Monday, January 12, 2009

Pasangan Pengganti, Apa Itu?

Oleh : Bernard Prasodjo

Tulisan berikut hanyalah sekedar informasi, bahwa di dunia yang kompleks ini ternyata ada profesi semacam ini. Dan apa-apa yang dibahas di bawah ini lebih dilihat dari sudut pandang pelakunya.

Pendahuluan

Surrogacy atau perwalian atau pengganti secara umum hanyalah dilihat sebagai alternatif dari adopsi, walau sebenarnya bisa lebih luas dari itu.

Surrogacy tidak saja terkait dengan adopsi yang sementara ini kita kenal, dalam beberapa kasus bahkan sebuah adopsi bisa menyertakan sebuah kelahiran. Informasi ini merupakan presentasi sederhana dan dimaksudkan untuk menyediakan gambaran ringkas yang tidak ada kaitannya dengan tindakan medis maupun hukum.

Surrogate Mother

Surrogacy jenis ini muncul ketika seorang wanita yang sedang tidak hamil sepakat untuk mengandung seorang anak bagi orang lain yang nanti akan menjadi orangtua dari anak itu. Ini yang membedakan surrogacy dari adopsi pada umumnya. Dalam hal ini orang yang mengandung dan orangtua yang mengadopsi saling berhubungan berkaitan dengan kelahiran anak itu serta membuat perjanjian adopsi. Wanita yang mengandung itu nanti harus menyerahkan bayinya.

Ada dua macam surrogacy jenis ini:

Surrogacy tradisional: Surrogate Mother atau ibu pengganti menyediakan sel telurnya dan ayahnya menyediakan sperma.

Surrogacy kehamilan: wanita penggantinya mengandung, tetapi bahan-bahan genetikanya (sperma dan sel telur) diberikan oleh donor - yaitu orang tua anak itu nantinya, itu kalau memungkinkan.

Langkah-langkah surrogacy jenis ini : mereka yang ingin menjadi orang tua melalui surrogacy menentukan seorang wanita pengganti (surrogate), bekerjasama dengan pengacara dan ahli kesuburan, menentukan kesesuaian dan sebagainya. Surrogacy ini tidak murah, biaya yang harus dibayar adalah fee untuk wanita pengganti dan biaya yang timbul lainnya, fee untuk pengacara, fee bagi agen, fee bagi ahli kesuburan, biaya yang terkait dengan adopsi, diperkirakan seluruh biayanya mencapai $75.000 sampai $100.000.

Biasanya, kalau kemudian wanita pengganti berubah pikiran dan memutuskan untuk tidak menyerahkan bayinya, tidak peduli apa isi perjanjiannya, pada umumnya pengadilan memenangkan perkaranya.

Yang sulit dimengerti adalah wanita yang menyewa ibu pengganti itu kadang-kadang hanya karena alasan yang sepele, menjaga bentuk tubuh, mengejar karier, sakit ketika melahirkan dan sebagainya. Selain surrogate mother atau ibu pengganti, masih ada surrogate jenis lain, yang sampai saat ini masih menjadi kontroversi, yaitu surrogate partner.

Apa itu surrogate partner?

Surrogate partner atau pasangan pengganti, sering disebut juga dengan sexual surrogate. Di masyarakat barat, pendapat tentang seks sangat kontradiktif dan membingungkan. Sampai saat ini, pesan yang sangat kuat di masyarakat adalah bahwa seks harus dibatasi hanya dalam perkawinan dan monogami saja, walaupun semua orang juga tahu bahwa standar ini terus dilanggar. Tetapi yang lebih sering, itu secara sengaja dan terang-terangan dilanggar, dan itu tanpa disertai rasa bersalah. Standar kita sungguh hipokrit, apa yang kita katakan tidak sesuai dengan apa yang kita lakukan.

Psikiater, psikolog dan terapis lain harus mematuhi etika medis untuk tidak melakukan hubungan intim dengan pasien mereka, tetapi pasangan pengganti seharusnya malah melakukan hal itu, tetapi hal yang mengandung dikotomi sederhana ini akhirnya hanya dipahami sebagai praktek yang memanjakan seks belaka.

Sebenarnya pasangan pengganti adalah seorang profesional terlatih yang menangani pasien dengan terapi seks sebagai salah satu bagian dari tiga hal yang berkaitan dengan terapis bersertifikat ini. Seorang pasangan pengganti adalah seorang rekan yang merawat seorang pasien, membantunya meningkatkan kemampuan dibidang kemesraan secara fisik dan emosional, yang dicapai melalui pengalaman yang terkait dengan komunikasi, relaksasi, sentuhan sensual dan seksual, serta pelatihan dalam kemampuan sosial. Sesi perawatan bersama terapis lain saling terjalin dengan sesi pasangan pengganti dan pasiennya. Komunikasi terbuka, terus terang dan konsisten adalah unsur penting dari terapi yang dilakukan pasangan pengganti agar berhasil baik, seperti yang dinyatakan oleh IPSA (The International professional Surrogates Association/Asosiasi Surrogate Profesional Internasional). Pasangan pengganti, sebagai terapis berupaya mendorong pasiennya agar dapat mencapai cita-cita pribadinya dengan efektif.

Secara teknis, istilah “Pasangan Pengganti”, menurut definisinya, hanya berlaku bagi tiga hubungan yang melibatkan pasien, pasangan pengganti dan terapis profesional seperti dokter, psikiater, psikolog, seksologis dan penasehat perkawinan.

Tujuannya adalah untuk membantu mengatasi masalah seksual atau hambatan psikologis yang berkaitan dengan seks. Karena di sini ada “jembatan” yang menghubungkan antara teori dan praktek, membuat pasien belajar melalui pengalaman seksual yang sesungguhnya. Dalam beberapa kasus, surrogate boleh melakukan hubungan seksual dengan pasiennya, walaupun ini tidak perlu menjadi keharusan dalam standar prakteknya. Kebanyakan pasangan pengganti hanya membahas dan mengatasi masalahnya saja.

Pasangan pengganti yang bersertifikat dan mempunyai lisensi biasanya diperlukan oleh mereka yang menderita gangguan psikologis yang berkaitan dengan seks. Mereka bisa saja korban pelecehan seksual, mereka yang tidak mampu menikmati seks, mereka yang karena keadaannya tidak mungkin melakukan hubungan seksual seperti penderita keterbelakangan mental dan yang fisiknya cacat.

Pasangan pengganti pertama kali disarankan oleh Johnson dan Masters (nama orang) dalam sebuah penelitian seksual yang luas dan berbobot.

Bagaimana pasangan pengganti belajar?

Seorang pasangan pengganti telah menyelesaikan sebuah program pelatihan dalam bidang seni seksualitas termasuk psikologi, komunikasi terbuka, dan masalah hubungan suami isteri. Dia telah mempelajari kemampuan yang berkaitan dengan hubungan seksual. Dalam banyak kasus, lebih intensif dibandingkan kebanyakan konselor yang biasanya hanya mengikuti sebuah kelas tentang seksualitas agar memenuhi syarat bagi jenjang yang lebih tinggi. Pasangan pengganti harus menjalani pelatihan intensif yang dibimbing oleh terapis yang punya lisensi atau oleh pusat konseling berakreditasi yang berhak mengeluarkan sertifikat. Sebagai tambahan, kwalitas dan pengalaman hidup banyak memberikan latar belakang yang sangat berguna pada profesi pasangan pengganti itu. Menurut IPSA, sikap yang tidak menghakimi gaya hidup pilihan orang lain, kegiatan seksual yang bersih dan orientasi seksual juga merupakan syarat penting.

Pada kenyataannya, pasangan pengganti menggunakan waktunya kurang dari 13 persen dari waktu perawatannya benar-benar untuk melakukan kegiatan seksual dengan pasiennya, 34 persen waktunya digunakan untuk berbicara dan “memberikan informasi seks dan dukungan emosional” dan kira-kira 49% untuk sentuhan dan gerak tubuh non seksual lainnya.

Apa perlunya pasangan pengganti?

Kalau ingin mengalami komunikasi yang lebih terbuka dengan hasrat yang menggetarkan, berpasangan dengan pasangan pengganti adalah sebuah hubungan yang baik. Para pasangan pengganti menggunakan teknik Masters dan Johnson tentang pusat sensasi, bersamaan dengan teknik khusus lainnya, untuk membantu seseorang belajar memahami bahasa intim, biasanya ada juga yang menyertakan kesadaran seksual demi alasan berikut:

Pesona seksual: menumpahkan semua yang mengganjal atau yang malu diutarakan, eksploitasi seksual, memicu kembali kehidupan seks yang tidak bergairah lagi, komunikasi yang mendalam, menerima bentuk tubuh apa adanya.

Masalah seksual:
ejakulasi dini, impotensi dan frigiditas, terlambat menikah, ejakulasi yang terhambat, merangsang libido yang rendah, ketidak cocokan, mati ranjang, hasrat yang memudar.

Surrogacy bukanlah hubungan sesaat, karena memang sulit untuk bisa memperbaiki masalah seperti di atas dengan segera, ini adalah pengalaman panjang menuju perubahan nyata yang memerlukan komitmen yang sungguh-sungguh, waktu dan upaya.

Bagaimana tingkat keberhasilannya?


Tingkat keberhasilan surrogacy yang nyata telah terbukti oleh waktu. Menurut peneliti seks ternama dari San Fransisco, pasangan pengganti mempunyai tingkat keberhasilan sampai 90% dalam menangani masalah seksual sekaligus secara berarti meningkatkan kegembiraan mereka yang ingin memperkaya kemesraan. Tidak satupun dari kita benar-benar telah menguasai seksualitas. Surrogacy adalah sebuah kelas pendidikan seks yang berbeda dari yang diberikan oleh orang tua, sekolah atau masyarakat ketika kita sedang benar-benar membutuhkannya. Tidak mengherankan kalau kebanyakan pasien merasa seolah-olah sebuah dimensi kehidupan baru yang menyeluruh terbuka bagi mereka melalui pengalaman yang baru dijalaninya.

Tidak ada pasien surrogacy yang khusus, bisa terdiri dari mereka yang berumur 18 sampai 85 tahun, menikah ataupun bujangan, berpendidikan ataupun tidak, mahasiswa ataupun pimpinan perusahaan, baik yang normal maupun yang cacat, yang cerdas maupun yang terbelakang kecerdasannya. Bagi bermacam-macam pasien seperti di atas, surrogacy menjadi sebuah pengalaman belajar untuk kepuasan diri yang jarang dimiliki orang lain.

Apa beda Surrogacy dan Tantra?

Pasangan pengganti sudah dibuktikan melalui pendekatan klinis dan dapat memecahkan masalah seksual dan kemesraan secara luas. Pelatihan bagi pasangan pengganti berdasarkan karya terobosan pelopor seksualitas Masters dan Johnson, peneliti seksualitas paling ternama abad ini. Pelatihan pasangan pengganti dilandasi oleh tugas mereka, campuran antara seksologi, fisiologi dan psikologi secara holistik agar membuahkan hasil yang kuat dan bertahan lama.

Tantra adalah filsafat mistik dari timur yang terpusat pada “jaringan chakra” atau pusat energi, bersamaan dengan teknik pernapasan dan visualisasi tertentu yang bisa menghasilkan relaksasi mendalam untuk mencapai kebahagiaan dan kebersatuan Ilahi.


Apa beda surrogacy dan prostitusi?

Ada beberapa perbedaan besar antara apa yang dilakukan pasangan pengganti dan apa yang secara khas dilakukan seorang penjaja seks. Penjaja seks hanya menyediakan kepuasan seksual sesaat, setelah itu dia tidak akan berjumpa lagi dengan pelanggannya.

Surrogacy sangat berbeda dari prostitusi terutama pada motivasi dan niatnya. Seorang penjaja seks melakukan hubungan seks dengan pelanggannya semata demi uang, sedangkan pasangan pengganti adalah seorang guru dan pembimbing. Pasangan pengganti bersertifikat bekerja bagi kebaikan, kesembuhan dan perubahan pasiennya secara positif, penekanannya bukan pada seks, tetapi lebih pada terapinya, walaupun dibanyak negara profesi mereka dianggap melanggar hukum, tetapi di beberapa negara yang lain, misalnya Denmark, di beberapa kota pemerintah menyediakan seks untuk menjangkau penduduknya yang cacat, demi untuk mendorong semangat hidup mereka. Pemikiran dibalik program kontroversial ini adalah bahwa membantu mereka yang cacat tubuh maupun mental dalam bidang seksual dapat meningkatkan semangat mereka dan menciptakan kehidupan yang lebih bermutu.

Pasangan pengganti adalah seorang terapis. Manfaat utama dari seorang pasangan pengganti, bukan sekedar memberikan kenikmatan seksual, tetapi untuk mengajar pasiennya bagaimana merubah bahkan membalikkan persoalan seksual yang dialaminya. Adalah si terapis, bukan hubungan seks atau pasiennya yang menentukan kegiatan apa saja yang diperlukan dalam terapi ini secara keseluruhan. Sekali terapi membutuhkan waktu beberapa bulan atau bahkan bisa lebih, dan dalam kebanyakan kasus, seks (secara salah sering digambarkan sebagai rangsangan organ vital dan orgasme) adalah dalam urutan yang terakhir. Kenyataan bahwa untuk pelayanannya seorang penjaja seks dibayar dengan uang, seorang pasangan pengganti, atau seorang terapis seks juga demikian. Kita hidup dalam masyarakat di mana pertukaran uang dengan barang dan jasa merupakan keharusan. Gencarnya orang yang terus memaksakan kehendak untuk membandingkan pasangan pengganti yang melakukan terapi seks dengan pelacuran sebenarnya adalah salah kaprah.

Sayang banyak juga penjaja seks yang mengaku sebagai surrogate profesional, tanpa dibekali pendidikan dan pelatihan yang diperlukan, inilah yang merusak penilaian masyarakat terhadap pasangan pengganti.

