Showing posts with label demam berdarah. Show all posts
Showing posts with label demam berdarah. Show all posts

Sunday, January 11, 2009

8 Pertanyaan Seputar Demam

Sumber: Kompas.com

DEMAM merupakan kondisi tubuh dengan suhu di atas 37,50c sementara normalnya berkisar 36-37,50c. Demam kerap disertai gejala menggigil, rewel, lesu, gelisah, sulit makan, susah tidur dan sebagainya. Ada beragam pendapat awam soal penanganan demam pada anak yang diluruskan oleh dr. Elizabeth Yohmi, Sp.A, dari RS St. Carolus, Jakarta.


1. Suhu Tubuh Bisa Diukur dengan Punggung Tangan?

Mungkin masih ada orangtua yang menggunakan metode “manual” untuk mengetahui apakah si kecil demam atau tidak. Caranya amat sederhana, cukup dengan meletakkan punggung tangan di dahi anak yang diduga demam. Atau ada juga yang mencoba mendeteksi peningkatan tubuh si kecil dengan cara memegang bagian tangan/kaki apakah terasa lebih “hangat” atau tidak.

Padahal langkah seperti itu tentu tak akurat. Ada cara yang tepat dan akurat untuk mengukur suhu tubuh, yakni menggunakan termometer. Tingkat akurasinya tergolong tinggi bila pengukuran dilakukan di bagian rektum/anus. Kenapa? Karena wilayah inilah yang paling mendekati suhu tubuh sebenarnya. Namun bukan berarti termometer yang ditempatkan di ketiak, dahi maupun telinga tak akurat lo. Si kecil boleh dibilang demam bila temperatur tubuhnya diukur melalui mulut/telinga menunjukkan angka 37,80C; melalui rektum 380C, dan 37,20C melalui ketiak.

Untuk memantau perkembangan suhu badan si kecil, boleh-boleh saja diukur setiap 3 jam sekali. Kalau perlu, setiap jam juga boleh. Yang jelas, orangtua perlu mencatat perkembangan suhunya, apakah mengalami kenaikan atau penurunan. Lalu ketika memeriksakan si kecil ke dokter, sampaikan catatan perkembangan suhu tersebut. Siapa tahu, pola suhu tubuh dapat digunakan untuk membantu mengetahui kemungkinan penyakit yang diderita si kecil.


2. Kompres Bantu Turunkan Suhu Tubuh?

Metode kompres dianggap sebagai upaya penurun suhu badan. Cara kompres seperti ini memang benar bila dilakukan dengan air hangat. Apa pasal? Karena air hangat membantu pembuluh darah tepi di kulit melebar hingga pori-pori jadi terbuka yang selanjutnya memudahkan pengeluaran panas dari dalam tubuh. Pendapat lain, dengan suhu di luar yang hangat, maka tubuh akan menganggap suhu di luar cukup panas yang membuat tubuh bereaksi menurunkan suhu.

Selain itu, kompres juga bertujuan menurunkan suhu di permukaan tubuh. Turunnya suhu diharapkan terjadi lewat panas tubuh yang digunakan untuk menguapkan air pada kain kompres. Konkretnya, kain kompres dapat diletakkan tak hanya di dahi/kening, tapi juga perut atau di bagian tubuh yang luas dan terbuka. Bisa juga diletakkan di wilayah yang terdapat pembuluh-pembuluh darah besar, semisal leher, ketiak, selangkangan maupun lipatan paha.

Yang perlu diperhatikan, hindari mengompres dengan air dingin, air es atau es batu. Pasalnya, perbedaan suhu yang kelewat ekstrem ini dapat mengakibatkan “korsleting” atau benturan kuat di otak antara suhu panas tubuh dengan kompres yang terlalu dingin tadi. Alih-alih menurunkan suhu tubuh, kompres air dingin justru memicu peningkatan suhu tubuh. Soalnya, air kompres yang dingin tadi dapat menyebabkan pembuluh darah tepi mengecil. Akibatnya, panas yang seharusnya dialirkan oleh darah ke kulit agar keluar dari tubuh justru jadi terhalang hingga suhu tubuh pun akan meningkat.

