Wednesday, March 4, 2009

Jujur Berbuah Kelimpahan

Diterjemahkan dari buku “Living with the Himalayan Masters”
Oleh : Wulandari

Saya teringat pada sebuah peristiwa ketika bepergian bersama Guru saya beberapa tahun yang lalu. Seorang kepala setasiun kereta api di sebuah kota yang kami lewati menghampiri saya dan berkata: “Pak, beri saya sesuatu untuk berlatih, saya berjanji akan melakukannya dengan sungguh-sungguh”.

Guru berkata kepada saya, “Beri dia sesuatu yang nyata untuk berlatih”.

Saya menjawab, “Bagaimana mungkin seorang bodoh membimbing yang lain? Akan lebih baik kalau Guru yang membimbingnya”.

Maka Guru berkata, “Mulai saat ini, jangan berbohong. Berlatihlah melaksanakan ini dengan tekun selama tiga bulan.”

Kebanyakan pegawai stasiun kereta api di daerah itu tidak jujur dan suka menerima suap. Tetapi orang ini benar-benar memutuskan untuk tidak menerima suap atau berbohong lagi.

Masih dalam minggu yang sama, seorang pengawas dari kantor pusat datang untuk memeriksa dia dan bawahannya. Kepala setasiun itu menjawab semua pertanyaan pengawasnya apa adanya. Ini benar-benar menyebabkan kesulitan besar pada jajarannya. Karena semua karyawan di situ biasa menerima suap, termasuk kepala setasiunnya sendiri, maka merekapun dihukum. Dia berpikir, “ini baru hari ke tigabelas, dan lihatlah kesulitan yang saya hadapi. Apa yang akan terjadi padaku nanti setelah tiga bulan?”

Segera saja isteri dan anak-anaknya pergi meninggalkannya. Dalam sebulan hidupnya semakin hancur berkeping-keping.

Sekarang kepala setasiun itu benar-benar sangat menderita, dan kami sudah berada sejauh 500 kilometer, ditepi sungai Narbada. Guru yang sedang berbaring dibawah pohon tiba-tiba tertawa. Katanya kemudian,“Apa kamu tahu yang sekarang sedang terjadi? Orang yang aku suruh untuk tidak berbohong hari ini masuk penjara.”

Aku bertanya,“Jadi apa yang Guru tertawakan?”

Jawabnya, “Aku tidak mentertawakannya, aku mentertawakan dunia yang tolol ini!”

Dua belas orang dikantor kepala setasiun itu bersatu dan mengatakan bahwa kepala setasiunlah yang melakukan kesalahan, walaupun pada kenyataannya dia telah berkata jujur. Mereka menuduh bahwa dialah satu-satunya orang yang bersalah menerima suap, sehingga dia dimasukkan kedalam penjara dan keduabelas orang lainnya dibebaskan.

Ketika kepala setasiun itu diadili, hakim menatapnya dan bertanya, mana pengacara saudara?”

“Saya tidak membutuhkannya.”

Hakim berkata,“Tetapi aku ingin ada seseorang yang membelamu.”

“Tidak.“ Kata kepala setasiun itu, “Saya tidak membutuhkan pengacara seorangpun, Yang saya inginkan hanyalah berbicara sejujurnya. Tak peduli berapa tahun bapak memasukkan saya dibelakang terali besi, saya tidak akan berbohong. Saya memang biasa menerima suap, lalu saya bertemu dengan seorang suci yang menasehati saya untuk tidak berbohong lagi apapun yang terjadi. Isteri dan anak-anak saya telah pergi meninggalkan saya, saya kehilangan pekerjaan saya, saya tidak punya uang maupun teman dan saya dipenjara. Semua ini terjadi dalam satu bulan. Saya harus berlatih mempraktekkan kebenaran selama dua bulan lagi, tak jadi soal apa yang akan terjadi. Pak, penjarakan saja saya, saya tidak peduli.”

Hakim kemudian menunda sidang dan diam-diam memanggil laki-laki malang itu ke kamar kerjanya. Dia bertanya,“Siapakah orang suci yang mengatakan ini kepadamu?”

Dia menggambarkan ciri-cirinya. Kebetulan hakim itu adalah murid orang suci tersebut. Dia membebaskan kepala setasiun itu dan berkata, “Kamu berada dijalur yang benar. Tetaplah begitu. Aku berharap akupun dapat berbuat seperti kamu.”

Sekarang sudah hampir tiga bulan berlalu, orang itu tidak punya apa-apa lagi. Tepat tiga bulan sejak dia bertemu Guru, ketika dia sedang duduk tenang dibawah sebatang pohon dia menerima sebuah telegram yang berbunyi, “Ayah anda mempunyai sebidang tanah yang sangat luas, tanah itu sudah lama sekali diambil oleh pemerintah. Sekarang pemerintah hendak memberikan ganti rugi.”

Pemerintah memberikan uang senilai sebelas milyard. Dia tidak tahu menahu tentang tanah, yang berada di provinsi lain itu. Dia berpikir, “Hari ini saya telah menyelesaikan tiga bulan penuh pelajaran tidak berbohong dan saya menerima hadiah yang begitu besar.”

Dia menyerahkan uang itu ke isteri dan anak-anaknya, dengan gembira mereka berkata, “Kami semua ingin kembali kepadamu.”

“Tidak,” katanya, “Sampai saat ini aku baru mengalami apa yang terjadi kalau aku tidak berbohong selama tiga bulan. Sekarang aku ingin melihat apa yang akan terjadi kalau aku tidak berbohong selama sisa hidupku ini.”

Kebenaran adalah tujuan utama kehidupan manusia, kalau ini dipraktekkan dalam pikiran, perkataan dan tindakan, tujuan utama ini akan dapat segera dicapai. Kebenaran dapat di capai dengan mempraktekkan “tidak berbohong” dan dengan tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan hati nurani. Hati nurani adalah pembimbing yang terbaik.

----------

Monday, March 2, 2009

Cara Menggunakan Pendulum (2)

Otak kiri dan otak kanan

Saat ini kita hidup di dunia yang lebih menekankan pada pikiran rasional. Ketika kita sekolah, kita dihadapkan pada pertanyaan seperti: “Apakah sila ke lima dari Pancasila?” atau “Bila sebuah lingkaran berjari-jari empat, berapakah kelilingnya?” Bila pertanyaan siapa penemu mesin uap menjadi sedemikan penting, dan tak seorangpun yang tertarik pada “Bagaimana perasaan suku Aztec ketika mereka menyadari apa yang dilakukan Cortez dan anak buahnya?” Kita cenderung melihat sejarah sebagai suatu seri akibat dan peristiwa. Kita telah diajar supaya menjadi analitis, mengikuti perintah, dan memuntahkan jawaban yang ‘benar’, tetapi tak dapat disangkal bahwa ada beberapa guru yang nampaknya tertarik untuk menguatkan intuisi kita, menguatkan sisi perasaan kita.

Lebih dari 15 atau 20 tahun yang lalu, banyak terdapat tulisan tentang otak bagian kiri dan bagian kanan. Otak bagian kiri mengatur tubuh bagian kanan kita, serta pikiran analitis kita, atau pikiran liniar kita. Misalnya Anda menderita stroke dan bagian kanan tubuh Anda lumpuh, Anda tidak akan mampu bicara. Berbicara adalah aktivitas linier, otak sebelah kanan yang mengatur tubuh bagian kiri nampaknya merupakan tempat bagi hal-hal yang lebih subyektif, kemampuan intuitif dan juga kempuan untuk berfungsi secara menyeluruh (holistik).

Ini adalah aspek keberadaan kita sehingga kita dapat mengenali orang lain. Kita tidak melihat ke hidung seseorang, lalu bibirnya, kemudian matanya dan rambutnya untuk kemudian baru berkata: “Oh, kamu Hadi kan?” Ini bukan fungsi linier, kita memandang wajah seseorang secara keseluruhan dan mengenali siapa orang itu. Juga dikatakan bahwa bagian kanan otak mengatur kemampuan intuitif kita, sedangkan penelitian terkini menunjukkan bahwa secara sederhana otak kiri berkaitan dengan yang rasional dan otak kanan lebih berhubungan dengan intuisi. Bagian rasional kita memang cukup digunakan, bahkan secara berlebihan. Bagaimanapun, bagi sebagian besar dari kita, intuisi kita, bagian subyektif kita, jarang digunakan. Sekolah kita, pekerjaan kita serta pemerintah kita memang tidak begitu menghargai separuh dari keberadaan kita. Ini seperti menjalani hidup dengan sebelah mata tertutup. Banyak orang sadar akan kenyataan bahwa untuk sebuah pemenuhan yang lengkap mereka harus mulai mengetuk pintu intuisi, bagian subyektif dari keberadaannya. Di sini DOWSING merupakan keahlian yang sangat membantu.

Bila seseorang di dunia modern saat ini “mengetahui” sesuatu, berarti orang lain juga bisa mengetahuinya dengan menggunakan kelima indera mereka sendiri. Dengan mengetahui sesuatu mereka harus mampu membuktikannya dengan menggunakan metoda ilmiah. Kata mengetahui atau dalam bahasa Inggris: to know, yang berasal dari kata knowen, bila terus ditelusuri ke belakang kata itu berasal dari kata lain gnoscere. tetapi gnoscere juga punya arti lain, arti yang sekarang sudah hilang, yaitu secara langsung mengetahui kenyataan spiritual yang yang tidak dapat dirasakan dan karenanya dapat memutuskan atau melakukan “gnowing” terhadap realitas itu bagi dirinya sendiri.


Jadi “to gnow” adalah mengetahui berdasarkan pengalaman spiritual yang intuitif dan tak dapat dirasakan. Bila seseorang secara intuitif mengetahui sesuatu, hal itu selalu saja tak dapat dibuktikan melalui proses rasional. Seseorang tahu bahwa Tuhan itu ada, namun dia tidak dapat mencium, mencecap, melihat, mendengar atau menyentuh-Nya. Realitas ini tidak berasal dari kelima indera manusia. Mengetahui yang di maksud di sini adalah sisi intuitif dari keberadaan kita, bukan sisi rasionalnya. Karenanya DOWSING adalah suatu cara untuk secara intuitif mengetahui, itu adalah “gnowing.”