Moonan, seorang profesor dan penulis berbagai buku mengenai seksualitas mengatakan: “Perbedaan nyata antara terapi yang dilakukan pasangan pengganti dan prostitusi sekarang semakin jelas. Sesungguhnya, bahkan para peneliti menyarankan sebuah hipotesa baru: bahwa pasangan pengganti bisa melakukan terapi yang lebih holistik pendekatan dan metodologinya, terutama pada perawatan disfungsi seksual bila digunakan bersama standar terapi yang lain”.

Itu merupakan hal yang penting, tidak ada pasangan pengganti sejati yang mau menangani seorang pasien tanpa partisipasi aktif dari terapis atau dokter pasien tadi, yang menyediakan informasi klinis yang dibutuhkan pasangan pengganti agar bisa bekerja secara lebih efektif, dan sebaliknya terapis atau dokternya dapat memberikan terapi yang lebih baik dengan belajar dari pasangan pengganti itu. Terapis itu dapat memberikan peringatan dini bila pasien atau pasangan penggantinya secara emosional terlibat terlampau jauh, hubungan segitiga ini merupakan inti dari keberhasilan perawatan. Tetapi berbeda dengan terapis, dia bekerja dalam jangka waktu yang lebih pendek.


Perlukah anda menggunakan jasa Pasangan pengganti?

Mungkin, karena bagi beberapa pasien, ini adalah cara untuk memutuskan lingkaran setan: mereka mempunyai masalah hubungan suami isteri yang perlu segera diselesaikan, tetapi mereka tidak mampu duduk bersama untuk menyelesaikannya. Ejakulasi dini dan disfungsi ereksi merupakan masalah umum, tetapi kemampuan berkencan dan berkomunikasi, takut melakukan hubungan intim, malu dan gelisah, hasrat yang kurang dan tidak punya pengalaman juga perlu diperbaiki.

Kebanyakan pasien adalah laki-laki dan pasangan penggantinya wanita, tetapi banyak juga laporan keberhasilan pasangan pengganti pria dengan pasien wanita. Banyak perdebatan tentang mengapa terjadi ketidak seimbangan. Misalnya, ada yang mengatakan bahwa wanita membutuhkan kemesraan agar terbuka secara seksual dan kurang suka melakukan hubungan seksual dengan orang asing. Banyak juga pasangan pengganti yang menangani gay dan lesbian.


Penyembuhan dengan Pana.

Kalau saja mereka sudah mengenal penyembuhan prana, masalah yang demikian rumit seperti di atas tidak perlu terjadi, pasangan pengganti tidak begitu diperlukan, pasien dengan masalah seksual seperti tadi dapat segera di tangani dengan lebih santun, di sini Psikoterapi dengan Tenaga Prana sangat berperan. Dalam buku dengan lengkap dibahas tentang bagaimana menangani masalah di atas, termasuk bagaimana melakukan transmutasi energi seks yang berlebihan menjadi energi spiritual, bagaimana menangani impotensi, bagaimana menangani keterbelakangan mental, bagaimana meningkatkan toleransi dan penghargaan pada sesama, bagaimana meningkatkan semangat hidup. Dengan penyembuhan prana, semua itu dapat dilakukan dengan murah dan relatif lebih cepat.

----------


Sunday, January 11, 2009

:: Juli

.. 1 Juli
Simpatik, berpikiran luas, firasatnya tajam, pendapatnya asli dan agak segan. Ia bisa berhasil dalam bidang teknik terutama mesin.

.. 2 Juli
Bisa cepat memperoleh kemajuan dalam bidang usaha apa saja yang disukainya terutama dalam angkatan perang baik darat, laut, maupun udara ia bisa berhasil dengan baik.

.. 3 Juli
Berperangai agak aneh, sering kali bertentangan antara satu dengan lainnya, perasaannya mudah tersinggung, tetapi sebenarnya ia memiliki watak yang baik.

.. 4 Juli
Belas kasih, ramah-tamah, lebih suka tinggal di rumah, agak kolot dan peraasaannya terlalu halus serta tidak bisa menerima kesamaan atau kritikan.

.. 5 Juli
Belas kasih, ramah-tamah, sabar, otaknya tajam dan agung wataknya. Tetapi kalau menerima asuhan yang salah, ia bisa sombong dan keras.

.. 6 Juli
Belas kasih, baik tutur katanya sehingga banyak disukai orang, perasaannya mudah tersinggung, hatinya sering merasa sedih dan murung serta uring-uringan.

.. 7 Juli
Pandai, panjang akal, karakternya keras dan kuat dan ingin menguasai atau menundukkan orang lain. Kalau pendidikannya kurang, ia bisa tidak disukai dalam pergaulan umum sebab sifatnya yang aneh-aneh dan kurang menyenangkan.

.. 8 Juli
Kaku, brangasan, mudah tersinggung, suka mempengaruhi orang lain, tetapi hatinya baik dan tidak suka dendam hati. Kalau ia dapat panjang sabar, tidak mudah marah, ia bisa berhasil dalam penghidupannya.

.. 9 Juli
Otaknya terang, mudah memahami pelajaran apa saja yang dituntutnya, hatinya mulia dan dapat menyesuaikan diri dengan keadaan di sekelilingnya. Karena itu ia bisa menjadi orang terpelajar dan disukai banyak orang.

.. 10 Juli
Cerdas, berani, firasatnya luar biasa tajam, msnis dan bijaksana. Ia akan berhasil baik dalam pekerjaan yang bersifat penelitian seksama.

.. 11 Juli
Luar biasa pandai, terutama kalau ia dilahirkan pada pagi subuh, sopan-santun, artistik dan musikal perasaannya mudah tersinggung.

.. 12 Juli
Luas pemikirannya, ambisius, bisa bekerja keras untuk mencpai apa yang didambakannya. Ia bisa berhasil di bidang kewartawanan atau pekerjaan yang bersifat seni terutama kesusasteraan dan musik.

.. 13 Juli
Kuat, keras kepala, jalan pemikirannya tidak mudah dimengerti dan ia tidak suka mengalah kepada siapapun.

.. 14 Juli
Kuat, keras kepala, berani mati. Ia bisa memiliki karir pelayaran yang patut dipuji.

.. 15 Juli
Gerak-geriknya sangat gesit, berani tampil ke muka, setia dalam menjalankan tugasnya dan bisa mendapatkan penemuan baru. Ia bisa berhasil dan terkenal dalam penghidupannya.

.. 16 Juli
Murah hati, sering bertingkah aneh. Ia bisa menjadi korban penipuan sebab ia terlalu gemar pada pujian-pujian kosong.

.. 17 Juli
Ambisius, sangat aktif dalam segala hal, suka bergaul dan tolong-menolong sehingga ia pun akan sering menerima pertolongan yang berharga.

.. 18 Juli
Otaknya terang, tahu diri, tidak suka berlagak, berani mengakui kesalahan yang diperbuatnya, berhati-hati dalam setiap tindak-tanduknya supaya tidak menimbulkan ketegangan.

.. 19 Juli
Pandai, akal pemikirannya asli, memiliki pendirian sendiri dan suka menyediri serta banyak merenung seorang diri.

.. 20 Juli
Memiliki hawa nafsu yang besar, angan-angannya sering terlalu muluk yang tidak mungkin dicapai sehingga kadang kala salah ditafsirkan orang.

.. 21 Juli
Perangainya halus, tutur katanya lemah-lembut, menyenangkan orang, artistik dan suka akan keindahan alam. Ia bisa terkenal dalam lingkungan pergaulan umum.

.. 22 Juli
Suka bergaul, sangat toleran (suka mengalah dan tidak suka mencari perkara). Ia akan lebih banyak berhasil dalam bidang surat-menyurat.

.. 23 Juli
Sangat sensitif (mudah tersinggug), hatinya mulia dan sikapnya manis budi. Ia bisa berhasil dalam penghidupannya sebab ia suka mengalah.

.. 24 Juli
Sangat simpatik, murah hati, otaknya terang dan kelakuannya sopan-santun sehingga ia bisa meninggalkan kesan yang menyenangkan dalam pergaulan umum luas.

.. 25 Juli
Sangat aktif, bersemangat, tabiatnya riang gembira, optimis dan praktis pikirannya serta agak ambisius. Ia banyak disuka orang sebab ia bisa merendah dalam pergaulan. Ia bisa berhasil dalam karir kemiliteran.

.. 26 Juli
Bisa beruntung dalam hubungan percintaan, sangat keras dan memiliki harta benda atau warisan yang bisa tahan lama. Ia bisa berhasil dalam lapangan kesenian terutama musik dan sandiwara.

.. 27 Juli
Pandai, pikirannya asli, keras kepala, mau menang sendiri dan ulet dalam
berusaha serta bisa mengambil keputusan yang tetap.

.. 28 Juli
Murah hati dan kecerdasannya luar biasa. Ia bisa menjadi seorang “jenius”, ialah orang yang dapat menemukan suatu pendapat baru karena kepandaiannya yang luar biasa.

.. 29 Juli
Firasatnya tajam, berlaku waspada, suka akan ilmu gaib karena itu kalau ia terpelajar bisa menjadi seorang ahli mata yang baik, jujur dan dihormati orang, tetapi kalau ia kurang pendidikan atau salah asuhan, ia bisa menjadi seorang “dukun klenik””

.. 30 Juli
Semangatnya tinggi dan berambisi, suka sekali mengejar kedudukan dan pujian dan mudah sekali merasa bosan. Ia bisa berhasil dalam bidang kewartawanan.

.. 31 Juli
Cerdas, banyak akalnya, bisa berdiplomasi dan dapat menyesuaikan diri dalam segala keadaan, tetapi agak ambisius. Ia bisa menjadi perintis atau pembuka jalan suatu kegiatan atau penemuan baru.

----------

8 Pertanyaan Seputar Demam

Sumber: Kompas.com

DEMAM merupakan kondisi tubuh dengan suhu di atas 37,50c sementara normalnya berkisar 36-37,50c. Demam kerap disertai gejala menggigil, rewel, lesu, gelisah, sulit makan, susah tidur dan sebagainya. Ada beragam pendapat awam soal penanganan demam pada anak yang diluruskan oleh dr. Elizabeth Yohmi, Sp.A, dari RS St. Carolus, Jakarta.


1. Suhu Tubuh Bisa Diukur dengan Punggung Tangan?

Mungkin masih ada orangtua yang menggunakan metode “manual” untuk mengetahui apakah si kecil demam atau tidak. Caranya amat sederhana, cukup dengan meletakkan punggung tangan di dahi anak yang diduga demam. Atau ada juga yang mencoba mendeteksi peningkatan tubuh si kecil dengan cara memegang bagian tangan/kaki apakah terasa lebih “hangat” atau tidak.

Padahal langkah seperti itu tentu tak akurat. Ada cara yang tepat dan akurat untuk mengukur suhu tubuh, yakni menggunakan termometer. Tingkat akurasinya tergolong tinggi bila pengukuran dilakukan di bagian rektum/anus. Kenapa? Karena wilayah inilah yang paling mendekati suhu tubuh sebenarnya. Namun bukan berarti termometer yang ditempatkan di ketiak, dahi maupun telinga tak akurat lo. Si kecil boleh dibilang demam bila temperatur tubuhnya diukur melalui mulut/telinga menunjukkan angka 37,80C; melalui rektum 380C, dan 37,20C melalui ketiak.

Untuk memantau perkembangan suhu badan si kecil, boleh-boleh saja diukur setiap 3 jam sekali. Kalau perlu, setiap jam juga boleh. Yang jelas, orangtua perlu mencatat perkembangan suhunya, apakah mengalami kenaikan atau penurunan. Lalu ketika memeriksakan si kecil ke dokter, sampaikan catatan perkembangan suhu tersebut. Siapa tahu, pola suhu tubuh dapat digunakan untuk membantu mengetahui kemungkinan penyakit yang diderita si kecil.


2. Kompres Bantu Turunkan Suhu Tubuh?

Metode kompres dianggap sebagai upaya penurun suhu badan. Cara kompres seperti ini memang benar bila dilakukan dengan air hangat. Apa pasal? Karena air hangat membantu pembuluh darah tepi di kulit melebar hingga pori-pori jadi terbuka yang selanjutnya memudahkan pengeluaran panas dari dalam tubuh. Pendapat lain, dengan suhu di luar yang hangat, maka tubuh akan menganggap suhu di luar cukup panas yang membuat tubuh bereaksi menurunkan suhu.

Selain itu, kompres juga bertujuan menurunkan suhu di permukaan tubuh. Turunnya suhu diharapkan terjadi lewat panas tubuh yang digunakan untuk menguapkan air pada kain kompres. Konkretnya, kain kompres dapat diletakkan tak hanya di dahi/kening, tapi juga perut atau di bagian tubuh yang luas dan terbuka. Bisa juga diletakkan di wilayah yang terdapat pembuluh-pembuluh darah besar, semisal leher, ketiak, selangkangan maupun lipatan paha.

Yang perlu diperhatikan, hindari mengompres dengan air dingin, air es atau es batu. Pasalnya, perbedaan suhu yang kelewat ekstrem ini dapat mengakibatkan “korsleting” atau benturan kuat di otak antara suhu panas tubuh dengan kompres yang terlalu dingin tadi. Alih-alih menurunkan suhu tubuh, kompres air dingin justru memicu peningkatan suhu tubuh. Soalnya, air kompres yang dingin tadi dapat menyebabkan pembuluh darah tepi mengecil. Akibatnya, panas yang seharusnya dialirkan oleh darah ke kulit agar keluar dari tubuh justru jadi terhalang hingga suhu tubuh pun akan meningkat.

Begitu juga dengan metode kompres yang menggunakan alkohol. Metode yang dulu dianggap mujarab menurunkan demam ini sudah saatnya ditinggalkan. Soalnya, alkohol bersifat mudah menguap dan untuk proses penguapan ini dibutuhkan energi panas yang diambil dari tubuh penderita. Dengan kompres alkohol, penurunan suhu tubuh bisa berlangsung cepat yang justru bisa membahayakan, Belum lagi uap dari baluran alkohol di tubuh akan terhirup oleh si kecil dan bisa menimbulkan gangguan pada susunan saraf pusat.


