadi lebih halus atau lebih murni setelah sering melakukan penyembuhan. Inilah penyebab pasien yang ditangani oleh penyembuh pemula cenderung mengalami penumpukan prana atau reaksi radikal. Peningkatan tubuh energi yang lebih murni dapat dipercepat dengan menjadi vegetarian dan dengan melakukan meditasi secara teratur, terutama Meditasi Jantung Kembar.

Energi prana yang kasar berukuran jauh lebih besar dibandingkan dengan energi prana yang halus atau murni. Energi prana yang murni mempunyai efek menembus yang lebih besar, laju asimilasinyapun lebih cepat, dan dapat dipancarkan dalam jumlah yang lebih banyak pada pasien tanpa menimbulkan reaksi radikal. Yang dimaksud mempunyai efek menembus yang lebih besar adalah dapat menembus tubuh energi dan fisik pasien dengan cepat dan dengan lebih sedikit hambatan, karena energi ini sangat kecil dan halus. Dengan energi prana yang lebih kasar, dibutuhkan waktu yang lebih lama bagi energi vital ini untuk meresap kedalam tubuh energi dan tubuh fisik pasien.

Kalau energi prana yang sangat murni dipancarkan pada bagian yang sakit, laju asimilasinya sangat cepat. Ini nampak secara waskita sebagai gelembung-gelembung kecil yang muncul dengan cepat pada bagian yang sakit. Hal semacam ini tidak akan nampak bila energi prana yang dipancarkan tidak begitu murni. Dengan kata lain, para penyembuh yang mempunyai tubuh energi yang lebih murni menghasilan laju pengurangan rasa sakit dan penyembuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan penyembuh dengan tubuh energi yang lebih kasar.

Para penyembuh biasa mempunyai aura dalam seukuran sekitar setengah sampai satu meter, tubuh energinya biasanya tidak begitu murni. Penyembuh prana dengan tingkat yang lebih lanjut memiliki aura dalam seukuran sekitar dua meter atau bahkan lebih dan tubuh energinya lebih halus. Penyembuh prana dengan tingkatan yang sangat maju dapat mempunyai aura dalam seukuran lebih dari lima puluh meter dan tubuh energinya sangat murni.

Jika penyembuh prana mempunyai tubuh energi yang sangat murni, maka akan lebih banyak energi yang dapat diproyeksikannya pada pasien tanpa menyebabkan penumpukan prana. Misalnya seorang penyembuh prana yang sangat berkembang dapat meningkatkan aura dalam pasien dari seukuran tujuh centimeter sampai menjadi lebih-kurang satu meter tanpa menimbulkan rasa tidak enak atau penumpukan prana pada pasiennya. Pada penyembuh prana biasa dengan tubuh energi yang relatif kasar, usaha meningkatkan aura dalam bagian yang sakit dari tujuh menjadi tigapuluh centimeter saja sudah dapat menimbulkan rasa tidak enak atau penumpukan prana. Seorang penyembuh prana yang sangat berkembang dapat memancarkan sangat banyak energi prana yang begitu murni yang dapat segera diasimilasi dalam waktu yang sangat singkat, dengan demikian pasien-pasiennya dapat sembuh dengan cepat. Secara singkat dapat dikatakan bahwa tubuh energi dapat ditingkatkan dan dimurnikan dengan cara:

1. Menjadi vegetarian
2. Melakukan meditasi secara teratur
3. Melakukan penyembuhan secara teratur
4. Berhenti merokok
5. Menghindari minuman keras
6. Menjauhi obat terlarang.

Merokok, minum minuman keras dan menggunakan obat terlarang tegas-tegas harus dihindari karena mengotori dan menyumbat tubuh energi.

*
Mengapa vegetarian?


Karena dengan tidak memakan daging, tubuh energi kita akan menjadi lebih murni. Ketika binatang akan disembelih, dia berontak, marah, takut, sedih, penuh kebencian dan banyak energi negatif lainnya, energi buruk semacam ini tertinggal dalam tubuhnya, walau dia sudah mati disembelih, dagingnya dipenuhi oleh energi kotor, sehingga ketika kita memakannya, energi kotor tersebut masuk juga kedalam tubuh fisik kita dan pada gilirannya akan mengotori tubuh energi kita juga. Daging babi mempunyai energi yang sangat kotor, karena makanannya juga sangat kotor. Lele , belut dan binatang tak bersisik lainnya juga mempunyai energi yang kotor, ini terutama karena mereka hidup dilumpur.


Dengan vegetarian sebenarnya melatih kita agar lebih dapat menahan diri. Memang sulit pada awalnya, melihat orang lain, terutama dirumah, memakan makanan berdaging yang nampak begitu lezat, sedangkan kita hanya memakan sayuran saja. Mula-mula memang nampaknya latihan kita hanya pada seputar makanan saja. Tetapi sekali kita sudah terbiasa menahan diri, hal-hal lain yang lebih besarpun akan lebih mudah kita atasi.

Dengan vegetarian kita juga memberikan kasih sayang kepada sesama makhluk hidup dengan mempraktekkan hukum belas kasihan. Tidak membunuh dan tidak menyebabkan terjadinya pembunuhan dengan menyembelih makhluk bernyawa. Lebih luas lagi, kita akan terbiasa menyayangi makhluk hidup lainnya, sehingga juga tidak akan menyakiti atau mengekang kebebasannya. Seorang vegetarian sebaiknya juga tidak memperdagangkan daging, burung, dan sebagainya.

Kalau kita perhatikan, binatang pemakan daging biasanya bertaring panjang, ini digunakan untuk memudahkannya mencabik daging mangsanya, pemakan daging mempunyai usus yang lebih pendek dibandingkan pemakan tumbuh-tumbuhan. Sekarang kalau kita perhatikan, ciri manusia bukanlah pemakan daging, manusia tidak mempunyai taring yang panjang, tetapi mempunyai usus yang panjang, jadi sama dengan ciri pemakan tumbuh-tumbuhan. Kalau demikian, kenapa kita memakan daging? Sepertinya ini adalah akibat perkembangan budaya manusia yang salah, dan sekarang rupanya sudah mulai dikoreksi, kalau kita perhatikan, dinegara barat, sekarang banyak sekali dijumpai orang yang vegetarian.

Menjadi vegetarian tidah berarti hanya tidak makan daging saja, tetapi juga harus mempunyai spiritualitas yang tinggi, tenang, ramah, penuh kasih-sayang dan penyabar. Kalau harus memilih, lebih baik makan daging daripada marah-marah karena tidak tersedia makanan vegetarian. Seorang vegetarian sebaiknya juga jangan terlalu fanatik, sesekali pada suasana tertentu, misalnya dalam pesta perkawinan, kalau yang tersedia semua mengandung daging, untuk menghormati tuan rumah tidak menjadi soal kalau kita memakan makanan yang tersedia, asalkan tidak berlebihan, sekedarnya saja.

Banyak variasi makanan vegetarian yang cukup bergizi yang dapat disediakan, bahkan sekarang banyak sekali restoran vegetarian dibuka, juga tidak usah mengkhawatirkan kesehatan anda, karena makanan vegetarian lebih menyehatkan.

Ada yang sangat ketat dalam mempraktekan vegetarian ini, ada yang tidak mau makan telur sama sekali, ada yang memakannya, asalkan itu telur ayam negeri, karena telur ayam negeri tidak dibuahi, jadi tidak ada kehidupan disitu.

Yang lebih ketat lagi, ada yang tidak mau menggunakan bahan-bahan yang berasal dari binatang sama sekali, misalnya kulit, tulang, bulu dan lainnya, seperti sepatu, sandal, ikat pinggang, tas, dompet, aksesori, kosmetika dan juga obat-obatan. Bahkan ada yang sampai alat masak dan alat makannyapun harus khusus, yang belum pernah digunakan untuk memasak atau menghidangkan makanan berdaging. Aliran yang seperti ini disebut veganisme.

Tetapi sebagai penyembuh prana, kita tidak perlu begitu ketat, dan dianjurkan lebih banyak makan buah-buahan, dengan demikian kekuatan kita dalam menyembuhkan akan meningkat.

*
Sering sering lakukan penyembuhan.


Sebagai pemula, kadang kita ragu akan kemampuan kita sendiri, sebaiknya mula-mula kita melakukan penyembuhan pada penyakit yang tidak terlalu berat, kalau kita sudah berhasil menyembuhkan penyakit ringan, kepercayaan diri dan keyakinan kita akan bertambah, ini juga pada akhirnya akan meningkatkan kemampuan kita.


Kalau belum merasa yakin, untuk berlatih sebelum memulai “berpraktek”, kita dapat melakukan penyembuhan jarak jauh, ini untuk membiasakan diri kita melakukan prosedur penyembuhan secara benar.