DOWSING, seperti yang dikatakan sebelumnya, juga merupakan suatu seni yang ilmiah. Mungkin Anda sebelumnya sudah pernah mendengar tentang DOWSING, atau divining yang merupakan istilah dalam mencari air, yang sebenarnya terus berlanjut menjadi salah sebuah aspek terpenting dari istilah DOWSING ini. Untuk dapat melakukan DOWSING dengan baik, seseorang harus baik juga dalam penguasaan ilmu pengetahuan (baca: rasional), dan seni (baca: intuitif). Pertama-tama, Anda harus mampu bertanya dengan benar, sebagai contoh, bila seorang teman memerlukan sebuah sumur baru, Anda tidak dapat begitu saja datang ke rumahnya dan bertanya pada pendulum, “Dimanakah sumber air yang terdekat?”


Anda mungkin mendeteksi air yang berada 200 meter di bawah tanah, menghasilkan air setengah gelas per jam, berbau anyir, dan kering di musim kemarau. Jadi dari pada mengajukan pertanyaan “Di manakah sumber air yang terdekat?” Pertanyaannya lebih baik seperti berikut: “Saya harus menggali sumur ini sendiri, jadi di manakah sumber air yang terdekat yang dapat diminum, tidak lebih dari 10 meter di bawah tanah, yang sepanjang tahun menghasilkan air paling tidak 20 liter permenit?” Ini adalah contoh pertanyaan yang benar.

Kemudian akan muncul bagian yang intuitif, bagian kanan otak, yang dapat memahami sesuatu dengan segera tanpa perlu bertanya-tanya. Bagaimanapun juga, untuk sementara waktu Anda harus “mematikan” otak bagian kiri Anda, bagian yang analitis, dan membuka bagian intuitif Anda, sehingga Anda bisa mengetahui jawabannya (gnow). Baru kemudian peralatan DOWSING memberi jawaban yang terbaik bagi Anda dan benar-benar menakjubkan. Sering kali, di tangan orang yang cukup mahir melakukan DOWSING, akan benar-benar sangat berhasil. “Dukun air yang sakti,” begitulah orang menyebut beberapa DOWSER, yang keberhasilannya bisa mencapai 85 sampai 90 persen.


Mengapa intuisi dianggap begitu penting? Saya kira karena kita hidup di dunia di mana pikiran rasional kita bisa memecahkan segala masalah, banyak orang percaya bahwa memang benar demikian, ini memang hal yang cukup menarik, bukan bukan seperti itulah seharusnya kita bertindak.


DOWSING bisa memberi jawaban atas pertanyaan yang tak dapat di jawab (atau paling tidak membutuhkan waktu yang lama) bila di jawab secara rasional. Seseorang yang ahli mencari sumber air tidak dapat melihat, menyentuh, mencium, mendengar atau mencecapi adanya aliran air di bawah tanah, tetapi dia dapat menemukannya. DOWSING membawa kita melampaui pikiran rasional kita, barang kali yang paling penting adalah Anda tidak perlu menolak pikiran rasional Anda ketika sedang melakukan DOWSING. Ini juga bukan persoalan rasional atau intuitif. DOWSING memerlukan kedua kemampuan ini. Anda harus mengajukan pertanyaan yang benar (otak kiri) dan membiarkan sisi intuitif Anda (otak kanan) mencari jawabannya. Dan, mungkin saja melakukan DOWSING untuk apa saja yang Anda pikirkan. Anda hanya dibatasi oleh imajinasi Anda sendiri.


DOWSING tidak hanya untuk mencari sumber air di bawah tanah, sekarang banyak orang melakukan DOWSING untuk mencari minyak, mineral, harta karun, orang hilang, kesehatan, pengobatan, energi bumi serta berbagai sasaran lain, baik yang nyata maupun yang maya.


Sering kali, bukan hanya pada target fisik yang nyata saja, orang juga mencari jawaban ‘ya’ atau ‘tidak’ untuk pertanyaan “Apakah mangga ini sudah matang?” sampai “Apakah ini arah yang positif bagi kehidupanku saat ini?” Ini adalah beberapa aspek pertanyaan dalam DOWSING yang akan kita bahas lebih lanjut nanti. Bagaimana kita memperoleh jawaban dari pertanyaan relevan yang khusus dan sangat penting bagi kehidupan kita selanjutnya?


*
Bagaimana cara kerjanya?

Saya yakin ini adalah pertanyaan yang ingin Anda ajukan. Jujur saja, saya benar-benar tidak tahu, tetapi ada beberapa teori yang tersedia. Pertama, seperti yang dilakukan dengan radar. Bila mencari sumber air di bawah tanah, mungkin prosesnya seperti radar, orang yang melakukan DOWSING mengirimkan semacam sinyal untuk mencari targetnya. Begitu menemukan targetnya, sinyal tadi memantul kembali ke DOWSER, dan mengakibatkan alat yang digunakannya bergerak.
Kemungkinan lain adalah sumber air itu sendiri mengeluarkan semacam sinyal yang kemudian diterima oleh DOWSER. Namun bagaimana mungkin radar atau sesuatu yang berada jauh dari dalam tanah bisa menjelaskan bagaimana DOWSING bisa memberi Anda jawaban ‘ya’ atau ‘tidak untuk pertanyaan seperti “Apakah ini merupakan arah yang positif dalam kehidupanku saat ini?” bagaimana seseorang yang mencari sumber air dapat menemukan sumber air yang spesifik, yang akan menghasilkan lebih dari 20 liter dalam semenit, dan akan terus mengeluarkan air sepanjang tahun? Radar, paling tidak seperti yang kita kenal, tidak dapat melakukan hal seperti itu. Radar dapat memonitor dan mendeteksi obyek yang ada tetapi tidak mampu melihat ke masa yang akan datang atau masa lampau. Radar tidak dapat memberi tahu seberapa banyak air dari sumber itu di masa lalu atau berapa banyak kapasitasnya nanti. jadi, cara radar beroperasi tidak sama dengan DOWSING, atau ini sekedar salah satu cara dari beberapa cara yang dapat dilakukan dengan DOWSING.

Penyelasan yang lebih masuk akal dari pertanyaan: Bagaimana cara kerja DOWSING, bisa dijelaskan dengan cara kerja hologram.


Berbeda dengan film negatif dari foto sebuah pisang, misalnya. Negatif sebuah hologram kelihatan seperti bila seseorang melemparkan segenggam kerikil ke dalam kolam yang tenang, satu seri gelombang melingkar yang saling berbaur akan terlihat. Kalau Anda menyobek sudut sebuah film negatif kemudian mencetaknya, Anda hanya mendapatkan foto yang tidak utuh, kalau Anda menyobek sebagian negatif hologram kemudian menyinarinya dengan sinar yang tepat (sinar laser), Anda tetap akan memperoleh gambar yang utuh. Walau mungkin tidak begitu tajam lagi. Kalau kita merupakan bagian dari hologram alam raya ini, maka jawabannya dapat diperoleh dengan masuk ke dalam diri kita sendiri. Orang-orang yang sering melakukan meditasi akan mengatak bahwa hal ini masuk akal. Menurut cara hologram, di suatu tempat dalam diri kita merupakan bagian kecil dari hologram yang mempunyai jawaban pertanyaan yang mungkin kita ajukan. Orang menyebut ini dengan “suara lembut keheningan.”


Dengan demikian model hologram memicu agar jawaban DOWSING itu muncul dari dalam diri dowser. Pada sisi lain, pada radar jawabannya datang dari luar. Beberapa sinyal dari dalam diri kita muncul, dan ketika dia menemukan sasarannya, dia memantul kembali ke kita. Penjelasan yang lain adalah bahwa dengan DOWSING, dia menyetel kita ke sebuah perpustakaan besar di angkasa, sama seperti rekaman akashic dalam keyakinan Hindu, merupakan suatu tempat di mana segala sesuatu direkam, dan akan muncul kembali bila dibutuhkan.

Pendulum adalah sebuah alat yang dapat membuka sisi intuitif kita. Agar dia dapat bekerja, kita harus menggunakan aspek rasional maupun aspek intuitif kita. Jadi, bagaimana cara kerja DOWSING? Tentu pertanyaan ini sudah terjawab oleh penjelasan di atas. Kita benar-benar tidak tahu, pada saat yang berbeda dan dalam tingkatan yang sangat gamblang. Kita sudah membandingkan melakukan DOWSING dengan beberapa cara yang lain, termasuk dengan radar dan hologram. Namun dari sudut pandang yang praktis, akhirnya tidak menjadi soal benar bagaimana cara DOWSING bekerja; Yang penting berhasil, atau paling tidak hampir selalu berhasil. Kedengarannya memang tak bisa dipercaya begitu saja, namun sangat penting agar kita tetap berpikir bahwa sisi rasional kita memang tidak 100% akurat. Bagaimanapun, bekerja secara bersamaan, sisi rasional maupun sisi intuitif secara nyata dapat meningkatkan kesempatan kita untuk memperoleh jawaban yang benar. Tulisan ini dimaksudkan untuk membuat intuisi kita lebih sering bekerja dibanding sebelumnya. Yang terpenting adalah: Teruslah berlatih!


*
Mulai menggunakan pendulum


Dalam melakukan DOWSING, tidak ada cara yang sama bagi setiap orang, yang ada hanyalah cara yang benar bagi diri Anda sendiri. Ketika Anda mulai melakukan DOWSING, Anda akan menemukan sebuah cara yang paling cocok untuk diri Anda sendiri. Ada banyak cara yang diusulkan di sini, saya yakin Anda akan mencoba semuanya, walau pada akhirnya, hanya Anda sendirilah yang dapat memutuskan cara DOWSING mana yang paling cocok bagi Anda. Sebagai contoh, tangan mana yang akan Anda gunakan untuk memegang pendulum? Bukankah sebelumnya tidak pernah saya usulkan tangan yang mana yang harus Anda gunakan untuk memegang pendulum? Namun secara alamiah dan secara intuitif Anda telah mengetahui (gnow) tangan mana yang paling cocok bagi Anda. Teruslah menggunakan tangan yang Anda pakai ketika pertama kali menggunakan pendulum.