3. Anak Demam Tak Boleh Diselimuti?

Sebaiknya memang tidak menyelimuti si kecil yang sedang demam, apalagi menggunakan selimut tebal. Selain itu anak sebaiknya tak dipakaikan baju tebal atau jaket ketat dan tertutup rapat yang justru bakal meningkatkan suhu tubuhnya. Sebaliknya, agar suhu tubuhnya cepat turun, gunakan pakaian tipis longgar dan bahannya menyerap keringat yang membuat si kecil jadi nyaman dan tak kegerahan. Usahakan pula agar sirkulasi kamar/ruangannya baik.

Khusus pada bayi, metode kanguru bisa dicoba untuk menurunkan suhu tubuh. Secara psikologis, menggendong metode kanguru juga akan membuat si kecil merasa nyaman berada dalam dekapan/pelukan ibunya.


4. Demam Dapat Akibatkan Dehidrasi?

Demam memang akan memaksa tubuh mengeluarkan cairan lebih banyak. Bila asupan cairan kurang, misalnya si kecil malas makan dan minum, tentu saja bisa menyebabkan dehidrasi. Salah satu tandanya, selama beberapa waktu (setidaknya 6 jam) si kecil tak buang air kecil. Pada bayi malah lebih mudah lagi mengenalinya karena popoknya tetap kering dalam 6 jam terakhir.

Agar si kecil tak mengalami dehidrasi/kekurangan cairan, usahakan untuk sebentar-sebentar memberinya minum. Tak cuma itu, bujuklah si kecil untuk mau mengonsumsi makanan yang banyak mengandung air seperti sayuran berkuah atau buah-buahan yang banyak mengandung air. Sediakan aneka minuman yang disukai anak seperti susu, jus buah atau teh manis. Dengan demikian, risiko dehidrasi dapat diminimalkan.

Yang pasti, setiap kenaikan suhu tubuh memerlukan asupan cairan tambahan. Semakin tinggi demamnya, kian banyak pula jumlah cairan yang diperlukan. Ini tantangan yang tidak ringan bagi orangtua karena biasanya selagi demam anak cenderung menolak asupan minuman dan makanan. Bujuklah anak untuk istirahat supaya tubuhnya cukup memiliki daya tahan guna melawan infeksi. Khusus untuk bayi, berikan ASI lebih banyak dan lebih sering. Bila usianya sudah lebih dari 6 bulan bisa ditambah dengan air putih, kaldu ayam, kuah sayur, atau jus buah.

5. Tak Boleh Mandi Sampai Demam Reda?

Seperti halnya kompres hangat, mandi air hangat justru amat dianjurkan untuk mereka yang demam. Setelah mandi, segera keringkan tubuh anak dengan handuk dan cepatlah berganti pakaian agar tidak kedinginan. Selain membuat tubuh segar dan nyaman, mandi juga sangat baik untuk menghilangkan kuman dan bakteri di kulit. Untuk bayi pun boleh-boleh saja. Jika agak khawatir, lepaskan seluruh pakaiannya, kemudian lap sekujur tubuhnya dengan menggunakan handuk yang telah dibasahi air hangat, lalu segera keringkan.


6. Begitu Demam Langsung Beri Obat?

Sebetulnya demam merupakan mekanisme pertahanan tubuh terhadap serangan bakteri dan virus. Para ahli yakin, tubuh dapat lebih efektif melawan infeksi jika suhunya naik. Nah, jika perilaku anak tidak berubah, yakni tetap aktif bermain dan tetap mau minum serta makan, orangtua tidak perlu langsung memberinya obat penurun panas. Biarkan tubuhnya bekerja secara alami. Konkretnya, jika suhu tubuh di atas normal tapi belum demam (antara 37,5-380C) alias sumeng, anak tak perlu diberi obat penurun panas. Cukup dengan membuatnya nyaman dalam ruangan bersuhu normal dengan pakaian biasa dan minum yang banyak.

Sedangkan bila suhu tubuh sudah di atas 380C, berikan obat penurun panas dalam bentuk drops sesuai dosisnya. Tentu lebih baik bila berkonsultasi dulu pada dokter. Ada 2 kelompok obat yang disarankan yakni ibuprofen dan asetaminofen/parasetamol. Asetaminofen dapat diulang setiap 4 jam sekali dan ibuprofen 6 jam sekali bila suhu tubuh tetap masih tinggi. Penting pula diperhatikan, untuk mengatasi demam pada bayi, jangan memberi 2 kelompok obat sekaligus ataupun obat penurun demam yang merupakan kombinasi asetaminofen dan ibuprofen.

Obat pereda demam sebenarnya hanya bekerja menurunkan suhu tubuh untuk sementara waktu sebab obat ini tidak mematikan bibit penyakit yang menyebabkan infeksi. Jadi, jangan heran kalau suhu si kecil naik lagi, itu karena infeksinya belum benar-benar sembuh. Gejala ini bisa terjadi paling tidak dalam 2-3 hari. Infeksinya sendiri, seperti influenza, bisa berlangsung 5-7 hari.


7. Madu Bisa Obati Demam?

Madu tersusun atas beberapa senyawa gula seperti glukosa dan fruktosa serta sejumlah mineral seperti magnesium, kalium, kalsium, natrium, klor, belerang, besi, dan fosfat. Madu juga mengandung vitamin B1, B2, C, B6 dan B3. Salah satu khasiatnya, madu dianggap mampu menurunkan suhu tubuh. Penggunaan madu untuk bayi di bawah satu tahun sebaiknya dihindari dan tidak digunakan bila terdapat diare.


8. Bila Demam, Kapan ke Dokter?

Ada beberapa kondisi demam yang mengharuskan orangtua sesegera mungkin membawa anaknya ke dokter. Di antaranya bila suhu demam sangat tinggi (lebih 40°C), disertai keluhan sulit bernapas, kejang, muncul bintik merah atau biru di tangannya, dibarengi muntah atau diare, dan muncul radang tenggorokan pada bayi di bawah usia 3 bulan dan ada riwayat kejang sebelumnya.

Dengan kata lain, hanya dalam kondisi-kondisi tertentu demam menjadi berbahaya. Yakni ketika disertai sakit kepala, tubuh lemas, demam sudah berlangsung lebih dari 72 jam atau 3 hari berturut-turut, serta kejang-kejang. Kebanyakan demam berakhir baik-baik saja. Sebelum ke dokter, setidaknya tunggu sampai 24 jam, sembari memerhatikan gejala-gejala tambahannya.

Untuk bayi yang demam, dianjurkan membawanya ke dokter apabila suhunya mencapai 38,50C. Dikhawatirkan terjadi infeksi yang tergolong berat dan tubuh tak dapat mengatasinya tanpa bantuan obat-obatan.

Penulis : Hilman Hilmansyah

----------

Thursday, January 8, 2009

Kesan Tentang Karya Master

Kesan Tentang karya-karya Master Choa

Ketika diajukan pertanyaan :
"Bagaimana kesan Anda tentang karya-karya Master Choa Kok Sui?"
Jawaban dan kesan beberapa orang yang telah mengenal dan merasakan manfaat ajaran penyembuhan Prana adalah sebagai berikut:

"Wow, wonderful! Thanks GrandMaster Choa Kok Sui! You have inspired and empowered my life! And also many other's life!"

"Saya sangat kagum akan karya-karya beliau, terutama setelah saya mempraktekkannya. Karyanya dapat merubah karakter dan jiwa seseorang. Sangat berguna untuk kesehatan raga dan keselamatan jiwa. Saya berusaha sebaik-baiknya untuk mempraktekkan penyembuhan, meditasi dan pembentukan watak, dan ternyata itu merubah watak saya menjadi lebih baik, sehingga bisa menjalani hidup ini dengan damai dan lebih bisa memahami dan memaafkan orang lain. Beliau adalah seorang Guru Spiritual yang hebat di zaman modern ini."

"Saya sangat menaruh hormat dan kagum akan karya beliau, baik dalam bentuk buku, teknik meditasi maupun teknik penyembuhannya."

"Luar biasa bermanfaat bagi sesama dan bagi semua makhluk, karyanya berpandangan jauh kedepan, mengarahkan muridnya untuk meningkatkan kehidupan material bersamaan dengan kehidupan spiritual."

"Beliau sangat rendah hati, murah hati dan suka menolong. Memberikan pengetahuan yang sangat berharga kepada seluruh umat manusia, termasuk memberikan ilmu penyembuhan yang dahulu hanya diberikan pada murid pilihan saja. Ilmu yang beliau ajarkan sangat sederhana, praktis, mudah dimengerti namun sangat mujarab."

"Sebagai penulis buku-buku, baik yang bersifat penyembuhan maupun spiritual, Master Choa Kok Sui sangat luar biasa. Semua bukunya ditulis dengan gaya bahasa yang sederhana, lugas, namun sangat tepat sehingga mudah dimengerti oleh setiap orang yang membacanya."

"Luar biasa, beliau menyediakan diri dan hidupnya untuk kebahagiaan dan kesehatan orang lain. Beliau bersedia membagikan ilmunya kepada siapapun. Beliau tidak hanya menunjukkan kehebatan ilmu yang diajarkannya, tetapi juga kelemahan atau akibat negatif yang bisa timbul, berikut cara mengatasinya."

"Ajaran-ajaran Master Choa Kok Sui sangat berguna bagi pengembangan diri, baik secara fisik, kematangan emosi serta dapat mengaktifkan sisi spiritualitas dalam hubungan kita dengan Sang Pencipta. Dengan mempelajari Penyembuhan Prana tingkat dasar, lanjut dan psikoterapi, banyak manfaatnya bagi diri sendiri maupun orang lain, dengan penyembuhan secara fisik maupun emosi. Dengan mengikuti lokakarya Yoga Arhatik yang lebih bersifat spiritual dan membentuk karakter, seseorang jadi berkualitas dan bermanfaat dalam interaksi dengan sesama manusia maupun dengan Sang pencipta."

"Dengan tulus beliau memberikan pengetahuan dan ilmunya kepada sesama demi kemanusiaan. Bersedia berkorban bagi pengembangan pemanfaatan energi prana. beliau memberi teladan yang baik dalam berperilaku dengan perbuatan nyata. beliau berperan aktif dalam menyelesaikan masalah-masalah sosial dan kesehatan di dunia ini dengan kebaikan dan ketulusan."

"Sangat luar biasa. saya kagum pada Master, walaupun tidak mempunyai latar belakang kesehatan, tapi Master dapat menulis buku tentang kesehatan dengan begitu mudah dimengerti dan dipraktekkan semua orang. Hampir semua penyakit dan penyembuhan yang dituliskan tidak bertentangan dengan dunia kesehatan. Buku-buku tentang spiritualitaspun Master tulis dengan fasih walau Master bukan orang Spiritual (Mis. pastor, biksu dan lain-lain)."

"Setelah saya mengikuti kursus-kursus dan membaca tentang karya-karya beliau, saya melihat dan merasakan bahwa itu telah banyak mengubah banyak orang untuk hidup lebih baik (termasuk saya yang sampai saat ini masih terus berusaha untuk menjadi lebih baik). Karya-karya beliau mudah dipahami dan dapat dilaksanakan secara nyata. Jika dilakukan dengan benar dan penuh ketekunan, ternyata banyak sekali menolong orang, baik secara fisik maupun psikis."

"Dari membaca buku karya beliau dan mengikuti lokakarya dan ajaran beliau, saja sangat terkesan, kagum dan bersyukur karena saya sungguh beruntung dapat belajar dan mempraktekkan ajarannya. Saya jadi dapat memperbaiki karakter dan penilaian saya dalam berumah-tangga dan bermasyarakat. Bisa menambah ilmu dan wawasan berpikir dan bersikap toleran, tidak mudah menghakimi dan dogmatis/fanatik. Bisa memberikan pelayanan kepada sesama manusia dengan memberikan penyembuhan. kesan saya terhadap karya beliau sungguh luar biasa, saya sangat respek dan semakin ingin lebih jauh menghayati pelajaran spiritual saya agar jiwa saya lebih berkembang."

"Menurut saya, karya-karya Master Choa Kok Sui merupakan suatu fenomena kebajikan yang wajib kita teladani dan kita sebarkan demi kepentingan umat manusia yang punya niat baik untuk melakukan kebaikan dalam hidup ini."

"Saya sangat mengagumi karya-karya beliau yang luar biasa dan saya sungguh merasakan manfaat yang sangat positif bagi diri saya setelah saya mengikuti lokakarya-lokakarya yang diadakan. buku-buku beliau sangat mudah dipahami, secara jujur saya nyatakan bahwa kepribadian saya terus berkembang ke arah yang lebih baik serta saya bisa menjalankan agama saya dengan lebih baik."

"Suatu karya yang maha besar sumbangsihnya bagi kedamaian, kesehatan, kesadaran batin dan cinta-kasih pada sesama."

"Buku Master sangat unik, karenanya jangan membacanya sekali saja. Karena setiap kali kita membaca ulang, kita akan mendapat pemahaman baru sesuai tingkat spiritualitas kita. Juga akan kita temukan pemahaman yang lain, jadi tidak hanya yang tersurat, tetapi ada juga yang tersirat, yang membuat kita selalu mempunyai kesadaran-kesadaran baru yang tidak kita peroleh pada waktu pertama kali kita membacanya."

"Saya sangat bangga, kagum dan terkesan pada karya-karya master Choa Kok Sui!"

"Karyanya istimewa! Menakjubkan!"

"Karya Master Choa Kok Sui merupakan karya yang hebat, karya yang menunjukkan hal-hal baik dan menakjubkan sehingga pembacanya akan terus menunggu buku-buku baru beliau, sebab buku-buku tersebut banyak merubah perilaku pembacanya untuk selalu berbuat baik. Karya-karya Master Choa Kok Sui disusun secara runtun dan mudah dipahami oleh para pembacanya."