Kadang-kadang pada mulanya kita sulit mendapatkan pasien, itu terutama karena orang belum tahu dan belum yakin akan “kemampuan baru” kita. Kita dapat memulainya dari keluarga sendiri, kerabat atau rekan sekerja, nanti dengan sendirinya dari mulut-kemulut, tetangga, saudaranya atau relasinya akan mulai berdatangan, tentu saja ini kalau kita sudah cukup berhasil menyembuhkan. Untuk meningkatkan kemampuan kita, kecuali vegetarian, meditasi dan banyak menyembuhkan, kepercayaan diri, ketulusan dan kasih sayang juga akan sangat membantu kesembuhan pasien kita. Dengan demikian kita sudah mengawali darmabakti kita terhadap sesama. Percaya dirilah, tidak perlu ragu!

-----------

Tentang Asam Urat (2)

LANJUTAN

Faktor Risiko

Faktor risiko yang menyebabkan orang terserang penyakit asam urat adalah pola makan, kegemukan, dan suku bangsa.

Di dunia, suku bangsa yang paling tinggi prevalensinya pada orang Maori di Australia. Prevalensi orang Maori terserang penyakit asam urat tinggi sekali, sedangkan di Indonesia prevalensi tertinggi pada penduduk pantai dan yang paling tinggi di daerah Manado-Minahasa karena kebiasaan atau pola makan ikan dan mengonsumsi alkohol.

Alkohol menyebabkan pembuangan asam urat lewat urine itu ikut berkurang sehingga asam uratnya tetap bertahan di dalam darah. Konsumsi ikan laut yang tinggi juga mengakibatkan asam urat.

Asupan yang masuk ke tubuh juga memengaruhi kadar asam urat dalam darah. Makanan yang mengandung zat purin yang tinggi akan diubah menjadi asam urat. Purin yang tinggi terutama terdapat dalam jeroan, sea food: udang, cumi, kerang, kepiting, ikan teri.

Kalau menurut hasil pemeriksaan laboratorium kadar asam urat terlalu tinggi, kita perlu memperhatikan masalah makanan. Makanan dan minuman yang selalu dikonsumsi apakah merupakan pemicu asam urat. Pada orang gemuk, asam urat biasanya naik sedangkan pengeluarannya sedikit. Maka untuk keamanan, orang biasanya dianjurkan menurunkan berat badan.
Yang paling penting untuk diketahui adalah kalau asam urat tinggi dalam darah, tanpa kita sadari akan merusak organ-organ tubuh, terutama ginjal, karena saringannya akan tersumbat. Tersumbatnya saringan ginjal akan berdampak munculnya batu ginjal, atau akhirnya bisa mengakibatkan gagal ginjal.

Asam urat pun merupakan faktor risiko untuk penyakit jantung koroner. Diduga kristal asam urat akan merusak endotel (lapisan bagian dalam pembuluh darah) koroner. Karena itu, siapapun yang kadar asam uratnya tinggi harus berupaya untuk menurunkannya agar kerusakan tidak merembet ke organ-organ tubuh yang lain.

*
Penatalaksanaan

Penatalaksanaan artritis gout:
  • Meredakan radang sendi (dengan obat-obatan dan istirahat sendi yang terkena).
  • Pengaturan asam urat tubuh (dengan pengaturan diet dan obat-obatan) .

Tujuan utama pengobatan artritis gout adalah:
  • Mengobati serangan akut secara baik dan benar
  • Mencegah serangan ulangan artritis gout akut
  • Mencegah kelainan sendi yang berat akibat penimbunan kristal urat
  • Mencegah komplikasi yang dapat terjadi akibat peningkatan asam urat pada jantung, ginjal dan pembuluh darah.
  • Mencegah pembentukan batu pada saluran kemih.

Makin cepat seseorang mendapat pengobatan sejak serangan akut, makin cepat pula penyembuhannya.
Pengobatan dapat diberikan obat anti inflamasi nonsteroid (antirematik) dan obat penurun kadar asam urat (obat yang mempercepat/ meningkatkan pengeluaran asam urat lewat kemih (probenecid) atau obat yang menurunkan produksi asam urat (allopurinol) ).

*
Pengaturan diet

Selain jeroan, makanan kaya protein dan lemak merupakan sumber purin. Padahal walau tinggi kolesterol dan purin, makanan tersebut sangat berguna bagi tubuh, terutama bagi anak-anak pada usia pertumbuhan. Kolesterol penting bagi prekusor vitamin D, bahan pembentuk otak, jaringan saraf, hormon steroid, garam-garaman empendu dan membran sel.Orang yang kesehatannya baik hendaknya tidak makan berlebihan. Sedangkan bagi yang telah menderita gangguan asam urat, sebaiknya membatasi diri terhadap hal-hal yang bisa memperburuk keadaan. Misalnya, membatasi makanan tinggi purin dan memilih yang rendah purin.

Makanan yang sebaiknya dihindari adalah makanan yang banyak mengandung purin tinggi. Penggolongan makanan berdasarkan kandungan purin:
  • Golongan A: Makanan yang mengandung purin tinggi (150-800 mg/100 gram makanan) adalah hati, ginjal, otak, jantung, paru, lain-lain jeroan, udang, remis, kerang, sardin, herring, ekstrak daging (abon, dendeng), ragi (tape), alkohol serta makanan dalam kaleng.
  • Golongan B: Makanan yang mengandung purin sedang (50-150 mg/100 gram makanan) adalah ikan yang tidak termasuk golongan A, daging sapi, kerang-kerangan, kacang-kacangan kering, kembang kol, bayam, asparagus, buncis, jamur, daun singkong, daun pepaya, kangkung.
  • Golongan C: Makanan yang mengandung purin lebih ringan (0-50 mg/100 gram makanan) adalah keju, susu, telur, sayuran lain, buah-buahan.

Pengaturan diet sebaiknya segera dilakukan bila kadar asam urat melebihi 7 mg/dl dengan tidak mengonsumsi bahan makanan golongan A dan membatasi diri untuk mengonsmsi bahan makanan golongan B. Juga membatasi diri mengonsumsi lemak serta disarankan untuk banyak minum air putih. Apabila dengan pengaturan diet masih terdapat gejala-gejala peninggian asam urat darah, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terdekat untuk penanganan lebih lanjut.

Hal yang juga perlu diperhatikan, jangan bekerja terlalu berat, cepat tanggap dan rutin memeriksakan diri ke dokter. Karena sekali menderita, biasanya gangguan asam urat akan terus berlanjut.

*
DIABETES
Jika seseorang terkena penyakit diabetes, berarti pankreasnya tidak berfungsi, biasanya diobati dengan insulin, tetapi dia tetap harus mengkonsumsi gula satu sendok teh setiap hari, sebagai sumber tenaga.

Untuk pencegahan/ menjaga fungsi pankreas sebaiknya minum gula 2 sendok makan tiap pagi dan sore (misal teh manis), bisa juga diganti madu atau sirup. Ini baik juga untuk menjaga kesehatan mata, lever/hati, jantung, selain itu gula juga menghasilkan energi/tenaga.

Untuk asam urat dan kolesterol, obat yang paling sederhana adalah, kacang tanah yang masih ada kulitnya, (bagusnya yang baru dipanen atau yang berasal dari Madura) dicuci bersih, direbus (menggunakan panci email) bersama kulitnya dengan 3 gelas air menjadi satu gelas air , dengan api yang kecil, (hasilnya air akan berwarna coklat mirip air teh) tiap pagi dan sore diminum tapi kacang tanah hasil rebusannya tak boleh dimakan. Banyaknya kacang tanah tersebut bisa dikira-kira sendiri.Kalau badan sudah merasa enak (sendi tidak kaku dll), hentikan. Banyak yang sudah sukses.


Semoga ini bermanfaat.

-----------

Monday, April 13, 2009

Tentang Asam Urat (1)


Pendahuluan

Di masyarakat kini beredar mitos bahwa ngilu sendi berarti asam urat. Pengertian ini perlu diluruskan karena tidak semua keluhan dari nyeri sendi disebabkan oleh asam urat. Pengertian yang salah ini diperparah oleh iklan jamu/obat tradisional.

Penyakit rematik banyak jenisnya. Tidak semua keluhan nyeri sendi atau sendi yang bengkak itu berarti asam urat. Untuk memastikannya perlu pemeriksaan laboratorium.

Sebenarnya yang dimaksud dengan asam urat adalah asam yang berbentuk kristal-kristal yang merupakan hasil akhir dari metabolisme purin (bentuk turunan nukleoprotein), yaitu salah satu komponen asam nukleat yang terdapat pada inti sel-sel tubuh. Secara alamiah, purin terdapat dalam tubuh kita dan dijumpai pada semua makanan dari sel hidup, yakni makanan dari tanaman (sayur, buah, kacang-kacangan) atau pun hewan (daging, jeroan, ikan sarden).

