Showing posts with label (3) artikel. Show all posts
Showing posts with label (3) artikel. Show all posts

Wednesday, March 4, 2009

Jujur Berbuah Kelimpahan

Diterjemahkan dari buku “Living with the Himalayan Masters”
Oleh : Wulandari

Saya teringat pada sebuah peristiwa ketika bepergian bersama Guru saya beberapa tahun yang lalu. Seorang kepala setasiun kereta api di sebuah kota yang kami lewati menghampiri saya dan berkata: “Pak, beri saya sesuatu untuk berlatih, saya berjanji akan melakukannya dengan sungguh-sungguh”.

Guru berkata kepada saya, “Beri dia sesuatu yang nyata untuk berlatih”.

Saya menjawab, “Bagaimana mungkin seorang bodoh membimbing yang lain? Akan lebih baik kalau Guru yang membimbingnya”.

Maka Guru berkata, “Mulai saat ini, jangan berbohong. Berlatihlah melaksanakan ini dengan tekun selama tiga bulan.”

Kebanyakan pegawai stasiun kereta api di daerah itu tidak jujur dan suka menerima suap. Tetapi orang ini benar-benar memutuskan untuk tidak menerima suap atau berbohong lagi.

Masih dalam minggu yang sama, seorang pengawas dari kantor pusat datang untuk memeriksa dia dan bawahannya. Kepala setasiun itu menjawab semua pertanyaan pengawasnya apa adanya. Ini benar-benar menyebabkan kesulitan besar pada jajarannya. Karena semua karyawan di situ biasa menerima suap, termasuk kepala setasiunnya sendiri, maka merekapun dihukum. Dia berpikir, “ini baru hari ke tigabelas, dan lihatlah kesulitan yang saya hadapi. Apa yang akan terjadi padaku nanti setelah tiga bulan?”

Segera saja isteri dan anak-anaknya pergi meninggalkannya. Dalam sebulan hidupnya semakin hancur berkeping-keping.

Sekarang kepala setasiun itu benar-benar sangat menderita, dan kami sudah berada sejauh 500 kilometer, ditepi sungai Narbada. Guru yang sedang berbaring dibawah pohon tiba-tiba tertawa. Katanya kemudian,“Apa kamu tahu yang sekarang sedang terjadi? Orang yang aku suruh untuk tidak berbohong hari ini masuk penjara.”

Aku bertanya,“Jadi apa yang Guru tertawakan?”

Jawabnya, “Aku tidak mentertawakannya, aku mentertawakan dunia yang tolol ini!”

Dua belas orang dikantor kepala setasiun itu bersatu dan mengatakan bahwa kepala setasiunlah yang melakukan kesalahan, walaupun pada kenyataannya dia telah berkata jujur. Mereka menuduh bahwa dialah satu-satunya orang yang bersalah menerima suap, sehingga dia dimasukkan kedalam penjara dan keduabelas orang lainnya dibebaskan.

Ketika kepala setasiun itu diadili, hakim menatapnya dan bertanya, mana pengacara saudara?”

“Saya tidak membutuhkannya.”

Hakim berkata,“Tetapi aku ingin ada seseorang yang membelamu.”

“Tidak.“ Kata kepala setasiun itu, “Saya tidak membutuhkan pengacara seorangpun, Yang saya inginkan hanyalah berbicara sejujurnya. Tak peduli berapa tahun bapak memasukkan saya dibelakang terali besi, saya tidak akan berbohong. Saya memang biasa menerima suap, lalu saya bertemu dengan seorang suci yang menasehati saya untuk tidak berbohong lagi apapun yang terjadi. Isteri dan anak-anak saya telah pergi meninggalkan saya, saya kehilangan pekerjaan saya, saya tidak punya uang maupun teman dan saya dipenjara. Semua ini terjadi dalam satu bulan. Saya harus berlatih mempraktekkan kebenaran selama dua bulan lagi, tak jadi soal apa yang akan terjadi. Pak, penjarakan saja saya, saya tidak peduli.”

