Showing posts with label Pranava. Show all posts
Showing posts with label Pranava. Show all posts

Sunday, November 16, 2008

Rumah Impian

Ini Dia, Rumah Impian "Tanpa Listrik"
Kompas.com/Caroline Damanik


Pada aksonometri rumah ini, terlihat atap utama menggunakan struktur dinding sopi-sopi dan balok atap. Sedangkan bagian lainnya berupa atap tambahan/teritisan yang memakai balok konsol, misalnya pada balkon.

JAKARTA, KAMIS - Memang, Jepang patut diacungi jempol. Paling tidak untuk konsep awal sebuah generasi baru rumah ramah lingkungan yang memadukan tradisi Jepang, teknologi serta pemikiran untuk berkontribusi dalam menangani pemanasan global.

Jepang sudah bermimpi, rumah ini akan menjadi rumah masa depan yang peduli bumi. Semua energi dalam Zero Emission House yang digunakan untuk 'menghidupkan' rumah, berasal dari alam. Penerangan serta pendingin atau penghangat ruangan, misalnya, tak memerlukan listrik dari luar sehingga kita tidak perlu lagi membayar listrik dan menimbulkan pencemaran karena pembangkit yang menggunakan BBM.

Konsep Zero Emission House ini diperkenalkan secara khusus kepada Indonesia melalui Indonesia-Japan Expo 2008 yang diselenggarakan oleh surat kabar nasional Kompas dan surat kabar Nikkei dari Jepang dari tanggal 1-9 November di JIexpo Kemayoran Jakarta.

Chief Officer Coordination and Management Division Energy and Environment Technology Center NEDO, Mitsuhiro Yamazaki, mengatakan Zero Emission House yang dikembangkan oleh The New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) baru saja diluncurkan dalam KTT G8 di Hokkaido Toyaka medio tahun ini. NEDO baru membuat satu unit prototipe rumah ini di distrik Ibaraki.

Dari alam dan ramah untuk alam

Energi yang menghidupkan rumah pun tak satupun yang memerlukan listrik dari luar. Semua diusahakan sendiri oleh sistem panel surya dan pembangkit listrik tenaga angin skala kecil.

Energi matahari diserap oleh panel surya yang dipasang di atap. Lalu energi tersebut disimpan di baterai dan diolah menjadi listrik oleh power supply. Kapasitas penyimpanan baterai lithium mencapai 6.000 watt.

"Jadi ketika seminggu tidak ada matahari, tetap ada tenaga cadangan," ujar salah satu penjaga stan NEDO.

Namun, energi matahari bisa saja meredup berminggu-minggu ketika musim hujan atau dingin di Jepang. Hal itu tak masalah, karena rumah dapat memperoleh energi dari pembangkit listrik tenaga angin berbentuk baling-baling dengan sistem penyimpanan yang sama di baterai dan power supply.

"Hemat energi banget. Jadi kita nggak usah bayar listrik lagi deh di masa depan karena listriknya dari matahari. Matahari kan gratis," ujar penjaga stan tersebut kepada sejumlah siswa SDN Pondok Pinang 12 Pagi Jakarta Selatan yang berkunjung melihat miniatur rumah ramah lingkungan tersebut.

Energi yang disimpan dan diolah menjadi listrik itu akhirnya mampu memanaskan air dan menghidupkan alat penerangan berteknologi OLED yang cahayanya mirip dengan cahaya alam. Jika cahaya bohlam hanya sekitar 10 persen dari cahaya alam. Teknologi OLED mencapai 70 persen. Selain itu, rumah ramah lingkungan nol emisi ini mengupayakan pula sistem pencahayaan mirror duct.

Cahaya dari luar dimanfaatkan untuk penerangan ruangan pada siang hari. Tak hanya teknologi elektriknya, dari segi fisik, rumah ini dibangun dari semen daur ulang yang disebut Eco-cement. Mutu semen sisa pembakaran limbah sampah kota ini dinilai hampir sama dengan semen biasa.