Begitu juga dengan metode kompres yang menggunakan alkohol. Metode yang dulu dianggap mujarab menurunkan demam ini sudah saatnya ditinggalkan. Soalnya, alkohol bersifat mudah menguap dan untuk proses penguapan ini dibutuhkan energi panas yang diambil dari tubuh penderita. Dengan kompres alkohol, penurunan suhu tubuh bisa berlangsung cepat yang justru bisa membahayakan, Belum lagi uap dari baluran alkohol di tubuh akan terhirup oleh si kecil dan bisa menimbulkan gangguan pada susunan saraf pusat.


3. Anak Demam Tak Boleh Diselimuti?

Sebaiknya memang tidak menyelimuti si kecil yang sedang demam, apalagi menggunakan selimut tebal. Selain itu anak sebaiknya tak dipakaikan baju tebal atau jaket ketat dan tertutup rapat yang justru bakal meningkatkan suhu tubuhnya. Sebaliknya, agar suhu tubuhnya cepat turun, gunakan pakaian tipis longgar dan bahannya menyerap keringat yang membuat si kecil jadi nyaman dan tak kegerahan. Usahakan pula agar sirkulasi kamar/ruangannya baik.

Khusus pada bayi, metode kanguru bisa dicoba untuk menurunkan suhu tubuh. Secara psikologis, menggendong metode kanguru juga akan membuat si kecil merasa nyaman berada dalam dekapan/pelukan ibunya.


4. Demam Dapat Akibatkan Dehidrasi?

Demam memang akan memaksa tubuh mengeluarkan cairan lebih banyak. Bila asupan cairan kurang, misalnya si kecil malas makan dan minum, tentu saja bisa menyebabkan dehidrasi. Salah satu tandanya, selama beberapa waktu (setidaknya 6 jam) si kecil tak buang air kecil. Pada bayi malah lebih mudah lagi mengenalinya karena popoknya tetap kering dalam 6 jam terakhir.

Agar si kecil tak mengalami dehidrasi/kekurangan cairan, usahakan untuk sebentar-sebentar memberinya minum. Tak cuma itu, bujuklah si kecil untuk mau mengonsumsi makanan yang banyak mengandung air seperti sayuran berkuah atau buah-buahan yang banyak mengandung air. Sediakan aneka minuman yang disukai anak seperti susu, jus buah atau teh manis. Dengan demikian, risiko dehidrasi dapat diminimalkan.

Yang pasti, setiap kenaikan suhu tubuh memerlukan asupan cairan tambahan. Semakin tinggi demamnya, kian banyak pula jumlah cairan yang diperlukan. Ini tantangan yang tidak ringan bagi orangtua karena biasanya selagi demam anak cenderung menolak asupan minuman dan makanan. Bujuklah anak untuk istirahat supaya tubuhnya cukup memiliki daya tahan guna melawan infeksi. Khusus untuk bayi, berikan ASI lebih banyak dan lebih sering. Bila usianya sudah lebih dari 6 bulan bisa ditambah dengan air putih, kaldu ayam, kuah sayur, atau jus buah.

5. Tak Boleh Mandi Sampai Demam Reda?

Seperti halnya kompres hangat, mandi air hangat justru amat dianjurkan untuk mereka yang demam. Setelah mandi, segera keringkan tubuh anak dengan handuk dan cepatlah berganti pakaian agar tidak kedinginan. Selain membuat tubuh segar dan nyaman, mandi juga sangat baik untuk menghilangkan kuman dan bakteri di kulit. Untuk bayi pun boleh-boleh saja. Jika agak khawatir, lepaskan seluruh pakaiannya, kemudian lap sekujur tubuhnya dengan menggunakan handuk yang telah dibasahi air hangat, lalu segera keringkan.