"Kesan saya sangat baik karena mengajak orang untuk meningkatkan spiritualitas dengan bonus bisa menyembuhkan! Terima kasih Master!"

"Setelah mengikuti lokakarya tingkat dasar, kesehatan dan pola pikir saya mengalami perubahan yang positif. Tubuh lebih sehat, pikiran jernih, dan memiliki kemampuan menyembuhkan diri sendiri. Hal itu sangat menakjubkan, karena ada sesuatu yang merubah tubuh menjadi lebih baik. Bagi orang lain maupun keluarga, saya bisa membantu menyembuhkan mereka setelah tubuh saya menjadi lebih sehat. Terjadi peningkatan spiritual dan hubungan saya dengan Tuhan. Ketika berdoa, sekarang saya merasa lebih dekat pada Tuhan, hal itu dapat saya rasakan karena adanya energi yang memasuki tubuh saya."

"Karya-karya beliau sungguh menakjubkan untuk saat ini, karyanya sangat berguna bagi umat manusia."

"Seluruh tuntunan meditasi Master Choa Kok Sui, baik itu meditasi Jantung Kembar, Arhatik Dhyan, Meditasi pada Jiwa, meditasi Kundalini dan lainnya sangat bermanfaat bagi peningkatan pribadi maupun jiwa saya. Buku-buku karya Master Choa Kok Sui yang ditulis berdasarkan riset ilmiah serta pengalaman pribadi beliau dalam menjalankan kehidupan spiritual, serta lokakarya yang disampaikannya sangat mencerahi."

"Karya-karya Master Choa sangat bagus, sistematis dan lengkap sehingga dapat diikuti oleh murid-muridnya dengan mudah, dari tingkat dasar sampai tingkat-tingkat yang lebih tinggi, sesuai dengan tingkat perkembangan spiritual masing-masing."

"Sangat hebat luar biasa! Bagaimana bisa seorang pengusaha biasa, insinyur yang dilahirkan tanpa bakat pewaskita maupun bakat ilmu esoterik dapat menciptakan teknik Penyembuhan Prana Modern yang amat ajaib, mudah dimengerti, sederhana dan tanpa klenik. Yang menulis buku spiritual yang gampang dicerna dan dipraktekkan, termasuk menciptakan "Meditasi Jantung kembar" dan "Yoga Arhatik." Karya Master Choa Kok Sui sungguh luar biasa!"

"Karya-karyanya sangat bermanfaat bagi kemanusiaan. Mendidik pembacanya menjadi "kritis," tidak langsung percaya pada apa yang ditulis dalam buku tersebut, dan lebih meyakinkan karena adanya kesaksian-kesaksian. Karyanya bersifat universal, meningkatkan kedekatan pada Tuhan dan medorong kita menjadi orang yang bijaksana, sayangnya bukunya terbatas persediaannya, sehingga hanya sedikit orang yang berkesempatan memilikinya."

"Karya-karya Master Choa Kok Sui sangat sistematis, efektif dan mudah diterapkan oleh siapapun. Penerapan dengan baik karya master Choa Kok Sui mempunyai pengaruh nyata pada kehidupan sehari-hari masyarakat (sehat jasmani maupun spiritual). Dapat membantu program pemerintah dibidang kesehatan."

----------

Wednesday, January 7, 2009

Pompa Air

Ada seorang pria yang memiliki pompa air. Pada seorang temannya dia berkata: “Pompa air ini akan memberimu semua air yang kamu butuhkan. Nih, kuberikan kepadamu.” Teman itu menerima dengan sangat gembira, karena dia merasa haus dan perlu air untuk menyiram kebunnya yang mulai kering.

Keesokan harinya pria itu singgah lagi. Temannya menyalahkannya, “Pompa ini tidak memberi air sedikitpun. Kamu bohong!”
Pria itu bertanya, “Apa kamu sudah mencolokkannya ke listrik?”
“Belum.”
“Colokkan saja dan kamu akan memperoleh air yang kamu butuhkan.”

Keesokan harinya pria itu mampir lagi untuk melihat apa yang dilakukan temannya. “Kamu bohong lagi.” kata temannya. “Aku sudah mencolokkannya ke listrik dan air tidak keluar juga.”
“Apakah kamu sudah memasang pipa ke sumur sehingga pompa itu bisa menarik air dari situ?”
“Belum.”
“Pasang pipa masuk ke dalam sumur dan pompa ini akan memberi air yang kamu perlukan.”

Keesokan harinya pria itu mampir lagi dan sekali lagi temannya mengeluh, “Kamu bohong, aku tetap tidak punya air.”
“Apa kamu sudah memancing pompa itu dengan air?”
“Belum.”
“Pancing pompa dengan menuang air ke dalamnya dan kamu akan segera menikmati air.”

Hari berikutnya pria itu berkunjung lagi dan temannya nampak girang karena air yang dimikinya. Pria itu bertanya, “Bukankah aku mengatakan yang sebenarnya?”
“Ya.” Kata temannya.
“Lalu kenapa kamu bilang aku pembohong?”
“Karena kelihatannya seperti itu; Aku tidak sadar bahwa kebodohankulah yang membuat apa yang kamu katakan nampak seperti kebohongan bagiku.”

----------

Tuesday, January 6, 2009

Halo.., Informasi?

Ketika aku masih kecil, ayahku punya satu-satunya saluran telpon yang pertama di lingkungan kami. Aku ingat betul, berbentuk sebuah kotak kayu yang dipelitur mengkilat dan ditempelkan di dinding. Alat penerima yang berkilat tergantung di sisi kotak tadi. Aku masih terlalu kecil untuk dapat menjangkau telpon itu, tetapi biasanya aku dengan takjub mendengarkan ketika ibuku menggunakannya untuk bicara.

Kemudian aku simpulkan bahwa dalam peralatan yang luar biasa itu hidup seorang wanita yang menakjubkan - Namanya adalah “Informasi” yang dapat memberikan jawaban pada nomor telpon setiap orang di saat yang tepat.

Pengalaman pribadiku yang pertama dengan “jin dalam botol” ini terjadi suatu hari ketika ibuku pergi meninggalkan aku sendiri di rumah untuk berkunjung ke rumah seorang tetangga. Aku menyibukkan diri dengan alat pertukangan di gudang, tak sengaja aku memukul jariku dengan palu.

Rasanya sakit sekali, tapi nampaknya tidak ada alasan untuk menangis karena tidak ada orang lain di rumah untuk memberikan simpati kepadaku. Aku berjalan mengitari rumah sambil menghisap jariku sampai akhirnya sampai ke dalam rumah.

Telpon itu!

Dengan cepat, aku berlari mengambil bangku di ruang tengah dan menariknya ke bawah telpon. Aku memanjatnya, melepaskan gagang telpon dari gantungannya dan meletakkannya ditelingaku. “Informasi?” aku ucapkan itu di dekat corong yang ada tepat di atasku.

Terdengar beberapa suara klik, kemudian terdengar suara lembut dan jernih bicara di telingaku. “Ya, informasi..”

“Aku melukai jariku....” Aku meratap di telpon. Airmataku mengalir dengan cukup deras sekarang karena ada orang yang mendengarkan aku.

“Apa ibumu ada di rumah?” tanyanya. “Tak ada orang lain di rumah, cuma ada aku.” Aku tersedu. “Berdarah?”

“Tidak,” jawabku. “Aku memukul jariku dengan palu dan sakit sekali.”

“Bisakah kamu membuka lemari es?” Tanyanya. Aku jawab bahwa aku bisa. “ Ambil sebongkah kecil es dan genggang di jarimu yang sakit,” kata suara itu.

Setelah peristiwa itu, aku menelpon “Informasi” untuk segala hal. Aku minta bantuannya untuk masalah ilmu bumi dan dia memberitahuku di mana letak kota Philadelphia. Dia membantuku dengan matematikaku. Dia memberitahuku bahwa tupai yang kemarin aku tangkap di halaman belakang makanannya adalah buah dan kacang-kacangan.

Kemudian, pada saat burung kenari kesayanganku mati, aku menelpon “Informasi?” dan menceritakan kisah sedih itu. Dia mendengarkan, kemudian mengucapkan sesuatu yang biasa diucapkan orang dewasa untuk menghibur seorang anak. Tapi aku tidak terhibur. Aku bertanya padanya, “Bagaimana mungkin burung yang biasa menyanyi dengan merdu dan bisa menghibur seluruh anggota keluarga akhirnya hanya menjadi setumpuk bulu dalam sangkar?”

Pasti dia merasakan kesedihanku yang mendalam karena dengan cepat dia berkata, “Paul, ingatlah selalu bahwa ada dunia lain di mana semua bisa bernyanyi.” Tak tahu kenapa, aku merasa lebih baik.

Hari berikutnya aku menelpon lagi, “Informasi?”
“Ya, Informasi,” kata suara yang sekarang sudah begitu aku kenal. “Bagaimana cara mengeja fix?” tanyaku.

Semua ini terjadi di sebuah kota kecil di pantai Pasifik. Ketika aku berumur 9 tahun, kami pindah ke Boston. Aku sangat kehilangan temanku. “Informasi” adalah milik kotak kayu tua di rumah lama kami, dan aku tidak tahu mengapa tidak terpikirkan olehku untuk mencoba menggunakan telpon baru yang berkilat yang duduk di meja di ruang tengah.

Ketika aku semakin besar dan memasuki masa remaja, kenangan pada perbincangan masa kecil dulu tak pernah hilang dari ingatanku. Sering kali, di saat ragu dan bingung aku akan terkenang pada saat-saat tenang penuh rasa aman yang dulu kumiliki. Sekarang aku begitu menghargai betapa dia begitu sabar, penuh pengertian dan baik hati, mau meluangkan waktunya untuk seorang anak.

Beberapa tahun kemudian, ketika aku harus pindah ke barat untuk kuliah, pesawatku singgah di Seattle. Aku punya waktu kira-kira setengah jam sebelum pesawat terbang lagi. Kuhabiskan waktu kurang-lebih 15 menit untu menelpon adikku, yang sekarang tinggal di sana, kemudian tanpa memikirkan apa yang ku lakukan, aku memutar nomor telpon kampung halamanku dan berkata, “Informasi?”.

Sungguh ajaib, aku mendengar lagi suara lembut dan jernih yang sangat aku kenal itu, “Informasi,” terdengar jawaban i seberang sana. Aku sama sekali tidak merencanakan sebelumnya, namun kudengar diriku berkata, “Maukah Anda memberitahuku bagaimana mengeja kata fix?”

Ada saat hening yang cukup lama. Kemudian muncul suara yang lembut itu, “Kukira sekarang jarimu sudah sembuh.”

Aku tertawa. “Jadi ini benar-benar Anda!” kataku. “Aku bertanya-tanya, tahukah Anda betapa berartinya Anda bagiku saat itu?”

“Aku bertanya-tanya,” katanya, “kalau saja kamu tahu betapa berartinya telponmu bagiku.” “Aku tidak pernah punya anak, dan aku selalu menunggu telponmu.”

Kuberitahukan padanya betapa seringnya aku memikirkannya selama tahun-tahun yang sudah berlalu dan aku bertanya apakah aku boleh menelponnya lagi ketika nanti aku kembali untuk mengunjungi adikku.

“Silahkan,” katanya. “Katakan saja mau bertemu dengan Sally.”

Tiga bulan kemudian aku kembali ke Seattle. Ternyata suara lain yang menjawab “Informasi...”
Aku menanyakan Sally.

“Apakah Anda temannya?” katanya.

“Ya, teman lamanya,” jawabku.

“Maaf aku harus mengatakan ini,” katanya. “Sally telah bekerja paruh waktu beberapa tahun belakangan ini karena sedang sakit. Dia meninggal lima minggu yang lalu.”

Sebelum aku menutup telpon dia melanjutkan, “Tunggu sebentar. Bukankan Anda bilang nama Anda Paul?”

“Ya.”

“Yah, Sally menitipkan pesan untukmu. Dia menuliskannya karena barangkali Anda menelpon.” Pesan itu berbunyi, “Katakan padanya aku tetap menyatakan bahwa ada dunia lain di mana semua bisa bernyanyi. Dia akan tahu apa yang kumaksudkan.”

Aku mengucapkan terimakasih dan menutup telpon. Aku tahu apa yang dimaksud Sally.

“Jangan meremehkan kesan yang mungkin Anda berikan kepada orang lain.”

----------

Monday, January 5, 2009

Manfaat Penyembuhan Prana

Berbagai Manfaat Penyembuhan Prana
Oleh : Master Stephen Co

Disunting dari buku “Your Hands Can Heal You” Karya Dr. Erik Robins dan Master Stephen Co, dan diterbitkan oleh Simon and Schuster Inc.

Sebenarnya semua hubungan berlandaskan pada adanya daya energi kehidupan. Karena Penyembuhan Prana menggunakan Energi Kehidupan untuk menyembuhkan, maka dia bisa menyembuhkan hubungan maupun jasmani. Hubungan yang positif tercermin dari keakraban di setiap aspek kebersamaan: mental, fisik, emosional maupun spiritual. Energi pasangan yang penuh kasih dalam hubungan yang mesra bercampur dengan cara yang harmonis, membiarkan cinta dan emosi yang baik mengalir di antara mereka dengan lancar dan tanpa hambatan. Sebaliknya, bila sebuah pasangan berada dalam hubungan yang buruk, berdebat dan bertengkar, medan energinya tidak menyatu dan mengalir. Sebenarnya energi mereka malah bertentangan dan saling menolak, bahkan malah menghasilkan gesekan yang bisa lebih menyakitkan.

Penyembuhan Prana menggunakan penyapuan untuk membersihkan pikiran dan emosi negatif pasangan itu untuk meningkatkan hubungan yang penuh kasih dan positif. Penyapuan memberdayakan seseorang agar tidak berreaksi terhadap energi negatif, dan juga memudahkan mengalirnya dengan bebas energi baik dan positif di antara keduanya. Penyapuan juga sangat membantu menangani kemarahan-diri karena itu dapat membantu melindungi seseorang dari pemancaran energi negatif kepada orang-orang yang dikasihinya, dari masalah yang sebenarnya sama sekali tak ada kaitannya dengan mereka, seperti misalnya frustrasi di hari kerja yang sangat melelahkan.