Hakim kemudian menunda sidang dan diam-diam memanggil laki-laki malang itu ke kamar kerjanya. Dia bertanya,“Siapakah orang suci yang mengatakan ini kepadamu?”

Dia menggambarkan ciri-cirinya. Kebetulan hakim itu adalah murid orang suci tersebut. Dia membebaskan kepala setasiun itu dan berkata, “Kamu berada dijalur yang benar. Tetaplah begitu. Aku berharap akupun dapat berbuat seperti kamu.”

Sekarang sudah hampir tiga bulan berlalu, orang itu tidak punya apa-apa lagi. Tepat tiga bulan sejak dia bertemu Guru, ketika dia sedang duduk tenang dibawah sebatang pohon dia menerima sebuah telegram yang berbunyi, “Ayah anda mempunyai sebidang tanah yang sangat luas, tanah itu sudah lama sekali diambil oleh pemerintah. Sekarang pemerintah hendak memberikan ganti rugi.”

Pemerintah memberikan uang senilai sebelas milyard. Dia tidak tahu menahu tentang tanah, yang berada di provinsi lain itu. Dia berpikir, “Hari ini saya telah menyelesaikan tiga bulan penuh pelajaran tidak berbohong dan saya menerima hadiah yang begitu besar.”

Dia menyerahkan uang itu ke isteri dan anak-anaknya, dengan gembira mereka berkata, “Kami semua ingin kembali kepadamu.”

“Tidak,” katanya, “Sampai saat ini aku baru mengalami apa yang terjadi kalau aku tidak berbohong selama tiga bulan. Sekarang aku ingin melihat apa yang akan terjadi kalau aku tidak berbohong selama sisa hidupku ini.”

Kebenaran adalah tujuan utama kehidupan manusia, kalau ini dipraktekkan dalam pikiran, perkataan dan tindakan, tujuan utama ini akan dapat segera dicapai. Kebenaran dapat di capai dengan mempraktekkan “tidak berbohong” dan dengan tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan hati nurani. Hati nurani adalah pembimbing yang terbaik.

----------

Monday, March 2, 2009

Cara Menggunakan Pendulum (1)

Karya Sig Lonegren; Disunting oleh: Bernard Prasodjo

*
Apakah Dowsing itu?

Kalau kita perhatikan, banyak di antara Penyembuh Prana yang memiliki pendulum, tetapi tidak mempelajari cara penggunaannya dengan cukup baik, sehingga kurang dapat memanfaatkan pendulumnya dengan benar. Untuk itu berikut ini disajikan rangkuman teknik penggunaan pendulum, yang dipetik dari buku “The Pendulum Kit” karya Sig Lonegren. Dengan jelas, langkah demi langkah dia membimbing kita agar dapat menguasai penggunaan pendulum dengan baik dan benar.

Pada suatu hari yang cerah, kami duduk-duduk di halaman rumput di depan rumah untuk menikmati hari yang indah bersama beberapa orang teman. Tanpa disadari, isteriku Shanty, bermain-main dengan cincin kawinnya, warisan nenekku, tiba-tiba tanpa sadar, cincin itu terjatuh dan tak dapat ditemukannya kembali. Bagaimana cara kami dapat menemukan cincin yang hilang itu?

Kami membagi halaman rumput itu menjadi kotak-kotak kecil dan mulai merngais-ngais dengan kalut ke bawah rerumputan mencoba meraba barangkali cincin itu ada di situ, namun tanpa hasil.

Tiba-tiba saya teringat kalau saya membawa pendulum di saku saya. Saya punya pendulum pelor – terbuat dari logam yang cukup berat, berdiamater sebesar batang pena, panjangnya 3 sentimeter dan runcing di salah satu ujungnya, benda itu tergantung pada seutas rantai halus sepanjang 15 sentimeter.