Ingatlah agar Anda selalu bersikap santai selama berlatih menggunakan pendulum. Jangan berusaha terlalu keras untuk mencapai hasil yang Anda pikir merupakan respon yang paling benar.


Respon pendulum berikutnya, yang akan kita gunakan adalah respon yang memberitahu kita jawaban “mungkin” atau respon “bila kita salah mengajukan pertanyaan.” Sekali Anda telah menemukan respon ‘ya’, ‘tidak’ dan ‘mungkin,’ banyak hal yang sudah dapat Anda lakukan.


Setiap kali Anda melakukan DOWSING, “Penyelarasan” atau “tuning in” merupakan keahlian terpenting yang harus Anda kembangkan. Walau tidak ada cara ‘penyelarasan’ yang benar secara universal, saya menawarkan sebuah proses yang dapat membantu Anda memusatkan kegiatan DOWSING di tangan, kemudian disusul dengan beberapa latihan praktek yang menggunakan kepingan uang logam, dan sebuah diskusi awal yang membahas tentang mengapa DOWSING tidak selalu berhasil.


Pendulum juga dapat menunjukkan kepada Anda arah yang tepat. Latihan dengan menggunakan konsep garis bantu serta metoda segitiga dapat digunakan untuk menemukan titik tertentu.

*
Jawaban ‘mungkin’


Sampai d sini Anda sudah dapat melakukan ‘posisi mencari’, jawaban ‘ya,’ dan ‘tidak.’ Mari sekarang kita mulai dengan jawaban (respon) yang keempat, ini adalah respon ‘cara Anda bertanya salah’ atau ‘pertanyaan itu tidak mungkin dijawab’ atau secara sederhana, respon ‘mungkin’ atau ‘pertanyaannya salah,’ karena tidak semua pertanyaan masuk akal, dalam hal apa yang sebenarnya paling ingin Anda ketahui. Respon ini akan membuat Anda sadar ketika Anda berada pada arah yang salah.


*
LATIHAN
Pegang pendulum dalam posisi mencari, sebagian DOWSER menemukan bahwa respon ‘mungkin/pertanyaannya salah’ adalah gerak di antara maju mundur dan dari sisi ke sisi, dalam sudut kira-kira 45 derajad, cobalah! Ajukan pertanyaan pada pendulum, “Tunjukkan respon ‘mungkin/pertanyaannya salah’ padaku. Kalau nampaknya pendulum Anda tidak mau bergerak, gerakkan saja maju mundur dengan sudut 45 derajad, atau dari arah jam 10.30 menju arah jam jam 4.30, atau jam 1.30 ke jam 7.30.
Sebagian besar orang memperoleh respon ‘mungkin/pertanyaannya salah’ dengan mengikuti salah satu dari dua arah di atas, bergerak dengan sudut 45 derajad dari ‘posisi mencari’. Lihat gambar di bawah ini.


Sekarang Anda punya empat jenis jawaban pendulum yang berbeda, dengan keempat gerakan dasar ini, Anda sudah bisa memperoleh jawaban atas hampir semua pertanyaan yang dapat Anda bayangkan. Bagaimanapun, masih ada kesulitan yang tersembunyi. Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, mengajukan pertanyaan yang benar merupakan hal yang sangat penting. Ketika Anda mengajukan pertanyaan, yakinkan bahwa pertanyaan itu hanya dapat dijawab dengan satu cara. Kesadaran Anda bereaksi seperti apa adanya (masih ingat contoh, di mana sumber air terdekat?”) Jadi pikirkanlah, dan ungkapkan pertanyaan Anda sedemikian rupa sehingga benar-benar jelas. Bila Anda tidak mengawali dengan pertanyaan yang benar, Anda tidak akan memperoleh jawaban yang benar pula. Sangat sederhana bukan?

(BERSAMBUNG)
----------

Cara Menggunakan Pendulum (1)

Karya Sig Lonegren; Disunting oleh: Bernard Prasodjo

*
Apakah Dowsing itu?

Kalau kita perhatikan, banyak di antara Penyembuh Prana yang memiliki pendulum, tetapi tidak mempelajari cara penggunaannya dengan cukup baik, sehingga kurang dapat memanfaatkan pendulumnya dengan benar. Untuk itu berikut ini disajikan rangkuman teknik penggunaan pendulum, yang dipetik dari buku “The Pendulum Kit” karya Sig Lonegren. Dengan jelas, langkah demi langkah dia membimbing kita agar dapat menguasai penggunaan pendulum dengan baik dan benar.

Pada suatu hari yang cerah, kami duduk-duduk di halaman rumput di depan rumah untuk menikmati hari yang indah bersama beberapa orang teman. Tanpa disadari, isteriku Shanty, bermain-main dengan cincin kawinnya, warisan nenekku, tiba-tiba tanpa sadar, cincin itu terjatuh dan tak dapat ditemukannya kembali. Bagaimana cara kami dapat menemukan cincin yang hilang itu?

Kami membagi halaman rumput itu menjadi kotak-kotak kecil dan mulai merngais-ngais dengan kalut ke bawah rerumputan mencoba meraba barangkali cincin itu ada di situ, namun tanpa hasil.

Tiba-tiba saya teringat kalau saya membawa pendulum di saku saya. Saya punya pendulum pelor – terbuat dari logam yang cukup berat, berdiamater sebesar batang pena, panjangnya 3 sentimeter dan runcing di salah satu ujungnya, benda itu tergantung pada seutas rantai halus sepanjang 15 sentimeter.

Ketika saya memegang rantainya dengan bandul terjuntai ke bawah, segala macam pikiran masuk ke dalam benak saya, “Cincin itu pemberian nenek, dan sekarang sangat berharga bagi Shanty...., batunya sangat indah dan tak ada duanya.... mungkinkah akan hilang selamanya....? Hai, tunggu sebentar! Ini sungguh penting bagiku. Pusatkan pikiran, ada di manakah cincin kawin Shanty berada?

Pendulum mulai berayun maju-mundur membentuk garis sedikit ke sisi kiri saya, “Apakah di depanku?” Pendulum berputar searah jarum jam, untukku ini berarti ya, tengkukku mulai merinding, ini adalah cara tubuhku memberi tahu bahwa aku berada di arah yang benar, aku mencatat arah garis yang ditunjukkan tadi dalam benakku, kemudian melangkah kira-kira satu langkah ke kiri dan sedikit ke depan. Sekali lagi aku bertanya, “Di arah manakah cincin kawin Shanty berada?” Kali ini pendulum mulai berayun maju-mundur, menunjuk tepat di depanku. Dalam benakku aku bisa membayangkan garis yang pertama tadi, kemudian aku melihat ke arah yang sekarang ditunjukkan. Letak cincin pasti di titik persilangan kedua garis ini. Aku ulurkan tanganku tepat di titik persilangan di rerumputan dan meraba di bawah bilah-bilah rumput. Kurasakan cincin Shanty berada di antara jari-jariku. Bagaimana aku dapat melakukan hal seperti ini? Bagai mana mungkin ayunan pendulum logam bisa menunjukkan posisi benda berharga yang salah letak? Gejala apakah yang disebut dengan DOWSING ini, dan bagaimana hal ini bisa terjadi?

Mari kita mengawali dengan mengatakan bahwa sebagai tambahan agar bisa menjadi cara yang baik untuk menemukan barang yang hilang, DOWSING adalah sebuah cara menyeimbangkan aspek rasional kita dengan intuisi kita. Pendulum adalah sebuah alat untuk menjelajahi kesadaran kita, sebagai usaha menemukan jawaban dari pertanyaan yang tidak bisa dijawab dengan proses pikiran rasional atau dengan menggunakan metodologi ilmiah. Dan proses pikir rasional juga merupakan bagian integral dari proses DOWSING.

Jadi mari sekarang kita masuk ke dalam persoalan DOWSING, atau yang oleh sementara orang disebut dengan ‘divining’ atau divinasi, tak ada beda antara divining dan DOWSING. Keduanya punya arti yang sama. Dalam tulisan ini digunakan istilah DOWSING karena istilah ini lebih umum digunakan untuk menggambarkan metoda penggunaan sebuah pendulum (atau alat lainnya). Namun kalau Anda lebih suka menggunakan istilah Divining, itu baik juga.

Sekarang kita akan segera mulai membahas DOWSING dengan mempelajari dua sinyal atau jawaban pendulum (ya dan tidak), yang dapat digunakan oleh intuisi Anda untuk berkomunikasi dengan Anda. Dalam upaya memahami apa sebenarnya gejala DOWSNG itu, terlebih dahulu kita perlu mengetahui perihal otak kanan dan otak kiri, dan jalan untuk mengetahuinya adalah dengan membahas bagaimana sebenarnya proses DOWSING itu bekerja. Saya yakin bahwa intuisi dan DOWSING adalah satu dan sama, dan DOWSING pasti akan membuat kemampuan intuitif Anda terlatih. Kita akan melihat beberapa kemungkinan untuk menjelaskan apa sebenarnya DOWSING itu, termasuk menganalogikannya dengan radar dan membandingkannya dengan hologram.

*
Latihan

Sekarang kita akan mulai berlatih melakukan DOWSING. Agar benar-benar dapat mengerti isi tulisan ini, diperlukan partisipasi aktif Anda. Tidak mungkin Anda bisa mempelajari bagaimana melakukan DOWSING hanya dengan membaca tentang DOWSING saja, Anda harus benar-benar melakukan DOWSING itu!

*
Persiapkan pendulum Anda sekarang

Mari kita langsung melakukan latihan DOWSING yang pertama, dan mulai menggunakan alat mungil yang menakjubkan ini. Kita akan mengawalinya dengan mencari tiga jawaban berbeda yang dapat dilakukannya. Yang pertama adalah ‘posisi mencari,’ ini adalah posisi yang menandakan “Aku siap memulainya.”

Peganglah pendulum dengan posisi ibu jari dan telunjuk mengarah ke bawah, dengan tali pendulum di antaranya. Julurkan talinya sepanjang 15 cm, dari ujung jari sampai bandul pendulum. Anda boleh meletakkan siku Anda di atas meja kalau dengan begitu Anda merasa lebih nyaman.