Seringkali ada pasangan tidak dapat memahami bahwa kemesraan adalah lebih dari sekedar urusan seks semata. Ketika kemesraan hanya muncul di tataran fisik saja, maka dia cenderung memudar ketika jasmani mulai berubah. Jadi, sangatlah penting sadar akan tingkat kemesraan kita di setiap jenjang dan memeliharanya. Cara efektif menciptakan kemesraan jasmani adalah dengan melakukan kontak fisik secara benar, sebagai contoh, berpegangan tangan. Untuk membangun kemesraan emosi, Anda bisa memusatkan perhatian pada sifat positif seseorang.

Berikut ini adalah teknik Penyembuhan Prana sederhana yang dapat membantu membangun keakraban emosional: Anda sekedar mengambil sebuah sifat positifnya dan memvisualisasikan, mengafirmasikannya serta merawat orang lain dengan itu. Sebagai contoh, bila pasangan Anda mempunyai beberapa kesalahan.

Pikiran yang kita pancarkan kepada orang lain benar-benar punya kekuatan. Kebanyakan orang bahkan tidak menyadari bahwa memancarkan pikiran buruk kepada seseorang, bahkan tanpa mengucapkan sepatah katapun, bisa menyebabkan orang itu menjadi lemah. Pada sisi lain, berpikir tentang kesehatan dan cinta kepada orang yang sama dapat membantu mengembangkan pembawaan yang positif. Kita harus selalu ingat bahwa ini juga berlaku pada pikiran yang kita tujukan kepada diri kita sendiri. Aura kita menyerap semua pikiran yang mengarah kepadanya, baik positif maupun negatif.

Kita saling bertukar energi dengan semua orang yang berhubungan dengan kita, tidak hanya kepada orang yang paling dekat dengan kita saja. Jadi, untuk menciptakan hubungan yang positif, dengan lebih penuh kasih sayang kepada setiap orang, pasangan, orang-orang yang kita kasihi, kerabat, teman, rekan bisnis, Formula Penyembuhan Prana-nya tetap sama. Ketika kita memancarkan cinta, cinta akan dipancarkan kembali kepada kita. Kita secara harafiah menggunakan energi untuk menciptakan efek positif dan mengupayakan kesembuhan. Ingatlah untuk selalu memancarkan cinta dari cakra jantung dan cakra mahkota Anda dan akan segera Anda saksikan persahabatan atau hubungan bisnis menjadi semakin erat. Bahkan bisa saja Anda melakukan ini pada orang yang tidak menyukai Anda untuk membuahkan hasil yang positif.

Penyembuhan Adalah Hak Ilahiah Bawaan Anda sejak lahir

“Sejak lahir setiap orang mempunyai kemampuan bawaan untuk menyembuhkan dan menghilangkan penyakit.”

Untuk memahami sepenuhnya kalimat membangkitkan semangat yang diucapkan oleh GrandMaster Choa Kok Sui, pelopor Penyembuhan Prana, sungguh benar, kita perlu mengamati apa yang sesungguhnya terjadi ketika seseorang menyembuhkan dengan energi.

Penyembuhan Prana berlangsung berdasarkan dua prinsip dasar: Prinsip pemulihan-diri, dan prinsip Daya Hidup atau Prana sebagai bahan bakar penyembuhan.

  • Prinsip Pemulihan-diri berarti bahwa tubuh mempunyai kemampuan untuk memperbaiki diri. Bebat pada luka atau gibs pada tulang yang patah tidak bisa menyembuhkan. Alat bantu ini hanyalah untuk melindungi luka atau menjaga tulang agar tetap pada tempatnya. Mereka dimaksudkan untuk membantu kesembuhan, tetapi mereka sendiri tidak menyembuhkan.
  • Prinsip daya hidup atau Prana sebagai bahan bakar penyembuhan, berarti tubuh memerlukan bahan bakar dalam bentuk Prana atau chi atau energi, untuk menghasilkan kesembuhan ini. Tubuh menyerap Prana atau energi vital ini dari matahari, udara, bumi, makanan, dan juga dari orang lain. Menaikkan tingkat energi tubuh - menaikkan jumlah bahan bakar penyembuhan - dan mempercepat tingkat kesembuhan.

Langkah sederhana penyembuhan energi dalam Penyembuhan Prana adalah penyapuan, pemberian energi dan penstabilan.

Mula-mula kita bersihkan aura dan cakra untuk membuang penumpukan dan mencegah agar energi berpenyakit tidak menerobos masuk lebih dalam ke aura selama langkah pemberian energi berlangsung. Tanpa penyapuan, prana dipompakan ke dalam aura yang kotor dan dapat menyebabkan apa yang disebut dengan “reaksi detoksifikasi,” seperti misalnya diare, demam, rasa sakit dan nyeri. Umumnya merasa semakin parah sebelum merasa lebih baik adalah proses tubuh mengeluarkan energi kotor dengan cepat, namun hal semacam itu dapat dihindarkan dengan memulai setiap perawatan dengan terlebih dahulu melakukan penyapuan.

Kemudian, kita beri energi atau memproyeksikan prana ke daerah yang terganggu dengan menggunakan apa yang kita sebut “teknik pompa air.” Bukannya menggunakan persediaan Daya Hidup kita sendiri, yang akan menguras energi kita, kita menyerap prana melalui cakra-cakra kita dan memfokuskannya seperti sebuah lensa melalui tangan kita ke daerah yang terganggu. Kemudian kita menstabilkan energi yang telah diproyeksikan, untuk mencegah agar energi yang sudah kita berikan tidak bocor ke luar. Energi itu sangat cair, sehingga dengan menstabilkannya kita mencegah terjadinya pemborosan energi.

Akhirnya, yang merupakan langkah sangat penting, adalah mencegah kontaminasi. Kebanyakan penyembuh sering kali merasa terkuras dan kelelahan sehabis menangani pasien-pasiennya. Itu terjadi karena energi kotor atau energi berpenyakit sebagian terserap oleh tubuh penyembuh.

Dalam Penyembuhan Prana, kita belajar bagaimana cara mengeluarkan energi berpenyakit dan mendirikan rintangan pengaman di sekeliling aura dan cakra untuk menghilangkan dan melindunginya dari kontaminasi.

Kunci terakhir dari Penyembuhan Prana adalah mengetahui dengan tepat kapan melakukan teknik penyapuan, pemberian energi dan penstabilan. GrandMaster Choa Kok Sui mengajarkan pendekatan “buku masakan” untuk menyembuhkan, yang berarti bahwa setiap jenis penyakit ditangani dengan cara yang spesifik, rangkaian penyapuan dan pemberian energi yang teruji. Setelah meneliti seni penyembuhan ini lebih dari 30 tahun dengan restu Gurunya, Mei Ling, dan dengan bantuan pewaskita dan praktisi medis yang tak terhitung banyaknya, GrandMaster Choa Kok Sui menemukan bahwa setiap masalah kesehatan, termasuk gagal jantung, asma, cancer dan AIDS, mempunyai pola energi yang unik serta pola cakra yang unik yang terkait dengannya. Hanya dengan mengajarkan tekniknya serta memberikan “resep” cara bagaimana menangani berbagai penyakit, mereka dapat memperoleh hasil yang sama seperti hasil penyembuhan yang dilakukan oleh seorang penyembuh handal dengan pengalaman selama 20 tahun atau lebih.

Jadi, dengan puluhan ribu penyembuh di seluruh dunia yang dilatih menggunakan sistem Penyembuhan Prana seperti yang digambarkan di atas, dapat kita katakan dengan penuh percaya diri bahwa setiap orang sesungguhnya, mempunyai kemampuan menyembuhkan yang dibawanya sejak lahir!

Tetap Bersih di dunia yang Kotor

Diperlukan upaya agar tetap bersih secara energi karena Anda adalah bagian dari sistem bio-energi yang dinamis, yang merupakan sumber energi dan kontaminasi.

Prana segar yang berasal dari matahari, sumber utama prana, ditambahkan ke dalam sistem. Tetapi ketika makhluk hidup menyerap dan memanfaatkan prana segar ini (tubuh energi Anda “bernapas” sama seperti yang dilakukan oleh sistem pernapasan Anda), mereka juga melepaskan kembali prana kotor ke dalam sistem. Sebagian dari prana kotor yang dikeluarkan secara alami itu akan dihancurkan, tetapi sebagian yang lain tetap berada di udara maupun di tanah sebagai sumber kontaminasi.

Jadi, sebenarnya kita rentan terhadap kontaminasi yang ada di lingkungan kita, atau secara tidak kita sadari menyerap prana kotor melalui udara yang kita hirup, makanan dan air yang kita konsumsi dan dari tempat di mana kita hidup dan bekerja.

Ketika kita hidup dalam sistem bio-energi ini, kita juga dapati bahwa diri kita selalu berdekatan dengan banyak orang lain, mereka tidak selalu positif, dan dalam situasi yang membutuhkan respon dari kita, respon yang tidak selamanya positif.

Kita hidup dan bekerja bersama orang-orang yang kadang negatif juga, marah, dengan sengaja mau menyakiti atau secara emosi destruktif. Kita juga banyak dipengaruhi oleh pengaruh pribadi, sosial dan keluarga yang menyebabkan kita menjadi atau bertambah stress, khawatir, beremosi negatif dan berkeyakinan terbatas.

Berbagai jenis hal negatif, baik yang bersumber dari tempat kerja kita maupun dari rumah, lingkungan kehidupan disekitarnya, perbuatan atau perkataan orang lain atau bahkan mungkin sekedar kegelisahan yang tak berujung, itu semua akan mengurangi dan mengkontaminasi persediaan energi kita. Jadi singkatnya, kita juga menjadi sasaran dari kontaminasi emosional.

Walaupun secara energi kita hidup di dunia yang kotor, yaitu dunia yang penuh dengan kontaminasi yang tak mungkin sepenuhnya dihilangkan, kita dapat menguranginya melalui pembersihan energi, yang merupakan cara untuk menjaga persediaan energi pribadi sebersih dan sepenuh mungkin.

Kalau dengan tekun Anda terus melakukan pembersihan energi, maka tubuh energi Anda akan menjadi lebih halus; partikel prana yang membentuk aura Anda menjadi lebih bersih, lebih kecil ukurannya dan bergetar dalam frekwensi yang lebih tinggi. Tubuh energi yang lembut akan mampu menyerap lebih banyak prana dari semua frekwensi. Sifat lembut ini kemudian menyatu, yang artinya adalah bahwa ketika Anda mempraktekkan pembersihan energi dengan baik, Anda akan dapat lebih banyak menyerap prana, yang pada gilirannya membuat tubuh energi Anda bahkan menjadi lebih halus lagi, itulah yang kemudian memungkinkan Anda menyerap lebih banyak prana lagi, dan seterusnya.

Secara energi, tubuh energi yang lebih halus juga lebih kuat, memungkinkan Anda melawan penyakit dengan lebih efektif atau menjadi lebih cepat pulih ketika Anda sampai sakit.

Ada lima jenis kebersihan energi:

  1. Penguasaan emosi (termasuk pada diri kita maupun pada diri orang lain),
  2. Diet yang benar, dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan seimbang, sedapat mungkin tanpa daging.
  3. Olah raga, tidak perlu terlalu berat, yang penting seluruh otot dan persendian dilatih.
  4. Lingkungan yang bersih dan terakhir adalah kuncinya:
  5. Sesering mungkin menggunakan garam dalam semua jenis pembersihan yang dilakukan.

Salah satu langkah kebersihan energi yang paling efektif adalah juga yang paling sederhana, paling murah dan paling kurang esoteris, itu adalah: memanfaatkan kemampuan pembersihan yang alami dari garam. Anda dapat mandi air garam setiap hari dengan kira-kira satu sampai satu setengah kilo gram garam dalam air dalam bath tube. Untuk membuat kemampuan pembersihannya menjadi lebih dalam dan kuat, tambahkan beberapa tetes minyak lavender, minyak cendana atau minyak ekaliptus ke dalam air garam itu. Minyak lavender mengandung prana berwarna biru dan lembayung, minyak cendana dan minyak ekaliptus mengandung prana hijau. Energi berwarna ini meningkatkan daya pemurnian energi air garam.


