Monday, April 13, 2009

Tentang Asam Urat (1)


Pendahuluan

Di masyarakat kini beredar mitos bahwa ngilu sendi berarti asam urat. Pengertian ini perlu diluruskan karena tidak semua keluhan dari nyeri sendi disebabkan oleh asam urat. Pengertian yang salah ini diperparah oleh iklan jamu/obat tradisional.

Penyakit rematik banyak jenisnya. Tidak semua keluhan nyeri sendi atau sendi yang bengkak itu berarti asam urat. Untuk memastikannya perlu pemeriksaan laboratorium.

Sebenarnya yang dimaksud dengan asam urat adalah asam yang berbentuk kristal-kristal yang merupakan hasil akhir dari metabolisme purin (bentuk turunan nukleoprotein), yaitu salah satu komponen asam nukleat yang terdapat pada inti sel-sel tubuh. Secara alamiah, purin terdapat dalam tubuh kita dan dijumpai pada semua makanan dari sel hidup, yakni makanan dari tanaman (sayur, buah, kacang-kacangan) atau pun hewan (daging, jeroan, ikan sarden).

Jadi asam urat merupakan hasil metabolisme di dalam tubuh, yang kadarnya tidak boleh berlebih. Setiap orang memiliki asam urat di dalam tubuh, karena pada setiap metabolisme normal dihasilkan asam urat. Sedangkan pemicunya adalah makanan dan senyawa lain yang banyak mengandung purin. Sebetulnya, tubuh menyediakan 85 persen senyawa purin untuk kebutuhan setiap hari. Ini berarti bahwa kebutuhan purin dari makanan hanya sekitar 15 persen.

Sayangnya, fakta ini masih belum diketahui secara luas oleh masyarakat. Akibatnya banyak orang suka menyamaratakan semua makanan. Orang menyantap apa saja yang dia inginkan, tanpa mempertimbangkan kandungan di dalamnya. Makanan sumber dari produk hewani biasanya mengandung purin sangat tinggi. Produk makanan mengandung purin tinggi kurang baik bagi orang-orang tertentu, yang punya bakat mengalami gangguan asam urat. Jika mengonsumsi makanan ini tanpa perhitungan, jumlah purin dalam tubuhnya dapat melewati ambang batas normal.

*
Makanan yang dapat meningkatkan asam urat

Beberapa jenis makanan dan minuman yang diketahui bisa meningkatkan kadar asam urat adalah alkohol, ikan hearing, telur, dan jeroan. Ikan haring atau sejenisnya (sarden), dan jeroan merupakan sumber senyawa sangat potensial. Yang tergolong jeroan bukan saja usus melainkan semua bagian lain yang terdapat dalam perut hewan —seperti hati, jantung, babat, dan limpa.

Konsumsi jeroan memperberat kerja enzim hipoksantin untuk mengolah purin. Akibatnya banyak sisa asam urat di dalam darahnya, yang berbentuk butiran dan mengumpul di sekitar sendi sehingga menimbulkan rasa sangat sakit. Jeroan memang merupakan salah satu hidangan menggiurkan, di antaranya soto babat, sambal hati, sate jantung, dan kerupuk limpa. Tetapi salah satu dampaknya, jika tubuh kelebihan senyawa purin maka si empunya diri mengalami sakit pada persendian.

*
Penyebab

Penyakit asam urat digolongkan menjadi penyakit gout primer dan penyakit gout sekunder. Pada penyakit gout primer, 99 persen penyebabnya belum diketahui (idiopatik). Diduga berkaitan dengan kombinasi faktor genetic dan faktor hormonal yang menyebabkan gangguan metabolisme yang dapat mengakibatkan meningkatnya produksi asam urat atau bisa juga diakibatkan karena berkurangnya pengeluaran asam urat dari tubuh.

Penyakit gout sekunder disebabkan antara lain karena meningkatnya produksi asam urat karena nutrisi, yaitu mengonsumsi makanan dengan kadar purin yang tinggi. Purin adalah salah satu senyawa basa organic yang menyusun asam nukleat (asam inti dari sel) dan termasuk dalam kelompok asam amino, unsur pembentuk protein.

Produksi asam urat meningkat juga bisa karena penyakit darah (penyakit sumsum tulang, polisitemia), obat-obatan (alkohol, obat-obat kanker, vitamin B12). Penyebab lainnya adalah obesitas (kegemukan), penyakit kulit (psoriasis), kadar trigliserida yang tinggi. Pada penderita diabetes yang tidak terkontrol dengan baik biasanya terdapat kadar benda-benda keton (hasil buangan metabolisme lemak) yang meninggi. Benda-benda keton yang meninggi akan menyebabkan asam urat juga ikut meninggi.

Setiap orang dapat terkena penyakit asam urat. Karena itu, kita perlu mewaspadai gejala-gejalanya. Penyakit radang sendi akibat peningkatan kadar asam urat darah disebut dengan artritis gout atau artritis pirai. Artritis gout yang akut disebabkan oleh reaksi radang jaringan terhadap pembentukan kristal urat. Pada sebagian besar kasus gout riwayat penyakit dan gambaran klinis bersifat khusus, sehingga kadang-kadang diagnosis dapat langsung ditegakkan.

Seseorang dikatakan menderita asam urat (gout) jika kondisinya memenuhi beberapa syarat dan biasanya perjalanan penyakitnya klasik sekali, seperti mempunyai gejala yang khas penyakit gout, mempunyai perjalanan penyakit yang khas penyakit gout, ditemukan asam urat dalam kadar tinggi dalam darahnya, dan hasil pemeriksaan mikroskopik dari cairan sendi atau tofus (benjolan asam urat) ditemukan kristal asam urat yang berbentuk jarum.

*
Lebih banyak pria

Umumnya yang terserang asam urat adalah para pria, sedangkan pada perempuan persentasenya kecil dan baru muncul setelah menopause. Kadar asam urat kaum pria cenderung meningkat sejalan dengan peningkatan usia. Pada wanita, peningkatan itu dimulai sejak masa menopause.

Mengapa asam urat cenderung dialami pria? Ini karena perempuan mempunyai hormon estrogen yang ikut membantu pembuangan asam urat lewat urine. Sementara pada pria, asam uratnya cenderung lebih tinggi daripada perempuan karena tidak memiliki hormon estrogen tersbut.

Jadi selama seorang perempuan mempunyai hormon estrogen, maka pembuangan asam uratnya ikut terkontrol. Ketika sudah tidak mempunyai estrogen, seperti saat menopause, barulah perempuan terkena asam urat.

Kalau peningkatan asam urat ini melewati ambang batas yang bisa ditolerir, persoalan akan timbul pertama pada ginjal, sendi, dan saluran kemih

*
Kadar Normal

Pemeriksaan asam urat di laboratorium dilakukan dengan dua cara, Enzimatik dan Teknik Biasa. Kadar asam urat normal menurut tes Enzimatik maksimum 7 mg/dl. Sedangkan pada Teknik Biasa, nilai normalnya maksimum 8 mg/dl. Bila hasil pemeriksaan menunjukkan kadar asam urat melampaui standar normal itu, penderita dimungkinkan mengalami hiperurisemia.

Kadar asam urat normal pada pria dan perempuan berbeda. Kadar asam urat normal pada pria berkisar 3,5 – 7 mg/dl dan pada perempuan 2,6 – 6 mg/dl. Kadar asam urat diatas normal disebut hiperurisemia.

Perjalanan penyakit yang klasik biasanya dimulai dengan suatu serangan atau seseorang memiliki riwayat pernah cek asam uratnya tinggi di atas 7 mg/dl, dan makin lama makin tinggi.

Jika demikian, kemungkinannya untuk menjadi penyakit gout itu makin besar. Biasanya 25% orang yang asam uratnya tinggi akan menjadi penyakit gout. Bila kadar asam urat tinggi tapi tidak ada gejala serangan sendi ini disebut stadium awal. Pada setiap orang berbeda-beda. Ada yang bertahun-tahun sama sekali tidak muncul gejalanya, tetapi ada yang muncul gejalanya di usia 20 tahun, 30 tahun, atau 40 tahun.

*
Gambaran Klinis

Artritis gout muncul sebagai serangan keradangan sendi yang timbul berulang-ulang. Gejala khas dari serangan artritis gout adalah serangan akut biasanya bersifat monoartikular (menyerang satu sendi saja) dengan gejala pembengkakan, kemerahan, nyeri hebat, panas dan gangguan gerak dari sendi yang terserang yang terjadi mendadak (akut) yang mencapai puncaknya kurang dari 24 jam. Lokasi yang paling sering pada serangan pertama adalah sendi pangkal ibu jari kaki. Hampir pada semua kasus, lokasi artritis terutama pada sendi perifer dan jarang pada sendi sentral.

Serangan yang terjadi mendadak maksudnya tiba-tiba. Karena itu bisa saja terjadi, siang hari sampai menjelang tidur tidak ada keluhan, tetapi pada tengah malam penderita mendadak terbangun karena rasa sakit yang amat sangat. Kalau serangan ini datang, penderita akan merasakan sangat kesakitan walau tubuhnya hanya terkena selimut atau bahkan hembusan angin.

Perjalanan penyakit gout sangat khas dan mempunyai 3 tahapan. Tahap pertama disebut tahap artritis gout akut. Pada tahap ini penderita akan mengalami serangan artritis yang khas dan serangan tersebut akan menghilang tanpa pengobatan dalam waktu 5 – 7 hari. Karena cepat menghilang, maka sering penderita menduga kakinya keseleo atau kena infeksi sehingga tidak menduga terkena penyakit gout dan tidak melakukan pemeriksaan lanjutan.