Material perabot rumahnya pun berasal dari bahan kayu sisa pembongkaran bangunan dan hasil penjarangan yang diolah dan direkatkan dengan lem ramah lingkungan dari tannin (di kulit kayu dan daun). Dindingnya pun dilengkapi dengan papan insulasi panas hibrida yang membuat panas terik matahari tidak berpengaruh terhadap suhu di dalam rumah. Teknologi ini membuat rumah tetap adem dan nyaman.

Masih mahal

amun, Yamazaki mengakui investasi prototipenya di Ibaraki masih mencapai angka 100 juta yen atau sekitar Rp 9-10 milyar. Saat ini, Jepang sedang berupaya mengembangkannya di Ibaraki dengan memaksimalkan perpaduan teknologi lingkungan, teknologi konservasi energi dan teknologi energi terbarukan.

"Supaya makin murah, bisa dipakai (banyak orang) dan tetap menjadi solusi ramah lingkungan," ujar Yamazaki.

----------

Monday, October 27, 2008

Atlantis dan Segitiga Bermuda

KISAH ATLANTIS DAN SEGITIGA BERMUDA
Dirangkum : Bernard Prasodjo

Sejarah singkat benua yang hilang
Sebuah daratan seluas benua Eropa, dengan kota-kota yang indah, teknologi yang maju dan dengan pemerintahan yang diimpikan semua orang ..., dilanda bencana alam yang dahsyat, luluh lantak dan tenggelam ke dasar laut, lenyap untuk selamanya. Legenda mengenai Atlantis ini sudah muncul lebih dari dua ribu tahun yang lalu, dan bagaimanapun kemungkinan kebenarannya, ini merupakan peninggalan yang sangat terhormat; karena yang mula-mula memunculkan kisahnya adalah Plato.

Filsuf besar Yunani ini menulis tentang Atlantis dalam dua dari dialog-dialognya, “Timaeus” dan “Critias”, sekitar tahun 370 sebelum masehi. Plato menyatakan bahwa kisah ini, yang menurutnya adalah nyata, berasal dari catatan berumur 200 tahun peninggalan penguasa Yunani, Solon yang mendengar tentang Atlantis dari seorang pendeta Mesir. Plato mengatakan bahwa benua itu terletak di Samudera Atlantik didekat selat Gibraltar sebelum akhirnya hancur 10.000 tahun yang lalu.

Di dalam “Timaeus”, Plato menggambarkan Atlantis sebagai bangsa yang makmur dan sedang memperluas kekuasaannya, “Sekarang di Benua Atlantis terdapat sebuah kerajaan yang besar dan terkenal, dengan penguasa bijaksana yang memerintah seluruh benua dan beberapa pulau lain disekitarnya,” tulisnya, “Dan, lebih jauh lagi, penduduk Atlantis merupakan bagian dari bangsa Libya yang membentang dari Heracles sampai Mesir, dan dari Eropa sampai Tirenia.”

Plato selanjutnya mengatakan bagaimana Atlantis membuat sebuah kesalahan fatal dengan berusaha menaklukan Yunani, mereka tidak sanggup mengalahkan pasukan Yunani, dan karena kekalahan ini, bencana alam menyusul dan mengakhiri nasibnya.

“Timaeus” melanjutkan; “Tetapi setelah itu berlangsung gempa bumi dahsyat dan banjir besar; karena nasib buruk, dalam sehari-semalam semua orang yang menyukai perang ini tenggelam ditelan bumi, demikian juga dengan Benua Atlantis, lenyap di kedalaman lautan.”

Yang menarik, Plato lebih lanjut mengisahkan tentang Atlantis dalam cerita yang lebih menjurus ke metafisika di dalam “Critias”. Di situ dia menggambarkan benua yang hilang itu sebagai kerajaan Poseidon, Dewa Laut. Atlantis adalah juga sebuah masyarakat yang terhormat dan canggih, yang selalu dalam kedamaian selama berabad-abad, sampai pada akhirnya orang-orangnya tidak lagi merasa puas dan menjadi tamak, marah karena mereka mengingkari kehormatannya, Zeus memutuskan menghukum mereka dengan menghancurkan Atlantis.