‘Posis mencari’ adalah titik di mana Anda akan memulai semua operasi DOWSING, yang lain akan segera Anda pelajari dalam tulisan selanjutnya. Dalam menggunakan pendulum, tak ada reaksi atau jawaban yang universal. ‘Posisi mencari’ seseorang bisa tidak sama dengan yang lain. Biasanya ada dua jenis reaksi. Antara tidak ada gerakan sama sekali (bandul pendulum hanya tergantung diam tak bergerak) atau gerak maju-mundu,r ke arah Anda kemudian menjauh. Keduanya merupakan ‘posisi mencari’ yang dapat diterima. Berikut ini adalah latihan Anda yang pertama.
Peganglah pendulum Anda dengan cara seperti ini

Peganglah pendulum dengan posisi seperti yang terlihat dalam gambar di atas, katakan pada pendulum Anda "tunjukkan padaku posisi mencariku. Aku ingin tahu posisi mencariku!”
Dalam hal ini hasil yang terbaik adalah: usaha pertama Anda melakukan DOWSING sukses total, walau pendulum Anda sama sekali tidak bergerak, bila posisi mencari Anda adalah diam. Beberapa dowser (orang yang melakukan dowsing) menemukan bahwa respon ‘ya’ nya adalah gerak maju-mundur, seperti ketika Anda menyatakan ‘ya’ dengan menganggukkan kepala. Banyak juga yang menemukan jawaban ‘ya’ mereka sebagai gerak memutar berlawanan arah jarum jam. Kedua respon ini sama baiknya.
Sekarang peganglah pendulum Anda dalam ‘posisi mencari’ Anda, lalu ajukan pertanyaan berikut ini: “Apakah rumput yang tumbuh subur berwarna hijau?” Tentu saja Anda tahu bahwa jawaban dari pertanyaan ini adalah ‘ya’, jadi nantikanlah pendulum Amda dengan sabar, adakah bedanya dengan posisi mencari Anda? Bisa juga Anda mencoba dengan cara yang lain: Tunjukkanlah ‘ya’ padaku, tunjukkan ‘ya’ padaku!”

Bila nampaknya pendulum Anda tidak ingin bergerak dengan kemauannya sendiri, gerakkanlah! Saya usulkan agar Anda menggerakkannya searah jarum jam. Ketika Anda melakukan itu, berkatalah pada diri Anda sendiri (atau dengan suara keras kalau dengan demikianAnda bisa merasa lebih yakin): “Ini adalah ‘ya’, ini adalah ‘positif’, ini adalah ‘yang’, ini adalah ‘ya’.”
Mari sekarang kita cari jawaban ‘tidak’. Bila respon ‘ya’ yang diberikan maju-mundur, mungkin Anda akan menemukan ‘tidak’ Anda dengan gerak pendululum dari sisi ke sisi yang lain. Seperti ketika Anda menggelengkan kepala Anda ketika mengatakan tidak. Demikian pula, bila ‘ya’ Anda searah jarum jam, mungkin jawaban ‘tidak’ yang Anda temukan adalah gerak berlawanan arah jarum jam. Mari kita coba mencari respon ‘tidak’ Anda dengan melakukan latihan berikut ini:
Peganglah pendulum Anda dalam posisi mencari, lalu ajukan pertanyaan berikut ini: “Apakah salju berwarna hijau?” sekali lagi sebenarnya Anda sudah tahu jawabannya, jadi tunggulah pendulum Anda sampai posisinya berubah dari posisi mencari, ini bukan respon ‘ya’ Anda. Ini adalah respon ‘tidak’ Anda.

kalau ini tidak berhasil, tidak apa-apa. Banyak di antara para pemula yang dengan susah-payah baru berhasil membuat pendulumnya bekerja dengan sendirinya (paling tidak ini adalah perasaan yang timbul ketika untuk pertama kalinya kita melakukannya). Jadi, saya usulkan agar Anda menggerakkannya berlawanan arah jarum jam, dan katakan pada diri Anda sendiri “Ini adalah ‘tidak’, ini adalah ‘yin’, ini adalah ‘tidak’!”
Bila Anda telah melakukan latihan ini berulang kali, setiap hari selama seminggu, kemampuan Anda melakukan DOWSING dengan pendulum akan terbentuk. Sebenarnya yang terjadi adalah Anda sedang berkomunikasi dengan “bawah sadar” Anda, dan sedang menetapkan sebuah kode. Sebenarnya tidak menjadi masalah benar apapun kodenya, yang penting Anda memilikinya. Sampai di sini, dengan tiga tanda yang berbeda yang sudah Anda ketahui maksudnya, yaitu posisi mencari, ya dan tidak. Berjanjilah pada diri Anda sendiri bahwa Anda mau melakukan ketiga latihan ini setiap hari selama seminggu penuh. Ini akan benar-benar membantu Anda mengembangkan kemampuan DOWSING Anda.

(Bersambung)
----------

Friday, February 27, 2009

Menguji Kejujuran

Oleh : Sri Chinmoy

Zamidar (seorang tuan tanah dan pemungut cukai) sebuah desa beserta isterinya mempunyai sejumlah kambing. Seorang pelayan, seorang anak laki-laki, melayani mereka. Zamidar itu sangat menyukai anak itu, namun isterinya selalu curiga padanya, walau pelayan itu tidak menyadarinya. Isteri zamidar itu sangat cerdik. Diluar dia sangat baik, sopan dan penuh perhatian pada pelayan itu, tetapi dalam hatinya dia memusuhi dan tidak mempercayainya.

Suatu hari seorang teman singgah di rumah Zamidar itu dan melihat Zamidar itu nampak sedih. Temannya bertanya, “Mengapa kamu begitu sedih?”

Zamidar itu menjawab, “Isteriku dan aku berbeda pendapat mengenai pelayan ini. Kami masing-masing mempunyai pendapat yang bertolak belakang mengenai dia.”

Temannya berkata, “Jangan khawatir. Aku dapat menyelesaikan masalah ini dan mengatakan apakah dia baik atau buruk.”

Suatu hari, ketika pelayan itu menjaga kambing di padang, sahabat tuannya itu mendatanginya dan berkata, “Anak kambing ini sangat bagus, maukah kami menjualnya kepadaku seharga lima puluh ribu rupiah?”

Anak itu menjawab, “Tidak, maaf, saya tidak bisa menjualnya.”

Teman tuannya bertanya lagi, “Kalau seratus ribu rupiah, apa kamu mau menjualnya?”

Anak itu menjawab, “Maaf, tidak tuan.”

“Dua ratus ribu?” Teman majikannya berkata.

Pelayan itu menjawab, “Kalau tuan ingin membeli anak kambing ini, datanglah ke majikan saya dan berikan uang dua ratus ribu rupiah padanya. Kalau majikan saya ingin menjualnya, maka saya akan menyerahkannya pada tuan.”

Orang itu tidak menyerah, “Siapa yang mau pergi ke majikanmu? Rumahnya jauh dari sini. Biar kubayar tiga ratus ribu rupiah. Aku yakin majikanmu hanya menggajimu sedikit. Simpan uang tiga ratus ribu ini dan katakan saja pada majikanmu kalau anak kambing ini dicuri orang. Majikanmu punya begitu banyak kambing. Bahkan dia tidak akan tahu kalau hilang seekor.”

“Oh, tidak tuan,” kata anak itu, “Saya tidak dapat melakukan hal seperti itu. Dia akan tahu. Dan walaupun dia tidak menyadarinya, saya tahu berapa banyak kambing yang dimilikinya, jadi saya tahu kalau ada yang hilang.”

Teman tuannya berkata, ‘Ambil saja uang tiga ratus ribu ini dan berikan anak kambing itu. Kemudian pergilah ke tuanmu dan katakan bahwa kamu sudah menjualnya.”

Anak itu menjawab, Tidak, maaf tuan, saya tidak dapat menjualnya tanpa izin majikan saya.”

“Aku beri kamu sejuta rupiah, maukah kamu menyerahkan anak kambing itu?” katanya, “Lalu kamu bisa mengambil semua uang itu.”

“Saya bukan pencuri,” kata pelayan itu, “Saya tidak pernah mau menerima uang itu.”

Teman majikannya berkata, “Kamu bisa menyerahkan padanya tujuh ratus ribu rupiah dan kamu ambil yang tiga ratus ribu untuk dirimu sendiri.”

“Saya tidak akan pernah melakukan hal seperti itu tuan,”anak itu menjawab.

Tetapi orang itu terus memaksa, akhirnya pelayan itu menyerah, “Kalau tuan benar-benar ingin memberi saya uang sejuta rupiah untuk seekor anak kambing, maka saya akan menerima uang itu dan menyerahkannya kepada majikan saya.”

Teman zamidar itu sangat ingin mengetahui apa yang akan dilakukan pelayan itu dengan uang itu. Dia berpikir, “ Dia pasti tidak menyerahkan uang itu secara utuh kepada tuannya atau mungkin malah mengatakan bahwa anak kambing itu hilang dicuri orang. Apapun yang dilakukannya, aku tetap dapat menceritakan kepada tuannya kisah yang sebenarnya.”

Pelayan itu pergi menghadap tuannya dan menyerahkan uang sejuta rupiah. Dia berkata, “Tuan, maafkan saya. Saya telah menjual seekor anak kambing seharga sejuta rupiah tanpa izin tuan. Saya tahu bahwa harga anak kambing itu hanya lima pukuh ribu rupiah, tetapi orang ini terus memaksa memberiku uang sejuta rupiah untuk anak kambing itu. Saya pikir tuan akan sangat senang menerima uang sejuta rupiah untuk seekor kambing seharga lima pukuh ribu. Sekarang tuan bisa membeli lebih banyak kambing lagi.”

Isteri zamidar itu berkata pada pelayan itu, “Aku ingin bicara dulu sebentar dengan suamiku secara pribadi. Maukah kamu pergi sebentar dari ruangan ini?