Jadi asam urat merupakan hasil metabolisme di dalam tubuh, yang kadarnya tidak boleh berlebih. Setiap orang memiliki asam urat di dalam tubuh, karena pada setiap metabolisme normal dihasilkan asam urat. Sedangkan pemicunya adalah makanan dan senyawa lain yang banyak mengandung purin. Sebetulnya, tubuh menyediakan 85 persen senyawa purin untuk kebutuhan setiap hari. Ini berarti bahwa kebutuhan purin dari makanan hanya sekitar 15 persen.

Sayangnya, fakta ini masih belum diketahui secara luas oleh masyarakat. Akibatnya banyak orang suka menyamaratakan semua makanan. Orang menyantap apa saja yang dia inginkan, tanpa mempertimbangkan kandungan di dalamnya. Makanan sumber dari produk hewani biasanya mengandung purin sangat tinggi. Produk makanan mengandung purin tinggi kurang baik bagi orang-orang tertentu, yang punya bakat mengalami gangguan asam urat. Jika mengonsumsi makanan ini tanpa perhitungan, jumlah purin dalam tubuhnya dapat melewati ambang batas normal.

*
Makanan yang dapat meningkatkan asam urat

Beberapa jenis makanan dan minuman yang diketahui bisa meningkatkan kadar asam urat adalah alkohol, ikan hearing, telur, dan jeroan. Ikan haring atau sejenisnya (sarden), dan jeroan merupakan sumber senyawa sangat potensial. Yang tergolong jeroan bukan saja usus melainkan semua bagian lain yang terdapat dalam perut hewan —seperti hati, jantung, babat, dan limpa.

Konsumsi jeroan memperberat kerja enzim hipoksantin untuk mengolah purin. Akibatnya banyak sisa asam urat di dalam darahnya, yang berbentuk butiran dan mengumpul di sekitar sendi sehingga menimbulkan rasa sangat sakit. Jeroan memang merupakan salah satu hidangan menggiurkan, di antaranya soto babat, sambal hati, sate jantung, dan kerupuk limpa. Tetapi salah satu dampaknya, jika tubuh kelebihan senyawa purin maka si empunya diri mengalami sakit pada persendian.

*
Penyebab

Penyakit asam urat digolongkan menjadi penyakit gout primer dan penyakit gout sekunder. Pada penyakit gout primer, 99 persen penyebabnya belum diketahui (idiopatik). Diduga berkaitan dengan kombinasi faktor genetic dan faktor hormonal yang menyebabkan gangguan metabolisme yang dapat mengakibatkan meningkatnya produksi asam urat atau bisa juga diakibatkan karena berkurangnya pengeluaran asam urat dari tubuh.

Penyakit gout sekunder disebabkan antara lain karena meningkatnya produksi asam urat karena nutrisi, yaitu mengonsumsi makanan dengan kadar purin yang tinggi. Purin adalah salah satu senyawa basa organic yang menyusun asam nukleat (asam inti dari sel) dan termasuk dalam kelompok asam amino, unsur pembentuk protein.

Produksi asam urat meningkat juga bisa karena penyakit darah (penyakit sumsum tulang, polisitemia), obat-obatan (alkohol, obat-obat kanker, vitamin B12). Penyebab lainnya adalah obesitas (kegemukan), penyakit kulit (psoriasis), kadar trigliserida yang tinggi. Pada penderita diabetes yang tidak terkontrol dengan baik biasanya terdapat kadar benda-benda keton (hasil buangan metabolisme lemak) yang meninggi. Benda-benda keton yang meninggi akan menyebabkan asam urat juga ikut meninggi.

Setiap orang dapat terkena penyakit asam urat. Karena itu, kita perlu mewaspadai gejala-gejalanya. Penyakit radang sendi akibat peningkatan kadar asam urat darah disebut dengan artritis gout atau artritis pirai. Artritis gout yang akut disebabkan oleh reaksi radang jaringan terhadap pembentukan kristal urat. Pada sebagian besar kasus gout riwayat penyakit dan gambaran klinis bersifat khusus, sehingga kadang-kadang diagnosis dapat langsung ditegakkan.

Seseorang dikatakan menderita asam urat (gout) jika kondisinya memenuhi beberapa syarat dan biasanya perjalanan penyakitnya klasik sekali, seperti mempunyai gejala yang khas penyakit gout, mempunyai perjalanan penyakit yang khas penyakit gout, ditemukan asam urat dalam kadar tinggi dalam darahnya, dan hasil pemeriksaan mikroskopik dari cairan sendi atau tofus (benjolan asam urat) ditemukan kristal asam urat yang berbentuk jarum.

*
Lebih banyak pria

Umumnya yang terserang asam urat adalah para pria, sedangkan pada perempuan persentasenya kecil dan baru muncul setelah menopause. Kadar asam urat kaum pria cenderung meningkat sejalan dengan peningkatan usia. Pada wanita, peningkatan itu dimulai sejak masa menopause.

Mengapa asam urat cenderung dialami pria? Ini karena perempuan mempunyai hormon estrogen yang ikut membantu pembuangan asam urat lewat urine. Sementara pada pria, asam uratnya cenderung lebih tinggi daripada perempuan karena tidak memiliki hormon estrogen tersbut.

Jadi selama seorang perempuan mempunyai hormon estrogen, maka pembuangan asam uratnya ikut terkontrol. Ketika sudah tidak mempunyai estrogen, seperti saat menopause, barulah perempuan terkena asam urat.

Kalau peningkatan asam urat ini melewati ambang batas yang bisa ditolerir, persoalan akan timbul pertama pada ginjal, sendi, dan saluran kemih

*
Kadar Normal

Pemeriksaan asam urat di laboratorium dilakukan dengan dua cara, Enzimatik dan Teknik Biasa. Kadar asam urat normal menurut tes Enzimatik maksimum 7 mg/dl. Sedangkan pada Teknik Biasa, nilai normalnya maksimum 8 mg/dl. Bila hasil pemeriksaan menunjukkan kadar asam urat melampaui standar normal itu, penderita dimungkinkan mengalami hiperurisemia.

Kadar asam urat normal pada pria dan perempuan berbeda. Kadar asam urat normal pada pria berkisar 3,5 – 7 mg/dl dan pada perempuan 2,6 – 6 mg/dl. Kadar asam urat diatas normal disebut hiperurisemia.

Perjalanan penyakit yang klasik biasanya dimulai dengan suatu serangan atau seseorang memiliki riwayat pernah cek asam uratnya tinggi di atas 7 mg/dl, dan makin lama makin tinggi.

Jika demikian, kemungkinannya untuk menjadi penyakit gout itu makin besar. Biasanya 25% orang yang asam uratnya tinggi akan menjadi penyakit gout. Bila kadar asam urat tinggi tapi tidak ada gejala serangan sendi ini disebut stadium awal. Pada setiap orang berbeda-beda. Ada yang bertahun-tahun sama sekali tidak muncul gejalanya, tetapi ada yang muncul gejalanya di usia 20 tahun, 30 tahun, atau 40 tahun.

*
Gambaran Klinis

Artritis gout muncul sebagai serangan keradangan sendi yang timbul berulang-ulang. Gejala khas dari serangan artritis gout adalah serangan akut biasanya bersifat monoartikular (menyerang satu sendi saja) dengan gejala pembengkakan, kemerahan, nyeri hebat, panas dan gangguan gerak dari sendi yang terserang yang terjadi mendadak (akut) yang mencapai puncaknya kurang dari 24 jam. Lokasi yang paling sering pada serangan pertama adalah sendi pangkal ibu jari kaki. Hampir pada semua kasus, lokasi artritis terutama pada sendi perifer dan jarang pada sendi sentral.

Serangan yang terjadi mendadak maksudnya tiba-tiba. Karena itu bisa saja terjadi, siang hari sampai menjelang tidur tidak ada keluhan, tetapi pada tengah malam penderita mendadak terbangun karena rasa sakit yang amat sangat. Kalau serangan ini datang, penderita akan merasakan sangat kesakitan walau tubuhnya hanya terkena selimut atau bahkan hembusan angin.

Perjalanan penyakit gout sangat khas dan mempunyai 3 tahapan. Tahap pertama disebut tahap artritis gout akut. Pada tahap ini penderita akan mengalami serangan artritis yang khas dan serangan tersebut akan menghilang tanpa pengobatan dalam waktu 5 – 7 hari. Karena cepat menghilang, maka sering penderita menduga kakinya keseleo atau kena infeksi sehingga tidak menduga terkena penyakit gout dan tidak melakukan pemeriksaan lanjutan.

Bahkan, dokter yang mengobati kadang-kadang tidak menduga penderita terserang penyakit gout. Karena serangan pertama kali ini singkat waktunya dan sembuh sendiri, sering penderita berobat ke tukang urut dan waktu sembuh menyangka hal itu disebabkan hasil urutan/pijatan. Padahal, tanpa diobati atau diurut pun serangan pertama kali ini akan hilang sendiri.