Walaupun Plato merupakan orang yang pertama kali menggunakan kata “Atlantis”, ada kisah yang mendahului legenda ini, ada sebuah legenda Mesir yang mungkin didengar oleh Solon ketika dia pergi ke Mesir, yang beberapa tahun kemudian diceritakannya pada Plato, sebuah suku bangsa di pulau Keftiu, yang menurut legenda Yunani, tempat dimana salah satu dari empat pilar penyangga langit berada, dikisahkan mengenai sebuah bangsa yang penuh kemuliaan dan mempunyai peradaban yang sangat maju, yang kemudian hancur dan tenggelam ke dasar samudra.

Yang lebih penting, ada sebuah kisah lain yang mirip dengan cerita mengenai Atlantis yang lebih mendekati dunia Plato, sebuah istilah yang berhubungan dengan waktu dan ilmu bumi ..., dan ini lebih berdasarkan kenyataan:

Peradaban Minoan yang berlandaskan pada budaya yang mulia dan damai, berada di pulau Kreta, 2200 tahun sebelum masehi. Di pulau Minoan di kawasan Santorini, yang kemudian dikenal dengan Thera, ada sebuah gunung berapi yang sangat besar, pada tahun 1470 SM, gunung itu meletus dengan kekuatan yang diperkirakan lebih besar dari letusan gunung Krakatau, melenyapkan semua yang ada dipermukaan tanah, gempa bumi dan tsunami yang menyertainya, menghancurkan kebudayaan Minoan yang tersisa. Mungkin Santorini adalah “Atlantis yang sebenarnya”. Beberapa orang yang tidak setuju dengan pendapat ini, mengemukakan alasan bahwa Plato menyatakan Atlantis tenggelam 10.000 tahun yang lalu, sedangkan bencana Minoan terjadi 3.500 tahun yang lalu, mungkin saja ada kesalahan penterjemahan tentang tahun-tahun yang sebenarnya ditulis oleh Plato, atau mungkin saja dengan sengaja dia telah mengaburkan kenyataan sejarah demi kepentingannya. Masih ada satu kemungkinan kuat lainnya; Plato hanya mengarang kisah mengenai Atlantis ini.

Kisah benua yang tenggelam ini terus hidup dari generasi kegenerasi selanjutnya. Seorang pemikir Yunani lainnya, seperti Aristoteles dan Pliny, mempertanyakan mengenai eksistensi Atlantis, sedangkan Plutarch dan Herodotus menulisnya sebagai kenyataan sejarah. Atlantis sekarang menjadi cerita rakyat di seluruh dunia, tergambar di peta, dan terus dicari oleh para penjelajah.

Pada tahun 1882, Ignatius Donnelly, anggota konggres Amerika dari Minnesota, memperkenalkan legenda ini kepada masyarakat Amerika melalui bukunya, Atlantis: sebuah dunia yang sangat kuno, kemudian seorang Paranormal, Edgar Cayce (1877 - 1945) menjadi seorang ahli mengenai seluk beluk Atlantis, dia dikenal luas sebagai “The Sleeping Prophet”. Cayce dikenal mempunyai keahlian melihat ke masa depan dan berkomunikasi dengan roh orang yang sudah lama sekali meninggal.

Cayce mengatakan bahwa Atlantis terletak di dekat pulau Bermuda Bimini. Dia yakin bahwa penduduk Atlantis menguasai teknologi yang sangat maju, termasuk “Kristal Api” yang mempunyai energi teramat kuat, yang digunakan sebagai sumber energi. Bencana yang disebabkan oleh tidak dapat dikontrolnya kristal api ini, mengakibatkan tenggelamnya Atlantis, ini kendengaran seperti peringatan akan bahaya tenaga nuklir. Karena kristal api yang sudah rusak ini tetap aktif di bawah gelombang samudra, dan terus memancarkan gelombang energi yang mengganggu navigasi kapal atau pesawat terbang yang melintas, daerah Bermuda ini kemudian oleh Cayce disebut dengan segitiga Bermuda.

Cayce meramalkan bahwa sebagian dari Atlantis akan kembali muncul ke permukaan pada akhir abad ke duapuluh satu ini. Dengan penjejakan sonar dan pengetahuan modern yang disebut lempeng tektonik, belum dapat dipastikan apakah Atlantis benar-benar pernah ada. Tetapi terdapat persamaan budaya dan legenda pada suku bangsa di sekitar kawasan itu tentang adanya Atlantis, walaupun dalam versi dan nama yang berbeda.