Bahkan, dokter yang mengobati kadang-kadang tidak menduga penderita terserang penyakit gout. Karena serangan pertama kali ini singkat waktunya dan sembuh sendiri, sering penderita berobat ke tukang urut dan waktu sembuh menyangka hal itu disebabkan hasil urutan/pijatan. Padahal, tanpa diobati atau diurut pun serangan pertama kali ini akan hilang sendiri.

Setelah serangan pertama, penderita akan masuk pada gout interkritikal. Pada keadaan ini penderita dalam keadaan sehat selama jangka waktu tertentu. Jangka waktu antara seseorang dan orang lainnya berbeda. Ada yang hanya satu tahun, ada pula yang sampai 10 tahun, tetapi rata-rata berkisar 1 – 2 tahun. Panjangnya jangka waktu tahap ini menyebabkan seseorang lupa bahwa ia pernah menderita serangan artritis gout atau menyangka serangan pertama kali dahulu tak ada hubungannya dengan penyakit gout.

Tahap kedua disebut sebagai tahap artritis gout akut intermiten. Setelah melewati masa gout interkritikal selama bertahun-tahun tanpa gejala, penderita akan memasuki tahap ini, ditandai dengan serangan artritis yang khas. Selanjutnya penderita akan sering mendapat serangan (kambuh) yang jarak antara serangan yang satu dan serangan berikutnya makin lama makin rapat dan lama, serangan makin lama makin panjang, serta jumlah sendi yang terserang makin banyak.

Tahap ketiga disebut sebagai tahap artritis gout kronik bertofus. Tahap ini terjadi bila penderita telah menderita sakit selama 10 tahun atau lebih. Pada tahap ini akan terjadi benjolan-benjolan di sekitar sendi yang sering meradang yang disebut sebagai tofus. Tofus ini berupa benjolan keras yang berisi serbuk seperti kapur yang merupakan deposit dari kristal monosodium urat. Tofus ini akan mengakibatkan kerusakan pada sendi dan tulang di sekitarnya. Tofus pada kaki bila ukurannya besar dan banyak akan mengakibatkan penderita tidak dapat menggunakan sepatu lagi.

Bersambung
-----------

Monday, April 6, 2009

Dampak Stres

STRES: DAMPAK DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA
Oleh: Dr Umi Ardiningsih SpKJ

*
PENGANTAR


Dewasa ini setiap orang berbicara tentang stres. Kita mendengar topik ini sebagai bahan pembicaraan se
hari-hari, baik di radio, televisi, surat kabar dan diberbagai konferensi maupun di kalangan Universitas. Sayangnya hanya sedikit saja orang yang mengerti konsep stres yang benar. Manager menganggap stres sebagai frustasi atau ketegangan emosi; pengatur lalu lintas pesawat berpendapat sebagai problem konsentrasi; seorang remaja yang kandas cita-citanya dan para atlit yang gagal berprestai karena ketegangan otot. Secara umum pengertian stres adalah suatu bentuk ketegangan yang mempengaruhi fungsi alat-alat tubuh. Kalau ketegangan itu berlebihan sehingga menggangu fungsi alat-alat tubuh tadi, maka keadaan demikian disebut dengan istilah distres. Stres dalam kehidupan tidak dapat dihindarkan. Masalahnya adalah bagaimana manusia hidup dengan stres tanpa harus mengalami distres.

Perubahan-perubahan sosial yang cepat sebagai konsekuensi modernisasi mempunyai dampak pada kehidupan. Tidak semua orang dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan tersebut, pada gilirannya dapat menimbulkan ketegangan atau stres pada dirinya. Stres sendiri merupakan hasil dari perkembangan teknologi yang demikian cepatnya dalam abad ke duapuluh satu ini, suatu ironi kehidupan. Manusia menciptakan berbagai macam produk untuk meningkatkan taraf hidupnya, untuk hidup lebih efisien, namun dalam proses memproduksi berbagai macam produksi, manusia harus menghadapi berbagai macam kondisi, yang dapat menimbulkan stres yang lebih banyak.


Seorang yang menderita stres, selain terwujud dalam berbagai macam penyakit, dapat pula terungkap melalui ketidak mampuannya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya, sehingga menderita gangguan kecemasan, depresi dan gangguan psikosomatik. Penderitaan fisik dan/atau psikik menyebabkan orang tak dapat berfungsi secara wajar, tak mampu berprestasi tinggi dan sering menjadi masalah bagi lingkungannya (di rumah, di tempat kerja atau lingkungan sosial lain), merupakan akibat dari stres yang berkelanjutan.


Makalah ini berupaya membahas masalah stres dan upaya penanggulangannya. Mula-mula akan dibahas arti dari stres, jenis stres, dampaknya terhadap individu. Akhirnya akan dijelaskan berbagai macam cara atau metode yang dapat dilakukan sebagai upaya penanggulangan stres.


*
ARTI STRES


Istilah stres dalam fisika diartikan sebagai penggunaan kekuatan yang cukup besar terhadap suatu obyek atau sistem untuk merusaknya atau merubah bentuknya. Herbert Benson dalam bukunya “The Relaxation Response” memberi batasan stres sebagai “enviromental demands that require behavioral adjustment”. Batasan ini memberikan arti yang sama kepada stres sebagaimana artinya dalam fisika yaitu adanya suatu kekuatan di luar obyek yang terkena kekuatan tersebut. Dalam obyek timbul ketegangan tertentu untuk dapat mempertahankan bentuknya. Pada manusia kekuatan lingkungan juga menimbulkan ketegangan. Untuk dapat bertahan manusia perlu menyesuaikan perilaku dirinya. Jika tak berhasil dalam penyesuaian dirinya ia akan berubah bentuknya atau akan hancur.


Yang kurang diperhatikan dalam batasan di atas ialah kemampuan kognitif manusia. Manusia bukan merupakan organisasi yang secara refleks otomatis memberikan reaksi. manusia memiliki cognitive - appraisal system (Woolfolk & Richardson, 1979) sehingga ia memberikan arti kepada apa yang terjadi di lingkungannya. Peritiwa atau kejadian di sekitar kita perlu kita alami atau hayati sebagai suatu stres berdasarkan arti atau interpretasi yang kita berikan terhadap peristiwa tersebut, bukan karena peristiwa itu sendiri. Misalnya pelamar menghadapi wawancara seleksi. Ada pelamar yang menghayati wawancara seleksi ini sebagai suatu stres, pelamar lain sama sekali tak merasakannya. Yang merasakan wawancara seleksi sebagai suatu stres memberikan arti bahwa wawancara seleksi ini dapat merubah kehidupannya. Kalau hasil wawancara diterima, ia akhirnya akan mendapat pekerjaan. Jadi lingkungan hanya memberikan tuntutan (yang menimbulkan stres), jika tuntutan tersebut dipersiapkan atau dihayati sebagai tuntutan. Tuntutan juga tidak akan menimbulkan stres, jika tuntutan tersebut dipersepsikan sebagai tak berarti, atau jika tak ada suatu akibat apa pun.


Seorang tenaga kerja melanggar suatu peraturan tak mengalami pelanggarannya sebagai suatu stres, karena melihat tak akan ada sanksi terhadap perbuatannya. Selain tuntutan lingkungan harus dipersiapkan sebagai tuntutan dan dipersepsikan akan mempunyai akibat yang merugikan, timbulnya stres juga ditentukan oleh sejauh mana seseorang menganggap bahwa ia dapat atau mampu memberikan jawaban yang berhasil terhadap tuntutan tersebut. Seorang salesman yang harus mencapai sasaran penjualan produk minimum dalam satu bulan, tak akan mengalami stres jika ia merasa yakin ia mampu menjual produk lebih banyak dari yang ditentukan. Sebaliknya jika ia merasa tak mampu mencapai sasaran tersebut, karena berbagai macam hal (misalnya belum berpengalaman, atau daerah penjualannya “kering” dan sebagainya), maka ia akan mengalami stres. Dapat disimpulkan bahwa stres bukan terletak di luar diri kita, di lingkungan kita, melainkan terletak dalam diri kita sendiri.

Aspek lain dari stres ialah bahwa stres membuat organisme waspada, siaga atau aktif, menggerakkan organisme. Penggerakan ini dapat bercorak intelektual, emosional, faali, atau perilaku. Seorang staf dari bagian penelitian dan pengembangan yang mengalami stres karena masalah kualitas produk yang harus ditingkatkan dapat mencapai tingkat kesiagaan intelektual yang tinggi, lebih tinggi dari biasanya. Jika tenaga kerja merasa terancam akan kena Pemutusan Hubungan Kerja, akan timbul reaksi emosional.

Pergerakan faali akan terjadi setiap kali orang mengalami stres. Bila terjadi kebakaran maka orang langsung memperhatikan bentuk perilaku penyelamatan (memadamkan kebakaran atau lari). Pergerakan yang sering dikaitkan dengan stres adalah fight-or-flight-response (jawaban lawan - atau - lari). Jawaban lawan-atau-lari merupakan pola terkoordinasi dari jawaban-jawaban yang terjadi jika badan menghadapi suatu keadaan darurat. Secara umum dapat dikatakan bahwa orang dapat bereaksi menghadapi (melawan) stres atau menghindari (meninggalkan/lari) dari stres.


Sebagai kesimpulan dari uraian di atas dapat diberikan batasan dari Woolfolk & Richardson (1979) yaitu bahwa stres adalah suatu persepsi dari ancaman atau dari suatu bayangan akan adanya ketidak senangan, yang menggerakkan, menyiagakan, atau membuat aktif organisme.


*
JENIS STRES


1. Stres dapat bersifat organobiologik (fisik), seperti :

  1. kelelahan fisik, seorang karyawan swasta yang kuliah lagi.
  2. rudapaksa fisik, kecelakaan yang menyebabkan kelumpuhan pada seseorang.
  3. gizi kurang (malnutrition), seperti anak Somalia dengan tatapan mata yang sayu.
  4. penyakit infeksi, penyakit tipus sering diikuti dengan tingkah laku sangat gelisah.
  5. tindakan operasi, operasi payudara dapat menyebabkan stres berat pada seorang wanita.