Setelah serangan pertama, penderita akan masuk pada gout interkritikal. Pada keadaan ini penderita dalam keadaan sehat selama jangka waktu tertentu. Jangka waktu antara seseorang dan orang lainnya berbeda. Ada yang hanya satu tahun, ada pula yang sampai 10 tahun, tetapi rata-rata berkisar 1 – 2 tahun. Panjangnya jangka waktu tahap ini menyebabkan seseorang lupa bahwa ia pernah menderita serangan artritis gout atau menyangka serangan pertama kali dahulu tak ada hubungannya dengan penyakit gout.

Tahap kedua disebut sebagai tahap artritis gout akut intermiten. Setelah melewati masa gout interkritikal selama bertahun-tahun tanpa gejala, penderita akan memasuki tahap ini, ditandai dengan serangan artritis yang khas. Selanjutnya penderita akan sering mendapat serangan (kambuh) yang jarak antara serangan yang satu dan serangan berikutnya makin lama makin rapat dan lama, serangan makin lama makin panjang, serta jumlah sendi yang terserang makin banyak.

Tahap ketiga disebut sebagai tahap artritis gout kronik bertofus. Tahap ini terjadi bila penderita telah menderita sakit selama 10 tahun atau lebih. Pada tahap ini akan terjadi benjolan-benjolan di sekitar sendi yang sering meradang yang disebut sebagai tofus. Tofus ini berupa benjolan keras yang berisi serbuk seperti kapur yang merupakan deposit dari kristal monosodium urat. Tofus ini akan mengakibatkan kerusakan pada sendi dan tulang di sekitarnya. Tofus pada kaki bila ukurannya besar dan banyak akan mengakibatkan penderita tidak dapat menggunakan sepatu lagi.

Bersambung
-----------

Monday, April 6, 2009

Dampak Stres

STRES: DAMPAK DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA
Oleh: Dr Umi Ardiningsih SpKJ

*
PENGANTAR


Dewasa ini setiap orang berbicara tentang stres. Kita mendengar topik ini sebagai bahan pembicaraan se
hari-hari, baik di radio, televisi, surat kabar dan diberbagai konferensi maupun di kalangan Universitas. Sayangnya hanya sedikit saja orang yang mengerti konsep stres yang benar. Manager menganggap stres sebagai frustasi atau ketegangan emosi; pengatur lalu lintas pesawat berpendapat sebagai problem konsentrasi; seorang remaja yang kandas cita-citanya dan para atlit yang gagal berprestai karena ketegangan otot. Secara umum pengertian stres adalah suatu bentuk ketegangan yang mempengaruhi fungsi alat-alat tubuh. Kalau ketegangan itu berlebihan sehingga menggangu fungsi alat-alat tubuh tadi, maka keadaan demikian disebut dengan istilah distres. Stres dalam kehidupan tidak dapat dihindarkan. Masalahnya adalah bagaimana manusia hidup dengan stres tanpa harus mengalami distres.

Perubahan-perubahan sosial yang cepat sebagai konsekuensi modernisasi mempunyai dampak pada kehidupan. Tidak semua orang dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan tersebut, pada gilirannya dapat menimbulkan ketegangan atau stres pada dirinya. Stres sendiri merupakan hasil dari perkembangan teknologi yang demikian cepatnya dalam abad ke duapuluh satu ini, suatu ironi kehidupan. Manusia menciptakan berbagai macam produk untuk meningkatkan taraf hidupnya, untuk hidup lebih efisien, namun dalam proses memproduksi berbagai macam produksi, manusia harus menghadapi berbagai macam kondisi, yang dapat menimbulkan stres yang lebih banyak.


Seorang yang menderita stres, selain terwujud dalam berbagai macam penyakit, dapat pula terungkap melalui ketidak mampuannya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya, sehingga menderita gangguan kecemasan, depresi dan gangguan psikosomatik. Penderitaan fisik dan/atau psikik menyebabkan orang tak dapat berfungsi secara wajar, tak mampu berprestasi tinggi dan sering menjadi masalah bagi lingkungannya (di rumah, di tempat kerja atau lingkungan sosial lain), merupakan akibat dari stres yang berkelanjutan.


Makalah ini berupaya membahas masalah stres dan upaya penanggulangannya. Mula-mula akan dibahas arti dari stres, jenis stres, dampaknya terhadap individu. Akhirnya akan dijelaskan berbagai macam cara atau metode yang dapat dilakukan sebagai upaya penanggulangan stres.


*
ARTI STRES


Istilah stres dalam fisika diartikan sebagai penggunaan kekuatan yang cukup besar terhadap suatu obyek atau sistem untuk merusaknya atau merubah bentuknya. Herbert Benson dalam bukunya “The Relaxation Response” memberi batasan stres sebagai “enviromental demands that require behavioral adjustment”. Batasan ini memberikan arti yang sama kepada stres sebagaimana artinya dalam fisika yaitu adanya suatu kekuatan di luar obyek yang terkena kekuatan tersebut. Dalam obyek timbul ketegangan tertentu untuk dapat mempertahankan bentuknya. Pada manusia kekuatan lingkungan juga menimbulkan ketegangan. Untuk dapat bertahan manusia perlu menyesuaikan perilaku dirinya. Jika tak berhasil dalam penyesuaian dirinya ia akan berubah bentuknya atau akan hancur.


Yang kurang diperhatikan dalam batasan di atas ialah kemampuan kognitif manusia. Manusia bukan merupakan organisasi yang secara refleks otomatis memberikan reaksi. manusia memiliki cognitive - appraisal system (Woolfolk & Richardson, 1979) sehingga ia memberikan arti kepada apa yang terjadi di lingkungannya. Peritiwa atau kejadian di sekitar kita perlu kita alami atau hayati sebagai suatu stres berdasarkan arti atau interpretasi yang kita berikan terhadap peristiwa tersebut, bukan karena peristiwa itu sendiri. Misalnya pelamar menghadapi wawancara seleksi. Ada pelamar yang menghayati wawancara seleksi ini sebagai suatu stres, pelamar lain sama sekali tak merasakannya. Yang merasakan wawancara seleksi sebagai suatu stres memberikan arti bahwa wawancara seleksi ini dapat merubah kehidupannya. Kalau hasil wawancara diterima, ia akhirnya akan mendapat pekerjaan. Jadi lingkungan hanya memberikan tuntutan (yang menimbulkan stres), jika tuntutan tersebut dipersiapkan atau dihayati sebagai tuntutan. Tuntutan juga tidak akan menimbulkan stres, jika tuntutan tersebut dipersepsikan sebagai tak berarti, atau jika tak ada suatu akibat apa pun.


Seorang tenaga kerja melanggar suatu peraturan tak mengalami pelanggarannya sebagai suatu stres, karena melihat tak akan ada sanksi terhadap perbuatannya. Selain tuntutan lingkungan harus dipersiapkan sebagai tuntutan dan dipersepsikan akan mempunyai akibat yang merugikan, timbulnya stres juga ditentukan oleh sejauh mana seseorang menganggap bahwa ia dapat atau mampu memberikan jawaban yang berhasil terhadap tuntutan tersebut. Seorang salesman yang harus mencapai sasaran penjualan produk minimum dalam satu bulan, tak akan mengalami stres jika ia merasa yakin ia mampu menjual produk lebih banyak dari yang ditentukan. Sebaliknya jika ia merasa tak mampu mencapai sasaran tersebut, karena berbagai macam hal (misalnya belum berpengalaman, atau daerah penjualannya “kering” dan sebagainya), maka ia akan mengalami stres. Dapat disimpulkan bahwa stres bukan terletak di luar diri kita, di lingkungan kita, melainkan terletak dalam diri kita sendiri.

Aspek lain dari stres ialah bahwa stres membuat organisme waspada, siaga atau aktif, menggerakkan organisme. Penggerakan ini dapat bercorak intelektual, emosional, faali, atau perilaku. Seorang staf dari bagian penelitian dan pengembangan yang mengalami stres karena masalah kualitas produk yang harus ditingkatkan dapat mencapai tingkat kesiagaan intelektual yang tinggi, lebih tinggi dari biasanya. Jika tenaga kerja merasa terancam akan kena Pemutusan Hubungan Kerja, akan timbul reaksi emosional.

Pergerakan faali akan terjadi setiap kali orang mengalami stres. Bila terjadi kebakaran maka orang langsung memperhatikan bentuk perilaku penyelamatan (memadamkan kebakaran atau lari). Pergerakan yang sering dikaitkan dengan stres adalah fight-or-flight-response (jawaban lawan - atau - lari). Jawaban lawan-atau-lari merupakan pola terkoordinasi dari jawaban-jawaban yang terjadi jika badan menghadapi suatu keadaan darurat. Secara umum dapat dikatakan bahwa orang dapat bereaksi menghadapi (melawan) stres atau menghindari (meninggalkan/lari) dari stres.