Riwayat singkat segitiga Bermuda

Segitiga Bermuda sering disebut juga dengan Limbo of the lost, The twilight zone, Hoodoo Sea, Devil’s Triangle.

Kawasan berbentuk segitiga di samudra Atlantis yang dibatasi oleh Bermuda, Puerto Rico dan Fort Lauderdale-Florida ini, sebelum tahun 1964 mempunyai julukan-julukan yang terkenal ini, tetapi karena adanya laporan-laporan aneh yang terjadi di situ atau di dekatnya yang tercatat selama berabad-abad. Pada kenyataannya, banyak yang mengatakan bahwa Christopher Columbus adalah salah satu saksi keanehan Segitiga Bermuda ini. Ketika kapalnya, Nina, Pinta dan Santa Maria berlayar melintasi kawasan itu pada tahun 1492, dilaporkan bahwa kompas Columbus bergerak kacau dan bahwa mereka melihat cahaya aneh di angkasa, dalam catatan yang dibuat Columbus, ketidak-tepatan kompasnya dikiranya tidak lebih dari ketidak cocokan antara arah utara yang sebenarnya dan arah utara magnetik. Sedangkan mengenai cahaya di langit, Columbus menulis, dia melihat nyala api yang besar sekali, yang akhirnya jatuh ke laut - kemungkinan sebuah meteor. Sekali lagi dia melihat cahaya di angkasa pada tanggal 11 Oktober. Ini adalah sehari sebelum pendaratannya yang sangat terkenal itu. Cahaya itu berkelebat di dekat Cakrawala, di mana benua yang hilang itu berada.

Kejadian bersejarah lain yang sampai sekarang masih ada tentang segitiga Bermuda adalah penemuan kembali Mary Celeste, kapal layan ini ditemukan telah ditinggalkan di tengah laut pada tahun 1892, kira-kira 400 mil diluar jalurnya dari New York menuju ke Genoa, tak ada tanda-tanda keberadaan 10 orang awaknya atau apa yang terjadi pada mereka, karena sekocinya juga hilang, kemungkinan besar mereka meninggalkan Mary Celeste karena amukan badai yang mereka perkirakan tidak akan dapat ditahan oleh kapal itu, tetapi apa yang semakin membuat segitiga Bermuda ini bertambah misterius adalah karena kapal itu tidak berada di dekat segitiga Bermuda, tetapi ditemukan di lepas pantai Portugal.

Legenda segitiga Bermuda ini sebenarnya dimulai pada tanggal 5 Desember 1945, dengan hilangnya penerbangan 19 yang sangat terkenal itu, lima pesawat pembom hilang dalam misi latihan rutin, demikian juga tim penyelamat yang mencari mereka yang terdiri dari enam pesawat terbang dengan 27 awak,hilang tanpa jejak, tidak ditemukan serpihan penerbangan 19 itu.

Ada kurang lebih 200 kecelakaan besar dan aneh yang menambah kemisteriusan kawasan itu, seorang penulis bernama V. Gaddis pada tahun 1964 menjuluki kawasan itu dengan Segitiga Bermuda, dalam sebuah artikel di majalah fiksi, Argosy. Masyarakat begitu tertarik pada phenomena ini dan lebih dipacu lagi oleh buku bestseller tulisan Charles Berlitz yang juga berjudul Segitiga Bermuda. Banyak orang masih penasaran dan terus mencari petunjuk-petunjuk baru, untuk membuktikan adanya Atlantis dan Segitiga bermuda ini. Ataukah ini semua hanyalah isapan jempol atau kisah fiksi semata?

----------

Penyembuhan Lumba-lumba

PENYEMBUHAN LUMBA-LUMBA

Seorang ibu, Tabitha Brice, mengirimkan pesan yang penuh pengharapan bagi pengobatan anaknya yang bisu, yang berusaha memperoleh kesembuhan dengan bantuan lumba-lumba. Nikki anak laki-lakinya yang berusia 8 tahun mencengangkan dunia medis ketika dia dapat berbicara untuk yang pertama kalinya, setelah menjalani terapi yang melibatkan lumba-lumba, dialah yang pertama kali menjalani penyembuhan dengan cara ini.