2. Stres juga dapat bersifat psiko-edukatif.

Ini berarti ia berasal dari alam psikologik (kejiwaan) dan alam pendidikan (edukasi) dari individu yang bersangkutan. Walaupun jenis-jenis stres itu dapat disebutkan satu demi satu, perlu diketahui bahwa semua jenis stres itu berpengaruh secara menyeluruh (integratif) terhadap perilaku individu. Dengan demikian, tidak jarang dapat ditemukan suatu “pola stres” tertentu :


i) Berbagai konflik dan frustasi yang berhubungan dengan kehidupan urban/modern.

  • konflik menantu dan mertua yang berkelanjutan, karena berbagai ketidakcocokan padahal tinggal bersama.
  • ibu-rumah tangga yang frustasi tidak boleh bekerja lagi padahal berpendidikan tinggi.
ii) Berbagai kondisi yang mengakibatkan sikap atau perasaan “rendah diri” sehingga individu “benar-benar” merasa dirinya terpukul “Antara lain dapat disebabkan kegagalan dan rasa rendah diri di mana terasa sekali bahwa “ideal yang diidam-idamkan” tidak mungkin tercapai, contoh: remaja putri yang tidak berhasil dalam sipenmaru.

iii) Berbagai kondisi kehilangan “status” dan perasaan dirinya “cacat” atau “habis riwayatnya”. Umpamanya bila orang benar diberhentikan dari posisinya, benar kehilangan sebagian besar keuangannya yang dihimpunnya selama hidupnya, benar kehilangan kawan karib/kawan seperjuangan/istri atau suami yang sangat dicintainya. Begitu pula seorang suami yang tertekan karena karier dan penghasilan istri melesat tinggi dibandingkan dengan dirinya.


iv) Berbagai kondisi iri hati karena dalam membandingkan diri dengan orang lain / pihak lain (status, posisi, kekayaan, dll). Misalnya seorang karyawan yang mempunyai kemampuan dan pendidikan lebih tinggi hanya menduduki jabatan yang lebih rendah, sedangkan yang berada diposisi tersebut kurang kemampuannya tetapi masih ada hubungan keluarga dengan pimpinan kantor.


v) Berbagai kondisi kekurangan yang dihayati sebagai sesuatu cacat yang menentukan kehidupan, umpama: penampilan fisik, jenis kelamin, usia, intelegensi, kondisi cacat (handicap). Misalnya seorang ibu walaupun cukup menarik tetap merasa kurang karena hidungnya yang kurang mancung.


vi) Berbagai kondisi perasaan bersalah/berdosa. Tidak jarang berhubungan dengan kode moral etik yang dijunjung tinggi secara pribadi, tetapi gagal dianut dalam praktek. Seseorang yang tergoda orang ketiga sewaktu pasangannya sedang tugas belajar kemudian merasa berdosa karena menghianati suaminya.


*
3. Stres sosio-kultural

  1. Kehidupan modern menempatkan individu-individu dalam suatu “kancah stres sosio-kultural” yang cukup besar. Perubahan-perubahan sosial / ekonomi dan sosial budaya berdatangan secara bertubi-tubi. Berbagai kondisi stres dapat dikemukakan secara lebih terperinci, diantaranya :
  2. Berbagai fluktuasi ekonomi dan akibatnya (menciutnya anggaran rumah tangga; pengangguran; kegelisahan tertentu yang menimpa pribadi individu maupun kelompok, dan lain-lain). Bayangkan seorang istri yang harus mengatur gaji untuk kebutuhan 1 (satu) bulan semakin bingung karena kenaikan gaji yang diterima tidak memadai dengan kenaikan barang kebutuhannya.
  3. Kesenjangan hidup keluarga
  4. Berbagai indikator sosial kultural dapat dipergunakan untuk menilai hal tersebut, diantaranya jumlah perceraian; konflik yang mengakibatkan keretakan rumah tangga, berbagai kekecewaan dan sebagainya. Pengaruh urbanisasi dan modernisasi dengan peningkatan tuntutan dan efisiensi hidup dan finansiil / materiil tidak jarang melandasi kehidupan keluarga. Demikian pula tidak terpenuhinya hal-hal di bidang lain, “peranan” yang diharapkan dijalankan oleh pihak suami/istri mertua/orang tua/anak/menantu dan lain-lain.
  5. Ketidakpuasan bekerja
  6. Dalam hubungan dengan kepuasan bekerja ternyata cukup banyak orang menganggap hal itu hanya “sekedarnya” apa boleh buat “merasa terpaksa karena tuntutan hidup”, sehingga mungkin tidak lebih dari 1/4 atau 1/3 jumlah tenaga kerja benar-benar yakin bahwa ia memperoleh kepuasan bekerja dalam menjalankan profesi/pekerjaannya. Salah satu faktor tersusupnya secara makin infiltratif yang disebut “teknologi modern” (menengah atau tinggi) yang makin menggolong-golongkan individu dalam segmen-segmen kerja yang anonim tanpa kemungkinan kreativitas yang sungguh-sungguh kecuali mengikuti petunjuk-petunjuk yang sudah dibakukan secara ketat. Karena itu pengaruh dan fungsi kesehatan jiwa makin terasa penting.
  7. Persaingan yang tajam, keras dan kadang tidak sehat
  8. Sukses yang dicapai berbagai orang tidak selalu disebabkan karena keunggulan-keunggulan yang obyektif. Bila latar belakang itu diketahui oleh lingkungan luas, maka sukses “semu” yang dicapainya itu dapat menimbulkan stres-stres tertentu. Oleh sebab itu, mungkin suatu pendekatan yang lebih merata dan “sportif” dapat lebih mengikat hati, dihargai dan mempesona. Walaupun demikian, dalam masyakarat umum yang dijadikan “idola dan idealisme” sering mereka yang sudah berhasil menggondol hadiah utama atau posisi puncak.
  9. Diskriminasi
  10. Walaupun telah dibuka kesempatan yang sama antara pria dan wanita, kadang-kadang masih dijumpai diskriminasi dalam karier untuk tenaga kerja wanita yang tentunya dapat menghambat potensi individu tersebut.
  11. Perubahan sosial yang cepat
  12. Perubahan cepat tidak senantiasa perlu berakibat buruk, bila disertai dengan penyesuaian yang memadai di bidang etik dan moral konvensional. Bila kesejajaran ini tidak harmonis, maka pola kehidupan konvensional akan senantiasa merasa terancam dengan berbagai akibat yang tidak diharapkan. Dalam kondisi terburuk, maka nilai-nilai materialistik akan mendominasi sehingga nilai-nilai religius - moralitik - spiritualistik terpengaruh dan melemah karenanya. Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya “benturan konflik”. Sebagian diungkapkan, dan untuk sebagian sekedar disimpan dalam hati untuk ditanggung dalam alam perasaan individu atau kelompok.
*
KEPRIBADIAN

Yaitu kumpulan corak kebiasaan yang digunakan seseorang untuk bereaksi terhadap rangsang baik yang berasal dari luar maupun dari dalam dan corak kebiasaan ini bersifat khas pada masing-masing individu.

Corak kepribadian yang relatif mudah atau peka ialah :

  1. Orang yang bersifat hati-hati, takut gagal, takut memperoleh hinaan dan kesalahan.
  2. Seseorang workaholic, seseorang yang senang sekali bekerja (tipe A)
  3. Seseorang dengan kebutuhan untuk keberhasilan yang tinggi.
  4. Seseorang yang kaku dalam proses berpikirnya, kurang lentur (rigid)
  5. Orang yang sedang mengalami krisis tengah umur (midlife-crisis)

TANGGAPAN TUBUH TERHADAP STRES (Daya Adaptasi).


Menurut Selye, stres merujuk pada suatu reaksi yang kompleks di pihak organisme terhadap pengaruh atau dampak non-spesifik dari lingkungan (pengaruh atau dampak itu dinamakan “stresor” atau “stimulus”). Sesuai dengan berat ringannya stres dan lama-singkatnya stres berlangsung, tubuh menanggapinya dalam tiga tahap.


*
1. Tahap “reaksi peringatan atau alarm” (tanggapan terhadap bahaya).


Tanggapan ini berfungsi untuk mengerahkan sumber daya tubuh melawan stres. Pada awal tanggapan terhadap bahaya itu, untuk sesaat reaksi tubuh turun di bawah normal. Misalnya, tekanan darah, detak jantung, pernapasan berkurang. Tetapi reaksi tubuh itu segera berbalik naik. Darah mengalir lebih cepat, jantung berdetak lebih cepat, pernafasan lebih cepat, keringat banyak keluar. Hal ini terjadi misalnya waktu kita menghadapi keadaan darurat misalnya hampir terlanggar kendaraan waktu mau menyeberang jalan. Pada tahap ini, biasanya orang berjuang mengatasi stres dengan melawan (fight) atau lari (flight) dari sumber stres. Reaksi tubuh terhadap stres yang tinggi ini tak mungkin bertahan lama. Maka bila stres terlalu keras dan tak terhindarkan, serta reaksi tubuh yang intens tetap tak berkurang, organisme tubuh dapat hancur dalam beberapa saat, jam atau hari. Jika tahap ini dapat diatasi, maka menyusul :


*
2. Tahap “adaptasi atau resistensi”


Gejala-gejala semula menghilang. Terjadi penyesuaian dengan perubahan lingkungan, dan bersangkutan dengan ini terciptalah suatu peninggian “daya tahan”. Dampak stresor atas organisme berkurang atau dinetralisasi. Tubuh tidak banyak menunjukkan gejala-gejala stres, seolah-olah biasa saja. Tetapi tubuh yang sudah menahan stres itu menjadi lemah jika menghadapi stres baru, sehingga mudah terkena penyakit.