Sebagai kesimpulan dari uraian di atas dapat diberikan batasan dari Woolfolk & Richardson (1979) yaitu bahwa stres adalah suatu persepsi dari ancaman atau dari suatu bayangan akan adanya ketidak senangan, yang menggerakkan, menyiagakan, atau membuat aktif organisme.


*
JENIS STRES


1. Stres dapat bersifat organobiologik (fisik), seperti :

  1. kelelahan fisik, seorang karyawan swasta yang kuliah lagi.
  2. rudapaksa fisik, kecelakaan yang menyebabkan kelumpuhan pada seseorang.
  3. gizi kurang (malnutrition), seperti anak Somalia dengan tatapan mata yang sayu.
  4. penyakit infeksi, penyakit tipus sering diikuti dengan tingkah laku sangat gelisah.
  5. tindakan operasi, operasi payudara dapat menyebabkan stres berat pada seorang wanita.

2. Stres juga dapat bersifat psiko-edukatif.

Ini berarti ia berasal dari alam psikologik (kejiwaan) dan alam pendidikan (edukasi) dari individu yang bersangkutan. Walaupun jenis-jenis stres itu dapat disebutkan satu demi satu, perlu diketahui bahwa semua jenis stres itu berpengaruh secara menyeluruh (integratif) terhadap perilaku individu. Dengan demikian, tidak jarang dapat ditemukan suatu “pola stres” tertentu :


i) Berbagai konflik dan frustasi yang berhubungan dengan kehidupan urban/modern.

  • konflik menantu dan mertua yang berkelanjutan, karena berbagai ketidakcocokan padahal tinggal bersama.
  • ibu-rumah tangga yang frustasi tidak boleh bekerja lagi padahal berpendidikan tinggi.
ii) Berbagai kondisi yang mengakibatkan sikap atau perasaan “rendah diri” sehingga individu “benar-benar” merasa dirinya terpukul “Antara lain dapat disebabkan kegagalan dan rasa rendah diri di mana terasa sekali bahwa “ideal yang diidam-idamkan” tidak mungkin tercapai, contoh: remaja putri yang tidak berhasil dalam sipenmaru.

iii) Berbagai kondisi kehilangan “status” dan perasaan dirinya “cacat” atau “habis riwayatnya”. Umpamanya bila orang benar diberhentikan dari posisinya, benar kehilangan sebagian besar keuangannya yang dihimpunnya selama hidupnya, benar kehilangan kawan karib/kawan seperjuangan/istri atau suami yang sangat dicintainya. Begitu pula seorang suami yang tertekan karena karier dan penghasilan istri melesat tinggi dibandingkan dengan dirinya.


iv) Berbagai kondisi iri hati karena dalam membandingkan diri dengan orang lain / pihak lain (status, posisi, kekayaan, dll). Misalnya seorang karyawan yang mempunyai kemampuan dan pendidikan lebih tinggi hanya menduduki jabatan yang lebih rendah, sedangkan yang berada diposisi tersebut kurang kemampuannya tetapi masih ada hubungan keluarga dengan pimpinan kantor.


v) Berbagai kondisi kekurangan yang dihayati sebagai sesuatu cacat yang menentukan kehidupan, umpama: penampilan fisik, jenis kelamin, usia, intelegensi, kondisi cacat (handicap). Misalnya seorang ibu walaupun cukup menarik tetap merasa kurang karena hidungnya yang kurang mancung.


vi) Berbagai kondisi perasaan bersalah/berdosa. Tidak jarang berhubungan dengan kode moral etik yang dijunjung tinggi secara pribadi, tetapi gagal dianut dalam praktek. Seseorang yang tergoda orang ketiga sewaktu pasangannya sedang tugas belajar kemudian merasa berdosa karena menghianati suaminya.


*
3. Stres sosio-kultural

  1. Kehidupan modern menempatkan individu-individu dalam suatu “kancah stres sosio-kultural” yang cukup besar. Perubahan-perubahan sosial / ekonomi dan sosial budaya berdatangan secara bertubi-tubi. Berbagai kondisi stres dapat dikemukakan secara lebih terperinci, diantaranya :
  2. Berbagai fluktuasi ekonomi dan akibatnya (menciutnya anggaran rumah tangga; pengangguran; kegelisahan tertentu yang menimpa pribadi individu maupun kelompok, dan lain-lain). Bayangkan seorang istri yang harus mengatur gaji untuk kebutuhan 1 (satu) bulan semakin bingung karena kenaikan gaji yang diterima tidak memadai dengan kenaikan barang kebutuhannya.
  3. Kesenjangan hidup keluarga
  4. Berbagai indikator sosial kultural dapat dipergunakan untuk menilai hal tersebut, diantaranya jumlah perceraian; konflik yang mengakibatkan keretakan rumah tangga, berbagai kekecewaan dan sebagainya. Pengaruh urbanisasi dan modernisasi dengan peningkatan tuntutan dan efisiensi hidup dan finansiil / materiil tidak jarang melandasi kehidupan keluarga. Demikian pula tidak terpenuhinya hal-hal di bidang lain, “peranan” yang diharapkan dijalankan oleh pihak suami/istri mertua/orang tua/anak/menantu dan lain-lain.
  5. Ketidakpuasan bekerja
  6. Dalam hubungan dengan kepuasan bekerja ternyata cukup banyak orang menganggap hal itu hanya “sekedarnya” apa boleh buat “merasa terpaksa karena tuntutan hidup”, sehingga mungkin tidak lebih dari 1/4 atau 1/3 jumlah tenaga kerja benar-benar yakin bahwa ia memperoleh kepuasan bekerja dalam menjalankan profesi/pekerjaannya. Salah satu faktor tersusupnya secara makin infiltratif yang disebut “teknologi modern” (menengah atau tinggi) yang makin menggolong-golongkan individu dalam segmen-segmen kerja yang anonim tanpa kemungkinan kreativitas yang sungguh-sungguh kecuali mengikuti petunjuk-petunjuk yang sudah dibakukan secara ketat. Karena itu pengaruh dan fungsi kesehatan jiwa makin terasa penting.
  7. Persaingan yang tajam, keras dan kadang tidak sehat
  8. Sukses yang dicapai berbagai orang tidak selalu disebabkan karena keunggulan-keunggulan yang obyektif. Bila latar belakang itu diketahui oleh lingkungan luas, maka sukses “semu” yang dicapainya itu dapat menimbulkan stres-stres tertentu. Oleh sebab itu, mungkin suatu pendekatan yang lebih merata dan “sportif” dapat lebih mengikat hati, dihargai dan mempesona. Walaupun demikian, dalam masyakarat umum yang dijadikan “idola dan idealisme” sering mereka yang sudah berhasil menggondol hadiah utama atau posisi puncak.
  9. Diskriminasi
  10. Walaupun telah dibuka kesempatan yang sama antara pria dan wanita, kadang-kadang masih dijumpai diskriminasi dalam karier untuk tenaga kerja wanita yang tentunya dapat menghambat potensi individu tersebut.
  11. Perubahan sosial yang cepat
  12. Perubahan cepat tidak senantiasa perlu berakibat buruk, bila disertai dengan penyesuaian yang memadai di bidang etik dan moral konvensional. Bila kesejajaran ini tidak harmonis, maka pola kehidupan konvensional akan senantiasa merasa terancam dengan berbagai akibat yang tidak diharapkan. Dalam kondisi terburuk, maka nilai-nilai materialistik akan mendominasi sehingga nilai-nilai religius - moralitik - spiritualistik terpengaruh dan melemah karenanya. Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya “benturan konflik”. Sebagian diungkapkan, dan untuk sebagian sekedar disimpan dalam hati untuk ditanggung dalam alam perasaan individu atau kelompok.
*
KEPRIBADIAN

Yaitu kumpulan corak kebiasaan yang digunakan seseorang untuk bereaksi terhadap rangsang baik yang berasal dari luar maupun dari dalam dan corak kebiasaan ini bersifat khas pada masing-masing individu.

Corak kepribadian yang relatif mudah atau peka ialah :

  1. Orang yang bersifat hati-hati, takut gagal, takut memperoleh hinaan dan kesalahan.
  2. Seseorang workaholic, seseorang yang senang sekali bekerja (tipe A)
  3. Seseorang dengan kebutuhan untuk keberhasilan yang tinggi.
  4. Seseorang yang kaku dalam proses berpikirnya, kurang lentur (rigid)
  5. Orang yang sedang mengalami krisis tengah umur (midlife-crisis)

TANGGAPAN TUBUH TERHADAP STRES (Daya Adaptasi).


Menurut Selye, stres merujuk pada suatu reaksi yang kompleks di pihak organisme terhadap pengaruh atau dampak non-spesifik dari lingkungan (pengaruh atau dampak itu dinamakan “stresor” atau “stimulus”). Sesuai dengan berat ringannya stres dan lama-singkatnya stres berlangsung, tubuh menanggapinya dalam tiga tahap.