6. Begitu Demam Langsung Beri Obat?

Sebetulnya demam merupakan mekanisme pertahanan tubuh terhadap serangan bakteri dan virus. Para ahli yakin, tubuh dapat lebih efektif melawan infeksi jika suhunya naik. Nah, jika perilaku anak tidak berubah, yakni tetap aktif bermain dan tetap mau minum serta makan, orangtua tidak perlu langsung memberinya obat penurun panas. Biarkan tubuhnya bekerja secara alami. Konkretnya, jika suhu tubuh di atas normal tapi belum demam (antara 37,5-380C) alias sumeng, anak tak perlu diberi obat penurun panas. Cukup dengan membuatnya nyaman dalam ruangan bersuhu normal dengan pakaian biasa dan minum yang banyak.

Sedangkan bila suhu tubuh sudah di atas 380C, berikan obat penurun panas dalam bentuk drops sesuai dosisnya. Tentu lebih baik bila berkonsultasi dulu pada dokter. Ada 2 kelompok obat yang disarankan yakni ibuprofen dan asetaminofen/parasetamol. Asetaminofen dapat diulang setiap 4 jam sekali dan ibuprofen 6 jam sekali bila suhu tubuh tetap masih tinggi. Penting pula diperhatikan, untuk mengatasi demam pada bayi, jangan memberi 2 kelompok obat sekaligus ataupun obat penurun demam yang merupakan kombinasi asetaminofen dan ibuprofen.

Obat pereda demam sebenarnya hanya bekerja menurunkan suhu tubuh untuk sementara waktu sebab obat ini tidak mematikan bibit penyakit yang menyebabkan infeksi. Jadi, jangan heran kalau suhu si kecil naik lagi, itu karena infeksinya belum benar-benar sembuh. Gejala ini bisa terjadi paling tidak dalam 2-3 hari. Infeksinya sendiri, seperti influenza, bisa berlangsung 5-7 hari.


7. Madu Bisa Obati Demam?

Madu tersusun atas beberapa senyawa gula seperti glukosa dan fruktosa serta sejumlah mineral seperti magnesium, kalium, kalsium, natrium, klor, belerang, besi, dan fosfat. Madu juga mengandung vitamin B1, B2, C, B6 dan B3. Salah satu khasiatnya, madu dianggap mampu menurunkan suhu tubuh. Penggunaan madu untuk bayi di bawah satu tahun sebaiknya dihindari dan tidak digunakan bila terdapat diare.


8. Bila Demam, Kapan ke Dokter?

Ada beberapa kondisi demam yang mengharuskan orangtua sesegera mungkin membawa anaknya ke dokter. Di antaranya bila suhu demam sangat tinggi (lebih 40°C), disertai keluhan sulit bernapas, kejang, muncul bintik merah atau biru di tangannya, dibarengi muntah atau diare, dan muncul radang tenggorokan pada bayi di bawah usia 3 bulan dan ada riwayat kejang sebelumnya.

Dengan kata lain, hanya dalam kondisi-kondisi tertentu demam menjadi berbahaya. Yakni ketika disertai sakit kepala, tubuh lemas, demam sudah berlangsung lebih dari 72 jam atau 3 hari berturut-turut, serta kejang-kejang. Kebanyakan demam berakhir baik-baik saja. Sebelum ke dokter, setidaknya tunggu sampai 24 jam, sembari memerhatikan gejala-gejala tambahannya.

Untuk bayi yang demam, dianjurkan membawanya ke dokter apabila suhunya mencapai 38,50C. Dikhawatirkan terjadi infeksi yang tergolong berat dan tubuh tak dapat mengatasinya tanpa bantuan obat-obatan.