Kemudian isteri zamidar itu berkata kepada suaminya, “Aku tidak percaya padanya. Menurutku dia telah menjualnya dengan harga yang lebih tinggi dan hanya menyerahkan sebagian saja kepada kita.” Isteri zamidar itu tidak tahu bahwa yang membeli anak kambing itu adalah teman suaminya.

Tak lama kemudian teman zamidar itu muncul dan bertanya, “Apa yang terjadi?”

Zamidar itu menjawab, “Pelayan kami mengatakan bahwa dia menjual seekor kambingku seharga sejuta rupiah. Aku tidak curiga padanya, tetapi seperti biasanya, isteriku selalu curiga. Isteriku menduga bahwa dia telah menjual anak kambing itu dengan harga lebih dari sejuta dan mengambil sebagian untuk dirinya sendiri.”

Temannya berkata, “Kamu tidak akan bisa mendapatkan orang lain yang sejujur dan setulus pelayan ini sepanjang hidupmu. Akulah yang membeli anak kambing itu seharga sejuta rupiah. Aku berusaha membujuknya agar mengambil semua uang itu. Aku telah mengujinya. Tetapi setiap kali dia menunjukkan kejujurannya. Aku telah mengujinya dengan teliti. Dia adalah orang yang sangat jujur.”

Zamidar itu kemudian berkata pada isterinya, “Benarkan, kan aku sudah bilang.”

Isterinya menjawab, “Akan selalu baik menguji seseorang dengan cara seperti ini. Mulai sekarang, aku akan mempercayai anak ini dan menganggapnya seperti anakku sendiri.”

----------

Thursday, February 26, 2009

Efek Negatif Permen

Efek Negatif di Balik Manisnya Permen
Justify FullSumber: Kompas.com
.
Makan permen boleh, tapi kalau boleh jujur sebetulnya permen termasuk golongan junk food alias “makanan sampah” yang miskin akan zat gizi.

Siapapun pasti kenal apa itu permen, termasuk buah hati Anda. Menurut jenisnya, ada begitu banyak ragam permen. Sebut saja permen karet, permen jeli, permen empuk, permen kristal, dan masih banyak lainnya. Ada juga permen cokelat atau permen karamel yang berbahan dasar gula yang mengalami pemanasan hingga berubah warna jadi kuning kecokelatan.

Bentuknya sendiri juga tak kalah beragam, dari yang bulat, lonjong, panjang, persegi sampai bentuk-bentuk lucu menyerupai binatang atau benda kesayangan si kecil. Belum lagi coraknya yang juga amat beragam bak pelangi. Rasanya? Wow, tentu beragam pula. Entah itu manis, asem, rasa jahe, mint atau rasa lainnya.

Kalau mau dirinci, apa saja sih yang terkandung dalam sebutir permen? Berikut di antaranya:

*
Sukrosa dan glukosa


Komponen utama permen adalah gula yang dalam bahasa ilmiahnya disebut sukrosa. Sebagian besar permen rasanya manis lantaran mengandung sukrosa atau gula pasir. Itulah mengapa permen juga disebut gula-gula. Sementara glukosa umumnya juga terkandung di dalam permen untuk memperbaiki tekstur permen agar terasa lembut saat dinikmati.

*
Sakarin atau siklamat


Merupakan gula buatan yang menghasilkan rasa manis yang amat sangat. Gula buatan ini biasanya menimbulkan rasa pahit/getir di lidah konsumen. Bahan ini sekarang jarang digunakan lagi.

*
Asam malat atau asam sitrat


Merupakan asam organik yang ditambahkan pada permen hingga memberi rasa asam atau segar seperti jeruk, stroberi atau rasa buah lainnya. Ketika makan permen seolah-olah kita mengonsumsi buah-buah tersebut.

*
Zat pewarna


Sebagai pemikat, ke dalam pembuatan permen juga ditambahkan zat pewarna. Misalnya, warna merah menggunakan erythrosin atau karmin, sedangkan warna kuning tartazin.

*
Zat tambahan lainnya


Kadang permen juga mengandung zat tambahan seperti susu. Namun presentase kandungannya tentu kecil sekali karena biasanya memang hanya dimaksudkan sebagai pencita rasa.

Ada juga yang menggunakan ekstrak kopi, vanili, lemak nabati ataupun lemak sayuran, lecitin (zat yang banyak terdapat dalam kacang kedelai). Ada juga permen yang mendapat tambahan zat serat, terutama serat larut air seperti gel.

Tambahan ini dimaksudkan agar permen mendatangkan rasa nikmat saat digigit. Gel juga berasal dari sari buah dan agar-agar atau gelatin yang membuatnya terasa kenyal. Meski ada zat tambahan ini, komponen permen yang dominan tetaplah gula.

.
EFEK NEGATIF

Antara lain:

*
Termasuk golongan junk food


Pada dasarnya kandungan kalori dalam satu butir permen cukup rendah. Sekitar 20-30 kalori. Selain kalori, permen sebetulnya sama sekali tak memiliki kandungan gizi. Padahal kelebihan kalori yang dikonsumsi akan ditumpuk dalam bentuk cadangan lemak yang menyebabkan anak kelebihan berat badan. Sudah menjadi rahasia umum pula bila kegemukan berkaitan erat dengan penyakit kencing manis dan gangguan jantung. Jadi, kalau boleh jujur sebetulnya permen termasuk golongan junk food alias “makanan sampah” yang miskin akan zat gizi.

*
Merusak gigi


Sebenarnya pengaruh permen pada kerusakan gigi sangat tergantung pada kedisiplinan/kebiasaan anak menjaga kebersihan mulutnya. Terutama menggosok gigi maupun caranya membersihkan gigi serta seberapa banyak dan seberapa sering ia makan permen. Ada anak yang hobi makan permen tapi karena rajin menggosok gigi, ya tidak jadi masalah. Lain cerita kalau sisa-sisa permen yang menempel di gigi tidak dibersihkan sesegera mungkin, Inilah yang kemudian akan menyebabkan terjadinya lubang gigi (karies). Kalau gigi sudah terkena karies pasti akan terasa sakit. Akibatnya, anak akan rewel selain tak mau makan. Ujung-ujungnya orangtua sendiri yang akan kewalahan menghadapinya. Apa pun, mencegah jauh lebih baik daripada telanjur terkena karies.

*
Mengurangi nafsu makan


Jika permen dikonsumsi saat senggang setelah anak sarapan atau makan siang tentu tidak jadi masalah karena kebutuhan zat gizinya telah terpenuhi saat makan tadi. Sayangnya, permen sering dikonsumsi mendekati waktu makan hingga akan mengganggu selera makan anak. Gula yang terkandung dalam permen akan memberi efek kenyang sehingga mengurangi selera makan anak.

Konsultan ahli:
Siti Mutia Rahmawati, SKM., MSi, Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Jakarta
Penulis : Hilman Hilmansyah

----------


Wednesday, February 25, 2009

Menjadi Penyembuh Efektif

Agar menjadi penyembuh Prana yang efektif

Oleh : Bernard Prasodjo

Bagaimana kita bisa menjadi penyembuh prana yang efektif? Apa saja yang harus kita lakukan? bagaimana kita memperlakukan pasien kita? Apakah kita mempunyai pedoman etika? Artikel dibawah ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas.