*
3. Tahap “kelelahan” (exhaustion)


Cadangan adaptasi yang tersedia dalam organisme telah terpakai habis. Sekarang timbul penyakit misalnya hipertensi, tukak lambung, encok, asthma, reaksi allergi, penyakit jantung dan disebut sebagai “penyakit adaptasi”.


*
DAMPAK STRES


Orang yang mengalami stres dapat mengalaminya hanya untuk sementara waktu saja atau dapat untuk waktu lama. Pada tahap yang terakhir stres psikologik akan menampakkan diri dalam bentuk sakit fisik dan sakit psikis. Kesehatan jiwa terganggu. Orang dapat menjadi agresif, dapat menjadi depresi, dapat menderita neurosis cemas, dapat menderita gangguan psikosomatik, dapat tidak sehat badan, yaitu menderita penyakit fisik :


- Tekanan darah tinggi

- Sakit jantung
- Sesak nafas (Asthma Bronkhial)
- Radang usus, tukak lambung atau usus.
- Sakit Kepala (Tension Headache)
- Sakit eksim kulit (Neurodermatitis)
- Konstipasi
- Arthritis
- Kanker, dll.

*
UPAYA PENCEGAHAN STRES

  1. Jaga kesehatan fisik dengan makanan bergizi, cukup istirahat dan olahraga
  2. Mempunyai kepercayaan kepada Tuhan YME, hidup dalam pengharapan dan iman serta menjalankan ajaran Firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Menerima segala peristiwa dalam kehidupan sebagai pelajaran dan dapat mengambil hikmahnya.
  4. Jika mempunyai masalah yang melibatkan emosi, cepat selesaikan dengan cara yang benar. Jangan memendam emosi dan konflik.
  5. Belajar tidak egois dan selalu mau menolong orang lain
  6. Percaya diri, tidak rendah diri dan senang dengan dirinya (dapat menerima diri apa adanya)
  7. Nikmati, hayati, syukuri tiap-tiap menit yang berlalu (here and now, masa depan adalah serial dari masa sekarang)
  8. Pupuklah benih-benih cinta (kasih sayang)
  9. Kembangkan rasa humor
  10. Carilah nilai-nilai perjuangan dalam hidup, sehingga kita dapat menghadapi kehidupan dengan ulet dan tahan bantingan.
*
UPAYA PENANGGULANGAN STRES


1. Pemberian obat (terapi medikamentosa).

  • Jika sudah menderita gangguan Jiwa, pertama-tama penderita harus diberi obat dulu sesuai dengan diagnosisnya.
  • Hal ini perlu untuk menghilangkan gejala, sehingga penderita kembali tenang dan dapat berpikir jernih, sehingga dapat diberikan psikoterapi.
2. Psikoterapi

Psikoterapi ialah suatu cara pengobatan terhadap masalah emosional seorang pasien yang dilakukan oleh seorang yang terlatih, dalam hubungan profesional secara sukarela, dengan tujuan untuk menghilangkan, mengubah atau menghambat gejala-gejala yang ada, mengoreksi perilaku yang terganggu dan mengembangkan pertumbuhan kepribadian secara positif.


*
3. Latihan relaksasi


Latihan relaksasi dapat mengurangi kecemasan (anxietas), dapat menidurkan mereka yang menderita insomnia dan dapat mengurangi rasa sakit kepala yang ditimbulkan oleh stres. Latihan relaksasi dapat dilaksanakan dengan prosedur :

  1. relaksasi progresif (Jacobson)
  2. autogenic training (Schultz)
  3. biofeedback
  4. meditasi
*
Semua prosedur diatas umumnya memiliki beberapa prinsip yang sama yakni :

  1. diusahakan timbulnya pengendoran otot-otot tubuh.
  2. harus dilakukan secara teratur dan berulang kali.
  3. individu itu dianjurkan untuk memakai relaksasi ini dalam menghadapi situasi stres sehari-hari.
  4. juga diberikan pada klien suatu prosedur kognitif untuk menciptakan pikiran yang tenang, umpama : pada autogenic training, mereka harus mengulang-ulang kalimat “lengan dan kakiku sekarang berat dan hangat”.
  5. persamaan yang paling kuat dari semua model prosedur relaksasi di atas adalah atensi pasif, yakni suatu fenomena yang berlawanan dengan jawaban aktif atau perjuangan yang umum dilaksanakan dalam menghadapi stres. Umpama : autogenic training, klien diajarkan untuk melaksanakan konsentrasi pasif. Dalam bio-feedback training diajarkan untuk bertindak berlawanan dari “usaha keras”.
*
4. Upaya yang bersifat lingkungan

  1. Keluarga. Seorang isteri / suami dapat merupakan sokongan sosial yang sangat berharga bagi seorang yang sedang menderita stres. Demikian pula halnya dengan orang tua bagi anaknya dan sebaliknya.
  2. Perkumpulan senasib / seprofesi. Perkumpulan para lanjut usia, para remaja atau kawan dan sebagainya banyak pula dapat pembantu anggotanya bila ia mengalami suatu stres atau masalah.
  3. Agama. Berdoa bersama dalam agamanya telah banyak memperlihatkan khasiatnya dalam memberikan kekuatan pada seseorang dalam menghadapi persoalan-persoalannya.
  4. Penulis adalah seorang psikiater sekaligus seorang Pelatih Prana.
-----------

Sunday, April 5, 2009

Membangkitkan Kundalini


Belakangan ini dapat kita temukan berbagai tulisan atau pengajaran mengenai pembangkitan kundalini dengan cepat tanpa memperhatikan aspek lain yang sebenarnya sangat menentukan, yaitu pembentukan watak dan peningkatan spiritualitas, karena tanpa itu pembangkitan kundalini yang di agungkan itu akan berubah menjadi petaka bagi praktisinya, apalagi kalau itu dilakukan tanpa bimbingan seorang Guru Sejati tahap demi tahap, atau bahkan dengan kurang mendalam dan secara serampangan seseorang meramu sendiri tekniknya dari berbagai buku atau dari berbagai perguruan dan kemudian mengajarkannya kepada orang lain. Inilah yang menyebabkan terjadinya berbagai sindroma kundalini yang sangat sulit dipulihkan. Untuk itu di bawah ini diketengahkan sebuah tulisan yang diambil dari buku “Yoga Kundalini” karya Dr. Gede Kamajaya.

–––––––––––


Kundalini sering disebut sebagai ular api. Ia adalah kekuatan yang amat hebat yang berada dalam tubuh manusia.
Energi ini berada dalam semua tataran alam. Seperti halnya prana yang keberadaannya antara lain berhubungan dengan sinar matahari, penelitian kegaiban menunjukkan bahwa kundalini rupanya berhubungan dengan kekuatan di dalam pusat bumi. Jelaslah bahwa selain memerlukan prana, kita juga memerlukan kundalini untuk keperluan evolusi jiwa. Kita membutuhkan keduanya, tetapi bila salah satu di antaranya berlebihan atau kurang, maka hal ini dapat mengakibatkan bahaya yang sangat serius. Itulah sebabnya ada risiko yang cukup besar dalam membangkitkan kundalini, terutama bila praktisinya belum hidup suci dan murni.

Kita sudah banyak mendengar tentang kundalini serta bahaya pembangkitan sebelum waktunya. Dan apa yang banyak kita dengar itu memang ada benarnya. Ada bahaya yang benar-benar serius dalam membangkitkan aspek dari energi hebat ini sebelum ia memperoleh kesucian hidup dan pikirannya. Hanya dengan memperoleh kesucian hidup dan kesucian pikiranlah manusia dapat selamat bila ia ingin membangunkan kekuatan yang begitu hebat ini.


Banyak orang mengira bahwa kundalini benar-benar tidur dan tidak aktif. Tapi sebenarnya kundalini memiliki peranan yang amat besar dalam kehidupan manusia. Dia secara terus menerus memberikan energi kehidupan.

Seperti halnya semua energi yang lain, kundalini sendiri tidak tampak dengan mata biasa. Dalam tubuh manusia, kundalini menempatkan dirinya dalam suatu wadah berbentuk bola berongga konsentris yang terbuat dari zat astral dan eterik, yang satu berada dalam yang lainnya. Nampaknya terdapat tujuh bola konsentris seperti itu di dalam cakra dasar, di sekitar tulang ekor. Pada orang biasa energi ini aktif pada bagian terluar bola-bola ini. Di dalam bola-bola lainnya energi itu “tertidur”.

Kundalini sering digambarkan sebagai dewi dalam berbagai kitab yoga, indah berkilau seperti kilat sedang tidur di dalam cakra dasar, seperti seekor ular yang melingkar tiga setengah lingkaran melilit linga svayambhu dan menutupi pintu susumna dengan kepalanya. Walaupun dia tertidur dikatakan bahwa “Kundalini memelihara kehidupan semua makhluk”.

Pada saat kebangkitannya, jalan yang dilaluinya berbentuk spiral, berbelok-belok naik. Kebangkitan kundalini ini juga akan mengaktifkan kesadaran yang lebih tinggi sehingga alam-alam yang lebih tinggi akan terbuka nampak dihadapan kita secara berurutan.

Pada kebanyakan orang, kundalini berada di dasar tulang punggung dalam keadaan tidur, dan keadaan seperti ini memang jauh lebih baik daripada membangkitkkannya sebelum orang tersebut berkembang moralitasnya, dan sebelum pikiranya cukup bersih untuk dapat menangani energi itu tanpa terkena bahaya. Kemauan juga harus kuat untuk dapat menguasai energi itu.

Hendaknya orang jangan mencoba membangkitkan kundalini tanpa bimbingan seorang Guru yang amat mengerti persoalannya, karena bahaya yang ditimbulkan akibat pembangkitan yang salah amat serius dan nyata. Bahaya itu ada yang murni dan bersifat fisik dan juga batin. Gerakan kundalini tanpa kontrol selain merusak tubuh fisik juga bisa merobek lapisan badan halus.