*
1. Tahap “reaksi peringatan atau alarm” (tanggapan terhadap bahaya).


Tanggapan ini berfungsi untuk mengerahkan sumber daya tubuh melawan stres. Pada awal tanggapan terhadap bahaya itu, untuk sesaat reaksi tubuh turun di bawah normal. Misalnya, tekanan darah, detak jantung, pernapasan berkurang. Tetapi reaksi tubuh itu segera berbalik naik. Darah mengalir lebih cepat, jantung berdetak lebih cepat, pernafasan lebih cepat, keringat banyak keluar. Hal ini terjadi misalnya waktu kita menghadapi keadaan darurat misalnya hampir terlanggar kendaraan waktu mau menyeberang jalan. Pada tahap ini, biasanya orang berjuang mengatasi stres dengan melawan (fight) atau lari (flight) dari sumber stres. Reaksi tubuh terhadap stres yang tinggi ini tak mungkin bertahan lama. Maka bila stres terlalu keras dan tak terhindarkan, serta reaksi tubuh yang intens tetap tak berkurang, organisme tubuh dapat hancur dalam beberapa saat, jam atau hari. Jika tahap ini dapat diatasi, maka menyusul :


*
2. Tahap “adaptasi atau resistensi”


Gejala-gejala semula menghilang. Terjadi penyesuaian dengan perubahan lingkungan, dan bersangkutan dengan ini terciptalah suatu peninggian “daya tahan”. Dampak stresor atas organisme berkurang atau dinetralisasi. Tubuh tidak banyak menunjukkan gejala-gejala stres, seolah-olah biasa saja. Tetapi tubuh yang sudah menahan stres itu menjadi lemah jika menghadapi stres baru, sehingga mudah terkena penyakit.


*
3. Tahap “kelelahan” (exhaustion)


Cadangan adaptasi yang tersedia dalam organisme telah terpakai habis. Sekarang timbul penyakit misalnya hipertensi, tukak lambung, encok, asthma, reaksi allergi, penyakit jantung dan disebut sebagai “penyakit adaptasi”.


*
DAMPAK STRES


Orang yang mengalami stres dapat mengalaminya hanya untuk sementara waktu saja atau dapat untuk waktu lama. Pada tahap yang terakhir stres psikologik akan menampakkan diri dalam bentuk sakit fisik dan sakit psikis. Kesehatan jiwa terganggu. Orang dapat menjadi agresif, dapat menjadi depresi, dapat menderita neurosis cemas, dapat menderita gangguan psikosomatik, dapat tidak sehat badan, yaitu menderita penyakit fisik :


- Tekanan darah tinggi

- Sakit jantung
- Sesak nafas (Asthma Bronkhial)
- Radang usus, tukak lambung atau usus.
- Sakit Kepala (Tension Headache)
- Sakit eksim kulit (Neurodermatitis)
- Konstipasi
- Arthritis
- Kanker, dll.

*
UPAYA PENCEGAHAN STRES

  1. Jaga kesehatan fisik dengan makanan bergizi, cukup istirahat dan olahraga
  2. Mempunyai kepercayaan kepada Tuhan YME, hidup dalam pengharapan dan iman serta menjalankan ajaran Firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Menerima segala peristiwa dalam kehidupan sebagai pelajaran dan dapat mengambil hikmahnya.
  4. Jika mempunyai masalah yang melibatkan emosi, cepat selesaikan dengan cara yang benar. Jangan memendam emosi dan konflik.
  5. Belajar tidak egois dan selalu mau menolong orang lain
  6. Percaya diri, tidak rendah diri dan senang dengan dirinya (dapat menerima diri apa adanya)
  7. Nikmati, hayati, syukuri tiap-tiap menit yang berlalu (here and now, masa depan adalah serial dari masa sekarang)
  8. Pupuklah benih-benih cinta (kasih sayang)
  9. Kembangkan rasa humor
  10. Carilah nilai-nilai perjuangan dalam hidup, sehingga kita dapat menghadapi kehidupan dengan ulet dan tahan bantingan.
*
UPAYA PENANGGULANGAN STRES


1. Pemberian obat (terapi medikamentosa).

  • Jika sudah menderita gangguan Jiwa, pertama-tama penderita harus diberi obat dulu sesuai dengan diagnosisnya.
  • Hal ini perlu untuk menghilangkan gejala, sehingga penderita kembali tenang dan dapat berpikir jernih, sehingga dapat diberikan psikoterapi.
2. Psikoterapi

Psikoterapi ialah suatu cara pengobatan terhadap masalah emosional seorang pasien yang dilakukan oleh seorang yang terlatih, dalam hubungan profesional secara sukarela, dengan tujuan untuk menghilangkan, mengubah atau menghambat gejala-gejala yang ada, mengoreksi perilaku yang terganggu dan mengembangkan pertumbuhan kepribadian secara positif.


*
3. Latihan relaksasi


Latihan relaksasi dapat mengurangi kecemasan (anxietas), dapat menidurkan mereka yang menderita insomnia dan dapat mengurangi rasa sakit kepala yang ditimbulkan oleh stres. Latihan relaksasi dapat dilaksanakan dengan prosedur :

  1. relaksasi progresif (Jacobson)
  2. autogenic training (Schultz)
  3. biofeedback
  4. meditasi
*
Semua prosedur diatas umumnya memiliki beberapa prinsip yang sama yakni :

  1. diusahakan timbulnya pengendoran otot-otot tubuh.
  2. harus dilakukan secara teratur dan berulang kali.
  3. individu itu dianjurkan untuk memakai relaksasi ini dalam menghadapi situasi stres sehari-hari.
  4. juga diberikan pada klien suatu prosedur kognitif untuk menciptakan pikiran yang tenang, umpama : pada autogenic training, mereka harus mengulang-ulang kalimat “lengan dan kakiku sekarang berat dan hangat”.
  5. persamaan yang paling kuat dari semua model prosedur relaksasi di atas adalah atensi pasif, yakni suatu fenomena yang berlawanan dengan jawaban aktif atau perjuangan yang umum dilaksanakan dalam menghadapi stres. Umpama : autogenic training, klien diajarkan untuk melaksanakan konsentrasi pasif. Dalam bio-feedback training diajarkan untuk bertindak berlawanan dari “usaha keras”.
*
4. Upaya yang bersifat lingkungan

  1. Keluarga. Seorang isteri / suami dapat merupakan sokongan sosial yang sangat berharga bagi seorang yang sedang menderita stres. Demikian pula halnya dengan orang tua bagi anaknya dan sebaliknya.
  2. Perkumpulan senasib / seprofesi. Perkumpulan para lanjut usia, para remaja atau kawan dan sebagainya banyak pula dapat pembantu anggotanya bila ia mengalami suatu stres atau masalah.
  3. Agama. Berdoa bersama dalam agamanya telah banyak memperlihatkan khasiatnya dalam memberikan kekuatan pada seseorang dalam menghadapi persoalan-persoalannya.
  4. Penulis adalah seorang psikiater sekaligus seorang Pelatih Prana.
-----------

Sunday, April 5, 2009

Membangkitkan Kundalini


Belakangan ini dapat kita temukan berbagai tulisan atau pengajaran mengenai pembangkitan kundalini dengan cepat tanpa memperhatikan aspek lain yang sebenarnya sangat menentukan, yaitu pembentukan watak dan peningkatan spiritualitas, karena tanpa itu pembangkitan kundalini yang di agungkan itu akan berubah menjadi petaka bagi praktisinya, apalagi kalau itu dilakukan tanpa bimbingan seorang Guru Sejati tahap demi tahap, atau bahkan dengan kurang mendalam dan secara serampangan seseorang meramu sendiri tekniknya dari berbagai buku atau dari berbagai perguruan dan kemudian mengajarkannya kepada orang lain. Inilah yang menyebabkan terjadinya berbagai sindroma kundalini yang sangat sulit dipulihkan. Untuk itu di bawah ini diketengahkan sebuah tulisan yang diambil dari buku “Yoga Kundalini” karya Dr. Gede Kamajaya.

–––––––––––


Kundalini sering disebut sebagai ular api. Ia adalah kekuatan yang amat hebat yang berada dalam tubuh manusia.
Energi ini berada dalam semua tataran alam. Seperti halnya prana yang keberadaannya antara lain berhubungan dengan sinar matahari, penelitian kegaiban menunjukkan bahwa kundalini rupanya berhubungan dengan kekuatan di dalam pusat bumi. Jelaslah bahwa selain memerlukan prana, kita juga memerlukan kundalini untuk keperluan evolusi jiwa. Kita membutuhkan keduanya, tetapi bila salah satu di antaranya berlebihan atau kurang, maka hal ini dapat mengakibatkan bahaya yang sangat serius. Itulah sebabnya ada risiko yang cukup besar dalam membangkitkan kundalini, terutama bila praktisinya belum hidup suci dan murni.