Nikki yang mengalami kerusakan otak saat dilahirkan, tidak pernah belajar bicara walaupun secara fisik seharusnya dia bisa melakukannya, dia memperoleh kesembuhan yang sangat ajaib setelah menjalani perawatan di “Pusat Penyembuhan Lumba-lumba bagi manusia” di Florida.

Keluarganya membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk mengumpulkan uang sebanyak £10.500 yang dibutuhkan untuk datang ke Miami, sebuah tindakan nekat untuk membantu Nikki agar bisa bicara, dan terobosan terjadi pada pertengahan minggu ketiga proses perawatan intensif yang sedang berjalan.

Nikki memecahkan kesunyiannya sendiri ketika dia menunjuk ke sangkar lumba-lumba dan berkata bahwa dia ingin bergabung dengan sahabat mamalianya untuk berenang bersama-sama dengan mengatakan “in” (masuk).

Dan sejak saat itu dia mengatakan lebih banyak lagi kata-kata, termasuk nama panggilan neneknya yang selalu menemaninya, dan dia memberitahukan keluarganya yang tak henti-hentinya mengajarikan kata-kata baru dengan mengatakan “cukup”.

Seiring dengan kemajuan kesembuhan Nikki yang menakjubkan itu, nyonya Brice, mengirimkan pesan pengharapan dari Florida kepada Philomena Lapinski, yang juga sedang berusaha menyembuhkan anaknya Shireen.

Pada sebuah kartu pos yang dikirimkan ke rumah nyonya Lapinski, Tabitha berkata, “Semua yang dibayarkan ada gunanya, pusat penyembuhan lumba-lumba sangat memuaskan, jangan kehilangan harapan.”

Dia berkata: “Saya sungguh gembira Nikki dapat sembuh, ini sebuah berita besar dan sangat menggembirakan saya.”

“Tabitha sangat mendukung dan berjanji membantu mengumpulkan dana yang dibutuhkan untuk membayar perawatan Shireen nanti kalau dia kembali dari Florida, kartu posnya sungguh merupakan pendorong.”

Shireen menderita Autisme dan tidak mampu belajar dan menjadi sangat frustasi karena tidak dapat mengekspresikan dirinya karena tidak bisa berbicara.

“Metoda konvensional benar-benar tidak dapat menolongnya dan penyembuhan Lumba-lumba adalah satu-satunya harapan kami.”

“Sungguh sangat banyak uang yang dibutuhkan, tetapi sampai saat ini saya sudah berhasil mengumpulkan £ 4.213, sejak saya mulai mengumpulkannya tiga bulan yang lalu dan saya berharap bantuan uang dari Tabitha akan segera datang.”

Ny. Lapinski, suaminya Victor dan adik Shireen, Alexander, bersiap-siap melakukan perjalanan bersama ke Florida untuk menjalani perawatan selama tiga minggu di Florida.

Pemilik Virgin, Richard Branson menyumbang tiket perjalanan bagi keluarga ini dan banyak lagi sumbangan anonim yang berdatangan.

Tabitha menelpon dari Florida : “Nikki mengalami kemajuan yang besar sejak perawatan lumba-lumba itu, saya terdorong untuk membantu yang lain juga.”

“Setiap hari dia mengalami kemajuan dan lagi-lagi membuat kami tercengang, perbendaharaan katanya makin bertambah sepanjang waktu dan dia terus berusaha mengucapkan kata-kata baru, ini benar-benar seperti dongeng kecuali yang kami alami ini adalah kenyataan.”

“Saya tidak tahu bagaimana perawatan lumba-lumba bekerja, lumba-lumba merupakan penolong yang ajaib.”

Nikki baru menjalani separuh program perawatan intensif yang dipimpin oleh Dr. David Nathanson. Dibawah program yang dirancang khusus, Nikki berenang 40 menit sehari bersama lumba-lumba. Para ilmuwan tercengang atas efek penyembuhan yang dapat diberikan oleh lumba-lumba pada orang yang menderita depresi atau orang yang mempunyai kesulitan dalam belajar. Diperkirakan bahwa suara makhluk itu di bawah air ketika berkomunikasi ikut ambil bagian.