Ketika saya memegang rantainya dengan bandul terjuntai ke bawah, segala macam pikiran masuk ke dalam benak saya, “Cincin itu pemberian nenek, dan sekarang sangat berharga bagi Shanty...., batunya sangat indah dan tak ada duanya.... mungkinkah akan hilang selamanya....? Hai, tunggu sebentar! Ini sungguh penting bagiku. Pusatkan pikiran, ada di manakah cincin kawin Shanty berada?

Pendulum mulai berayun maju-mundur membentuk garis sedikit ke sisi kiri saya, “Apakah di depanku?” Pendulum berputar searah jarum jam, untukku ini berarti ya, tengkukku mulai merinding, ini adalah cara tubuhku memberi tahu bahwa aku berada di arah yang benar, aku mencatat arah garis yang ditunjukkan tadi dalam benakku, kemudian melangkah kira-kira satu langkah ke kiri dan sedikit ke depan. Sekali lagi aku bertanya, “Di arah manakah cincin kawin Shanty berada?” Kali ini pendulum mulai berayun maju-mundur, menunjuk tepat di depanku. Dalam benakku aku bisa membayangkan garis yang pertama tadi, kemudian aku melihat ke arah yang sekarang ditunjukkan. Letak cincin pasti di titik persilangan kedua garis ini. Aku ulurkan tanganku tepat di titik persilangan di rerumputan dan meraba di bawah bilah-bilah rumput. Kurasakan cincin Shanty berada di antara jari-jariku. Bagaimana aku dapat melakukan hal seperti ini? Bagai mana mungkin ayunan pendulum logam bisa menunjukkan posisi benda berharga yang salah letak? Gejala apakah yang disebut dengan DOWSING ini, dan bagaimana hal ini bisa terjadi?

Mari kita mengawali dengan mengatakan bahwa sebagai tambahan agar bisa menjadi cara yang baik untuk menemukan barang yang hilang, DOWSING adalah sebuah cara menyeimbangkan aspek rasional kita dengan intuisi kita. Pendulum adalah sebuah alat untuk menjelajahi kesadaran kita, sebagai usaha menemukan jawaban dari pertanyaan yang tidak bisa dijawab dengan proses pikiran rasional atau dengan menggunakan metodologi ilmiah. Dan proses pikir rasional juga merupakan bagian integral dari proses DOWSING.

Jadi mari sekarang kita masuk ke dalam persoalan DOWSING, atau yang oleh sementara orang disebut dengan ‘divining’ atau divinasi, tak ada beda antara divining dan DOWSING. Keduanya punya arti yang sama. Dalam tulisan ini digunakan istilah DOWSING karena istilah ini lebih umum digunakan untuk menggambarkan metoda penggunaan sebuah pendulum (atau alat lainnya). Namun kalau Anda lebih suka menggunakan istilah Divining, itu baik juga.

Sekarang kita akan segera mulai membahas DOWSING dengan mempelajari dua sinyal atau jawaban pendulum (ya dan tidak), yang dapat digunakan oleh intuisi Anda untuk berkomunikasi dengan Anda. Dalam upaya memahami apa sebenarnya gejala DOWSNG itu, terlebih dahulu kita perlu mengetahui perihal otak kanan dan otak kiri, dan jalan untuk mengetahuinya adalah dengan membahas bagaimana sebenarnya proses DOWSING itu bekerja. Saya yakin bahwa intuisi dan DOWSING adalah satu dan sama, dan DOWSING pasti akan membuat kemampuan intuitif Anda terlatih. Kita akan melihat beberapa kemungkinan untuk menjelaskan apa sebenarnya DOWSING itu, termasuk menganalogikannya dengan radar dan membandingkannya dengan hologram.