Untuk menjadi penyembuh Prana yang efektif, ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian kita, agar memaksimalkan perawatan yang kita berikan, sehingga kita dapat lebih banyak mengurangi penderitaan pasien kita. Hal-hal yang disebutkan dibawah ini, walau beberapa diantaranya sudah pernah dimuat dalam buletin ini, adalah yang terpenting:
  1. Sebelum kita melakukan perawatan, selalu awali terlebih dahulu dengan doa, memohon rahmat Tuhan untuk berkat, bimbingan, bantuan, perlindungan dan kesembuhan bagi pasien kita. Juga anjurkan pasien untuk berdoa mohon kesembuhan dan mohon pula agar penyembuhnya diberikan kekuatan penyembuhan. Dengan demikian kita diyakinkan bahwa yang menyembuhkan pasien kita sebenarnya adalah Tuhan Sang Maha Penyembuh sendiri, sedangkan kita hanyalah sebagai saluran energi penyembuhan saja.
  2. Santai dan tersenyumlah pada saat melakukan penyembuhan. Karena dengan bersantai, tidak tegang, kita lebih dapat memancarkan energi penyembuhan dengan lancar, sehingga perawatan kita lebih efektif. Dengan tersenyum cakra-cakra kira lebih membuka, sehingga energi yang kita pancarkan lebih kuat dan lebih lembut. Kalau kita melakukannya dengan terlalu banyak kemauan, malah akan menghambat energi yang kita pancarkan, sehingga tidak terjadi kesembuhan. Jadi kalau pasien kita tidak kunjung sembuh, bertanyalah pada diri sendiri, apakah kita terlalu menggunakan kemauan ketika menyembuhkan. Hal seperti ini biasanya terjadi ketika kita sedang merawat anggota keluarga atau orang yang sangat kita cintai. Menggunakan terlalu banyak kemauan inilah yang menyebabkan seorang penyembuh kadang-kadang sulit menyembuhkan keluarga sendiri. Selain itu, berlakulah sopan dan hormati pasien. Dengan demikian akan meningkatkan reseptifitas pasien kita., sehingga memudahkan perawatan yang kita lakukan. Kalau pasien kita tidak reseptif bahkan menolak atau tidak mempercayai metoda penyembuhan yang kita lakukan, kita dapat mengetahuinya karena kita merasakan energi yang kita berikan tertolak.
  3. Bersungguh-sungguhlah dalam melakukan penyembuhan, lakukanlah dengan sepenuh kemampuan kita. Jangan terburu-buru. Lakukan perawatan satu demi satu, artinya, lakukan perawatan secara berurutan, selesai membersihkan dan memberikan energi pada satu cakra baru beralih ke cakra berikutnya, lakukan demikian juga pada organ-organ yang perlu dirawat.
  4. Selalu lakukan penyapuan dengan teliti. Sering kali penyapuan yang seksama pada daerah yang sakit sudah banyak mengurangi sakit seorang pasien atau bahkan sudah menyembuhkan.
  5. Sedapat mungkin, selalu sediakan ember berisi air dan garam. Buanglah prana kotor dan berpenyakit kedalam ember dengan tepat, sehingga tidak akan mengenai diri kita atau orang lain.
  6. Kibaskanlah tangan dan jari Anda setiap saat setelah melakukan penyapuan. Jangan segan melakukan ini sering-sering untuk menghindari kontaminasi.
  7. Stabilkanlah energi yang sudah diberikan dengan benar. Jangan asal-asalan. Ini untuk memastikan agar energi yang sudah kita berikan tetap tinggal disitu, tidak kembali ke penyembuh, atau menyebar kemana-mana, sehingga dapat dimanfaatkan dengan maksimal oleh tubuh pasien.
  8. Jangan lupa memotong tali energi yang menghubungkan kita dengan pasien. Terutama tali eteris yang menghubungkan solar plexus kita dengan solar plexus pasien pada akhir penyembuhan.
  9. Bersyukur dan berterima kasihlah pada Tuhan Yang Maha Kuasa untuk penyembuhan yang telah diberikan, atas berkat, perlindungan, bimbingan dan bantuanNya.
*
Pedoman Etika Penyembuhan
  1. Merupakan tanggung jawab seorang penyembuh untuk berusaha dalam segala kemungkinan dengan kemampuan dan pengetahuan kita yang tertinggi dalam menyembuhkan dan meringankan penderitaan pasien.
  2. Penyembuh berhak memperoleh imbalan atau jelasnya meminta pembayaran atas jasa yang diberikannya. Tetapi dia harus menghindari tarif jasa yang terlampau tinggi yang terlalu membebani pasien. Atau yang nilainya melebihi kemampuannya menyembuhkan.
  3. Dalam situasi bagaimanapun, penyembuh tidak boleh menolak atau menghindari seorang pasien karena alasan tidak mampu membayar. Jadi yang terpenting adalah terlebih dahulu melakukan penyembuhan, soal diberi imbalan ataupun tidak itu bukan menjadi soal benar. Dan yang biasa dilakukan sebagian besar penyembuh Prana di Indonesia adalah dengan sukarela, penuh kasih sayang dan dengan penuh ketulusan melakukan perawatan, tanpa mengharapkan imbalan. Tetapi sebaliknya kalau pasien memberikan tanda ucapan terimakasih, kita tidak dianjurkan untuk menolaknya, begitu kita menerimanya, dihadapan pasien kita berdoa mengucapkan terimakasih atas pemberian yang Tuhan berikan melalui pasien kita, dan mendoakan pasien agar diberi kesembuhan dan rejeki yang berlimpah. Kita bisa menggunakan uang itu untuk pribadi ataupun sosial. Hal ini akan dibahas dengan lebih mendalam di MediaPrana terbitan yang akan datang.
  4. Penyembuh harus merahasiakan data-data penyakit yang diderita pasien, apalagi kalau data-data tersebut akan mempermalukan pasien bila diketahui orang lain.
  5. Dalam situasi apapun, penyembuh dilarang memanfaatkannya untuk perbuatan tidak terpuji, terutama yang menjurus pada pergaulan tidak senonoh dengan pasiennya. Karena biasanya seorang pasien, kalau sudah percaya pada penyembuhnya, akan patuh pada penyembuhnya. Dianjurkan untuk merawat pasien diruang terbuka, ini untuk menghindari hal diatas.
*
Selain yang disebutkan dimuka, ada beberapa hal lain yang seharusnya dilakukan oleh seorang penyembuh Prana yang baik, diantaranya adalah yang dibawah ini :
  1. Menghormati para Guru Penyembuh Prana, dan membantu mereka untuk menyebarluaskan manfaat seni penyembuhan ini agar berguna bagi sebanyak mungkin anggota masyarakat.
  2. Selalu menjaga dan menegakkan kemurnian ajaran Penyembuhan Dengan Tenaga Prana ini, dan menggunakannya terutama untuk membantu orang sakit dan menderita.
  3. Tidak menyalah-gunakan ataupun menggunakan tehnik Penyembuhan Dengan Tenaga Prana ini untuk tujuan yang tidak terpuji.
  4. Selalu bersikap sopan dan menghormati semua orang, terutama pasien.
  5. Tidak akan menolak melakukan penyembuhan atau lebih memprioritaskan orang lain, hanya karena pasien tersebut secara ekonomi tidak mampu.
*
Dengan melaksanakan ini, semoga kehidupan kita akan dianugerahi dengan kesehatan yang baik, kebahagiaan, cinta kasih, sukses dan kemakmuran.

Walaupun nampaknya persyaratan yang dituntut dari seorang penyembuh prana begitu berat, tetapi sebenarnya kalau kita melakukan pelayanan ini dengan tanpa pamrih, dengan penuh pengabdian pada kemanusiaan, dengan penuh ketulusan dan kasih sayang, semuanya akan mengalir dengan sendirinya, tanpa kita sadari, kita telah melakukan apa-apa yang dipersyaratkan agar kita menjadi penyembuh prana yang efektif.
Yang kita perlu lakukan selanjutnya adalah untuk terus mengasah, memperluas dan memperdalam pengetahuan dan kemampuan kita terutama dalam melakukan penyembuhan, karena dengan terus melakukan penyembuhan, tanpa kita sengaja, kitapun telah melatih bela-rasa (compassion) kita, kita telah mengasah kepekaan nurani kita.
----------

Monday, February 23, 2009

Kekuatan Bahasa Tubuh (3)

Panas di balik kerah! Orang menyentuh wajah sepuluh kali lebih banyak dari yang biasa bila mereka merasa tidak nyaman. Ketika Anda berbohong, Anda merasakan sensasi menggelitik di seputar wajah dan leher, Anda merasa ada kebutuhan untuk menyentuh atau memulihkan daerah itu.
.
Tanpa disadari jari-jari dijalin erat di atas meja atau di kursi, ini menandakan kegugupan atau kegelisahan. Kalau disatukan dengan longgar lebih menandakan antisipasi dan semakin erat, berarti semakin gelisah.

.
Menyatukan tangan di depan tubuh merupakan pertanda pertahanan, mencari ketenangan hati. Kalau ibu jarinya mengerucut ke atas, itu merupakan sikap percaya diri.

.
Semakin tinggi tangan mengerucut, semakin tinggi rasa percaya diri. Bisa karena dia yakin bahwa dia benar dan Anda salah, atau yakin bahwa Anda yang benar, itu tergantung pada apa yang terjadi selanjutnya.

.
Ini adalah biang dari semua sikap tubuh yang menandakan kepercayaan diri. Sikap tubuh seperti ini menunjukkan rasa percaya diri yang prima, bahkan arogansi. Pria, ketika mengevaluasi dan menanggapi gagasan wanita seringkali memasang posisi seperti ini. Jawabannya sering kali dimulai dengan batuk kecil yang arogan. Yang paling tinggi tingkat percaya dirinya adalah ketika kursinya dicondongkan kebelakang sehingga hanya ditopang dua kaki saja.

.
Menyilangkan kaki bisa untuk kenyamanan saja, namun sering kali menandakan kenegatifan.
Kalau pada saat yang sama juga sambil memegang clip board (papan jepit) di depan dada, ini menandakan kenegatifan, pertanda pertahanan, cari aman, ingin menyingkirkan Anda.

.
Ketika duduk menyandar, tangan dilipat dan kaki disilangkan erat-erat, ini pertanda yang sangat negatif. Ketika Anda masuk ruangannya dan melihat sikap seperti ini, artinya dia menunjukkan sikapnya terhadap kedatangan Anda, atau mungkin Anda mengatakan sesuatu, yang memicu sikap negatifnya.

.
Duduk bersandar dengan satu tangan di atas sandaran kursi menandakan kelesuan.
Mungkin dia tidak ingin berada di situ, karenanya tidak akan memberi cukup perhatian pada Anda.

.
Sama halnya, kaki dinaikan ke sandaran tangan menandakan acuh tak acuh. Perhatian yang diberikannya sangat sedikit, dan dapat dipastikan dia tidak menghormati kehadiran Anda.

.
Berikut adalah sikap bertahan. Ini bisa berarti hal yang positif.
Biasanya ini menandakan konfrontasi ringan dan dalam hal ini sikap keras kepala.

.
Ini menunjukkan mau menguasai wilayah secara terang-terangan. Menuntut wilayah kekuasaan. Dengan mudah dia mengabaikan wilayah orang lain. Oleh sebab itu ada pepatah yang mengatakan, “Jangan menaruh kaki Anda di meja orang lain.”

.
Apakah Anda suka menyalahkan orang lain? Mungkin Anda tidak menyadarinya. Namun dengan jelas Anda bisa mengenali orang semacam itu. Ini adalah sikap tubuh yang agresif, yang menandakan kebiasaan agresif yang tersembunyi. Bisa saja bukan menunjuk dengan jari, tetapi dengan sesuatu yang lebih halus, dengan pinsil misalnya. Jari digunakan kalau seseorang suka mencela.

.
Perhatikan gerak kaki seseorang. Kaki yang ditarik kebelakang ke arah tubuh menandakan ketidak nyamanan, kegelisahan, ketegangan atau frustrasi. Bisa terhadap Anda atau terhadap orang lain. Oleh sebab itu dokter gigi Anda tahu apakah Anda sedang tegang atau tidak ketika gigi Anda mau di bor.

.
Berikut ini adalah posisi yang netral. Duduk tegak, kaki menyatu, tangan terpisah kalau mungkin dengan telapak tangan menghadap ke atas, ini menandakan kejujuran dan ketulusan.

Jadi ternyata sikap tubuh seseorang selalu menandakan sikap, pikiran ataupun kepribadian seseorang yang dengan mudah dapat dibaca. Jadi mulai saat ini, berhati-hatilah dengan sikap Anda. Sikap yang tulus, jujur dan apa adanya tentu saja seharusnya menjadi sikap kita sepanjang waktu. Terimakasih!!!


----------



Sunday, February 22, 2009

Apa Ibu Isteri Tuhan?

Saat itu adalah malam bulan Desember yang sangat dingin. Seorang anak kecil kira-kira berumur 10 tahun berdiri dimuka sebuah toko sepatu, telanjang kaki, memandang menembus jendela etalase, menggigil kedinginan. Seorang wanita mendekati anak itu sambil berkata, “Hei nak, mengapa kamu begitu serius memandang melalui etalase itu?”