Chris Connell, juru bicara Miami Center, yang mempunyai tingkat keberhasilan sampai 97% berkata: Berenang bersama lumba-lumba merupakan bagian penting dari perawatan bukan hanya karena memberikan keuntungan dalam penyembuhan, tetapi juga sebagai alat untuk memotivasi.
“Sesi berenang bersama lumba-lumba selama 40 menit yang dilakukan bersamaan dengan pelajaran konvensional dan terapi fisik, mendorong anak-anak ini melakukan yang benar.”

Dr. David Nathanson, yang membimbing Nikki dalam terapi intensif selama tiga minggu berkata : “Saya sangat puas dengan Nikki, sikapnya sangat baik dan kami sangat gembira karena dia dapat mulai berbicara, jelas ini baru awalnya dan banyak hal lain yang harus segera dilakukan, tetapi Nikki sudah memecahkan sendiri dunia sepinya.”

Penelitian Ilmiah

Selama lebih dari 20 tahun telah dilakukan penelitian secara intensif mengenai hubungan lumba-lumba dengan penyembuhan. DR. Besty Smith, pengajar Antropologi di Universitas Internasional Florida, adalah yang secara resmi memulai studi ini di tahun 1971, walaupun DR. John Lilly sebenarnya sudah mulai melakukannya sejak tahun 1950. Ada lebih dari 150 ekor lumba-lumba yang membantu penelitian penyembuhan ini di seluruh dunia. Penelitian ilmiah sekarang ini menunjukkan bahwa berinteraksi dengan lumba-lumba dapat mempunyai efek seperti berikut:

  • mengurangi strees dan meningkatkan relaksasi
  • meredakan depressi
  • membantu orang yang mempunyai kesulitan seperti “Down’s Syndrome”, Autisme, ADD, sakit otot dan sakit tulang belakang.
  • memacu produksi T-Cell yang memerangi infeksi
  • merangsang produksi Endorphin dan hormon
  • membantu penderita kanker dan AIDS.

Hasil penelitian ini bisa dilihat dengan memonitor corak gelombang otak, tes psikologis dan mempelajari susunan kimia darah untuk pelepasan endorphin. Semua ini menunjukkan bahwa dengan kehadiran lumba-lumba, menyebabkan otak berada dalam tingkat alpha. Pengaruh psikologis yang sangat besar nampak pada kesehatan dan kekebalan tubuh, tingkat kegiatan otak dan pertumbuhan sel baru.

Ada banyak teori sehubungan dengan efek penyembuhan yang dilaporkan: dari pengaruh meningkatnya relaksasi, perangsangan sistem kekebalan tubuh, pembebasan emosi sering terjadi ketika berada bersama lumba-lumba, pergantian jaringan tubuh, sampai kekuatan penyembuhan yang diperoleh karena kegembiraan “Bioentrainment”, dan cinta tanpa syarat yang diperlihatkan oleh lumba-lumba itu.

Bioentrainment menunjukkan bawa bidang energi terpengaruh oleh gema simpatetik bidang energi lain. Bagi mereka yang sudah terbiasa dengan latihan nada dalam kelompok, Anda jumpai disini prinsip kerja yang sama, setiap orang mulai dengan nadanya sendiri, dan akhirnya nada itu menjadi sama. Lumba-lumba mempunyai pembawaan riang, damai dan penghibur, karena alasan ini, orang yang menderita depresi, terutama akan sangat responsif terhadap energi halus lumba-lumba.

Teori lain mengatakan bahwa suara lumba-lumba yang terpancar dari siulan dan celotehnya mempunyai efek sama dengan suara dan lagu dalam terapi musik. Seseorang yang berada di air dengan alat yang disebut “echolocation” yang diarahkan pada dirinya, alat ini akan bergema didalam tulang Anda dan Anda dapat merasakannya melewati tubuh Anda, terasa sebagai sensasi yang menggelitik.