*
Latihan

Sekarang kita akan mulai berlatih melakukan DOWSING. Agar benar-benar dapat mengerti isi tulisan ini, diperlukan partisipasi aktif Anda. Tidak mungkin Anda bisa mempelajari bagaimana melakukan DOWSING hanya dengan membaca tentang DOWSING saja, Anda harus benar-benar melakukan DOWSING itu!

*
Persiapkan pendulum Anda sekarang

Mari kita langsung melakukan latihan DOWSING yang pertama, dan mulai menggunakan alat mungil yang menakjubkan ini. Kita akan mengawalinya dengan mencari tiga jawaban berbeda yang dapat dilakukannya. Yang pertama adalah ‘posisi mencari,’ ini adalah posisi yang menandakan “Aku siap memulainya.”

Peganglah pendulum dengan posisi ibu jari dan telunjuk mengarah ke bawah, dengan tali pendulum di antaranya. Julurkan talinya sepanjang 15 cm, dari ujung jari sampai bandul pendulum. Anda boleh meletakkan siku Anda di atas meja kalau dengan begitu Anda merasa lebih nyaman.

‘Posis mencari’ adalah titik di mana Anda akan memulai semua operasi DOWSING, yang lain akan segera Anda pelajari dalam tulisan selanjutnya. Dalam menggunakan pendulum, tak ada reaksi atau jawaban yang universal. ‘Posisi mencari’ seseorang bisa tidak sama dengan yang lain. Biasanya ada dua jenis reaksi. Antara tidak ada gerakan sama sekali (bandul pendulum hanya tergantung diam tak bergerak) atau gerak maju-mundu,r ke arah Anda kemudian menjauh. Keduanya merupakan ‘posisi mencari’ yang dapat diterima. Berikut ini adalah latihan Anda yang pertama.
Peganglah pendulum Anda dengan cara seperti ini

Peganglah pendulum dengan posisi seperti yang terlihat dalam gambar di atas, katakan pada pendulum Anda "tunjukkan padaku posisi mencariku. Aku ingin tahu posisi mencariku!”
Dalam hal ini hasil yang terbaik adalah: usaha pertama Anda melakukan DOWSING sukses total, walau pendulum Anda sama sekali tidak bergerak, bila posisi mencari Anda adalah diam. Beberapa dowser (orang yang melakukan dowsing) menemukan bahwa respon ‘ya’ nya adalah gerak maju-mundur, seperti ketika Anda menyatakan ‘ya’ dengan menganggukkan kepala. Banyak juga yang menemukan jawaban ‘ya’ mereka sebagai gerak memutar berlawanan arah jarum jam. Kedua respon ini sama baiknya.
Sekarang peganglah pendulum Anda dalam ‘posisi mencari’ Anda, lalu ajukan pertanyaan berikut ini: “Apakah rumput yang tumbuh subur berwarna hijau?” Tentu saja Anda tahu bahwa jawaban dari pertanyaan ini adalah ‘ya’, jadi nantikanlah pendulum Amda dengan sabar, adakah bedanya dengan posisi mencari Anda? Bisa juga Anda mencoba dengan cara yang lain: Tunjukkanlah ‘ya’ padaku, tunjukkan ‘ya’ padaku!”

Bila nampaknya pendulum Anda tidak ingin bergerak dengan kemauannya sendiri, gerakkanlah! Saya usulkan agar Anda menggerakkannya searah jarum jam. Ketika Anda melakukan itu, berkatalah pada diri Anda sendiri (atau dengan suara keras kalau dengan demikianAnda bisa merasa lebih yakin): “Ini adalah ‘ya’, ini adalah ‘positif’, ini adalah ‘yang’, ini adalah ‘ya’.”
Mari sekarang kita cari jawaban ‘tidak’. Bila respon ‘ya’ yang diberikan maju-mundur, mungkin Anda akan menemukan ‘tidak’ Anda dengan gerak pendululum dari sisi ke sisi yang lain. Seperti ketika Anda menggelengkan kepala Anda ketika mengatakan tidak. Demikian pula, bila ‘ya’ Anda searah jarum jam, mungkin jawaban ‘tidak’ yang Anda temukan adalah gerak berlawanan arah jarum jam. Mari kita coba mencari respon ‘tidak’ Anda dengan melakukan latihan berikut ini:
Peganglah pendulum Anda dalam posisi mencari, lalu ajukan pertanyaan berikut ini: “Apakah salju berwarna hijau?” sekali lagi sebenarnya Anda sudah tahu jawabannya, jadi tunggulah pendulum Anda sampai posisinya berubah dari posisi mencari, ini bukan respon ‘ya’ Anda. Ini adalah respon ‘tidak’ Anda.