Salah satu efek pembangkitan kundalini secara salah yang biasa muncul adalah api kundalini yang mengalir ke bawah dan bukannya ke atas. Dengan begitu merangsang nafsu-nafsu rendah demikian kuatnya sampai tingkat yang tidak mungkin lagi terbendung. Orang itu berada di hadapan kekuatan yang dahsyat seperti seorang perenang menghadapi mulut ikan hiu sendirian dengan tangan kosong. Orang seperti itu menjadi setengah manusia setengah binatang, raksasa keburukan, karena berada dalam cengkeraman kekuatan berjenis buruk yang terlampau kuat untuk dapat dilawan oleh kekuatan manusia biasa. Orang yang membangkitkan kundalini sebelum waktunya bisa saja memperoleh kekuatan gaib yang luar biasa, tapi kekuatannya itu menghubungkannya dengan evolusi dari tingkat rendah yang seharusnya dihindari oleh setiap manusia. Dan untuk membebaskan diri dari perbudakan itu dapat membutuhkan lebih dari satu inkarnasi.


Selain itu, pembangkitan kundalini sebelum waktunya akan mengintensifkan semua sifat manusia, mengaktifkan sifat jahat; lebih mudah daripada sifat mulia. Misalnya ambisi seseorang dalam badan mental yang sangat cepat terbangkitkan dan segera membengkak keluar badan. Kundalini dapat membuat daya intelek menjadi sangat intensif, tapi di waktu yang sama dapat menimbulkan kebanggaan abnormal bersifat kesetanan, yang tidak mungkin dapat diperkirakan.

Memang kurang bijaksana kalau seseorang mengira bahwa ia sanggup menghadapi kekuatan yang mungkin timbul dalam dirinya. Ini bukan energi biasa tapi energi yang tidak dapat dibendung. Yakinlah bahwa tidak seorang pun boleh membangkitkan kekuatan itu tanpa bimbingan seorang Guru Sejati. Jika kekuatan itu aktif tanpa disengaja, seharusnya ia minta nasehat kepada orang yang mengerti persoalan itu dengan segera. Sekali lagi, jangan mencoba-coba membangkintkan kekuatan yang dahsyat ini tanpa pengawasan Guru ahli yang akan mengawasi semua tahapannya. Kekuatan kundalini merupakan kenyataan yang hebat, salah satu kenyataan mendasar di alam semesta. Daya ini benar-benar tidak dapat dianggap sebagai permainan, karena mencobanya tanpa pengertian yang mendalam lebih berbahaya daripada seorang anak yang bermain-main dengan bahan peledak. Kitab Hatha Yoga Pradipika menyatakan, “Tenaga sakti ini memberikan kebebasan bagi para yogi dan memenjarakan orang bodoh”.

Dalam hal seperti itu, orang sering mengira bahwa bagi dirinya pasti ada perkecualian hukum alam, bahwa akan terjadi campur tangan Tuhan yang akan menyelamatkan dirinya dari perbuatan main-main itu. Yakinlah bahwa hal seperti itu tidak mungkin terjadi, seperti seorang yang secara ceroboh menyulut bahan peledak, sangat mungkin untuk menjadi korban yang pertama. Hal seperti ini berlaku bagi setiap kasus tanpa kecuali, karena dalam kerja Hukum Agung Alam Semesta tidak ada yang disebut dengan pilih kasih. Ingatlah pepatah yang sering diucapkan, “Hukum pertama dari praktek yoga adalah menjadi murid seorang Guru sejati”.

Banyak orang merasa yakin bahwa dia sudah siap memperoleh pelajaran yang tinggi (higher teachings) tanpa bekerja keras terlebih dahulu dengan sabar melalui pembentukan watak. Perbaikan karakter harus ditempuh terlebih dahulu, kemudian Guru akan memberitahu kapan dia siap melakukan pembangkitan kundalini yang dahsyat ini.

Kadang-kadang dapat terjadi pembangkitan lapisan api dari kundalini secara spontan sehingga terasa sedikit hangat, bahkan dapat bergerak dengan sendirinya. Bila ini terjadi dapat mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa, karena salurannya belum siap untuk maksud ini, sehingga api ini harus membakar banyak sampah eterik yang menghalangi proses perjalanannya. Bila kundalini bangkit dengan sendirinya atau bangkit tanpa disengaja, biasanya dia mengalir ke atas mengikuti arah yang sudah diambil oleh penjelmaan terendah dan terhalus. Bila mungkin, seharusnya kita menggunakan daya kemauan kita untuk menahan gerakannya. Dan bila tidak berhasil, kita tidak perlu menjadi cemas.

Api ular mungkin akan memancar keluar melalui kepala dan terlepas ke dalam atmosfir di sekelilingnya dan biasanya hal ini tidak mengakibatkan kerugian apa-apa kecuali adanya sedikit rasa lemah di tubuh. Orang mungkin hanya akan kehilangan kesadaran untuk sementara saja. Bahaya yang benar-benar mengerikan bukannya berhubungan dengan mengalirnya api kundalini ke atas, tetapi oleh adanya kemungkinan mengalirnya api kundalini ke bawah dan ke dalam.

Banyak orang berkata bahwa penguasaan yang sempurna atas yoga tidak bisa dicapai dalam satu kehidupan. Karena itu penguasaan kundalini harus diulang pada setiap inkarnasi, karena alat-alat itu diganti pada setiap inkarnasi. Tetapi sekali seseorang berhasil menguasainya maka akan lebih mudah dalam melakukan pengulangan itu. Jika seseorang telah menjadi murid dari seorang Guru Sejati dan belum mencapai kesempurnaan dalam hidup ini, maka sang Guru akan menuntun dan mengarahkan jiwa si murid sehingga pada kelahiran berikutnya dia berada pada kondisi yang memungkinkannya menyempurnakan kemajuan rohaninya. Inilah tanggung jawab berat seorang Guru Sejati yang dengan penuh ketulusan yang tanpa pamrih, dan tanpa pengingkaran, dia tidak akan berhenti membimbing siswanya sebelum dia mencapai tujuan tertinggi.

Bila sudah kundalini terbangkitkan, dia haruslah dikuasai benar-benar, dan harus digerakkan melewati pusat-pusat dengan urutan tertentu sesuai dengan perbedaan jenis orangnya. Gerakan ini juga harus dilakukan dengan cara yang khusus supaya memperoleh hasil yang memuaskan.

Jika kundalini dibangkitkan dengan benar di bawah petunjuk Guru Sejati yang berwenang, maka kebangkitan kundalini itu akan memberi berkah dengan semua pencapaian kerohanian sejati. Kebangkitan itu memberi pencerahan dan kesadaran rohani yang agung, mengantarkannya menuju pencapaian samadhi yang tertinggi (nirvikalpa samadhi), dan sekaligus memberi penguasaan atas segala sakti.

Semoga setelah membaca artikel diatas, kita mulai mengerti bahwa membangkitkan kundalini tanpa bimbingan Guru Sejati memang tidak mudah dan mengandung risiko. Untung kita punya Yoga Arhatik, cara yang mudah, bertahap dan aman membangkitkan kundalini.

-----------

Wednesday, April 1, 2009

Penyembuhan Masal

Oleh : Bernard Prasodjo

Kadang kala, mau tidak mau, karena berbagai hal, kita terpaksa harus melakukan penyembuhan secara masal, seperti dalam kasus Safari Penyembuhan Prana di Tegal, dimana pasiennya terlampau banyak, sedangkan penyembuhnya hanya tiga orang dan waktunya sangat terbatas. Kalaupun harus dilakukan penyembuhan satu persatu, mungkin dibutuhkan waktu selama tiga hari tanpa henti.

Penyembuhan masal memang jarang dilakukan oleh para penyembuh prana, kecuali kalau terpaksa, mengapa demikian? Karena pada tingkat seperti kita, memang sulit melakukannya dengan hasil yang memuaskan, karena dalam penyembuhan masal, diperlukan energi ilahi atau energi ungu listrik dalam jumlah yang sangat banyak.

Tetapi ini tidak berarti bahwa kita tidak dapat melakukannya, dengan mempersiapkan diri dengan baik, misalnya dengan melakukan meditasi sebelumnya, dengan ketulusan dan cinta kasih serta keyakinan serta kepercayaan diri yang besar, kita mampu melakukannya. Tetapi kendalanya lebih pada pasien kita, kadang mereka kurang puas kalau dirawat dengan teknik penyembuhan masal ini, mereka lebih yakin kalau penyembuhan dilakukan secara pribadi, hal ini menyebabkan pasien kurang reseptif, dan kalau pasien kurang reseptif, penyembuhan tidak mungkin dapat berjalan dengan baik.

Walaupun penyembuhan masal dapat dilakukan secara umum, dengan tanpa mengelompokkan pasien berdasarkan penyakitnya terlebih dahulu, tanpa menghiraukan penyakit yang diderita pasien-pasien kita, kita sekaligus dan langsung melakukan penyembuhan masal kepada mereka.

Tetapi kita perlu rendah hati, sebaiknya kita mengukur kemampuan kita, pengalaman kita dan kekuatan penyembuhan kita. Harus kita sadari bahwa kita masih dalam tingkat pemula, masih banyak yang perlu kita pelajari. Sangat bijaksana kalau kita mengelompokkan pasien kita terlebih dahulu berdasarkan penyakit yang dideritanya, cukup dalam garis besarnya saja, misalnya yang menderita gangguan pernapasan dikelompokkan menjadi satu, termasuk di dalamnya penyakit asma, batuk, sakit tenggorokan dan sebagainya. Demikian pula yang menderita gangguan pencernaan, misalnya maag, diare, kembung dan sebagainya. Atau yang menderita penyakit dalam, paru-paru, jantung, hati dan sebagainya.

