Showing posts with label Divinasi. Show all posts
Showing posts with label Divinasi. Show all posts

Saturday, December 27, 2008

Divinasi, 2

Kausimomansi – adalah pembacaan dengan mengamati ciri obyek yang ada di dalam api.

Kleromansi – adalah pembacaan dengan alat meramal nasib, mirip dengan dadu, atau benda seperti kerikil atau kerang.

Klidomansi atau Kleidomansi – adalah pembacaan dengan menggunakan kunci yang berayun, lihat Radiestesi.

Koskinomansi
– adalah pembacaan dengan menggunakan ayakan yang digantung.

Kritomansi – adalah pembacaan dengan roti yang dibuat dari gandum.

Kromniomansi – adalah pembacaan dengan menggunakan kecambah bawang.

Kristalomansi – adalah pembacaan dengan menatap kristal.

Lampadomansi – menggunakan obor atau cahaya untuk pembacaan.

Lakanomansi – menggunakan sebaskom air untuk pembacaan.

Libanomansi – adalah pembacaan dengan mempelajari dupa dan asapnya.

Litomansi – adalah pembacaan dengan menggunakan berbagai warna batu mulia.

Margaritomansi – adalah prosedur dalam menggunakan pantulan mutiara.

Metagnomi – adalah pembacaan dengan menggunakan “penglihatan” yang diperoleh dalam keadaan kerasukan.

Meteoromansi – pembacaan dengan mengamati meteor.

Metoposkopi – adalah membaca sifat seseorang dengan mengamati garis-garis dahi.

Moleosofi – adalah pengamatan terhadap tahilalat sebagai pertanda sifat dan masa depan seseorang.

Molibdomansi – menarik pengaruh mistik dari desisan timah yang meleleh.

Miomansi
– adalah ilmu tentang arti peramalan yang dihubungkan dengan perilaku tikus.

Numerologi – adalah penafsiran angka-angka dan nilai huruf-huruf tertentu.

Oculomansi – adalah pembacaan dengan mengamati mata seseorang.

Oinomansi – adalah pembacaan dengan anggur atau minuman keras.

Ompalomansi – adalah menghitung tonjolan yang terdapat pada tali pusar untuk meramalkan berapa anak lagi yang akan dilahirkan oleh seorang ibu.

Oneiromansi – adalah penafsiran mimpi dan mengetahui masa depan seseorang.

Onomansi
– adalah ilmu tentang arti nama-nama, sifat dan nasib seseorang.

Onomantiks – adalah penerapan onomansi pada nama seseorang, terutama yang berhubungan dengan interpretasi penujuman.

Onikomansi – adalah pembacaan dengan mengamati kuku.

Oomantia dan Ooskopi – adalah metoda pembacaan dengan telur.

Ophiomansi
– adalah pembacaan dengan menggunakan ular sebagai medium.

Orniskopi dan Orinitomansi – adalah pengamatan pertanda yang dihubungkan dengan burung, terutama yang sedang terbang, lihat Apantomansi.

Ovomansi – adalah pembacaan dengan telur yang lain.

Palmistri – adalah bidang pembacaan dan penafsiran yang sangat luas, termasuk mengamati garis-garis dan struktur tangan.

Pegomansi – mengkhususkan diri pada pembacaan pertanda pada mata air dan air mancur alami.

Phrenologi – adalah pengamatan yang sudah lama dipraktekkan, untuk membaca sifat dan nasib seseorang melalui formasi dan bentuk kepala seseorang.

Philorodomansi – adalah sejenis pembacaan di mana seseorang memukulkan kelopak bunga mawar ketangan dan menentukan penting tidaknya sebuah pertanda dengan mempertimbangkan keras tidaknya suara yang di timbulkan.

Phisiognomi – adalah ilmu tentang analisa watak seseorang melalui pengamatan pada ciri-ciri tubuhnya.

Prekognisi – adalah kemampuan batin atau kemampuan merasakan peristiwa yang belum terjadi.

Psikografi – adalah salah satu bentuk tulisan misterius yang secara alami mempunyai sifat meramalkan sesuatu.

Psikometri – adalah kemampun untuk memperoleh kesan atau gambaran dari sebuah benda dan mengetahui sejarah pemiliknya.

Piromansi
dan Piroskopi – adalah bentuk-bentuk pembacaan api dan nyalanya, sering kali dengan bantuan benda tertentu yang di lemparkan kedalamnya.

Radiestesia – adalah istilah umum untuk pembacaan yang menggunakan alat seperti joran atau pendulum. Termasuk diantaranya “menepuk meja” yang dipraktekkan di gedung putih pada abad ke 19, papan oija, penulisan otomatis dan pemindaian.

Rabdomansi
– adalah pembacaan dengan menggunakan tongkat. Metoda ini adalah awal dari Joran pembacaan.

Rapsodomansi – adalah sejenis pembacaan dengan menggunakan buku puisi, dengan secara acak membuka buku itu dan dari situ akan ada jalan keluar.

Sepalomansi
– berhubungan dengan pembacaan menggunakan kepala keledai atau kambing.