kalau ini tidak berhasil, tidak apa-apa. Banyak di antara para pemula yang dengan susah-payah baru berhasil membuat pendulumnya bekerja dengan sendirinya (paling tidak ini adalah perasaan yang timbul ketika untuk pertama kalinya kita melakukannya). Jadi, saya usulkan agar Anda menggerakkannya berlawanan arah jarum jam, dan katakan pada diri Anda sendiri “Ini adalah ‘tidak’, ini adalah ‘yin’, ini adalah ‘tidak’!”
Bila Anda telah melakukan latihan ini berulang kali, setiap hari selama seminggu, kemampuan Anda melakukan DOWSING dengan pendulum akan terbentuk. Sebenarnya yang terjadi adalah Anda sedang berkomunikasi dengan “bawah sadar” Anda, dan sedang menetapkan sebuah kode. Sebenarnya tidak menjadi masalah benar apapun kodenya, yang penting Anda memilikinya. Sampai di sini, dengan tiga tanda yang berbeda yang sudah Anda ketahui maksudnya, yaitu posisi mencari, ya dan tidak. Berjanjilah pada diri Anda sendiri bahwa Anda mau melakukan ketiga latihan ini setiap hari selama seminggu penuh. Ini akan benar-benar membantu Anda mengembangkan kemampuan DOWSING Anda.

(Bersambung)
----------

Wednesday, February 25, 2009

Menjadi Penyembuh Efektif

Agar menjadi penyembuh Prana yang efektif

Oleh : Bernard Prasodjo

Bagaimana kita bisa menjadi penyembuh prana yang efektif? Apa saja yang harus kita lakukan? bagaimana kita memperlakukan pasien kita? Apakah kita mempunyai pedoman etika? Artikel dibawah ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas.