Kita sudah banyak mendengar tentang kundalini serta bahaya pembangkitan sebelum waktunya. Dan apa yang banyak kita dengar itu memang ada benarnya. Ada bahaya yang benar-benar serius dalam membangkitkan aspek dari energi hebat ini sebelum ia memperoleh kesucian hidup dan pikirannya. Hanya dengan memperoleh kesucian hidup dan kesucian pikiranlah manusia dapat selamat bila ia ingin membangunkan kekuatan yang begitu hebat ini.


Banyak orang mengira bahwa kundalini benar-benar tidur dan tidak aktif. Tapi sebenarnya kundalini memiliki peranan yang amat besar dalam kehidupan manusia. Dia secara terus menerus memberikan energi kehidupan.

Seperti halnya semua energi yang lain, kundalini sendiri tidak tampak dengan mata biasa. Dalam tubuh manusia, kundalini menempatkan dirinya dalam suatu wadah berbentuk bola berongga konsentris yang terbuat dari zat astral dan eterik, yang satu berada dalam yang lainnya. Nampaknya terdapat tujuh bola konsentris seperti itu di dalam cakra dasar, di sekitar tulang ekor. Pada orang biasa energi ini aktif pada bagian terluar bola-bola ini. Di dalam bola-bola lainnya energi itu “tertidur”.

Kundalini sering digambarkan sebagai dewi dalam berbagai kitab yoga, indah berkilau seperti kilat sedang tidur di dalam cakra dasar, seperti seekor ular yang melingkar tiga setengah lingkaran melilit linga svayambhu dan menutupi pintu susumna dengan kepalanya. Walaupun dia tertidur dikatakan bahwa “Kundalini memelihara kehidupan semua makhluk”.

Pada saat kebangkitannya, jalan yang dilaluinya berbentuk spiral, berbelok-belok naik. Kebangkitan kundalini ini juga akan mengaktifkan kesadaran yang lebih tinggi sehingga alam-alam yang lebih tinggi akan terbuka nampak dihadapan kita secara berurutan.

Pada kebanyakan orang, kundalini berada di dasar tulang punggung dalam keadaan tidur, dan keadaan seperti ini memang jauh lebih baik daripada membangkitkkannya sebelum orang tersebut berkembang moralitasnya, dan sebelum pikiranya cukup bersih untuk dapat menangani energi itu tanpa terkena bahaya. Kemauan juga harus kuat untuk dapat menguasai energi itu.

Hendaknya orang jangan mencoba membangkitkan kundalini tanpa bimbingan seorang Guru yang amat mengerti persoalannya, karena bahaya yang ditimbulkan akibat pembangkitan yang salah amat serius dan nyata. Bahaya itu ada yang murni dan bersifat fisik dan juga batin. Gerakan kundalini tanpa kontrol selain merusak tubuh fisik juga bisa merobek lapisan badan halus.

Salah satu efek pembangkitan kundalini secara salah yang biasa muncul adalah api kundalini yang mengalir ke bawah dan bukannya ke atas. Dengan begitu merangsang nafsu-nafsu rendah demikian kuatnya sampai tingkat yang tidak mungkin lagi terbendung. Orang itu berada di hadapan kekuatan yang dahsyat seperti seorang perenang menghadapi mulut ikan hiu sendirian dengan tangan kosong. Orang seperti itu menjadi setengah manusia setengah binatang, raksasa keburukan, karena berada dalam cengkeraman kekuatan berjenis buruk yang terlampau kuat untuk dapat dilawan oleh kekuatan manusia biasa. Orang yang membangkitkan kundalini sebelum waktunya bisa saja memperoleh kekuatan gaib yang luar biasa, tapi kekuatannya itu menghubungkannya dengan evolusi dari tingkat rendah yang seharusnya dihindari oleh setiap manusia. Dan untuk membebaskan diri dari perbudakan itu dapat membutuhkan lebih dari satu inkarnasi.


Selain itu, pembangkitan kundalini sebelum waktunya akan mengintensifkan semua sifat manusia, mengaktifkan sifat jahat; lebih mudah daripada sifat mulia. Misalnya ambisi seseorang dalam badan mental yang sangat cepat terbangkitkan dan segera membengkak keluar badan. Kundalini dapat membuat daya intelek menjadi sangat intensif, tapi di waktu yang sama dapat menimbulkan kebanggaan abnormal bersifat kesetanan, yang tidak mungkin dapat diperkirakan.

Memang kurang bijaksana kalau seseorang mengira bahwa ia sanggup menghadapi kekuatan yang mungkin timbul dalam dirinya. Ini bukan energi biasa tapi energi yang tidak dapat dibendung. Yakinlah bahwa tidak seorang pun boleh membangkitkan kekuatan itu tanpa bimbingan seorang Guru Sejati. Jika kekuatan itu aktif tanpa disengaja, seharusnya ia minta nasehat kepada orang yang mengerti persoalan itu dengan segera. Sekali lagi, jangan mencoba-coba membangkintkan kekuatan yang dahsyat ini tanpa pengawasan Guru ahli yang akan mengawasi semua tahapannya. Kekuatan kundalini merupakan kenyataan yang hebat, salah satu kenyataan mendasar di alam semesta. Daya ini benar-benar tidak dapat dianggap sebagai permainan, karena mencobanya tanpa pengertian yang mendalam lebih berbahaya daripada seorang anak yang bermain-main dengan bahan peledak. Kitab Hatha Yoga Pradipika menyatakan, “Tenaga sakti ini memberikan kebebasan bagi para yogi dan memenjarakan orang bodoh”.

Dalam hal seperti itu, orang sering mengira bahwa bagi dirinya pasti ada perkecualian hukum alam, bahwa akan terjadi campur tangan Tuhan yang akan menyelamatkan dirinya dari perbuatan main-main itu. Yakinlah bahwa hal seperti itu tidak mungkin terjadi, seperti seorang yang secara ceroboh menyulut bahan peledak, sangat mungkin untuk menjadi korban yang pertama. Hal seperti ini berlaku bagi setiap kasus tanpa kecuali, karena dalam kerja Hukum Agung Alam Semesta tidak ada yang disebut dengan pilih kasih. Ingatlah pepatah yang sering diucapkan, “Hukum pertama dari praktek yoga adalah menjadi murid seorang Guru sejati”.

Banyak orang merasa yakin bahwa dia sudah siap memperoleh pelajaran yang tinggi (higher teachings) tanpa bekerja keras terlebih dahulu dengan sabar melalui pembentukan watak. Perbaikan karakter harus ditempuh terlebih dahulu, kemudian Guru akan memberitahu kapan dia siap melakukan pembangkitan kundalini yang dahsyat ini.

Kadang-kadang dapat terjadi pembangkitan lapisan api dari kundalini secara spontan sehingga terasa sedikit hangat, bahkan dapat bergerak dengan sendirinya. Bila ini terjadi dapat mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa, karena salurannya belum siap untuk maksud ini, sehingga api ini harus membakar banyak sampah eterik yang menghalangi proses perjalanannya. Bila kundalini bangkit dengan sendirinya atau bangkit tanpa disengaja, biasanya dia mengalir ke atas mengikuti arah yang sudah diambil oleh penjelmaan terendah dan terhalus. Bila mungkin, seharusnya kita menggunakan daya kemauan kita untuk menahan gerakannya. Dan bila tidak berhasil, kita tidak perlu menjadi cemas.

Api ular mungkin akan memancar keluar melalui kepala dan terlepas ke dalam atmosfir di sekelilingnya dan biasanya hal ini tidak mengakibatkan kerugian apa-apa kecuali adanya sedikit rasa lemah di tubuh. Orang mungkin hanya akan kehilangan kesadaran untuk sementara saja. Bahaya yang benar-benar mengerikan bukannya berhubungan dengan mengalirnya api kundalini ke atas, tetapi oleh adanya kemungkinan mengalirnya api kundalini ke bawah dan ke dalam.

Banyak orang berkata bahwa penguasaan yang sempurna atas yoga tidak bisa dicapai dalam satu kehidupan. Karena itu penguasaan kundalini harus diulang pada setiap inkarnasi, karena alat-alat itu diganti pada setiap inkarnasi. Tetapi sekali seseorang berhasil menguasainya maka akan lebih mudah dalam melakukan pengulangan itu. Jika seseorang telah menjadi murid dari seorang Guru Sejati dan belum mencapai kesempurnaan dalam hidup ini, maka sang Guru akan menuntun dan mengarahkan jiwa si murid sehingga pada kelahiran berikutnya dia berada pada kondisi yang memungkinkannya menyempurnakan kemajuan rohaninya. Inilah tanggung jawab berat seorang Guru Sejati yang dengan penuh ketulusan yang tanpa pamrih, dan tanpa pengingkaran, dia tidak akan berhenti membimbing siswanya sebelum dia mencapai tujuan tertinggi.