Penulis : Hilman Hilmansyah

----------

Sunday, September 7, 2008

Tanya-Jwb Demam Berdarah

TANYA-JAWAB TENTANG DEMAM BERDARAH DENGUE

Sumber: WHO (MP24)

Apa yang dimaksud Demam Dengue?

Infeksi dengue disebabkan oleh virus. Biasanya muncul dalam bentuk demam. Kadang-kadang pasien yang menderita dengue akan mengalami perdarahan. Daerah-daerah perdarahan yang umum terjadi adalah di hidung, gusi atau kulit. Terkadang pasien mengeluarkan muntah hitam seperti kopi dan juga tinja berwarna hitam. Ini menandakan adanya perdarahan pada pencernaan yang serius. Pasien dengue yang disertai dengan perdarahan disebut Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) atau Demam Berdarah. Terkadang penderita dengue akan mengalami shock; ini disebut DSS (Dengue Shock Syndrome).

Kapan kita mencurigai Dengue?

Dengue harus dicurigai pada saat kita terkena demam secara mendadak. Demam tinggi sekitar 103-105 ºF atau 39-40 ºC yang disertai sakit kepala hebat (umumnya di dahi), sakit di belakang mata, badan ngilu dan sakit, bercak merah di kulit serta mual atau muntah. Demam akan terjadi selama 5-7 hari. Pada beberapa pasien, panas akan turun di hari ke-3 atau ke-4 tetapi hari berikutnya naik lagi. Semua gejala dan tanda-tanda di atas terkadang tidak timbul pada penderita. Pasien merasa sangat tidak nyaman setelah sakit.

Ada bermacam tipe demam, kapan harus mencurigai Dengue?

Ciri khas Dengue yang membedakannya dari demam lainnya adalah sakit di belakang mata, nyeri otot, nyeri sendi, dan bercak merah di kulit. Dari tanda-tanda di atas dapat ditegakkan diagnosa kemungkinan terkena Dengue. Rasa sangat nyeri pada sendi yang disebabkan oleh demam Dengue itulah yang menjadikan alasan demam Dengue disebut juga Demam Patah-Tulang.

Bagaimana seseorang dapat terkena Demam Dengue?

Demam Dengue terjadi setelah seseorang digigit nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi. Nyamuk jenis ini mempunyai bintik-bintik putih pada badan dan kakinya yang mudah dikenal orang biasa. Nyamuk ini berkembang biak di air yang jernih dan hanya mampu terbang sejauh 100 – 200 meter. Nyamuk mendapatkan virus dengue setelah menggigit orang yang terinfeksi virus dengue.

Dapatkah saya tertular demam dengue langsung dari orang lain?

Demam dengue tidak menular secara langsung dari orang ke orang. Demam dengue hanya menular melalui gigitan nyamuk yang telah terinfeksi.

Kapan gejala dengue timbul setelah terkena infeksi?

Setelah virus masuk ke dalam tubuh seseorang, virus akan berkembang biak (memperbanyak diri) di dalam kelenjar limfa. Gejala akan timbul setelah virus memperbanyak diri. Hal ini terjadi sekitar 4-6 hari (rata-rata) setelah virus masuk ke dalam tubuh manusia.

Dapatkah seseorang menderita dengue tanpa gejala?

Dapat. Ada banyak orang yang terinfeksi oleh virus tetapi tidak menunjukkan tanda atau gejala mengalami penyakit. Untuk setiap pasien yang mengalami tanda dan gejala terinfeksi virus dengue, mungkin terdapat 4 – 5 orang lain yang tidak mengalami, atau mengalami gejala ringan saja.

Bagaimana pengobatannya? Dapatkah disembuhkan?

Seperti juga penyakit virus lainnya tidak ada pengobatan khusus untuk demam dengue.
Antibiotik tidak dapat membantu. Paracetamol (yang dapat dibeli tanpa resep) adalah obat pilihan utama untuk menurunkan panas dan sakit sendi. Obat lain seperti Aspirin dan Brufen harus dihindari karena bisa meningkatkan resiko perdarahan. Dokter harus hati-hati ketika memberikan resep obat. Obat yang bisa menurunkan trombosit harus dihindari.