Master sendiri lebih suka melakukan penyembuhan masal berdasarkan pengelompokan penyakit seperti diatas.

.
Bagaimana cara melakukan penyembuhan masal?

Berikut ini adalah teknik penyembuhan masal yang biasa dilakukan oleh penulis. Ini merupakan gabungan penyembuhan masal dengan penyembuhan instruktif. Cara ini bukanlah cara yang baku, bisa saja setiap penyembuh menggunakan tekniknya sendiri.


Sebelum melakukan penyembuhan masal sebaiknya kita mempersiapkan diri dengan baik, yang ideal adalah dengan terlebih dahulu melakukan meditasi beberapa hari berturut-turut, ini diperlukan terutama untuk mengaktifkan cakra mahkota kita agar dapat menarik lebih banyak energi ungu listrik. Secara garis besar tekniknya adalah sebagai berikut:
  1. Tingkatkan penerimaan (reseptivitas) pasien kita, antara lain dengan menjelaskan apa yang harus dilakukannya selama penyembuhan berlangsung, mereka harus mempunyai keyakinan penuh, misalnya dengan mengatakan sebagai berikut: “Bapak dan ibu, kita akan memulai penyembuhan ini, silahkan duduk dengan punggung tegak, jangan menyandar, jangan menyilangkan kaki dan tangan (sambil memberikan contoh), pejamkan mata, sekarang kita akan mengatur napas, tarik napas pelan-pelan..., hembuskan perlahan-lahan..., tarik lagi pelan-pelan..., hembuskan lagi perlahan-lahan, terus lakukan pengaturan napas ini selama penyembuhan berlangsung. Berdoalah kepada Tuhan agar diberi kesembuhan, kalau bapak ibu berdoa dengan penuh keyakinan, Tuhan pasti mengabulkan permohonan bapak dan ibu, jangan ragu, yakinlah. Tetapi sebelumnya buanglah dulu rasa benci, dendam, kemarahan, kecemasan dari dalam hati, mohon ampunlah pada Tuhan, Tuhan pasti mengabulkan permohonan bapak ibu. Ucapkan terimakasih atas anugerah yang sudah bapak dan ibu terima.”
  2. Berdoalah dengan suara yang cukup keras, agar terdengar oleh pasien anda, sehingga mereka dapat ikut berdoa: “Tuhan, dengan rendah hati kami mohon rahmatmu, untuk kesembuhan saudara-saudari kami ini, jadikanlah aku alat penyembuhMu, berikanlah perlindungan, bimbingan dan pertolonganMu, dengan penuh keyakinan dan terimakasih, terjadilah!!” Anjurkan pasien anda untuk memusatkan perhatian ke bagian tubuh mereka yang sakit, sambil terus berdoa.
  3. Berdoalah dalam hati, “Tuhan, terimakasih atas energi ilahiMu, terimakasih atas kesembuhan saudara-saudari kami ini, dengan penuh keyakinan terjadilah!!” Dengan serentak pusatkan perhatian anda pada cakra mahkota dan cakra jantung anda, tariklah energi ungu listrik melalui cakra mahkota, bayangkan energi itu mengalir ke cakra jantung kemudian terpancar melalui telapak tangan anda. Bayangkan energi ungu listrik ini memasuki cakra ajna masing-masing pasien anda, terus mengalir memenuhi tubuh mereka, memancar keluar dan mulai memenuhi aura mereka, aura mereka bertambah besar dan saling menyatu, bayangkan semua pasien anda berada dalam lautan cahaya ungu listrik.
  4. Dalam hati katakan: “Seluruh aura, semua cakra, meredian, organ, kelenjar, syaraf, otot, tulang, cairan tubuh telah dibersihkan.... (beri waktu cukup lama), diberi energi...., dan menjadi normal....... Secara fisik, emosi, mental dan spiritual mereka telah sembuh, terjadilah, terjadilah, terjadilah”, pusatkan perhatian terutama pada cakra dan organ yang terganggu, sesuai dengan kelompok penyakit yang sedang disembuhkan. Pancarkan terus energi ungu listrik ke pasien anda.
  5. Berdoalah sekali lagi dalam hati “Tuhan, terimakasih atas kesembuhan yang telah Kau berikan, terimakasih Engkau telah menjadikan aku alat penyembuhMu, terimakasih atas energi penyembuhMu, terimakasih atas perlindungan, bimbingan dan pertolonganMu, dengan penuh keyakinan dan dengan penuh rasa syukur, terjadilah.”
  6. Katakan pada pasien-pasien anda: “Bapak ibu, berdoalah dengan penuh keyakinan kepada Tuhan, ucapkan terimakasih atas kesembuhan yang telah diberikanNya, kalau bapak ibu yakin, bapak ibu pasti diberi kesembuhan....! Tarik napas pelan-pelan..., hembuskan perlahan-lahan..., tarik lagi..., hembuskan..., terus lakukan pernapasan tenang ini. Sekarang perlahan-lahan buka mata bapak ibu sekalian sambil tersenyum, bagaimana rasanya? Pasti bapak ibu merasa lebih baik."
  7. Beritahu pasien anda agar jangan mandi 12 jam setelah penyembuhan, agar energi penyembuhan dapat terus bekerja sampai habis digunakan.
-----------

Tuesday, March 17, 2009

Kenali Gejala Alzheimer

Kenali Gejala Kepikunan Alzheimer

KEPIKUNAN atau demensia mungkin adalah hal yang dapat dimaklumi bagi para orang lanjut usia. Tetapi bila kepikunan sudah dalam kategori ‘sangat parah’ dan mempengaruhi kepribadian, tingkah laku dan aktivitas, tentu patut diwaspadai karena bisa jadi apa dialami adalah Demensia Alzheimer.

Alzheimer adalah jenis kepikunan yang ‘mengerikan’ karena dapat melumpuhkan pikiran dan kecerdasan seseorang. Keadaan ini ditunjukkan dengan kemunduran fungsi intelektual dan emosional secara progresif dan perlahan sehingga mengganggu kegiatan sosial sehari-hari.

Menurut dr. Samino, SpS (K), Ketua Umum Asosiasi Alzheimer Indonesia (AAzI), alzheimer timbul akibat terjadinya proses degenerasi sel-sel neuron otak di area temporo-parietal dan frontalis. “Demensia Alzheimer adalah penyakit pembunuh otak karena mematikan fungsi sel-sel otak,” ujarnya dalam edukasi tentang Alzheimer beberapa waktu lalu.

Mereka yang rentan terserang kepikunan alzheimer ini adalah para lansia di atas 60 tahun, tetapi orang dewasa muda juga tak tertutup kemungkinab bila memiliki faktor risiko keturunan. Bahkan menurut Samino, penderita demensia alzheimer berusia 40 tahun pernah ditemukan di Indonesia.

Deteksi dini adalah hal penting dalam mengatasi Alzheimer, tetapi faktanya seringkali sulit dilakukan karena gelaja kemunduran kerap dianggap sebagai suatu hal yang lumrah. Pasien biasanya hanya menunjukkan gejala biasa seperti lupa, tetapi kemudian berkembang progresif menjadi parah dan memperburuk fungsi kognitif dan fungsi mental lainnya.

Kejanggalan awal biasanya dirasakan oleh penderita sendiri, mereka sulit mengingat nama atau lupa meletakkan suatu barang. Mereka juga sering kali menutup-nutupi hal itu dan meyakinkan diri sendiri bahwa itu adalah hal yang biasa pada usia mereka.

Kejanggalan biasanya akan dirasakan oleh orang-orang di sekitar mereka yang mulai khawatir akan penurunan daya ingat. Mereka awalnya belum mencurigai adanya problem besar di balik kepikunan yang dialami pasien, tetapi kemudian tersadar bahwa kondisinya sudah parah.

Nah, agar kepikunan Alzhemier dapat dicegah sejak dini, berikut beberapa tanda atau gejala yang patut diwaspadai kemungkinan hadirnya penyakit pembunuh otak :
  • Kemunduran memori/daya ingat.
  • Sulit melaksanakan kegiatan / pekerjaan sederhana
  • Kesulitan bicara dan berbahasa.
  • Disorientasi WTO (Waktu – Tempat – Orang)
  • Sulit dalam berhitung
  • Salah meletakan benda
  • Penampilan buruk karena lupa cara berpakaian atau berhias
  • Perubahan emosi dan perilaku.
  • Gangguan berfikir abstrak. Kemampuan imajinasi penderita terganggu.
  • Hilang minat dan inisiatif. Cenderung menjadi pendiam, tak mau bergaul, menyendiri.
  • Tidak bisa membedakan berbagai jenis bau-bauan (tanpa penyebab lain misalnya flu, trauma otak, tumor otak).
AC
-----------

Alzheimer dan Bahayanya


Waspadalah Jika Anda Mulai Gampang Lupa

Mengenal gejala alzheimer dan bahayanya


I only wish there was some way I could spare Nancy from this painful experience. Inilah ungkapan akibat depresi berkepanjangan dari mantan Presiden Amerika Serikat ke-40, Ronald Wilson Reagan, menjelang kematiannya pada pada 5 November 1994.

Nancy Reagen, istri sang presiden secara berani mengungkapkan kepada publik bahwa suaminya meninggal karena penyakit alzheimer. Penyakit ini pula yang menyebabkan Reagen stres yang lantas memicu serangan jantung den stroke. Gara-gara peristiwa Reagen ini pula, alzheimer kemudian menjadi sangat populer.

Padahal, penyakit yang diberi nama sesuai nama penemunya, yakni Dr. Alois Alzheimer telah ditemukan pada 1907. Syahdan, Alois Alzheimer mengobservasi seorang perempuan berusia 51 tahun. Meski tak mengalami gangguan gerak, koordinasi den reflek perempuan itu kehilangan memori. Makanya, penyakit ini juga kerap pula disebut sebagai penyakit pikun.