“Aku sedang memohon pada Tuhan agar memberiku sepasang sepatu,” jawab anak itu.

Wanita tadi menggandeng tangannya masuk ke toko sepatu itu, meminta setengah lusin kaus kaki hangat sekukuran anak itu. Kemudian dia minta apakah bisa memperoleh sebaskom air hangat dan selembar handuk. Dengan cekatan penjaga toko menyediakannya, wanita itu membawa anak tadi ke bagian belakang toko, melepas sarung tangannya, berlutut, mencuci kaki anak tadi, lalu mengeringkannya dengan handuk.

Sementara itu penjaga toko telah kembali dengan setumpuk kaus kaki. Wanita tadi mengenakan sepasang kaus kaki pada akan tadi, kemudian dia membelikan sepasang sepatu, mengenakan pada kaki mungil itu, memasukkan lima pasang kaus kaki ke kantong plastik dan mengangsurkannya padanya, “Sekarang kamu pasti merasa lebih nyaman bukan?”

Ketika wanita itu berbalik untuk meninggalkannya, masih dengan raut wajah takjub, anak itu meraih tangannya, sambil menatap wajahnya, dengan air mata menggenang di matanya, dia balik bertanya: “Apakah nyonya isteri Tuhan?”

----------

Semuanya Cuma-cuma

Anakku yang masih duduk di kelas dua SD masuk ke dapur sore tadi ketika aku sedang sibuk mempersiapkan makan malam. Dia memberikan secarik kertas yang sudah ditulisinya. Maka setelah aku melap tanganku dengan serbet, aku membacanya, berikut adalah apa yang tertulis di situ:
  • Untuk memangkas rumput, Rp. 50.000,-
  • Untuk merapikan tempat tidurku minggu ini, Rp. 10.000,-
  • Untuk pergi ke toko, Rp.$500.000,-
  • Untuk mengajak bermain adik bayiku ketika ibu pergi belanja, Rp. 250.000,-
  • Untuk membuang sampah, Rp. 10.000,-
  • Untuk memperoleh rapot yang bagus, Rp. 50.000,-
  • Dan untuk menyiangi halaman, Rp.50.000,-
Aku melihatnya berdiri penuh harap, dan ribuan kenangan berkelebat dalam benakku. Maka, aku segera memungut kertas itu, membaliknya, berikut adalah yang kutulis di situ:
  • Untuk mengandungmu selama sembilan bulan, dan engkau tumbuh dalam diriku, gratis.
  • Untuk malam-malam aku menemanimu, membawamu ke dokter ketika kamu sakit dan terus berdoa untukmu, gratis.
  • Untuk waktu dan air mata, dan biaya hidupmu selama ini, gratis.
  • Untuk saat-saat penuh kekhawatiran tentang masa depanmu, gratis.
  • Untuk nasihat dan pengetahuan, dan biaya sekolahmu, gratis.
  • Untuk mainan, makanan dan pakaianmu, gratis.
  • Nak, kalau kamu menjumlahkan semua ini, harga semua cintaku kepadamu adalah gratis.
Ketika dia telah selesai membacanya, air matanya mulai mengalir. Dia menengadah menatapku, “Mama, aku sungguh mencintaimu.” Kemudian dia mengambil pena dan dengan huruf yang besar-besar dituliskannya: SEMUANYA SUDAH DIBAYAR LUNAS.

----------

Saturday, February 21, 2009

Teknik Penyembuhan yang Terlupakan

Teknik-teknik dasar penyembuhan PRANA yang terlupakan
Setiap kali kita membaca ulang buku Penyembuhan dengan Tenaga Prana, setiapkali pula kita menemukan hal-hal baru yang sebelumnya tidak kita sadari, suatu hal yang cukup penting dalam membantu meningkatkan kemampuan kita dalam menyembuhkan. Itulah perlunya setiap kali kita membaca ulang buku kita, karena dalam lokakarya yang kita ikuti, tidak seluruh isi buku dibahas, karena dalam lokakarya, yang dibahas hanya hal-hal yang terpenting saja. Dibawah ini adalah beberapa diantaranya.
.
MEMBUAT TANGAN DAN JARI-JARI PEKA MELALUI PERNAFASAN PRANA

Sekarang sebagian besar di antara Anda kurang lebih telah membuat tangan Anda peka secara permanen. Tetapi kadang-kadang mungkin Anda mengalami saat-saat di mana tangan kelihatannya tidak dapat merasakan atau menelusuri. Ini dapat segera diatasi dengan memusatkan pikiran secara bersamaan pada bagian tengah telapak tangan dan ujung jari sambil melakukan pernapasan prana sebanyak tiga siklus. Ini akan menyebabkan chakra tangan dan chakra jari diaktifkan, diberi energi dan dibuat peka sehingga Anda dapat melakukan penelusuran secara tepat dengan telapak tangan dan jari-jari Anda.

.
PENELUSURAN DENGAN JARI

Sesudah membuat tangan Anda menjadi peka, telusuri telapak tangan Anda dengan kedua jari. Gerakkan jari perlahan-lahan dan sedikit demi sedikit kian kemari untuk merasakan aura-dalam telapak tangan. Cobalah merasakan ketebalan telapak tangan dengan dua jari Anda dan cobalah merasakan lapisan-lapisan aura-dalam yang berbeda-beda. Latihlah juga penelusuran telapak tangan dengan satu jari. Selalu pusatkan pikiran pada ujung jari bila melakukan penelusuran dengan jari Anda. Ini akan mengaktifkan atau lebih mengaktifkan lagi chakra mini jari; dengan demikian membuat jari-jari tangan menjadi peka.

Ketika melakukan penelusuran dengan telapak tangan dan jari-jari, Anda harus selalu berkonsentrasi pada bagian tengah telapak tangan dan ujung jari-jari. Ini akan menyebabkan chakra tangan dan jari tetap aktif atau menjadi lebih aktif; dengan demikian meningkatkan kepekaan telapak tangan dan jari-jari.

Kemampuan melakukan penelusuran dengan telapak tangan tidaklah cukup. Anda juga harus belajar menelusuri dengan jari-jari. Penelusuran dengan jari-jari diperlukan untuk menentukan letak atau melakukan penelusuran pada daerah kecil yang terganggu secara tepat. Penelusuran tempat kecil yang terganggu sulit dilakukan dengan telapak tangan karena ia hanya akan merasakan daerah sekitarnya yang lebih sehat di sekitar tempat kecil yang terganggu tersebut. Tempat kecil yang terganggu “dikamuflase” oleh bagian yang lebih sehat.

Misalnya orang dengan penyakit mata biasanya mengalami pengurasan prana di matanya, sedangkan aura-dalam daerah sekitarnya mungkin normal. Karena telapak tangan sangat besar dan aura-dalam mata bergaris tengah sekitar dua inci, kemungkinan besar telapak tangan hanya akan merasakan alis mata dan dahi yang sehat tanpa menyadari tempat kecil yang terganggu. Ini dapat dihindari jika jari-jari digunakan dalam penelusuran. Tulang belakang juga harus ditelusuri dengan menggunakan satu atau dua jari untuk menentukan letak tempat kecil yang terganggu.

Dalam menelusuri penderita, Anda tidak perlu menelusuri aura-luar dan aura-kesehatan. Anda diajari cara menelusuri aura-luar dan aura-kesehatan untuk membuktikan pada diri sendiri keberadaan aura tersebut. Yang penting adalah melakukan penelusuran aura-dalam penderita. Pada penelusuran aura dalam, penting untuk merasakan tingkat energi umum atau ketebalan umum aura-dalam penderita. Tingkat energi umum akan digunakan sebagai acuan atau standar dalam membandingkan kondisi beberapa chakra mayor dan organ vital. Ketepatan penelusuran akan terpengaruh jika daerah tersebut ditelusuri terlalu lama karena daerah yang ditelusuri tersebut akan secara tidak sengaja menerima energi.

Hal yang penting adalah Anda harus dapat merasakan tekanan kalau melakukan penelusuran untuk menentukan ketebalan aura-dalam pada bagian yang ditelusuri. Sebagian di antara Anda mungkin merasa sakit di tangan atau jari-jari kalau bersentuhan dengan aura-dalam bagian yang sakit. Aura-dalam mempunyai beberapa lapisan. Pada saat menelusuri aura-dalam, Anda mungkin merasakan tekanan sekitar lima inci dari kulit dan lapisan lain yang lebih padat atau kuat tekanannya sekitar dua atau tiga inci dari kulit. Kadang-kadang kalau menelusuri aura-dalam suatu bagian, aura dalam bagian tersebut mungkin kelihatannya normal. Namun bila ditelusuri lebih lanjut ke dalam, lapisan berikutnya agak tipis yang berarti bahwa bagian tersebut sangat terkuras. Pada penelusuran aura-dalam, penting untuk menelusuri tidak hanya lapisan pertama tetapi juga lapisan dalamnya. Seorang ahli yoga atau praktisi chi kung (seni mengumpulkan tenaga dalam) yang berpengalaman mempunyai aura-dalam yang sangat besar dan mempunyai banyak lapisan. Kadang-kadang aura-dalam lebih dari satu meter tebalnya.

Penelusuran juga sangat berguna untuk menentukan apakah seorang bayi atau anak kecil mempunyai masalah pendengaran ataupun penglihatan.

Dalam merawat kasus yang berat, kesebelas chakra mayor, chakra minor yang relevan, semua organ mayor dan vital dan tulang belakang harus ditelusuri dengan saksama. Perawatan yang tepat dapat ditentukan berdasarkan penelusuran yang baik dan pengertian yang tepat tentang sifat penyakit.

.
PENYAPUAN DENGAN PERNAPASAN PRANA

Penyapuan umum dan setempat Iebih efektif bila digunakan bersama dengan pernapasan prana karena pasien dibersihkan dan diberi energi secara serentak sampai tingkat yang cukup besar. Jenis penyapuan ini sangat efektif dan seringkali sudah cukup untuk menyembuhkan penyakit yang sederhana. Penyapuan dapat dilakukan dalam jarak beberapa kaki dari pasien dan dengan sapuan yang lebih sedikit. Anda tidak perlu memperhatikan posisi tangan yang digunakan. Ikuti saja petunjuk yang diberikan pada cara melakukan penyapuan umum dan penyapuan setempat serta sekaligus melakukan pernapasan prana.