Mengenai pengalaman menggetarkan berada di air bersama lumba-lumba, dan kesempatan membagikan pengalaman ini kepada orang lain, nampak mempunyai banyak efek positif dan banyak terdengar cerita mengenai terjadinya perubahan pada kehidupan orang-orang yang sudah berinteraksi dengan lumba-lumba, baik secara emosional maupun secara fisik. Apa yang nampak dalam pengamatan ini adalah: dengan kehadiran dan adanya energi lumba-lumba, menyebabkan terjadinya ATC (Altered State of Consciousness). Sumbatan emosional juga terlepas dan perubahan jalan hidup juga akan terjadi.

Ketika disadari bahwa tidak semua orang berkesempatan berenang bersama lumba-lumba, kebanyakan efek yang sama dapat pula dialami dengan memperhatikan video mengenai lumba-lumba yang dengan riang gembira melompat ke udara. Kedua kegiatan ini diperlihatkan untuk menciptakan efek psikologis pada tubuh yang terukur.

Kalau Anda merasa tertarik pada lumba-lumba disarankan Anda menyempatkan diri menyaksikan video yang mereka sediakan. Anda akan dapat merasakan sendiri beberapa kesembuhan dan kegembiraan yang dibagikan oleh lumba-lumba yang periang ini. Dan, sekarang di Jakarta, tepatnya di Taman Impian jaya Ancol, tersedia juga Penyembuhan dengan Lumba-lumba ini.

----------

Sunday, September 7, 2008

Nyanyikan Lagu Gembira

Oleh : Bernard Prasodjo (MP 23).

Kadang kita bertanya dalam hati, “kenapa hari ini aku begitu bergairah?” Atau sebaliknya, “Mengapa hari ini aku kurang bersemangat?” Kalau demikian, coba di ingat, bagaimana kita mengawali hari kita? Apa yang kita lakukan tadi pagi? Apa yang kita saksikan di televisi? Apa yang kita dengarkan di radio?

Kalau kita kurang bergairah, coba cermati apakah yang kita lakukan begitu bangun tidur tadi, mengomel pada pembantu karena menurut kita pekerjaannya kurang beres, atau kepada anak karena tidak mau bergegas mempersiapkan diri untuk berangkat sekolah? Menonton film yang penuh pertengkaran di televisi, atau bahkan, walaupun kita tidak menontonnya, tetapi televisi di dekat kita sedang menayangkan berita tentang kekerasan atau penderitaan? Mendengarkan lagu sedih di radio dan bahkan ikut mendendangkannya? Ternyata hal semacam itu tanpa kita sadari sangat mempengaruhi suasana hati kita dan menyebabkan kita menjadi kurang bergairah. Kenapa demikian?

Ternyata, bawah sadar merupakan sahabat yang sangat peka dan istimewa bagi kita. Dia menangkap getaran energi, baik yang positif maupun yang negatif, yang ada di sekitar kita. Dan itu dapat mempengaruhi suasana hati kita. Selain itu, dia selalu dapat menemukan jalan untuk berkomunikasi dengan kita. Suatu pagi, tanpa sadar, kita dapati diri kita menyenandung “Bersabarlah, tak perlu terburu-buru…..” kenapa lirik lagunya di ganti seperti itu? Itu adalah pesan bahwa sadar yang cukup jelas kepada kita, agar kita bertindak dengan tenang dan sabar.

Pernahkah Anda perhatikan lagu yang tanpa sadar Anda senandungkan atau Anda siulkan? Bila Anda tanpa sadar menyenandungkan “Leaving on a jet plane, don’t know when I’ll be back again…” Anda harus mempedulikan dan mencermatinya. Atau kalau tanpa sadar Anda menyanyikan lagu “Patah hatiku jadinya, merana berputus asa…” atau “Hancur lebur hatiku, bila teringat padamu, serasa hidup ini tiada arti…,” nampaknya Anda sedang menuju ke arah stress dan putus asa, kecuali kalau Anda segera menyadarinya dan segera mengganti tema lagunya dengan yang bersuasana gembira atau yang mengangkat spiritualitas kita.

Ini bukan berarti bahwa lagu tadi kurang bermutu atau suara penyanyinya kurang merdu, tetapi perhatian kita lebih pada energi yang dipancarkan oleh lagu semacam itu, pengaruh lagu itu terhadap suasana hati kita, terutama kalau itu lagu yang cukup populer dan dan dinyanyikan oleh biduan yang cukup terkenal.