Untuk menjadi penyembuh Prana yang efektif, ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian kita, agar memaksimalkan perawatan yang kita berikan, sehingga kita dapat lebih banyak mengurangi penderitaan pasien kita. Hal-hal yang disebutkan dibawah ini, walau beberapa diantaranya sudah pernah dimuat dalam buletin ini, adalah yang terpenting:
  1. Sebelum kita melakukan perawatan, selalu awali terlebih dahulu dengan doa, memohon rahmat Tuhan untuk berkat, bimbingan, bantuan, perlindungan dan kesembuhan bagi pasien kita. Juga anjurkan pasien untuk berdoa mohon kesembuhan dan mohon pula agar penyembuhnya diberikan kekuatan penyembuhan. Dengan demikian kita diyakinkan bahwa yang menyembuhkan pasien kita sebenarnya adalah Tuhan Sang Maha Penyembuh sendiri, sedangkan kita hanyalah sebagai saluran energi penyembuhan saja.
  2. Santai dan tersenyumlah pada saat melakukan penyembuhan. Karena dengan bersantai, tidak tegang, kita lebih dapat memancarkan energi penyembuhan dengan lancar, sehingga perawatan kita lebih efektif. Dengan tersenyum cakra-cakra kira lebih membuka, sehingga energi yang kita pancarkan lebih kuat dan lebih lembut. Kalau kita melakukannya dengan terlalu banyak kemauan, malah akan menghambat energi yang kita pancarkan, sehingga tidak terjadi kesembuhan. Jadi kalau pasien kita tidak kunjung sembuh, bertanyalah pada diri sendiri, apakah kita terlalu menggunakan kemauan ketika menyembuhkan. Hal seperti ini biasanya terjadi ketika kita sedang merawat anggota keluarga atau orang yang sangat kita cintai. Menggunakan terlalu banyak kemauan inilah yang menyebabkan seorang penyembuh kadang-kadang sulit menyembuhkan keluarga sendiri. Selain itu, berlakulah sopan dan hormati pasien. Dengan demikian akan meningkatkan reseptifitas pasien kita., sehingga memudahkan perawatan yang kita lakukan. Kalau pasien kita tidak reseptif bahkan menolak atau tidak mempercayai metoda penyembuhan yang kita lakukan, kita dapat mengetahuinya karena kita merasakan energi yang kita berikan tertolak.
  3. Bersungguh-sungguhlah dalam melakukan penyembuhan, lakukanlah dengan sepenuh kemampuan kita. Jangan terburu-buru. Lakukan perawatan satu demi satu, artinya, lakukan perawatan secara berurutan, selesai membersihkan dan memberikan energi pada satu cakra baru beralih ke cakra berikutnya, lakukan demikian juga pada organ-organ yang perlu dirawat.
  4. Selalu lakukan penyapuan dengan teliti. Sering kali penyapuan yang seksama pada daerah yang sakit sudah banyak mengurangi sakit seorang pasien atau bahkan sudah menyembuhkan.
  5. Sedapat mungkin, selalu sediakan ember berisi air dan garam. Buanglah prana kotor dan berpenyakit kedalam ember dengan tepat, sehingga tidak akan mengenai diri kita atau orang lain.
  6. Kibaskanlah tangan dan jari Anda setiap saat setelah melakukan penyapuan. Jangan segan melakukan ini sering-sering untuk menghindari kontaminasi.
  7. Stabilkanlah energi yang sudah diberikan dengan benar. Jangan asal-asalan. Ini untuk memastikan agar energi yang sudah kita berikan tetap tinggal disitu, tidak kembali ke penyembuh, atau menyebar kemana-mana, sehingga dapat dimanfaatkan dengan maksimal oleh tubuh pasien.
  8. Jangan lupa memotong tali energi yang menghubungkan kita dengan pasien. Terutama tali eteris yang menghubungkan solar plexus kita dengan solar plexus pasien pada akhir penyembuhan.
  9. Bersyukur dan berterima kasihlah pada Tuhan Yang Maha Kuasa untuk penyembuhan yang telah diberikan, atas berkat, perlindungan, bimbingan dan bantuanNya.
*
Pedoman Etika Penyembuhan
  1. Merupakan tanggung jawab seorang penyembuh untuk berusaha dalam segala kemungkinan dengan kemampuan dan pengetahuan kita yang tertinggi dalam menyembuhkan dan meringankan penderitaan pasien.
  2. Penyembuh berhak memperoleh imbalan atau jelasnya meminta pembayaran atas jasa yang diberikannya. Tetapi dia harus menghindari tarif jasa yang terlampau tinggi yang terlalu membebani pasien. Atau yang nilainya melebihi kemampuannya menyembuhkan.
  3. Dalam situasi bagaimanapun, penyembuh tidak boleh menolak atau menghindari seorang pasien karena alasan tidak mampu membayar. Jadi yang terpenting adalah terlebih dahulu melakukan penyembuhan, soal diberi imbalan ataupun tidak itu bukan menjadi soal benar. Dan yang biasa dilakukan sebagian besar penyembuh Prana di Indonesia adalah dengan sukarela, penuh kasih sayang dan dengan penuh ketulusan melakukan perawatan, tanpa mengharapkan imbalan. Tetapi sebaliknya kalau pasien memberikan tanda ucapan terimakasih, kita tidak dianjurkan untuk menolaknya, begitu kita menerimanya, dihadapan pasien kita berdoa mengucapkan terimakasih atas pemberian yang Tuhan berikan melalui pasien kita, dan mendoakan pasien agar diberi kesembuhan dan rejeki yang berlimpah. Kita bisa menggunakan uang itu untuk pribadi ataupun sosial. Hal ini akan dibahas dengan lebih mendalam di MediaPrana terbitan yang akan datang.
  4. Penyembuh harus merahasiakan data-data penyakit yang diderita pasien, apalagi kalau data-data tersebut akan mempermalukan pasien bila diketahui orang lain.
  5. Dalam situasi apapun, penyembuh dilarang memanfaatkannya untuk perbuatan tidak terpuji, terutama yang menjurus pada pergaulan tidak senonoh dengan pasiennya. Karena biasanya seorang pasien, kalau sudah percaya pada penyembuhnya, akan patuh pada penyembuhnya. Dianjurkan untuk merawat pasien diruang terbuka, ini untuk menghindari hal diatas.
*
Selain yang disebutkan dimuka, ada beberapa hal lain yang seharusnya dilakukan oleh seorang penyembuh Prana yang baik, diantaranya adalah yang dibawah ini :
  1. Menghormati para Guru Penyembuh Prana, dan membantu mereka untuk menyebarluaskan manfaat seni penyembuhan ini agar berguna bagi sebanyak mungkin anggota masyarakat.
  2. Selalu menjaga dan menegakkan kemurnian ajaran Penyembuhan Dengan Tenaga Prana ini, dan menggunakannya terutama untuk membantu orang sakit dan menderita.
  3. Tidak menyalah-gunakan ataupun menggunakan tehnik Penyembuhan Dengan Tenaga Prana ini untuk tujuan yang tidak terpuji.
  4. Selalu bersikap sopan dan menghormati semua orang, terutama pasien.
  5. Tidak akan menolak melakukan penyembuhan atau lebih memprioritaskan orang lain, hanya karena pasien tersebut secara ekonomi tidak mampu.
*
Dengan melaksanakan ini, semoga kehidupan kita akan dianugerahi dengan kesehatan yang baik, kebahagiaan, cinta kasih, sukses dan kemakmuran.