LINDUNGI DIRI ANDA DARI ENERGI NEGATIF

Pernahkah Anda merasa sangat lelah setelah bersama seseorang? Atau merasa lemas setelah mendengarkan masalah orang lain? Itu tadi adalah tanda adanya “kontaminasi energi.” Tetapi Anda dapat menghilangkan atau mencegah terjadinya kontaminasi energi dengan mempraktekan “energetic hygiene’ atau kebersihan energi, yaitu cara Penyembuhan Prana menjaga persediaan energi Anda tetap bersih dan penuh. Berikut ini adalah enam cara mudah dalam memanfaatkan kebersihan energi untuk melindungi diri Anda sendiri dari energi kotor dan bahkan untuk membersihkan diri Anda ketika aura Anda menjadi kotor:

  • Setelah setiap sesi penyembuhan, selalu cuci tangan Anda dengan garam pada air yang mengalir. Ini khususnya sangat penting bagi ahli pijat, penyembuh dan pekerja energi.
  • Lakukan mandi air garam tiga kali dalam seminggu. Gunakan setengah sampai satu setengah kilo garam laut dalam air hangat. Garam melepaskan energi berpenyakit dari tubuh maupun medan energi Anda. Agar lebih efektif, tambahkan 10 tetes sari minyak lavender atau minyak cendana, 10 tetes ‘tea tree’ atau 10 tetes minyak ekaliptus (jangan mengkombinasikan ketiga minyak ini, gunakan salah satu saja). Minyak ini mengandung prana berwarna yang membersihkan yang membantu mempercepat proses pemurnian. Lakukan ini sebelum istirahat malam karena ini akan membuat Anda sangat rileks. Bisa Anda tambahkan minyak pelembab kulit ke dalamnya.
  • Nyalakan dupa cendana di rumah maupun di kantor Anda guna menghancurkan energi stress dan energi berpenyakit yang dibawa udara.
  • Lantunkan “OM” sambil memvisualisasikan gelombang cahaya cemerlang lembayung listrik cair tertuang ke dalam cakra mahkota Anda dan membasuh semua energi yang tidak murni mengalir melalui seluruh tubuh Anda dan keluar melalui kaki Anda masuk ke dalam bumi.
  • Untuk perlindungan yang sangat kuat, Anda dapat melakukan teknik berikut setiap pagi atau selama diperlukan: Ketuk cakra mahkota Anda tiga kali. Lakukan tiga pernapasan dalam. bayangkan sebuah bola cahaya lembayung cemerlang di hadapan Anda. Kemudian bayangkan versi miniatur diri Anda berjalan memasuki bola cahaya tadi sampai benar-benar berada di dalamnya. Secara verbal ulang tiga kali: “Kepada Tuhan yang Maha Kuasa dan para Penolong yang tak nampak, terimakasih telah menciptakan sebuah perisai yang sangat kuat di sekeliling saya, aura saya dan cakra saya. Dengan penuh keyakinan, terjadilah!”
  • Malam hari sebelum tidur, bayangkan tali energi yang menghubungkan daerah solar pleksus orang lain dengan solar pleksus Anda. Dengan menggunakan tangan Anda yang dominan, lakukan gerakan pukulan karate dengan niat untuk memutuskan hubungan yang negatif dan yang tidak dikehendaki. Anda tidak perlu secara rinci mengarah pada setiap peristiwa tertentu kecuali kalau ada sesuatu yang demikian mengganggu Anda.

Perangkat-perangkat yang sangat kuat ini diambil dari kursus Penyembuhan Prana dan Pertahanan diri Secara Psikik GrandMaster Choa Kok Sui, merupakan sedikit contoh dari sedemikian banyak perangkat yang tersedia bagi Anda agar dapat mempertahankan kesehatan yang baik melalui kebersihan energi.

----------


Jamu, Prana dan Kesehatan

Oleh : Sr. Rosaline SND.

Obat tradisional oleh Departemen Kesehatan diklasifikasikan sebagai Jamu, Fitofarmaka dan Toga (Tanaman obat Keluarga)

  1. Jamu merupakan “obat” yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, hewan dan mineral dan atau sediaan galeniknya (bentuk sari) atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang dipergunakan berdasarkan pengalaman dalam upaya hidup sehat.
  2. Fitofarmaka merupakan sediaan obat yang berasal dari simplisia (bentuk kering, rajangan atau yang masih utuh yang diolah sekadarnya dan belum diserbuk) atau sediaan galenik (maksudnya yang sudah dicairkan misalnya: ekstrak, dekokta (sari air), cairan (madu), bentuk minyak (bibit minyak asiri) dan rendaman (gingseng).
  3. Toga merupakan tanaman obat keluarga atau apotik hidup. Tanaman yang ditanam dipekarangan atau halaman rumah, ini umumnya berupa berbagai jenis tanaman obat yang digunakan secara empirik (pengalaman turun temurun) untuk mengatasi penyakit atau keluhan yang umum dirasakan oleh masyarakat; misalnya: diare diatasi dengan daun delima putih atau daun jambu biji.


Jamu - Prana - Kesehatan

Seperti sudah banyak kita ketahui, saat ini pengobatan alternatif menggunakan bahan dari tumbuh-tumbuhan (herbal) berkembang sangat pesat. Peminatnya semakin banyak baik di dalam maupun dari luar negeri.
Terdorong kesadaran untuk “kembali ke alam” atau lebih dikenal dengan slogan “Back to Nature” yang dicanangkan oleh WHO (Badan Kesehatan Dunia) merupakan kegiatan yang memiliki nilai mendasar dan strategis. Banyak negara terpesona dengan keaneka ragaman hayati di Indonesia. Begitu melimpah tanaman “herbal” bisa tumbuh subur disini. Begitu banyak pula jenis yang kita kenal telah terbukti khasiatnya. Belum lagi spesies-spesies yang masih “misteri” menunggu untuk dikuak. Tetapi juga masih banyak sekali tanaman berkhasiat tersia-sia padahal bermanfaat untuk penyembuhan penyakit maupun untuk menjaga kesehatan.

Diakui bahwa banyak di antara obat-obat tradisional, bukan saja memiliki khasiat yang dapat dipertanggung jawabkan tetapi juga kandungan dari komponen bahan-bahannya (asal tanaman) benar-benar tinggi khasiatnya.

Adapun bagian-bagian yang digunakan sebagai obat/jamu, ada beberapa tanaman sebagai sayuran, buah-buahan, akar tanaman, kulit batang, umbi atau bunganya.

Untuk mendapatkan tumbuhan obat tidak sesulit seperti yang diperkirakan. Tidak hanya tersebar di hutan-hutan atau di padang liar, atau tumbuh liar di tepi jalan, tapi juga tumbuh di pekarangan rumah, ditanam di pot-pot bunga, di taman rumah, bahkan sebagai tanaman hias.

Tanaman tersebut dianggap tanaman hias karena memiliki keindahan pada bunga, daun maupun keseluruhan bagian tanaman. Tanaman hias memiliki peran dalam meningkatkan kenyamanan hidup serta menciptakan lingkungan yang bersih dan segar.

Kondisi tersebut merupakan kebutuhan, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah perkotaan yang sangat padat dengan berbagai polusi. Tanaman hias dapat memberikan pengaruh positif terhadap upaya mengurangi kepenatan, memberikan rasa segar pada indera dan dapat memberikan nilai tambah pada perekonomian keluarga karena di antara tanaman hias tersebut ternyata memiliki khasiat obat. Jadi mempunyai fungsi ganda.

Memang manfaat dari masing-masing tanaman hias ataupun Toga tersebut tidak sama karena kandungan di dalamnya juga berbeda. Dengan kandungan yang berbeda tersebut maka dibuat ramuan obat yang berasal dari satu tanaman atau dari beberapa tanaman.

Ramuan obat dari tanaman hias ataupun Toga dibuat dengan cara yang sederhana. Jika digunakan dengan baik dan sesuai aturan, ramuan tersebut tidak menimbulkan efek yang merugikan pemakainya karena umumnya ramuan bersifat alami dan tradisional.

Untuk membuat ramuan obat dari tanaman hias ataupun Toga tidaklah sulit karena selain bahannya mudah didapat, bahan di dapurpun ada, seperti misalnya bawang putih, jahe, dan lain-lainnya. Cara dan biaya meramunyapun relatif murah.

Pada umumnya, masyarakat meminum jamu ada yang hanya air rebusan ramuan, tapi juga ada berikut ampasnya, sehingga selain komponen utamanya, berbagai komponen lain yang terkandung juga ikut terminum.

Menurut para herbalis (ahli tanaman obat) komponen tambahan ini memberi efek yang dapat saling menguatkan bagi proses menyembuhkan dan sekaligus memberikan efek saling menetralkan bagi kemungkinan terjadinya efek sampingan.

Dengan demikian, tiap bagian tanaman merupakan obat lengkap karena seluruh kandungan pada tanaman tersebut dapat digunakan.

Kita semua tahu, energi prana dapat kita peroleh selain dari matahari, udara, bumi tapi juga dari tanam-tanaman. Apalagi tanam-tanaman yang dapat digunakan untuk “obat” bagi suatu penyakit, karena selain tanaman itu mengandung komponen zat-zat yang diperlukan untuk penyembuhan penyakit tertentu, juga tanaman itu memancarkan warna-warna aura yang menyembuhkan (warna-warna pelangi). Misalnya contoh yang paling mudah adalah :

Wortel –> memancarkan warna oranye
Apel Hijau –> kandungan potasiumnya tinggi

Keduanya diparut secara tradisional (tidak pakai alat juice), diperas, disaring dan diminum air asli campuran wortel dan apel hijau itu. Minuman ini dapat menghancurkan kista, tumor. Karena apa? Dengan parutan tradisional, aura warna oranye tidak hilang, dan kita tahu prana warna oranye mempunyai efek pembersih yang kuat, baik secara eterik maupun fisik. Secara eterik, ia mengeluarkan tenaga yang sudah dipakai dan tenaga berpenyakit. Secara fisik ia penting sekali, guna menghilangkan zat-zat limbah (berupa kista, tumor).

Apalagi kalau yang disebut “jamu” sebagai “obat” kita beri energi, dan si pasien kita prana, akan lengkaplah usaha untuk menolong sesama kita yang membutuhkan. Juga bila kita menggunakan jamu “obat” dari tanaman lain.

Misalnya:
Ginseng, kalau dilihat secara waskita, auranya sangatlah terang bila dibandingkan dengan obat-obat lain, ia mengandung banyak “prana” dan mengandung efek membersihkan karena bahan keabu-abuan dikeluarkan. Ginseng juga “menggiatkan” dan “memberi energi”. Ginseng yang dikombinasikan dengan jamu-jamu lain dianggap sebagai obat yang praktis dapat “menyembuhkan segala penyakit”.

Disinilah kita melihat hubungan antara :
Jamu – Prana – Kesehatan

Walaupun demikian hal tersebut tidak dimaksudkan mengambil peran dokter atau tabib. Tetapi sekedar memberikan solusi dan pengetahuan tambahan tentang bagaimana cara merawat diri maupun anggota keluarga dan pasien-pasien kita yang sakit. Khususnya bagi yang sudah putus asa menghadapi kenyataan bahwa semua pihak telah menyerah dalam melakukan upaya penyembuhan penyakit.

Dalam makalahnya, Sr. Rosaline SND juga menyertakan 7 halaman daftar Tanaman Hias Berkhasiat Obat di Pekarangan Rumah. Baik yang tumbuh liar maupun yang sengaja ditanam sebagai penghias pekarangan.

----------



Sunday, January 4, 2009

Barangkali Sudah Terlambat....

Rumah sakit tempatku bekerja terasa sunyi, tidak seperti biasanya, sunyi seperti suasana sebelum datangnya badai. Aku berdiri di ruang perawat di lantai tujuh dan melirik ke jam dinding.

Sudah jam 9 malam. Aku melingkarkan stetoskop di leherku dan bergegas ke ruang 712, ruang paling ujung di lantai tujuh. Ruang 712 berisi pasien baru, pak Willy, seorang pria yang hidup sebatang kara. Pria yang tidak mau bicara tentang keluarganya.

Aku memasuki ruangan itu, pak Willy menatap dengan gembira, namun kemudian matanya kembali sayu setelah tahu yang datang hanyalah aku, perawatnya. Aku menekan stetoskop di sekeliling dadanya sambil mendengarkan. Denyutnya kuat, lambat, dan teratur. Itulah yang ingin aku dengar. Nampaknya ada sedikit indikasi bahwa dia mengalami serangan jantung ringan beberapa jam yang lalu.

Dia menatapku lalu berkata, “Suster, maukah suster...” Dia ragu, air mata mulai menggenangi matanya. Dia berhenti sebelum mulai mengajukan permintaan, namun kemudian berubah pikiran. Aku menyentuh tangannya, menunggu. Dia mengusap air matanya. “Maukah suster menelpon anak saya? Katakan padanya aku mengalami serangan jantung. Serangan ringan. Suster tahu, aku hidup sendiri dan dia adalah keluargaku satu-satunya.”

Mendadak napasnya memburu. Aku memperbesar aliran oksigen sampai delapan liter per menit. “Tentu saja saya akan menelponnya,” kataku, sambil mengamati wajahnya. Dia mencengkeram seprei dan berupaya bangkit, wajahnya nampak tegang. “Maukah suster menelponnya sekarang, secepatnya?”

Napasnya semakin cepat, bahkan terlalu cepat. “Ya, saya akan menelponnya sekarang juga,” kataku sambil menepuk pundaknya. Aku meredupkan lampu. Dia memejamkan mata, mata yang sejuk di usianya yang limapuluh tahun. Ruang 712 jadi gelap kecuali sebuah lampu kecil di bawah wastafel. Oksigen terdengar mendeguk dalam tabung hijau di atas tempat tidurnya. Aku enggan meninggalkan ruangan itu, aku berjalan dalam temaram keheningan menuju jendela. Kaca jendela begitu dingin. Di bawah, kabut tipis bergulung di lahan parkir rumah sakit.

“Suster,” dia memanggil, “Bisa pinjam pensil dan selembar kertas?” Aku mencari kertas berwarna kuning dan sebuah pena dari sakuku dan meletakkannya di meja di samping tempat tidur. Aku berjalan kembali ke ruang perawat, siap menelpon. Anak perempuan pak Willy ada dalam daftar orang yang pertamakali harus dihubungi. Aku memperoleh nomornya dari informasi, kemudian menelponnya.

Suaranya yang lembut menjawab. “Yuni, saya perawat di rumah sakit pusat. Saya menelpon untuk mengabarkan bahwa ayah Anda di rawat di sini sejak sore tadi, dia terkena serangan jantung ringan, dan...., “Tidak!” dia berteriak, mengejutkanku. “Tidak parah kan?”

“Saat ini kondisinya stabil,” kataku, mencoba sebisanya agar terdengar tenang meyakinkan. Aku mengunci bibirku. “Anda tidak boleh membiarkan dia meninggal!” katanya. Suaranya terdengar begitu khawatir sehingga membuat tangan saya gemetar. “Dia telah menerima perawatan yang terbaik,” kataku.
“Tapi suster tidak mengerti.” dia mengaku, “ayah saya dan saya tidak pernah bicara, pada ulang tahunku yang ke 21, kami bertengkar karena dia tidak menyetujui pacar saya. Saya kabur dari rumah. Sampai sekarang saya belum pulang. Sejak beberapa bulan terakhir ini saya ingin sekali datang padanya untuk minta maaf. Hal terakhir yang saya katakan padanya adalah, “Aku benci kamu!”
Suaranya mulai gemetar dan aku mendengar isakan tangis yang memilukan. Aku duduk, mendengarkan, air mata membasahi pipiku. Seorang ayah dan anaknya, saling merasa kehilangan. Kemudian aku mulai memikirkan ayahku sendiri, ratusan kilometer terpisah dariku. Sudah begitu lama sejak terakhir kalinya aku mengatakan, “Aku mencintaimu.”