Anda dapat memvisualisasikan prana putih terang menyapu dan mencuci pasien dari mahkota sampai kaki, ketika melakukan penyapuan ke bawah. Visualisasikan sinar kesehatan diperkuat. Anda tidak perlu melakukan penyapuan ke atas kecuali kalau pasien sangat mengantuk atau mempunyai tungkai yang lemah. Kalau melakukan penyapuan ke atas anda dapat memvisualisasikan prana bumi naik ke atas dari chakra telapak kaki sampai ke chakra mahkota. Ini seharusnya dilakukan setelah pasien cukup dibersihkan dengan penyapuan ke bawah. Penyapuan umum ke atas yang dilakukan sebelum penyapuan ke bawah dapat menyebabkan pindahnya bahan bioplasmik berpenyakit ke daerah kepala dan otak. Ini dapat menimbuIkan bahaya yang serius pada pasien.

Selama melakukan penyapuan anda dapat memvisualisasikan ataupun tidak namun pada beberapa penyembuh, penyapuan lebih efektif bila disertai dengan visualisasi. Yang penting adalah niat untuk membersihkan dan memberikan energi pada tubuh bioplasmik penderita.

Pada penyapuan, perhatian khusus harus diberikan pada saluran bioplasmik belakang atau meridian pengatur yang menembus tulang belakang, dan saluran bioplasmik depan atau meridian fungsional yang berlawanan letaknya dengan tulang belakang. Kecuali chakra limpa, hampir semua chakra mayor terletak langsung di sepanjang kedua saluran atau nadi tersebut. Pembersihan atau penyapuan setempat pada kedua saluran ini akan membersihkan chakra-chakra mayor yang terletak di sepanjang kedua meridian tersebut sehingga menghasilkan laju penyembuhan yang jauh lebih cepat. Anda harus ingat bahwa semua organ utama dan organ vital diberi energi dan dikendalikan oleh chakra mayor.

Kalau kita melakukan penyapuan setempat, visualisasikan jari-jari dan tangan menembus ke dalam bagian yang sakit dan bahan berpenyakit yang berwarna keabu-abuan dihilangkan.

----------


Friday, February 20, 2009

Engkaulah Malaikatku


Dipersembahkan untuk semua “orang tua” di dunia ini.

Pada suatu ketika, seorang anak siap dilahirkan, anak itu bertanya pada Tuhan, “Kata mereka besok Engkau akan mengirim aku ke dunia....., tapi bagaimana mungkin aku yang lemah dan tak berdaya ini bisa hidup di sana?”

Tuhan menjawab, “Dari sekian banyak malaikat, telah kupilihkan SATU untukmu. Dia akan selalu menjaga dan merawatmu.....

“Tapi,.....” kata anak itu, “Di sini, di Surga, aku tidak melakukan apapun kecuali berdendang dan Tersenyum. Itulah yang membuat aku bahagia berada di sini!”

Tuhan berkata, “Setiap hari malaikatmu akan bersenandung untukmu. Akan kau rasakan kasih-sayang malaikatmu dan kau akan selalu merasa bahagia”.

Kemudian, anak itu berkata, “Bagaimana aku bisa memahami apa yang mereka katakan kalau aku tidak tahu bahasa mereka?”

“Itu gampang,” kata Tuhan: “Malaikatmu akan selalu mengucapkan kata-kata terindah dan termanis yang pernah kau dengar, dan dengan sabar serta penuh perhatian, malaikatmu akan mengajar kamu bagaimana caranya berbicara.”

Anak itu menatap Tuhan dan berkata, “Dan apa yang harus kulakukan kalau aku ingin berbicara kepada-Mu?” Tuhan tersenyum pada anak itu sambil berkata, “Malaikatmu akan mengajar kamu bagaimana cara berdoa.”

Kemudian anak itu berkata, “Kudengar di dunia banyak orang jahat, siapa yang akan melindungiku?”

Tuhan merangkul anak itu dan berkata: “Malaikatmu akan melindungimu, sekalipun itu membahayakan jiwanya!”

Wajah anak itu nampak murung, kemudian katanya: “Tapi aku akan selalu sedih karena tidak bisa bersamamu lagi.”

Tuhan memeluk anak itu erat-erat, “Malaikatmu akan selalu berkisah tentang AKU dan akan mengajar kamu bagaimana cara kembali kepada-Ku, walau sebenarnya Aku selalu berada di sampingmu.”

Saat itu suasana Surga begitu damai, tetapi suara dunia sudah mulai terdengar. Anak itu nampak terburu-buru, dengan lembut dia berkata, “Oh Tuhan, aku harus segera pergi, tolong katakan siapa nama malaikatku!”

Jawab Tuhan, “Nama malaikatmu tidak penting..... Tapi kamu akan memanggilnya :

.....
.....
.....
.....
.....
.....
.....
.....
.....
.....
.....
.....
.....
.....
.....
.....
.....
.....
.....

“..… MAMA !!!”

----------






Thursday, February 19, 2009

Membuang Batu Empedu

Pembersihan Kandung Empedu dan Hati dapat dikerjakan dengan mudah di rumah

Oleh: Dr. Lai Chiu Nan

Terbukti berhasil pada banyak orang. Kalau ini bekerja pada Anda, harap bagikan kabar baik ini. Chiu-Nan tidak memungut bayaran untuk ini, maka kita harus memberikan ini kepada orang-orang dengan cuma-cuma. Imbalan yang Anda peroleh adalah bila seseorang, melaului penjelasan Anda, memetik manfaat dari cara ini.

Batu empedu bukan merupakan masalah bagi kebanyakan orang. Namun seharusnya merupakan masalah karena kita semua memilikinya. Terlebih lagi, batu empedu bisa menyebabkan kanker. “Kanker tidak pernah merupakan penyakit awal,” Chiu Nan menjelaskan.

“Biasanya, sebelumnya ada berbagai masalah yang menyebabkan timbulnya kanker. Dalam penelitian saya di China, saya temukan beberapa kajian yang menunjukkan bahwa penderita kanker biasanya punya batu. Kita semua punya batu empedu. Masalahnya lebih pada besar atau kecil, banyak atau sedikit. Salah satu gejala batu empedu adalah rasa kembung setelah makan. Anda merasa tidak dapat mencerna makanan itu. Kalau itu menjadi semakin serius, Anda merasa sakit di daerah hati.”

Jadi kalau Anda mengira Anda punya batu empedu, Chiu Nan menawarkan metode berikut ini untuk mengeluarkannya secara alami. Perawatan ini juga baik bagi mereka yang mempunyai hati yang lemah, karena hati dan kandung empedu berhubungan sangat erat.

.
CARANYA:
  1. Selama lima hari pertama, minumlah empat gelas jus apel setiap hari, atau makan empat sampai lima apel setiap hari, terserah mana yang Anda pilih. Jus apel melunakkan batu empedu. Selama lima hari pertama, makanlah seperti biasa.
  2. Pada hari keenam, jangan makan malam.
  3. Pada jam 6.00 sore, ambil satu sendok teh garam Inggris (magnesium sulfat) dengan segelas air hangat.
  4. Pada jam 8.00 malam, ulang hal yang sama, garam Inggris membuka saluran kandung empedu.
  5. Pada jam 10.00 malam, minumlah setengah cangkir olive oil (atau minyak wijen) dan satu cangkir jus lemon segar, aduklah sampai rata lalu minumlah. Minyak itu akan melumasi batunya sehingga mempermudahnya keluar.
Pagi berikutnya, akan Anda temukan batu berwarna hijau di kotoran Anda. “Biasanya batu itu mengapung,” Kata Chiu Nan. “Kalau Anda mau hitunglah. Ada orang yang mengeluarkan 40, 50 atau bahkan lebih dari 100 batu. Sangat banyak.”

“Walaupun Anda tidak punya gejala menderita batu empedu, tetap ada beberapa batu di kandung empedu Anda. Akan baik kalau sesekali Anda membersihkan kandung empedu Anda.

----------

Di Mana Keadilan?

(MP 17)

Pada suatu hari, ketika Tuhan masuk ke dalam surga. Dia heran mendapati semua orang sudah berada di sana. Tak seorangpun dimasukkan ke dalam neraka. Ini sungguh merisaukannya, karena bukankah Tuhan harus adil? Dan untuk apa neraka diciptakan jika tidak dipergunakan?

Maka Tuhan bersabda kepada Malaikat Jibril:

“Panggil semua orang ke hadapanKu dan bacakan sepuluh perintahKu!

Semua orang dipanggil. Malaikat Jibril membacakan perintah yang pertama. Lalu Tuhan Bersabda:

“Semua yang pernah berdosa melawan perintah ini harus segera turun ke neraka!”

Sejumlah orang mengundurkan diri dan dengan sedih pergi ke neraka.

Hal yang sama terjadi pula sesudah perintah kedua dibacakan . . . begitu pula dengan yang ketiga . . . keempat . . . dan kelima. Pada saat itu penghuni surga sudah jauh berkurang. Setelah perintah yang keenam dibacakan, semua orang telah pergi ke neraka kecuali seorang pertapa yang gemuk, tua dan botak.

Tuhan memandangnya dan berkata kepada Malaikat Jibril:

“Inikah satu-satunya yang masih tinggal di surga?”

“Ya”, sembah Malaikat Jibril.

“Wah”, kata Tuhan, “Suasana di sini menjadi agak sepi bukan? Suruh mereka semua kembali ke surga.”

Ketika pertapa yang gemuk, tua dan botak itu mendengar bahwa semua orang akan mendapat pengampunan, dia marah dan menggugat Tuhan:

“Ini tidak adil! Mengapa dari dulu hal ini tidak Tuhan katakan kepadaku?”

Itulah kalau berpegang teguh pada ganjaran dan hukuman, serta pada keadilan yang mutlak. Bukankah Tuhan Maha Pengampun?

----------