Walaupun nampaknya persyaratan yang dituntut dari seorang penyembuh prana begitu berat, tetapi sebenarnya kalau kita melakukan pelayanan ini dengan tanpa pamrih, dengan penuh pengabdian pada kemanusiaan, dengan penuh ketulusan dan kasih sayang, semuanya akan mengalir dengan sendirinya, tanpa kita sadari, kita telah melakukan apa-apa yang dipersyaratkan agar kita menjadi penyembuh prana yang efektif.
Yang kita perlu lakukan selanjutnya adalah untuk terus mengasah, memperluas dan memperdalam pengetahuan dan kemampuan kita terutama dalam melakukan penyembuhan, karena dengan terus melakukan penyembuhan, tanpa kita sengaja, kitapun telah melatih bela-rasa (compassion) kita, kita telah mengasah kepekaan nurani kita.
----------

Monday, February 23, 2009

Kekuatan Bahasa Tubuh (3)

Panas di balik kerah! Orang menyentuh wajah sepuluh kali lebih banyak dari yang biasa bila mereka merasa tidak nyaman. Ketika Anda berbohong, Anda merasakan sensasi menggelitik di seputar wajah dan leher, Anda merasa ada kebutuhan untuk menyentuh atau memulihkan daerah itu.
.
Tanpa disadari jari-jari dijalin erat di atas meja atau di kursi, ini menandakan kegugupan atau kegelisahan. Kalau disatukan dengan longgar lebih menandakan antisipasi dan semakin erat, berarti semakin gelisah.

.
Menyatukan tangan di depan tubuh merupakan pertanda pertahanan, mencari ketenangan hati. Kalau ibu jarinya mengerucut ke atas, itu merupakan sikap percaya diri.