Dapatkah dengue menjadi berbahaya?

Infeksi dapat menjadi berbahaya jika mengakibatkan kerusakan pada dinding pembuluh darah.
Kerusakan dimulai dari meningkatnya permeabilitas dinding pembuluh darah, yang mengakibatkan merembesnya cairan darah/plasma menuju berbagai organ, sampai dengan pecahnya pembuluh darah yang berakibat timbulnya perdarahan.
Tanda dan gejala Demam Dengue Berdarah dan Sindrom Shock Dengue berhubungan dengan kerusakan pembuluh darah dan kelainan fungsi dari komponen pembeku dalam darah.

Dapatkah orang meninggal karena demam dengue?

Orang yang menderita demam dengue tidak punya resiko meninggal tetapi beberapa dari demam ini yang telah berlanjut menjadi Demam Berdarah (DHF) atau Shock (DSS) dapat mengakibatkan meninggal. Dengan penanganan yang baik penderita DHF dan DSS bisa diatasi dan bisa disembuhkan.
Penanganan yang baik dan tepat waktu (dini) dapat menyelamatkan banyak jiwa.

Kapan harusnya pasien demam Dengue pergi ke rumah sakit atau ke dokter?

Umumnya perkembangan ke arah dengue hemorrhagic atau dengue shock syndrome terjadi setelah 3-5 hari mengalami demam. Pada saat itu, biasanya demam menurun. Hal ini dapat mengecoh kita yang menyangka bahwa penyakit tersebut menuju kesembuhan.

Sebenarnya ini adalah saat yang paling berbahaya yang memerlukan kewaspadaan bagi petugas yang merawat. Tanda dan gejala yang harus diperhatikan adalah sakit perut yang hebat, muntah terus menerus, perdarahan di kulit yang tampak berupa bercak kecil merah atau keunguan, hidung berdarah, gusi berdarah, tinja berwarna hitam seperti arang.

Bawa segera penderita ke rumah sakit jika ada dua gejala utama di atas yaitu nyeri di dalam perut dan adanya muntah-muntah yang berkepanjangan. Biasanya akan terlambat jika kita menunggu sampai terjadi perdarahan.

Jenis dengue yang paling berbahaya adalah sindrom DSS (Dengue Shock Syndrome). Tanda tandanya adalah rasa sangat haus, kulit pucat dan dingin (karena tekanan darah sangat rendah), gelisah dan lemah.

Apakah ada vaksin untuk mencegah demam dengue?

Sejenis vaksin telah dibuat untuk mencegah demam dengue tetapi masih dalam tahap uji coba. Saat ini belum dipasarkan. Kemajuan teknologi akan membantu mencegah demam dengue dengan vaksinasi dalam beberapa tahun ke depan.

Apakah ada efek jangka panjang dari demam dengue?

Kebanyakan penderita demam dengue sembuh dalam waktu 1-2 minggu. Sebagian penderita akan merasa lelah untuk beberapa minggu.

Namun, jika gejala masih menetap setelah masa tersebut, agar menghubungi dokter.

Dimana biasanya nyamuk penyebar dengue hidup?

Kebanyakan nyamuk Aedes aegypti hidup di dalam rumah, di kloset, dan di tempat-tempat yang gelap. Di luar rumah nyamuk tersebut akan hidup di tempat yang dingin dan terlindung matahari. Nyamuk betina akan bertelur di dalam air yang tergenang di dalam dan sekitar rumah dan daerah pemukiman lain. Telur-telur ini akan berkembang menjadi larva dan kemudian berubah menjadi bentuk dewasa dalam 10 hari.

Bagaimana mengurangi berkembang biaknya nyamuk?