Ketika Yuni sudah mulai bisa mengontrol tangisnya, aku membisikkan doa, “Ya Tuhan, biarlah anak perempuan ini memperoleh maaf.” Kemudian terdengar ditelpon, “Saya akan segera datang, sekarang juga saya berangkat, saya akan sampai dalam 30 menit,” katanya. Kemudian klik, dia menutup telpon. Aku mencoba menyibukkan diri dengan setumpuk kartu pasien di meja, tapi aku tidak bisa berkonsentrasi. Kamar 712, aku tahu, aku harus kembali ke sana.

Aku setengah berlari berjalan di lorong. Aku buka pintunya. Pak Willy berbaring tak bergerak. Aku meraih pergelangan tangannya, tak ada denyutan. “Kode 99, kamar 712, kode 99, gawat.” Peringatan itu terdengar di seluruh rumah sakit dalam beberapa detik setelah aku memanggil melalui intercom di samping tempat tidur. Pak Willy mengalami gagal jantung. Secepat kilat aku meratakan posisi tempat tidur kemudian membungkuk di depan mulutnya, dua kali meniupkan udara ke paru-parunya, ku letakkan tanganku di dadanya lalu menekannya. Satu, dua, tiga, aku mencoba menghitung.

Pada hitungan ke 15 aku kembali ke mulutnya kemudian meniupkan napas sedalam mungkin. Di mana bantuan? Sekali lagi aku menekan dadanya, memberi pernapasan, menekan lagi... Dia tidak boleh mati! “O, Tuhan,” aku berdoa. “Anaknya segera datang! Jangan biarkan berakhir seperti ini Tuhan.”

Pintu mendadak terbuka. Para dokter dan perawat bergegas masuk sambil mendorong peralatan emergensi. Seorang dokter mengambil alih kompresi manual di dada. Sebuah tabung dimasukkan melalui mulutnya sebagai saluran udara. Para perawat menyuntikkan obat ke pembuluh darahnya. Aku menyambung alat monitor jantung. Tidak ada apa-apa. Tak ada satu denyutanpun.

Jantungku berdegup kencang. “Tuhan, jangan biarkan ini berakhir begini. Tidak dalam kepahitan dan kebencian. Anaknya sebentar lagi datang. Biarlah dia memperoleh kedamaian.”

“Mundur,” perintah seorang dokter. Aku mengangsurkan alat kejut jantung padanya. Dia meletakkannya di dada pak Willy. Berulang kali kami mencoba, tanpa hasil. Pak Willy telah meninggal, seorang perawat mematikan oksigennya. Satu demi satu mereka meninggalkan ruangan itu, muram dan diam.

Bagaimana mungkin hal ini terjadi? Aku berdiri di sisi tempat tidurnya, terpaku. Angin dingin menggetarkan jendela. Bagaimana bisa aku menemui anaknya?

Ketika aku meninggalakan kamar itu, aku melihatnya menyandar di tembok di samping air mancur. Seorang dokter, yang beberapa saat lalu berada di kamar 712 berdiri di sampingnya, berbicara padanya, memegang sikunya. Kemudian dia pergi, meninggalkannya merosot berpegang ke tembok. Kepedihan yang mendalam nampak di wajahnya. Mata yang penuh duka.

Dokter telah mengatakan bahwa ayahnya telah pergi. Aku meraih tangannya dan menuntunnya ke ruang duduk perawat. Kami duduk di kursi hijau kecil, tetap membisu. Dia menatap lurus ke kalender farmasi, tapi dengan tatapan kosong.

Yuni, saya ikut berduka,” kataku, walau aku tahu itu tidak cukup. “Aku tak pernah membencinya, aku mencintainya,” katanya. Tuhan, tolonglah dia, aku berdoa. Tiba-tiba dia berputar ke arahku. “Aku ingin menjenguknya.”
Pikiran pertama yang muncul adalah, mengapa harus menambah beban kesedihanmu? Melihatnya hanya akan menambah kepedihannya. Namun aku tetap berdiri lalu merangkulnya. Kami berjalan perlahan di lorong, menuju kamar 712. Di luar pintu aku mencengkeram lengannya, berharap dia mengurungkan niatnya untuk masuk. Dia mendorong pintunya.
Kami berjalan menuju tempat tidur, bersamaan saling merapat. Yuni membungkuk dan membenamkan wajahnya di selimut. Aku berusaha untuk tidak melihatnya dalam perpisahan yang demikian menyedihkan. Aku memalingkan wajahku ke meja kecil di samping tempat tidur. Aku melihat kertas kuning tergeletak di sana, aku memungutnya, tertulis di situ:

Yuniku sayang,
Aku memaafkanmu, aku harap kamu juga mau memaafkan aku. Aku tahu kalau kamu sangat mencintaiku.
Aku juga mencintaimu.
Ayah.

Kertas itu nampak gemetar di tanganku ketika aku mengulurkannya ke Yuni. Dia membacanya sekali, kemudian mengulangnya. Wajahnya yang penuh kepedihan itu perlahan berubah bersinar. Damai mulai memancar di wajahnya. Dia memeluk kertas itu di dadanya.

“Terimakasih, Tuhan,” aku berbisik, memandang keluar jendela. Beberapa bintang bak kristar berpendar dalam kegelapan malam. Keping salju jatuh ke jendela dan mencair, pergi untuk selamanya. Nampaknya kehidupan demikian rapuh seperti keping salju di jendela itu. Tapi terimakasih Tuhan, karena hubungan keluarga kadang demikian rapuh seperti kepingan salju itu, dapat disatukan kembali - namun jangan membuang waktu.
Aku beringsut dari kamar itu dan bergegas menuju pesawat telpon. Aku akan menelpon ayahku, akan kukatakan, “Aku mencintaimu!.”

NB. Kukira ini bisa menjadi gagasan yang baik bagi kita masing-masing, untuk menyisihkan beberapa menit dari hari-hari kita yang penuh kesibukan dan mengatakan kepada orang yang demikian istimewa bagi kita, bahwa kita mencintai mereka... sebelum terlambat! Bukankah demikian? Jadi, tunggu apa lagi?

Pengarang tidak diketahui, dikirimkan oleh Gary Lee, Maryland.

----------

Teman Sejati Adalah.....

Semua orang bisa berada di sisi Anda ketika Anda benar, namun seorang teman sejati akan berada di sisi Anda bahkan di saat Anda salah...

Teman biasa menjelaskan siapa dirinya ketika dia menelpon, teman sejati tidak perlu melakukannya.

Teman biasa membuka pembicaraan dengan menceritakan kisah baru dalam hidupnya, teman sejati berkata, “Apa yang baru tentang dirimu?”

Teman biasa mengira masalah yang Anda keluhkan adalah masalah baru, teman sejati akan berkata: Kamu telah mengeluhkan hal itu sejah 14 tahun yang lalu. Bangkitlah dan lakukanlah sesuatu.”

Teman biasa tidak pernah melihat Anda menangis. Teman sejati punya pundak untuk menyerap airmata Anda.

Teman biasa tidak tahu nama panggilan orang tua Anda. Teman sejati punya nomor telponnya di buku telpon miliknya.

Teman biasa membawa sebotol anggur dalam pesta Anda, teman sejati datang lebih awal untuk membantu mempersiapkannya dan tinggal sampai larut malam untuk membantu membereskan segala sesuatunya.

Teman biasa tidak senang ketika Anda menelpon ketika dia sudah pergi tidur, teman sejati menan nyakan mengapa baru sekarang dia memutuskan untuk menelponnya.

Teman biasa berusaha membahas masalah yang Anda hadapi, teman sejati berupaya membantu mengatasi masalah Anda.

Teman biasa bertanya-tanya tentang kisah romantis Anda, teman sejati bisa berseloroh mengenai hal itu.
teman biasa, ketika berkunjung, berperilaku seperti tamu, teman sejati membuka lemari pendingin Anda dan melayani dirinya sendiri.

Teman biasa mengira bahwa pertemanan telah berlalu ketika Anda berdebat, teman sejati tahu bukanlah persahabatan sebelum Anda bisa menyelesaikan pertengkaran.

Teman biasa mengharap agar Anda selalu siap menemani mereka, teman sejati berharap untuk selalu berada di sini untuk menemani Anda.

----------

Friday, January 2, 2009

Guru

Diterjemahkan dari "On Your Wings", an introduction to Bhakti Yoga

Berbeda dengan kata guru dalam bahasa Indonesia, dalam tradisi Yoga, Guru (dengan G besar) diartikan sebagai seorang Guru Spiritual atau Master.

Seorang Guru mempunyai kemampuan dan kebijaksanaan untuk melenyapkan ketidak tahuan spiritual muridnya. Guru sejati sudah mencapai tingkat perkembangan spiritual yang amat tinggi sebelum dia berperan sebagai seorang Guru. Seorang Guru tradisional telah mencapai Penyadaran-Tuhan sebelum mulai mengajar. Memang ada pengecualiannya, bila seorang Guru mulai mengajar dengan bimbingan Gurunya yang masih hidup, dan secara spiritual Guru dari Guru tadi membimbing dan mengawasinya. Dalam hal semacam ini dia sering kali merujuk pada Gurunya ketika dia mengajar murid-muridnya. Guru yang benar-benar telah mencapai kesadaran tentu sudah mencapai Kebersatuan dengan Tuhan selama inkarnasinya saat ini, dia tidak perlu merujuk ke siapapun kecuali pada Tuhan, karena Tuhan adalah Gurunya dan pembimbingnya yang sejati selama dia bergiat mengajar. Dia bertindak atas nama Tuhan, tidak pernah atas nama dirinya sendiri.

Hubungan antara seorang Guru dengan muridnya adalah hubungan Cinta Ilahiah. Dia membimbing muridnya kembali ke Tuhan. Cinta Guru kepada muridnya abadi, dan di akhir inkarnasinya dia akan melebur hampir semua karma dari murid-muridnya yang paling tinggi tingkatannya. Sekali sudah dipilih, seorang Guru tetaplah menjadi Guru dari muridnya sampai akhirnya murid itu mencapai sendiri Penyadaran-Tuhan dan Kebersatuan dengan Tuhan. Namun, bahkan setelah pembebasan semacam ini, hubungan cinta itu terus berlanjut dengan abadi. Ini adalah persahabatan sejati yang tidak ada akhirnya.

Memilih seorang Guru dari sudut pandang Pencari-Tuhan merupakan hal yang sangat peka. Seorang Pencari-Tuhan harus bersedia untuk benar-benar mempercayai dan mengikuti semua nasihat Gurunya. Pada saat yang sama, dia tetap harus menggunakan akal sehatnya dan bisa mengambil keputusan dengan baik. Dia harus belajar mengikuti nasihat Gurunya di saat belajar dan pada saat yang sama terbebas dari segala kelekatan dan menggunakan intuisi dan akal budinya dengan bijaksana. Jalan menuju Tuhan mungkin saja panjang dan berbatu, karenanya kadang-kadang menjadi tugas berat untuk melebur semua ego murid spiritual yang baru. Jauh lebih mudah menaklukkan negara lain daripada menaklukkan egonya sendiri. Seorang Guru akan tahu dan menyadari semua permasalahan Anda dan kebiasaan culas yang mungkin Anda punyai dan akan membantu menanggulangi ego Anda dengan cara penuh kasih-sayang dan penuh kedamaian yang paling cocok bagi Anda.

Bagaimanapun seorang Guru kadang menolak menerima 'Pencari-Tuhan' tertentu karena alasan spiritual tertentu. Dia mengetahui adanya hambatan karma dan hambatan spiritual dari seorang murid yang potensial dan mengetahui seberapa seriusnya seorang Pencari-Tuhan berusaha mati-matian untuk mencapai rumah idamannya, untuk bersama Tuhan.

Dari sudut pandang seorang murid spiritual, Guru dari Gurunya disebut dengan Paramguru.

Seorang Guru mengajarkan bagaimana cara menemukan jalan pulang menuju Tuhan. Karenanya dia harus sudah pernah menjalaninya agar benar-benar dapat memahami jalan itu, sebelum dia bisa mengajar orang lain bagaimana cara mencapai kebersatuan dengan Tuhan.

Ada beberapa Guru yang memilih untuk mengajar dalam jalur sebuah tradisi spiritual saja, seorang Guru yang sudah menyadari Tuhan sebenarnya dapat mengajar melalui tradisi spiritual manapun untuk membimbing muridnya langsung kepada Tuhan. Bisa saja dia memilih untuk mengajar masing-masing muridnya secara pribadi, dengan memperhatikan semua pengalaman spiritual dari inkarnasi terdahulu setiap murid ataupun lebih memperhatikan hambatan spiritual yang ada saat ini.

Guru dari tradisi spiritual tertentu kadang di sebut dengan Master.

Bagaimanapun, kata Guru merupakan istilah yang lebih tepat karena secara tradisional itu merujuk pada seseorang yang membimbing sesamanya kepada Tuhan dan mampu bertindak sebagai fasilitator di jalan itu. Dia menyalurkan pencerahannya kepada para muridnya, yang pada gilirannya akan merasa lebih mudah bermeditasi atau berkembang spiritualitasnya dengan kehadiran Guru di sisinya.

Mempunyai Guru jasmaniah merupakan tradisi yang sangat tua di banyak negara Asia dan di berbagai tradisi spiritual, terutama di India. Mempunyai Guru secara fisik tentu sangat bermanfaat bagi setiap Pencari-Tuhan, karena dengan demikian akan sangat menghemat waktu dan upaya, kalau Anda benar-benar mengikuti nasihatnya dengan baik. Sebagai tambahan, Cinta Ilahiah antara Guru dan muridnya akan melebur sebagian besar karma si murid, bahkan itu terjadi selama proses belajar sedang berlangsung dan itu membuat pertumbuhan spiritual muridnya menjadi jauh lebih mudah dan lebih cepat daripada kalau si murid menjalaninya sendiri.