Seraunoskopi – berusaha memperoleh pertanda dengan mengamati guntur dan kilat.

Seraskopi, Seromansi – adalah sejenis peramalan dengan cara lilin cair dituangkan keatas air dingin.

Siklomansi
– adalah praktek pembacaan dari roda yang berputar.

Skiomansi – adalah pembacaan dengan memanfaatkan roh pembimbing, sebuah metoda yang digunakan mereka yang mempraktekkan Channeling.

Scrying – merupakan istilah umum bagi pembacaan dengan menggunakan kristal, cermin, semangkuk air, tinta, atau nyala api untuk memperoleh penglihatan.

Sideromansi – membakar jerami di atas besi panas, yang menghasilkan bentuk yang punya sifat-sifat pembacaan.

Sortilegi – meramalkan nasib dan menafsirkan pertanda yang sudah terindikasi.

Spodomansi – adalah pembacaan dengan menggunakan bara api atau jelaga.

Stikomansi – adalah cara lain melemparkan buku hingga jatuh terbuka dan dari situ secara acak mencari jalan keluar dengan tujuan pembacaan.

Stolisomansi – melihat pertanda dari cara seseorang berpakaian.

Sikomansi
– dilakukan dengan menuliskan pesan di selembar daun, semakin lambat dia mengering, semakin berharga pertandanya. Variasi modernnya dilakukan dengan cara menulis di kertas kecil (selalu sertakan selembar yang kosong) dan menggulungnya. Kemudian diletakkan dalam penapis (saringan) di atas mangkuk mendidih. Yang pertama terbuka gulungannya adalah jawaban yang benar.

Taseomansi atau Taseografi – adalah pembacaan daun teh yang tertinggal dalam cangkir setelah tehnya diminum.

Teframansi – adalah pembacaan abu yang dihasilkan dari pembakaran kulit kayu.

Tiromansi – adalah sejenis pembacaan dengan menggunakan keju.

Xilomansi – adalah pembacaan dengan menggunakan potongan kayu, baik dari bentuknya ketika diambil atau penampilannya ketika terbakar.

Di atas adalah berbagai jenis dan cara melakukan pembacaan yang terkumpul, tentu saja ini belum lengkap benar, tidak semua kami cantumkan di sini, namun dari sini dapat kita lihat beragamnya cara suatu kelompok atau kebudayaan tertentu melakukan pembacaan dalam upayanya membuka tabir misteri yang masih tersembunyi ataupun mencari pemecahan berbagai masalah.

----------


Divinasi, 1

Dirangkum oleh : Bernard Prasodjo

Divinasi (Inggris : Divination) atau pembacaan, didefinisikan sebagai seni menggunakan alat tertentu untuk memperoleh jawaban dari akal budi yang mendalam guna melihat masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang.

Dalam kamus Webster, pembacaan didefinisikan dengan “Seni meramalkan kejadian yang akan datang, atau membuka hal-hal rahasia atau yang kurang jelas, dengan bantuan makhluk yang lebih tinggi, atau dengan ritual, eksperimen dan pengamatan tertentu.

Kalau anda ingin belajar seni pembacaan ini, hal terpenting yang harus diingat adalah bahwa apa yang kita lihat hanyalah kemungkinan dari hasilnya saja. Tak ada sesuatu yang sudah pasti, kita sendirilah yang menciptakan masa depan kita. Segala sesuatu yang kita lihat melalui pembacaan, berada didalam kekuatan kita untuk kita rubah.

Banyak orang meyakini bahwa pembacaan sebenarnya hanyalah masuk kedalam pikiran bawah sadar. Beberapa orang yang lain yakin bahwa kekuatannya terletak pada alatnya sendiri, ada benarnya bahwa alat yang kita gunakan selama jangka waktu yang cukup lama, mengandung energi kita. Pada satu sisi, kalau anda cukup sering menggunakan alat tertentu, anda akan dapat merasakan energinya hanya dengan menyentuhnya saja. Belajar memanfaatkan kekuatan pembacaan kadang-kadang sangat menantang dan selalu memberi pengalaman baru. Ini tidak saja akan mengembangkan akal budi kita saja, tetapi juga untuk meningkatkan spiritualitas kita.

Berikut ini adalah daftar berbagai cara melakukan pembacaan, kebanyakan berdasarkan pada medium yang digunakan.

Aeromansi – Pembacaan berdasarkan keadaan udara dan angkasa, terutama pada bentuk awan, komet dan gejala lain yang tidak biasanya terjadi di angkasa.

Alkemi – adalah praktek mengubah logam dasar menjadi logam mulia (misalnya emas atau perak) dengan bantuan bahan esoterik yang disebut dengan “Philosopher’s Stone.”

Alektriomansi – adalah cara pembacaan dengan memanfaatkan burung yang mematuk bulir-bulir jagung yang diletakkan di rangkaian huruf berbentuk lingkaran. Variasi lainnya adalah menunjuk huruf pada abjad yang dipindai oleh tangan pada saat seekor ayam jantan berkokok.