Nyamuk dengue berkembang biak dalam air yang tergenang dan terbuka. Tempat yang cocok untuk berkembang biak adalah tong, drum, pot, baskom, ember, vas bunga, batang/daun tanaman, bekas piring, tangki, botol buangan, kaleng, ban bekas, air pendingin, dan lain-lain.

Mencegah nyamuk agar tidak berkembang biak, alirkan air keluar dari penampung AC window, bak air, tong, dan lain-lain. Buang semua benda-benda yang dapat menampung air (seperti bekas tanaman, dan lain-lain) dari rumah dan sekitarnya. Kumpulkan dan hancurkan benda-benda yang dapat menampung air seperti botol-botol, tempat plastik, kaleng, ban bekas, dan lain-lain.

Jika tidak mungkin membuang air atau tidak dapat menutupnya dengan sempurna, gunakan TEMEPHOS, sejenis insektisida, (dengan merek dagang Abate) 1 ppm (persejuta bagian) sesuai petunjuk setempat untuk mencegah larva berkembang menjadi dewasa.

Bagaimana mencegah gigitan nyamuk agar terhindar dengue?

Kita tidak bisa membedakan apakah nyamuk itu mengandung virus dengue atau tidak. Karena itu setiap orang harus melindungi dirinya dari gigitan nyamuk.

Nyamuk dengue menggigit manusia pada siang hari. Keseringannya adalah pada saat 2 jam setelah matahari terbit dan sebelum matahari terbenam.

Kenakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh agar tidak digigit nyamuk. Oleskan anti gigitan nyamuk – hati-hati menggunakannya pada anak-anak dan orang tua. Alat-alat lainnya seperti coils, alas berlistrik pengusir nyamuk juga dapat digunakan pada siang hari.

Gunakan kelambu untuk melindungi anak-anak, orang tua dan orang yang tidur di siang hari.

Manfaat kelambu dapat ditingkatkan dengan memberi insektisida pyrethroid (permethrin).

Kelambu seperti ini banyak digunakan dalam pencegahan penyakit malaria.

Adakah nasihat bagi penderita demam dengue untuk mencegah penyebaran kepada orang lain?

Penyebaran dengue dapat terjadi dari pasien ke orang lain melalui gigitan nyamuk. Pasien harus dilindungi dari gigitan nyamuk. Ini dapat dilakukan dengan melindungi pasien menggunakan kelambu. Anti gigitan nyamuk (repellents) yang efektif dapat mencegah pasien digigit nyamuk sehingga nyamuk tidak dapat menyebarkan penyakit ke orang lain.

Apakah yang harus dilakukan dokter untuk menangani dengue?

Pasien yang diduga terkena demam dengue berdarah atau dengue shock syndrome harus segera dirawat di rumah sakit, jangan ditunda.

Apakah yang harus dilakukan masyarakat untuk mencegah dengue?

Sebenarnya, masyarakat adalah kunci dalam pencegahan Dengue.

Sebagaimana disebutkan di atas, pencegahan dengue sangat ditentukan oleh mencegah nyamuk Aedes aegypti menyebarkan dengue dari tempat berkembang biak di dalam dan di sekitar rumah.

Setiap rumah dapat melakukan pencegahan dengan cara sangat sederhana yaitu mencegah adanya genangan air yang dapat menjadi tempat berkembang biak Aedes aegypti dengan mengalirkan air keluar dari berbagai wadah, dengan secara teratur mengganti air dan membersihkan vase bunga dan benda-benda lainnya, atau benda yang tak berguna dihancurkan/dibuang jauh-jauh.

Karena nyamuk tidak dapat terbang jauh, “pembersihan rumah” oleh semua anggota masyarakat akan meniadakan tempat berkembang biak nyamuk, sehingga mencegah terjadinya dengue.