Bila sudah kundalini terbangkitkan, dia haruslah dikuasai benar-benar, dan harus digerakkan melewati pusat-pusat dengan urutan tertentu sesuai dengan perbedaan jenis orangnya. Gerakan ini juga harus dilakukan dengan cara yang khusus supaya memperoleh hasil yang memuaskan.

Jika kundalini dibangkitkan dengan benar di bawah petunjuk Guru Sejati yang berwenang, maka kebangkitan kundalini itu akan memberi berkah dengan semua pencapaian kerohanian sejati. Kebangkitan itu memberi pencerahan dan kesadaran rohani yang agung, mengantarkannya menuju pencapaian samadhi yang tertinggi (nirvikalpa samadhi), dan sekaligus memberi penguasaan atas segala sakti.

Semoga setelah membaca artikel diatas, kita mulai mengerti bahwa membangkitkan kundalini tanpa bimbingan Guru Sejati memang tidak mudah dan mengandung risiko. Untung kita punya Yoga Arhatik, cara yang mudah, bertahap dan aman membangkitkan kundalini.

-----------

Wednesday, April 1, 2009

Penyembuhan Masal

Oleh : Bernard Prasodjo

Kadang kala, mau tidak mau, karena berbagai hal, kita terpaksa harus melakukan penyembuhan secara masal, seperti dalam kasus Safari Penyembuhan Prana di Tegal, dimana pasiennya terlampau banyak, sedangkan penyembuhnya hanya tiga orang dan waktunya sangat terbatas. Kalaupun harus dilakukan penyembuhan satu persatu, mungkin dibutuhkan waktu selama tiga hari tanpa henti.

Penyembuhan masal memang jarang dilakukan oleh para penyembuh prana, kecuali kalau terpaksa, mengapa demikian? Karena pada tingkat seperti kita, memang sulit melakukannya dengan hasil yang memuaskan, karena dalam penyembuhan masal, diperlukan energi ilahi atau energi ungu listrik dalam jumlah yang sangat banyak.

Tetapi ini tidak berarti bahwa kita tidak dapat melakukannya, dengan mempersiapkan diri dengan baik, misalnya dengan melakukan meditasi sebelumnya, dengan ketulusan dan cinta kasih serta keyakinan serta kepercayaan diri yang besar, kita mampu melakukannya. Tetapi kendalanya lebih pada pasien kita, kadang mereka kurang puas kalau dirawat dengan teknik penyembuhan masal ini, mereka lebih yakin kalau penyembuhan dilakukan secara pribadi, hal ini menyebabkan pasien kurang reseptif, dan kalau pasien kurang reseptif, penyembuhan tidak mungkin dapat berjalan dengan baik.

Walaupun penyembuhan masal dapat dilakukan secara umum, dengan tanpa mengelompokkan pasien berdasarkan penyakitnya terlebih dahulu, tanpa menghiraukan penyakit yang diderita pasien-pasien kita, kita sekaligus dan langsung melakukan penyembuhan masal kepada mereka.

Tetapi kita perlu rendah hati, sebaiknya kita mengukur kemampuan kita, pengalaman kita dan kekuatan penyembuhan kita. Harus kita sadari bahwa kita masih dalam tingkat pemula, masih banyak yang perlu kita pelajari. Sangat bijaksana kalau kita mengelompokkan pasien kita terlebih dahulu berdasarkan penyakit yang dideritanya, cukup dalam garis besarnya saja, misalnya yang menderita gangguan pernapasan dikelompokkan menjadi satu, termasuk di dalamnya penyakit asma, batuk, sakit tenggorokan dan sebagainya. Demikian pula yang menderita gangguan pencernaan, misalnya maag, diare, kembung dan sebagainya. Atau yang menderita penyakit dalam, paru-paru, jantung, hati dan sebagainya.

Master sendiri lebih suka melakukan penyembuhan masal berdasarkan pengelompokan penyakit seperti diatas.

.
Bagaimana cara melakukan penyembuhan masal?

Berikut ini adalah teknik penyembuhan masal yang biasa dilakukan oleh penulis. Ini merupakan gabungan penyembuhan masal dengan penyembuhan instruktif. Cara ini bukanlah cara yang baku, bisa saja setiap penyembuh menggunakan tekniknya sendiri.


Sebelum melakukan penyembuhan masal sebaiknya kita mempersiapkan diri dengan baik, yang ideal adalah dengan terlebih dahulu melakukan meditasi beberapa hari berturut-turut, ini diperlukan terutama untuk mengaktifkan cakra mahkota kita agar dapat menarik lebih banyak energi ungu listrik. Secara garis besar tekniknya adalah sebagai berikut:
  1. Tingkatkan penerimaan (reseptivitas) pasien kita, antara lain dengan menjelaskan apa yang harus dilakukannya selama penyembuhan berlangsung, mereka harus mempunyai keyakinan penuh, misalnya dengan mengatakan sebagai berikut: “Bapak dan ibu, kita akan memulai penyembuhan ini, silahkan duduk dengan punggung tegak, jangan menyandar, jangan menyilangkan kaki dan tangan (sambil memberikan contoh), pejamkan mata, sekarang kita akan mengatur napas, tarik napas pelan-pelan..., hembuskan perlahan-lahan..., tarik lagi pelan-pelan..., hembuskan lagi perlahan-lahan, terus lakukan pengaturan napas ini selama penyembuhan berlangsung. Berdoalah kepada Tuhan agar diberi kesembuhan, kalau bapak ibu berdoa dengan penuh keyakinan, Tuhan pasti mengabulkan permohonan bapak dan ibu, jangan ragu, yakinlah. Tetapi sebelumnya buanglah dulu rasa benci, dendam, kemarahan, kecemasan dari dalam hati, mohon ampunlah pada Tuhan, Tuhan pasti mengabulkan permohonan bapak ibu. Ucapkan terimakasih atas anugerah yang sudah bapak dan ibu terima.”
  2. Berdoalah dengan suara yang cukup keras, agar terdengar oleh pasien anda, sehingga mereka dapat ikut berdoa: “Tuhan, dengan rendah hati kami mohon rahmatmu, untuk kesembuhan saudara-saudari kami ini, jadikanlah aku alat penyembuhMu, berikanlah perlindungan, bimbingan dan pertolonganMu, dengan penuh keyakinan dan terimakasih, terjadilah!!” Anjurkan pasien anda untuk memusatkan perhatian ke bagian tubuh mereka yang sakit, sambil terus berdoa.
  3. Berdoalah dalam hati, “Tuhan, terimakasih atas energi ilahiMu, terimakasih atas kesembuhan saudara-saudari kami ini, dengan penuh keyakinan terjadilah!!” Dengan serentak pusatkan perhatian anda pada cakra mahkota dan cakra jantung anda, tariklah energi ungu listrik melalui cakra mahkota, bayangkan energi itu mengalir ke cakra jantung kemudian terpancar melalui telapak tangan anda. Bayangkan energi ungu listrik ini memasuki cakra ajna masing-masing pasien anda, terus mengalir memenuhi tubuh mereka, memancar keluar dan mulai memenuhi aura mereka, aura mereka bertambah besar dan saling menyatu, bayangkan semua pasien anda berada dalam lautan cahaya ungu listrik.
  4. Dalam hati katakan: “Seluruh aura, semua cakra, meredian, organ, kelenjar, syaraf, otot, tulang, cairan tubuh telah dibersihkan.... (beri waktu cukup lama), diberi energi...., dan menjadi normal....... Secara fisik, emosi, mental dan spiritual mereka telah sembuh, terjadilah, terjadilah, terjadilah”, pusatkan perhatian terutama pada cakra dan organ yang terganggu, sesuai dengan kelompok penyakit yang sedang disembuhkan. Pancarkan terus energi ungu listrik ke pasien anda.
  5. Berdoalah sekali lagi dalam hati “Tuhan, terimakasih atas kesembuhan yang telah Kau berikan, terimakasih Engkau telah menjadikan aku alat penyembuhMu, terimakasih atas energi penyembuhMu, terimakasih atas perlindungan, bimbingan dan pertolonganMu, dengan penuh keyakinan dan dengan penuh rasa syukur, terjadilah.”
  6. Katakan pada pasien-pasien anda: “Bapak ibu, berdoalah dengan penuh keyakinan kepada Tuhan, ucapkan terimakasih atas kesembuhan yang telah diberikanNya, kalau bapak ibu yakin, bapak ibu pasti diberi kesembuhan....! Tarik napas pelan-pelan..., hembuskan perlahan-lahan..., tarik lagi..., hembuskan..., terus lakukan pernapasan tenang ini. Sekarang perlahan-lahan buka mata bapak ibu sekalian sambil tersenyum, bagaimana rasanya? Pasti bapak ibu merasa lebih baik."
  7. Beritahu pasien anda agar jangan mandi 12 jam setelah penyembuhan, agar energi penyembuhan dapat terus bekerja sampai habis digunakan.
-----------