.
Semakin tinggi tangan mengerucut, semakin tinggi rasa percaya diri. Bisa karena dia yakin bahwa dia benar dan Anda salah, atau yakin bahwa Anda yang benar, itu tergantung pada apa yang terjadi selanjutnya.

.
Ini adalah biang dari semua sikap tubuh yang menandakan kepercayaan diri. Sikap tubuh seperti ini menunjukkan rasa percaya diri yang prima, bahkan arogansi. Pria, ketika mengevaluasi dan menanggapi gagasan wanita seringkali memasang posisi seperti ini. Jawabannya sering kali dimulai dengan batuk kecil yang arogan. Yang paling tinggi tingkat percaya dirinya adalah ketika kursinya dicondongkan kebelakang sehingga hanya ditopang dua kaki saja.

.
Menyilangkan kaki bisa untuk kenyamanan saja, namun sering kali menandakan kenegatifan.
Kalau pada saat yang sama juga sambil memegang clip board (papan jepit) di depan dada, ini menandakan kenegatifan, pertanda pertahanan, cari aman, ingin menyingkirkan Anda.

.
Ketika duduk menyandar, tangan dilipat dan kaki disilangkan erat-erat, ini pertanda yang sangat negatif. Ketika Anda masuk ruangannya dan melihat sikap seperti ini, artinya dia menunjukkan sikapnya terhadap kedatangan Anda, atau mungkin Anda mengatakan sesuatu, yang memicu sikap negatifnya.

.
Duduk bersandar dengan satu tangan di atas sandaran kursi menandakan kelesuan.
Mungkin dia tidak ingin berada di situ, karenanya tidak akan memberi cukup perhatian pada Anda.

.
Sama halnya, kaki dinaikan ke sandaran tangan menandakan acuh tak acuh. Perhatian yang diberikannya sangat sedikit, dan dapat dipastikan dia tidak menghormati kehadiran Anda.

.
Berikut adalah sikap bertahan. Ini bisa berarti hal yang positif.
Biasanya ini menandakan konfrontasi ringan dan dalam hal ini sikap keras kepala.

.
Ini menunjukkan mau menguasai wilayah secara terang-terangan. Menuntut wilayah kekuasaan. Dengan mudah dia mengabaikan wilayah orang lain. Oleh sebab itu ada pepatah yang mengatakan, “Jangan menaruh kaki Anda di meja orang lain.”

.
Apakah Anda suka menyalahkan orang lain? Mungkin Anda tidak menyadarinya. Namun dengan jelas Anda bisa mengenali orang semacam itu. Ini adalah sikap tubuh yang agresif, yang menandakan kebiasaan agresif yang tersembunyi. Bisa saja bukan menunjuk dengan jari, tetapi dengan sesuatu yang lebih halus, dengan pinsil misalnya. Jari digunakan kalau seseorang suka mencela.

.
Perhatikan gerak kaki seseorang. Kaki yang ditarik kebelakang ke arah tubuh menandakan ketidak nyamanan, kegelisahan, ketegangan atau frustrasi. Bisa terhadap Anda atau terhadap orang lain. Oleh sebab itu dokter gigi Anda tahu apakah Anda sedang tegang atau tidak ketika gigi Anda mau di bor.

.
Berikut ini adalah posisi yang netral. Duduk tegak, kaki menyatu, tangan terpisah kalau mungkin dengan telapak tangan menghadap ke atas, ini menandakan kejujuran dan ketulusan.

Jadi ternyata sikap tubuh seseorang selalu menandakan sikap, pikiran ataupun kepribadian seseorang yang dengan mudah dapat dibaca. Jadi mulai saat ini, berhati-hatilah dengan sikap Anda. Sikap yang tulus, jujur dan apa adanya tentu saja seharusnya menjadi sikap kita sepanjang waktu. Terimakasih!!!


----------