Strategi utama dalam mencegah dan mengendalikan dengue adalah “meniadakan sumbernya” atau meniadakan tempat berkembang biak nyamuk.

Dalam keadaan terjadi ledakan atau epidemi dengue, apa siasat kita?

Pencegahan tempat bersarangnya nyamuk tetap merupakan keutamaan. Namun untuk menghentikan atau memperlambat terjadinya penyebaran dapat dibantu dengan “thermal fogging” menggunakan mesin semprot (fogging). Dalam fogging kita dapat menggunakan insektisida yang mampu segera membunuh nyamuk dewasa. Jika fogging dilakukan setelah terjadinya epidemi, kegiatan ini sudah terlambat. Fogging akan efektif jika dilakukan setiap 3- 4 hari. Ini mahal dan memakan waktu banyak. Karena itu upaya yang dilakukan oleh masyarakat, untuk masyarakat, untuk mencegah berkembang biaknya nyamuk akan jauh lebih murah dan efektif dari pada pemberantasan nyamuk (fogging) sewaktu timbul ledakan.

----------

Wednesday, September 3, 2008

Penanganan Demam Berdarah

PENANGANAN DEMAM BERDARAH DAN TIPUS

Informasi medis

Demam berdarah merupakan salah satu infeksi arbovirus yang paling umum muncul di daerah tropis dan subtropis diseluruh dunia. Infeksinya disebarkan oleh nyamuk, menyebabkan demam, pembengkakan dan perdarahan di simpul kelenjar getah bening. Juga menyebabkan rasa sakit yang sangat di otot dan persendian. Penyakit yang bisa berakibat fatal ini sering kali diderita oleh anak di bawah umur 10 tahun, dan infeksinya bisa kambuh lagi pada tahun berikutnya. Biasanya gejala awalnya ditandai dengan sakit kepala, rasa kantuk, dan demam. Muntah dan sakit leher juga merupakan pertanda adanya infeksi di otak dan syaraf tulang belakang. Gemetar, bingung dan sawan kadang timbul dengan sangat cepat. Kadang-kadang lengan dan tungkai bisa menjadi lemah. Tidak ada penanganan kusus untuk penyakit ini. Perawatannya secara umum adalah suportif. Seorang dokter mencoba mempertahankan fungsi jantung dan paru-parunya ketika infeksinya perlahan-lahan mereda.

Perawatan Prana

  1. Lakukan penyapuan umum dengan hijau mkp.
  2. Bersihkan solar plexus depan dan belakang, pusar dan daerah perut berselang seling dengan warna hijau mkpp dan lembayung mkp. Berikan energi Hijau mkpp, biru mkp dan lembayung mkp. Penekanan perawatan lebih pada penyapuan.
  3. Sapu cakra limpa depan dan belakang dengan Hijau mkp. Beri energi hijau mkpp dan lembayung mkp. Pemberian energi pada limpa hanya boleh dilakukan oleh penyembuh prana yang berpengalaman.
  4. Bersihkan cakra jantung depan dan belakang, beri energi lembayung mkp pada cakra jantung belakang.
  5. Bersihkan paru-paru. Beri energi paru-paru bagian belakang dengan hijau mkp, oranye mkp dan lembayung mkp.
  6. bersihkan cakra dasar, beri energi putih atau merah mkp. Jangan beri energi ke cakra dasar kalau pasien demam.
  7. Bersihkan cakra minor lengan dan tungkai. beri energi merah mkp atau lembayung muda mkp. Bila pasien demam beri lembayung mkp, ini hanya boleh diberikan sekali dalam sehari.
  8. Bersihkan cakra tenggorokan. Berikan energi hijau mkp, biru mkp kemudian lembayung mkp.
  9. Bersihkan cakra mahkota, dahi, ajna dan belakang kepala. Beri lebih sedikit Hijau mkp dan lebih banyak lembayung mkp.

Catatan: mkp = muda keputih-putihan.

----------