Dari hasil observasi itu, Dokter Alzheimer menemukan serat dalam saraf perempuan itu berbelit-belit (neuro fibrillary). Saraf perempuan itu pun penuh gumpalan protein dalam jumlah sangat banyak atau plak amiloid.
Nah, amiloid protein yang membentuk sel-sel plak protein inilah yang dipercaya sebagai penyebab perubahan susunan kimia dalam otak. Akibatnya, banyak sel yang musnah hingga tak bisa menyampaikan pesan dari satu neuron ke neuron lain di dalam otak. “Plak inilah yang biasa ditemukan pada pasien pengidap alzheimer,” tutur Steve Rahardja, Neurologis dari Rumah Sakit Siloam.

Perempuan lansia lebih berisiko
Steve bilang, pasien alzheimer yang memiliki kelainan anatomis saraf bisa menyebabkan penurunan fungsi intelektual yang bisa mengganggu memori. Bahkan gangguan ini bisa berlanjut dalam kegiatan sehari-hari seperti penurunan kemampuan berbahasa, makan, den buang air besar.

Bahkan, “Pada taraf yang akut, bisa membuat sang pasien mengalami ganguan jiwa,” ungkap Steve. Ada banyak penelitian terhadap alzheimer. Hanya saja, hingga kini belum ada satupun ahli yang mampu mengungkapkan penyebab penyakit ini dengan jelas. Steve sendiri menduga kuat kalau alzheimer adalah penyakit genetik yang diturunkan keluarga kandung penderita. “Kelainan gen pada apolipoprotein E 4 yang berperan sebagai manifestasi penyakit ini,” jelas Steve.

Lantas siapa yang rawan terkena penyakit ini? “Penyakit ini lebih banyak terjadi pada perempuan,” kata Gerard Simon, Psikiater RS Jiwa Grogol. Sebab, faktor hormonal yang menyebabkan monopause juga menyebabkan turunnya kemampuan kognitif perempuan.

Ahli Psikogeriatrik Esther Ebeenezer dari kantor pengobatan psikologi fakultas pusat pengobatan universitas Malaysia (PPUM) menambahkan, pasien penderita alzheimer umumnya adalah mereka yang sudah lanjut usia (lansia) lansia, yakni yang usianya di atas 50 tahun. Untuk lansia di atas 65 tahun, risikonya lebih tinggi, yakni hingga 5%.

Lantaran menyerang para sepuh, gejala penyakin ini pun sulit dideteksi sejak dini. Sebab, umumnya orang berpendapat, semakin tua seseorang, daya ingatnya semakin melemah. Tak heran, banyak orang menganggap ‘sering lupa’ bukan gejala alzheimer, melainkan hal yang wajar akibat faktor usia.

Padahal, gejala awal, yakni fase terendah serangan alzheimer justru munculnya gangguan ingatan sederhana. Misalnya, mudah lupa pada hal-hal yang baru saja dikenalnya. Jika terus diabaikan, kondisi penderita akan semakin parah. Pasien akut tak mampu menguruskan diri sendiri, lupa rumah, tak kenal anggota keluarga terdekat.

Sumber: Kontan/A. Syalaby Ichsan, Eflyn Gitarosalyn

-----------

Thursday, March 12, 2009

Penawar Rasa Sedih


Oleh: Brian Cavanaugh, T.O.R., The Sower’s Seeds


Ada sebuah cerita China kuno yang mengisahkan tentang seorang wanita yang ditinggal mati anak satu-satunya. Dalam kesedihannya, dia menemui seorang yang dikenal sangat suci dan bertanya, “Doa macam apa, mantra jenis apa yang bapak miliki yang bisa menghidupkan anakku?”

Bukannya mengusirnya atau berdebat dengannya, dia berkata kepada wanita itu, “Coba carikan sebutir benih sawi yang berasal dari sebuah rumah yang tak pernah mengenal kesedihan. Kita akan menggunakannya untuk mengusir kesedihan dari kehidupanmu.”

Wanita itu segera pergi untuk mencari benih sawi ajaib itu. Mula-mula dia datang ke sebuah rumah mewah, mengetuk pintu, dan berkata, “Saya sedang mencari rumah yang tidak mengenal kesedihan. Apakah ini tempat yang tepat? Hal ini sangat penting bagiku.”

Mereka menjawab, “Kamu sudah pasti datang ketempat yang salah,” kata mereka sambil mengisahkan semua peristiwa tragis yang baru-bari ini menimpa mereka.

Wanita itu berkata pada dirinya sendiri, “Siapa lagi yang mampu menolong orang-orang malang ini, selain diriku yang telah mengalami sendiri kepedihan yang mendalam?” Maka dia tinggal sebentar untuk menghibur mereka, kemudian melanjutkan upaya mencari rumah yang tidak mengenal kesedihan. Namun ke manapun dia pergi, baik ke gubug atau ke rumah mewah, yang dia temukan selalu kisah-kisah sedih dan kemalangan. Dia jadi begitu terlibat dalam upaya menghibur kesedihan orang lain sampai akhirnya dia lupa tujuan utamanya mencari benih sawi ajaib itu, dia tidak pernah menyadari bahwa semua yang dilakukannya telah mengusir kesedihannya yang mendalam dari kehidupannya.

-----------

Wednesday, March 11, 2009

Penyembuhan Prana (2)

ILMU DAN SENI PENYEMBUHAN DENGAN TENAGA PRANA

Oleh : Budi Santoso

Sebuah dogma, ‘angin lalu’ atau wacana terbuka?
Kalau kita cermati pandangan dan sikap para alumni yang telah mempelajari ‘Ilmu dan Seni Penyembuhan dengan Tenaga Prana’ metoda Grand Master Choa Kok Sui, maka potret dan profilnya sangat beragam, dan berada diantara dua kutub ekstrim.

Kutub ekstrim pertama, memandang ilmu dan seni tersebut sebagai sebuah dogma, mutlak harus dipatuhi aturannya, dan tidak bisa diganggu gugat kebenarannya. Kutub ekstrim kedua menganggapnya sebagai ‘angin lalu’ bahwa: ilmu dan seni tersebut hanyalah sesuatu yang biasa-biasa saja, tak perlu dianggap serius benar.

Sayang, tidak dilakukan penelitian tentang proporsi masing-masing kutub dan berapa bauran diantara keduanya. Namun dari pengamatan secara kasar, mereka yang berada di kedua kutub ekstrim tersebut tidaklah dominan benar. Seperti halnya ‘hukum distribusi normal’, mayoritas almuni berada ditengah-tengah, baik condong ke satu kutub, maupun yang cenderung ke kutub lainnya.

Kita tidak perlu mempersoalkan siapa yang berada di kedua kutub ekstrim tersebut, maupun yang berada diantara keduanya. Yang ingin kita renungkan bersama adalah apakah ‘untung-ruginya’ kita memposisikan diri di salah satu kubu. Mempelajari sebuah ilmu dan atau seni secara ‘angin lalu’, jelas merupakan pekerjaan yang sia-sia, membuang banyak waktu, tenaga, pikiran dan dana. Namun bersikap dogmatis juga sangat berbahaya, karena pada hakikatnya tidak ada kebenaran dan kemutlakan yang sejati di dunia ini.

Seorang bijak yang lahir 2.500 tahun yang lalu dan sampai saat ini namanya tetap berkibar di deretan paling atas manusia paling agung sepanjang masa, bahkan tetap rendah hati, dan tidak pernah merasa dirinyalah yang paling benar. Dalam tindakan nyata ia sering secara terbuka mengakui pendapat orang lain yang memang pada kenyataannya lebih tepat dan ‘benar’ dari pendapatnya.

Dalam diskusi secara informal di lingkup yang sangat terbatas pun, Grand Master Choa Kok Sui sendiri selalu bersikap sangat terbuka, dan bahkan tidak jarang - untuk tidak mengatakannya sering - memuji kelebihan dan keunggulan ilmu dan seni serupa. Itulah sebabnya ia tidak jemu berkunjung ke berbagai negara, dan mempelajari khasanah kekayaan ‘ilmu esoteris’ bagi kepentingan umat manusia, maupun bagi kesempurnaan dan pengembangan ‘Ilmu dan Seni Penyembuhan dengan Tenaga Prana’ yang dikembangkannya.

Akhirnya dapatlah disimpulkan, bahwa ‘Ilmu dan Seni Penyembuhan dengan Tenaga Prana’ lebih tepat disikapi bukan sebagai dogma, apalagi ‘angin lalu’, melainkan yang paling pas - sesuai dengan visi Grand Master Choa! Kok Sui sendiri - adalah memposisikannya sebagai wacana terbuka, yang setiap saat harus terus ‘digugat’ secara kritis, namun tetap dilandasi integritas yang tinggi.

-----------

Tuesday, March 10, 2009

Terapi laser tenaga Prana

Setiap kali kita membaca ulang buku Ilmu dan Seni Penyembuhan dengan tenaga Prana, kita selalu menemukan hal-hal baru yang dulu luput dari perhatian kita, dan itu adalah hal-hal yang sangat bermanfaat kalau kita terapkan dalam praktek penyembuhan kita. Artikel mengenai terapi ini dikutip dari buku Ilmu dan Seni Penyembuhan dengan Tenaga Prana Tingkat Lanjut, karya Choa Kok Sui, halaman 293.
Dalam penyembuhan dengan menggunakan sinar-sinar berwarna atau chromotherapy, sebagian penyembuh mempunyai konsep keliru karena berpendapat bahwa yang menyembuhkan adalah warnanya saja. Kalau konsep ini tidak dikoreksi, kemajuan dalam bidang ini akan tetap lamban. Yang menyembuhkan bukanlah sinar berwarnanya, tetapi butir-butir vitalitas atau tenaga prana yang diubah oleh sinar berwarna menjadi prana berwarna tertentu itulah yang menyembuhkan. Jelas, kepadatan atau kuantitas energi prana (butir-butir vitalitas) dalam ruang penyembuhan merupakan faktor yang sangat menentukan. Jika ruang penyembuhan mengandung lebih banyak energi prana, maka perawatan akan lebih efektif dan sebaliknya, jika di situ energi prananya tipis, maka penyembuhan yang dilakukan menjadi kurang efektif. Itulah sebabnya mengapa dianjurkan menggunakan generator prana geometris untuk menambah jumlah prana udara dalam ruang penyembuhan.