Bagaimanapun, mungkin saja setiap murid yang sudah berkembang menyadari bimbingan spiritual dari Guru yang dicintainya. Karena itu kehadiran seorang Guru tidak lagi diperlukan. Seorang Guru sejati dapat membimbing para muridnya tanpa hadir secara fisik. Seorang Guru tidak pernah mati, karena dia bersatu dengan Tuhan setelah inkarnasinya, semua kebahagia—an Ilahi yang diterimanya dari Tuhan disalurkannya kepada para muridnya yang serius sampai mereka sendiri mencapai kebebasan dalam Tuhan.

Bagaimana Anda mengenali Guru Anda?

Anda akan merasakan gejolak emosional dalam diri Anda, atau begitu saja Anda jatuh cinta kepada Guru Anda, karena cinta adalah satu-satunya energi yang terpancar dari auranya sepanjang waktu kepada Anda. Bisa saja Anda merasakan energi yang luar biasa mengalir di antara Anda dan Guru Anda ketika pertama kali Anda mendekatinya. Seorang Guru sejati tidak pernah memungut bayaran atau imbalan tertentu dari pelayanan yang diberikannya kepada Anda maupun orang lain, karena dia akan menerima imbalan langsung dari Tuhan. Biasanya para Guru mau menerima sumbangan karena mungkin itu adalah satu-satunya pendapatan yang diperolehnya di dunia ini, karena jarang ada Guru yang mengikuti tradisi yang berlaku saat ini, bekerja untuk mendapatkan uang. Bagaimanapun ada beberapa Guru tingkat tinggi yang yang menjalani kehidupan sehari-hari dengan bekerja mencari nafkah di siang hari dan mengajar para muridnya di malam hari. Lahiri Mahasaya adalah salah satu contohnya, di siang hari dia bekerja dan di malam hari dia mengajar murid-muridnya. Dia mengajarkan Kriya Yoga tetapi pada saat yang sama juga membimbing para muridnya dalam tradisi spiritual tertentu yang cocok dan bermanfaat bagi masing-masing muridnya, seperti Bhakti Yoga, Karma Yoga, Raja Yoga, Jnana Yoga dan tradisi yang lain. Bersatu dengan Tuhan menghasilkan penyadaran akan semua aliran yang membimbing pengikutnya menuju Tuhan.

Banyak di antara murid Lahiri Mahasaya yang mencapai Penyadaran-Tuhan dalam reinkarnasi fisik saat ini. Salah satu tugas utamanya adalah menyegarkan tradisi lama kriya Yoga.

Tetapi tidak menjadi soal betapa Anda mencintai Guru Anda, ingatlah selalu bahwa dia bertindak atas nama Tuhan, dan satu-satunya tugasnya adalah membimbing Anda menuju Tuhan dengan cara yang paling lancar dan paling nyaman.

Berdoalah selalu kepada Tuhan dan mintalah Guru Anda mendoakan Anda, jangan pernah berdoa kepada Guru Anda, betapapun sucinya dia. Hanya Tuhanlah tempat Anda berdoa.

----------

Thursday, January 1, 2009

yayasan Merdeka

(Yayasan Kemanusiaan untuk Pendampingan Hukum)

Pada peringatan Hari Hak Azasi Manusia se dunia yang ke 55 pada tanggal 10 Desember 2001, dengan bantuan beberapa pengacara Filipina yang bergerak di bidang HAM, GrandMaster Choa Kok Sui mendirikan Yayasan Kemanusiaan untuk Pendampingan Hukum, dalam menanggapi gejala memburuknya penahanan yang tidak manusiawi dan tidak adil, yang diperburuk dengan kondisi dalam penjara yang kurang manusiawi, tidak hanya di Filipina, tetapi juga di berbagai belahan dunia lainnya.

Kelompok ini diresmikan sebagai badan hukum oleh pemerintah Filipina dengan nomor registrasi A2002033 pada bulan Februari 2002.

Visi

Yayasan Merdeka (Freedom Foundation) bercita-cita membantu menciptakan ketertiban dunia terutama pada penghargaan yang universal terhadap Hak Azasi Manusia (HAM), terutama hak dan kebebasan terhadap kesewenang-wenangan dan penahanan yang tidak adil, dalam segala bentuknya.

Misi

Yayasan Merdeka berupaya mengakhiri gejala penahanan yang tidak adil dan tidak manusiawi, terutama bagi wanita dan anak-anak, dimanapun itu dijumpai, dalam arti tindakan hukum maupun intervensi secara langsung.

Tujuan

Yayasan Merdeka bertujuan untuk memastikan pembebasan dengan segera dari penjara bagi mereka yang ditahan karena pelanggaran yang tidak menimbulkan jatuhnya kurban, mereka yang sudah dipenjara sesuai atau lebih lama dari hukuman yang dijatuhkan karena pelanggaran yang telah dilakukannya, orang yang dituduh dan dipenjarakan karena kekeliruan, dan mereka yang menderita karena segala bentukpenahanan yang tidak manusiawi dan tidak adil.

Prioritas

Yayasan Merdeka mengutamakan mereka yang dipenjarakan demi pencegahan. Yang lebih diprioritaskan adalah wanita dan anak-anak. Narapidana yang menderita gangguan mental juga memperoleh perhatian khusus dari Yayasan Merdeka karena pertimbangan ketidak mampuan dan ketidak berdayaan mereka dalam mempertahankan hak azasi mereka sendiri.

Secara umum, yang diutamakan adalah mereka yang menghadapi tuduhan melakukan perbuatan yang tidak menimbulkan kurban, seperti misalnya gelandangan, tidak mampu membayar hutang, memiliki atau menggunakan obat terlarang, berjudi secara ilegal, memiliki senjata api secara tidak sah. Orang yang dipenjarakan secara tidak adil, terutama mereka yang menghadapi tuntutan yang terkait dengan perumahan, mereka yang dipenjara selama atau lebih berat dari hukuman yang seharusnya, akan diupayakan agar segera dibebaskan dari penjara.

Narapidana yang sudah selesai menjalani hukuman, atau masa percobaannya sudah selesai, tetapi ternyata masih menetap di penjara karena satu dan lain hal, juga akan dibantu.

Saat ini Yayasan Merdeka masih memusatkan kegiatannya di Quezon City di mana terdapat tiga buah lembaga pemasyarakatan, yaitu: Molave Youth Home (khusus bagi anak berumur 10 sampai 17 tahun), Camp Karingal (khusus wanita), dan Penjara Quezon City (khusus bagi pria).

Keberhasilan

Sejak didirikan, Yayasan Merdeka telah mampu memastikan pembebasan 15 orang dari penjara, termasuk wanita dan anak-anak. Akhir Februari yang lalu, penghuni wanita dari penjara Quezon City berhasil dipindahkan ke penjara Camp Karingal.

Dalam kasus yang melibatkan anak-anak. Yayasan Merdeka akan bekerja sama dengan para pekerja sosial untuk mengamankan kebutuhan pokok dan kesejahteraan mereka setelah dibebaskan dari penjara. Dalam kasus di mana anak-anak tidak dapat disatukan dengan keluarganya, Yayasan Merdeka akan mencarikan institusi yang peduli terhadap anak-anak, untuk menanggung pemeliharaannya.

Karena begitu banyaknya penghuni miskin, yang sebenarnya kasusnya telah ditangani oleh Persatuan pengacara Filipina, yang menyediakan bantuan hukum cuma-cuma bagi mereka yang kurang mampu. Bekerjasama dengan mereka, Yayasan Merdeka akan terus melakukan pendampingan kepada terpidana dalam kasus pengadilan membebaskannya untuk sementara selama mereka dalam proses persidangan. Dengan cara demikian Yayasan Merdeka dapat memusatkan perhatian pada terwujudnya mandat utamanya, yaitu memastikan pembebasan, baik secara final maupun untuk sementara, tanpa perlu dibebani dengan persyaratan yang tidak perlu.

Masalah dan tantangan

Mengurangi berjubelnya rumah lembaga pemasyarakatan pemerintah yang jauh melebihi kapasitasnya merupakan tujuan pokok dari Yayasan Merdeka. Interaksi mereka dengan para tahanan membuat Yayasan Merdeka menyadari permasalahan yang mengganggu tidak hanya para terpidana, tetapi sistem hukum negara juga.

Kisah pembebasan

Dua sejoli berusia 17 tahun yang dipenjara. Melalui presentasi di persidangan, Yayasan Merdeka bisa memastikan pembebasan kedua remaja yang telah ditahan selama tiga bulan itu. Perbuatan yang dituduhkan adalah pencurian benda seharga Rp. 250 000,-. Kedua sejoli ini telah mengalami penghinaan dan kekerasan dalam penjara, mereka terpaksa menelantarkan anak mereka yang berumur dua tahun, yang dititipkan pada bibi mereka, jauh dari kasih sayang orangtua.

Seorang terpidana berumur 23 tahun dinyatakan bersalah karena melakukan perampokan, tetapi sebelum menjalani masa hukumannya, dia diberi masa percobaan, sehingga seharusnya segera dibebaskan dari penjara, dan secara berkala harus melapor. Tetapi pada kenyataannya sampai empat bulan kemudian, dia belum dibebaskan juga. Dengan bantuan Yayasan Merdeka, akhirnya pemuda itu dapat memperoleh kebebasannya.

Ada lagi seorang pemuda yang dipenjara karena pencurian kecil, dia dihukum selama 5 bulan, tetapi setelah masa hukumannya lewat, sampai 4 bulan kemudian dia belum juga dibebaskan, ternyata itu hanya disebabkan karena petugas salah menulis namanya. Dengan pendampingan Yayasan Merdeka, pemuda ini segera dibebaskan.

Pengembangan

Adakah pengacara Indonesia yang bersedia bergabung dalam Yayasan ini? Agar dengan demikian kegiatannya tidak hanya terpusat di Quezon City saja, tetapi juga ke seluruh penjuru Indonesia. Kalau menerjemahan buku Penyembuhan Prana Master Choa pertama kali adalah ke Bahasa Indonesia, baru ke bahasa lainnya. Mudah-mudahan Freedom Foundation juga demikian. Berkembang dahulu di Indonesia, baru kemudian ke negara lain.

----------

Wednesday, December 31, 2008

Penyembuhan Prana

ILMU DAN SENI PENYEMBUHAN DENGAN TENAGA PRANA
Oleh : Budi Santoso

Sebuah dogma, ‘angin lalu’ atau wacana terbuka?
Kalau kita cermati pandangan dan sikap para alumni yang telah mempelajari ‘Ilmu dan Seni Penyembuhan dengan Tenaga Prana’ metoda Grand Master Choa Kok Sui, maka potret dan profilnya sangat beragam, dan berada di antara dua kutub ekstrim.

Kutub ekstrim pertama, memandang ilmu dan seni tersebut sebagai sebuah dogma, mutlak harus dipatuhi aturannya, dan tidak bisa diganggu gugat kebenarannya. Kutub ekstrim kedua menganggapnya sebagai ‘angin lalu’ bahwa: ilmu dan seni tersebut hanyalah sesuatu yang biasa-biasa saja, tak perlu dianggap serius benar.

Sayang, tidak dilakukan penelitian tentang proporsi masing-masing kutub dan berapa bauran diantara keduanya. Namun dari pengamatan secara kasar, mereka yang berada di kedua kutub ekstrim tersebut tidaklah dominan benar. Seperti halnya ‘hukum distribusi normal’, mayoritas almuni berada ditengah-tengah, baik condong ke satu kutub, maupun yang cenderung ke kutub lainnya.

Kita tidak perlu mempersoalkan siapa yang berada di kedua kutub ekstrim tersebut, maupun yang berada diantara keduanya. Yang ingin kita renungkan bersama adalah apakah ‘untung-ruginya’ kita memposisikan diri di salah satu kubu. Mempelajari sebuah ilmu dan atau seni secara ‘angin lalu’, jelas merupakan pekerjaan yang sia-sia, membuang banyak waktu, tenaga, pikiran dan dana. Namun bersikap dogmatis juga sangat berbahaya, karena pada hakikatnya tidak ada kebenaran dan kemutlakan yang sejati di dunia ini.

Seorang bijak yang lahir 2.500 tahun yang lalu dan sampai saat ini namanya tetap berkibat di deretan paling atas manusia paling agung sepanjang masa, bahkan tetap rendah hati, dan tidak pernah merasa dirinyalah yang paling benar. Dalam tindakan nyata ia sering secara terbuka mengakui pendapat orang lain yang memang pada kenyataannya lebih tepat dan ‘benar’ dari pendapatnya.

Dalam diskusi secara informal di lingkup yang sangat terbatas pun, Grand Master Choa Kok Sui sendiri selalu bersikap sangat terbuka, dan bahkan tidak jarang - untuk tidak mengatakannya sering - memuji kelebihan dan keunggulan ilmu dan seni serupa. Itulah sebabnya ia tidak jemu berkunjung ke berbagai negara, dan mempelajari khasanah kekayaan ‘ilmu eteris’ bagi kepentingan umat manusia, maupun bagi kesempurnaan dan pengembangan ‘Ilmu dan Seni Penyembuhan dengan Tenaga Prana’ yang dikembangkannya.

Akhirnya dapatlah disimpulkan, bahwa ‘Ilmu dan Seni Penyembuhan dengan Tenaga Prana’ lebih tepat disikapi bukan sebagai dogma, apalagi ‘angin lalu’, melainkan yang paling pas - sesuai dengan visi Grand Master Choa Kok Sui sendiri - adalah memposisikannya sebagai wacana terbuka, yang setiap saat harus terus ‘digugat’ secara kritis, namun tetap dilandasi integritas yang tinggi.

----------