Aleuromansi – adalah pembacaan dengan menggunakan “kue keberuntungan”, jawaban-jawaban atas pertanyaan yang diajukan digulung dan dimasukkan kedalam bola adonan kue dan dipanggang kemudian dipilih secara acak.

Alomansi – adalah pembacaan dengan menggunakan garam dapur.

Alfitomansi – adalah pembacaan dengan menggunakan kue khusus yang dapat dicerna oleh orang yang punya suara hati yang jernih, tetapi rasanya tidak enak kalau dimakan oleh orang lain.

Antropomansi – adalah cara pembacaan kuno yang sekarang melanggar hukum karena dilakukan dengan mengurbankan jiwa manusia.

Apantomansi – adalah pembacaan berdasarkan kemungkinan menjumpai binatang tertentu, misalnya kucing hitam, burung atau makhluk lain. Menurut cerita, Mexico City ditemukan oleh para peramal Aztec yang melihat elang terbang dari sebatang kaktus dengan mencengkeram seekor ular yang masih hidup.

Aritmansi atau Aritmomansi – adalah bentuk awal numerologi dimana pembacaan dilakukan berdasarkan angka dan nilai-nilai huruf.

Astrologi – adalah pembacaan dengan menggunakan benda-benda angkasa seperti matahari, bulan, bintang dan planet-planet lain.

Auguri – adalah istilah umum bagi seni pembacaan dan terutama diterapkan dalam menterjemahkan lambang-lambang dan pertanda.

Austromansi – adalah pembacaan melalui pengamatan bagaimana sebuah kampak atau beliung bergetar ketika ditancapkan pada sebatang tonggak.

Aksiomansi – adalah pembacaan dengan mengamati angin.

Belomansi – adalah bentuk kuno pembacaan dengan melemparkan atau menyeimbangkan anak panah.

Bibliomansi – adalah pembacaan dengan menggunakan buku.

Botanomansi
– adalah pembacaan dengan membakar ranting kayu atau daun.

Bumpologi – ini benar-benar merupakan istilah modern, merupakan sebutan populer dari Frenologi.

Chiromansi – adalah pembacaan garis-garis tangan.

Chirognomi – adalah pengamatan pada bentuk tangan secara menyeluruh.

Clairaudiensi – adalah “pendengaran jernih” mengenai informasi pembacaan. Pada parapsikologis secara umum menghargainya sebagai salah satu bentuk persepsi penginderaan lebih (ESP).

Clairvoyansi – adalah “penglihatan jernih” mengenai informasi pembacaan, merupakan salah satu bentuk persepsi penginderaan lebih (ESP).

Dafnomansi – adalah pembacaan dengan mendengarkan gemeretaknya tangkai pohon salam yang terbakar dalam nyala api.

Demonomansi – adalah pembacaan dengan bantuan jin.

Daktilomansi – adalah bentuk awal dari radiestesia dengan menggunakan ayunan cincin yang diikat pada seutas benang.

Dendromansi – adalah pembacaan dengan menggunakan pohon ek atau benalu.

Dowsing atau Joran Peramal
– adalah sebuah metoda pembacaan dengan menggunakan tongkat bercabang untuk mencari sumber air atau mineral.

Gastromansi – adalah bentuk kuno dari Ventrilokuisme dimana nada suara pelaku direndahkan sampai nada yang menyeramkan dan ramalan diucapkan dalam keadaan kerasukan.

Geloskopi – adalah pembacaan berdasarkan nada suara tawa seseorang.

Genetlialogi – adalah pembacaan dengan memperhatikan pengaruh bintang di saat kelahiran seseorang.

Geomansi – mempelajari bentuk-bentuk yang ada di atas tanah dan pengaruh “medan listrik” bumi.

Grafologi – adalah menganalisa sifat seseorang berdasarkan tulisan tangannya.

Giromansi – adalah prosedur pembacaan di mana beberapa orang berjalan berputar-putar di sebuah lingkaran yang tandai huruf-huruf sampai pusing dan terhuyung-huyung ke berbagai arah, sehingga menunjukkan sebuah ramalan.
Halomansi – lihat Alomansi

Haruspikasi – adalah peramalan dengan cara memeriksa isi perut binatang, seperti yang dipraktekkan oleh para pendeta Roma kuno.

Hiromansi atau Hiroskopi – adalah pembacaan dengan mengamati benda-benda korban zaman kuno.

Hippomansi – adalah sebuah bentuk pembacaan jejak kaki dan ringkik kuda.

Horoskopi – adalah praktek meramal berdasarkan Horoskop Astrologi.

Hidromansi
– adalah pembacaan dengan menggunakan air, termasuk warna, pasang surut dan alirannya, atau gelombang yang ditimbulkan oleh kerikil yang dilemparkan ke dalam kolam.

Ihtiomansi – adalah pembacaan dengan menggunakan ikan sebagai medium.

Kapnomansi – meramal dengan mengamati asap api yang membubung.

Kartomansi – adalah meramal dengan menggunakan kartu, salah satu jenisnya adalah tarot.

Katoptromansi – adalah bentuk awal dari menatap kristal dengan menggunakan cermin yang diarahkan ke bulan untuk menangkap cahaya bulan.

BERSAMBUNG.....

----------