Mengganti lagu sebenarnya berarti mengubah suasana hati, mengganti lagu yang Anda nyanyikan atau senandungkan, berarti mengubah pusat perhatian Anda.

Pagi hari, ketika bangun pagi dengan suasana hati yang murung, mungkin karena mimpi buruk atau kelelahan sisa kegiatan kemarin, dan yang paling sering terjadi adalah karena ketika kita tidur, televisi di kamar kita tetap menyala dan menayangkan perdebatan politik yang kacau, ataupun film mengenai kekerasan, kriminalitas atau misteri, ternyata pancaran energi negatifnya cukup mempengaruhi kita.

Jadi sebelum tidur sebaiknya kita matikan dahulu televisi kita, karena walaupun kita tidak menontonnya, getaran energi negatif dari tayangan itu sangat mempengaruhi suasana hati kita. Atau sebaliknya, sebelum tidur, putarlah lagu-lagu tenang dan bernada positif, lagu rohani misalnya.

Kalau suasana hati kita sedang kurang bergairah, lebih baik kita memaksakan diri untuk bernyanyi “Terimakasih Tuhan, atas hari yang indah ini…” atau “Oh, pagi yang indah, oh, alangkah indah hari ini…” atau “Di sini senang, di sana senang di mana-mana hatiku senang…” atau lagu positif lainnya. Ketika mulai bernyanyi, batin kita mungkin akan memberi komentar “Yah, tentu!” Dan kalau kita terus bernyanyi “Di sini senang, di sana senang …”, sesuatu kemudian terjadi, sikap kita perlahan-lahan berubah dan segera menyadari, sungguh, kita merasa senang. Dan tak lama kemudian, benar-benar merasa bahagia dan ringan. Ini adalah masalah pemrograman ulang dan pengalihan perhatian secara sadar, yang kemudian akan mempe�ngaruhi bawah sadar kita juga. Dan ternyata itu sangat membantu kegiatan kita hari itu, karena suasana hati kita gembira dan bahagia, itu mempengaruhi orang-orang disekitar kita, suasana kerjapun menjadi menyenangkan dan penuh gairah, dan dengan mudah kita bisa mengatasi hambatan yang timbul.

Ternyata lagu-lagu tentang cinta kepada sesama, lagu pujian kepada sang pencipta dan lagu rohani lainnya mempunyai pengaruh yang sangat positif tidak hanya pada apa yang kita lakukan, tetapi juga pada hasil kerja kita.

Ada seorang rekan ahli tanaman obat yang telah melakukan pengujian, ternyata jamu yang diramu dengan penuh cinta, suka cita dan dengan menyenandungkan lagu rohani menyebabkan jamu itu menjadi lebih manjur dibandingkan dengan jamu sejenis yang diramu begitu saja, tanpa perasaan apa-apa dan tanpa disertai dengan peningkatan suasana hati.

Dan kadang yang luput dari perhatian kita, ternyata makanan yang di masak dengan penuh sukacita dan cinta, rasanya begitu lezat. Itulah rahasia mengapa makanan dengan resep yang sama tetapi dimasak oleh orang yang bersuasana hati yang berbeda menghasilkan rasa yang berbeda pula. Jadi bagi para ibu, senandungkanlah lagu gembira ketika memasak, agar masakan menjadi bertambah lezat. Jangan mengomel sambil memasak, karena masakan akan menjadi kurang lezat rasanya.

Seorang teknisi komputer punya pengalaman yang sama, ketika dia bekerja sambil menyanyikan lagu yang membahagiakan, dengan mudah dia bisa menemukan kerusakan pada perangkat komputer yang sebelumnya sudah dicoba diperbaiki oleh beberapa teknisi lain tanpa hasil.

Jadi daripada menyanyikan lagu cucak rowo, dikocok-kocok dan sejenisnya yang berlirik seronok itu, lebih baik awalilah hari Anda dengan hal yang bermanfaat, salah satunya, senandungkanlah atau nyanyikanlah lagu gembira, lagu cinta kepada sesama, lagu rohani yang baik atau bahkan lagu anak-anak yang bermutu, karena lagu seperti itu memancarkan energi yang positif, membuat suasana hati positif, dan membuahkan hasil yang positif.

———-