Faktor penting lainnya adalah tingkat kekekalan atau stabilitas dari energi prana berwarna yang diubah. Ini tergantung pada jarak antara bagian yang dirawat dan sumbe sinar berwarna. Jika jaraknya terlalu pendek, prana berwarna yang telah diubah akan kembali menjadi putih. Meskipun perawatannya akan tetap efektif, ia tidak akan sama efektifnya dengan ketika energi prana berwarna yang diubah itu masih dalam keadaan seperti semula. Seperti dikatakan, bila digunakan dengan benar, prana berwarna lebih cepat dan lebih efektif daripada prana putih.

Kekuatan energi prana dipengaruhi oleh kecepatannya dan laju vibrasinya. Kecepatan energi prana dipengaruhi oleh jaraknya. Semakin jauh jarak antara bagian yang dirawat dengan sumber sinar berwarna, semakin besar kecepatan butir-butir vitalitas. Jika jaraknya terlalu pendek, maka kecepatannya tidak cukup besar; karena itu, kekuatan energi prana tidak cukup besar. Jika jaraknya terlalu jauh, kecepatan butir-butir vitalitas juga akan sangat besar. Ini dapat menghasilkan efek merusak.

Penggunaan sinar laser yang lembut. Dalam terapi prana laser merupakan bentuk yang lebih lanjut dari chromotherapy prana. Efek terapi laser prana sangat cepat dan dapat dibandingkan dengan perawatan prana yang dilakukan oleh “penyembuh Prana tingkat lanjut”. Diramalkan oleh Guru Terhormat Mei Ling bahwa beberapa dekade mendatang, terapi laser prana akan digunakan secara luas.

Berikut ini adalah garis pedoman yang diberikan oleh Guru Mei Ling :
  1. Bahan-bahan yang digunakan dalam membangkitkan sinar laser harus mengandung kadar karbon yang berkisar antara limapuluh sampai delapanpuluh persen. Di dalam batas ini, perawatan laser prana efektif sekali. Di bawah batas ini, tidak begitu efektif. Dan di atas batas ini perawatan tersebut akan menghasilkan efek yang destruktif. Mungkin diperlukan membuatan bahan bakunya secara sintetis.
  2. Jarak antara bagian yang dirawat dan sumber sinar laser harus berkisar antara satu sampai lima kaki. Jaraknya mempengaruhi tingkat kekekalan prana yang diubah dan kekuatan energi prana yang diproyeksikan (kecepatan dari prana yang diproyeksikan). Jika sudah terlalu jauh, maka kecepatan butir-butir vitalitas yang diproyeksikan akan menjadi terlalu cepat dan akan menimbulkan efek yang merusak.
  3. Tenaga atau wattnya sebaiknya harus rendah. Namun perlu diperhatikan bahwa jika wattnya terlalu rendah, ini menjadi tidak akan efektif. Dan jika terlalu tinggi, akan menjadi destruktif.
  4. Pada umumnya, waktu pemaparannya harus singkat. Jika waktu pemaparannya terlalu lama, maka dosisnya akan menjadi berlebihan. Jika waktu pemaparan terlalu pendek, energi prana yang diproyeksikan tidak akan mencukupi.



Tiga jenis generator prana: a. segi empat konsentris, b. segi tiga konsentrs, c. lingkaran konsentris.

Ruang penyembuhan sebaiknya harus mempunyai suatu pembangkit tenaga prana geometris. Ini untuk meningkatkan kepadatan atau jumlah butir-butir vitalitas udara di dalam ruang penyembuhan. Pasien harus ditelusuri sebelum dan sesudah perawatan. Penyapuan umum dan setempat harus dilakukan sebelum memberi energi. Penyapuan setempat tambahan mungkin diperlukan setelah pemberian energi. Pada waktu memberi energi, energi prana yang diproyeksikan diarahkan pada organ yang terganggu, setelah itu distabilkan.

Garis-garis pedoman yang diberikan tidak harus diterima dengan begitu saja tetapi harus dipelajari secara saksama dan diuji kesahihannya melalui eksperimen yang seksama.

-----------

Sunday, March 8, 2009

Apa Itu Afirmasi?

Oleh : Anne Marie Evers

Afirmasi (Inggris : Affirmation) atau dalam bahasa Indonesia diartikan dengan penegasan. Afirmasi mirip seperti doa, harapan atau cita-cita, hanya saja afirmasi lebih terstruktur dibandingkan dengan doa dan lebih spesifik.


Cita-cita atau sasaran membantu pembentukan gambaran di dalam daya pikir Anda. Mengucapkan afirmasi adalah membuat sesuatu dengan tegas dan kokoh. Sederhananya, dasar semua afirmasi adalah pemikiran positif. Afirmasi atau penegasan adalah pernyataan penerimaan yang digunakan diri sendiri dengan kebebasan yang berlimpah, kemakmuran dan kedamaian. Afirmasi bisa juga merupakan kalimat-kalimat positif atau sekelompok kalimat yang dirangkai menjadi satu. Afirmasi harus diselaraskan dengan hukum alam. Karenanya, ini merupakan kebenaran dan harus selalu demikian. Setiap afirmasi dinyatakan dengan keyakinan dan kepercayaan bahwa yang ditegaskan itu akan terwujud. Kalau Anda melakukan afirmasi, Anda mengalihkan sebagian dari daya kehidupan Anda kepada afirmasi itu. Afirmasi yang digunakan dengan benar adalah alat psikologis yang sangat kuat untuk bertumbuh. Beberapa orang menjuluki afirmasi dengan “proses pemetaan harta terpendam” atau “membuat daftar keinginan”. Tetapi di sini kita cenderung lebih menganggap afirmasi sebagai proses pemetaan harta terpendam.


.
Tongkat wasiat


Afirmasi juga dihubungkan dengan tongkat wasiat atau alat pemicu. Alat ini dapat membantu Anda menyadari mimpi Anda yang paling Anda idam-idamkan dan paling mendalam. Dia membiarkan Anda mengontrol diri Anda sendiri. Anda adalah kapten dari kapal Anda, sutradara atau aktor dari film Anda sendiri dan satu-satunya pembuat keputusan di jagad raya Anda. Kalau Anda melakukan afirmasi dengan komitmen, keyakinan, pengharapan dan antusiasme, dia akan mendesakkan pengaruh yang sangat kuat pada sistem keyakinan, emosi, kesehatan dan kehidupan Anda. Alam raya adalah mesin afirmasi raksasa. Prosedur dalam melakukan afirmasi bukanlah keparanormalan atau bentuk lain cuci otak. Ini benar-benar nyata dan merupakan sebuah proses yang alami. Anda hanya perlu bekerja sama dengan hukum alam raya ini. Pikiran positif dan melakukan program afirmasi dengan benar sama seperti memurnikan akal budi atau membersihkan otak Anda dengan shampoo.

Afirmasi bukanlah sesuatu yang magis. Anda dapat membuat keajaiban Anda sendiri dengan menggunakan kekuatan batin Anda yang mengagumkan. Afirmasi merupakan sesuatu yang sangat penting, bagaimanapun jangan menggunakannya untuk menggantikan penyembuhan orang per orang, penyembuhan kelompok ataupun program-program lainnya. Afirmasi harus digunakan bersamaan dengan itu semua.


.
Afirmasi Pokok

Ini merupakan perintah Anda kepada alam raya, atau benih yang Anda tanamkan di tanah yang kaya dan sangat subur dari akal budi bawah sadar Anda. Khususkan dan katakan dengan tepat dan jernih apa yang Anda inginkan. Afirmasi pokok Anda harus tegas, dan khusus. Ingat bahwa Anda akan memperoleh tepat seperti yang Anda minta atau Anda afirmasikan. Bila permintaan Anda samar dan tidak pasti, jawabannya akan samar dan tidak pasti juga. Afirmasi yang samar-samar jarang terwujud. Kembangkanlah pemahaman dan ciptakanlah keinginan yang kuat. Rasakan kuatnya kerinduan. Keinginan Anda yang membara dan kerinduan yang mendalam bertindak sebagai landasan pacu yang akan membantu Anda dalam menciptakan perwujudan afirmasi Anda yang lengkap. Di bawah ini adalah salah satu contohnya :


“Aku, (sebutkan nama Anda) berhak dan sekarang memiliki dan menikmati kesehatan, kekayaan dan kebahagiaan.

Aku merasakan hangatnya hujan tantangan dan sinar matahari kecerdasan ilahi.
Aku rasakan kehidupanku terbebas, seperti yang seharusnya.
Aku diberkati, gembira, penuh kedamaian dan bahagia.
Aku menikmati tugas untuk menyebarkan kebahagiaan kepada semua yang aku jumpai.
Ini memberiku kesenangan, aku membantu orang lain dalam jalan kehidupannya.
Aku penting...., Aku berguna...., Aku berarti!
Setiap hari aku berterima kasih atas semua berkat yang kuterima.
Aku bahagia atas kebaikan yang telah kuterima.
Terima kasih, terima kasih, terima kasih!”


Bentuk Afirmasi Singkat

Bentuk afirmasi yang singkat biasanya terdiri dari lima atau enam kata kunci yang diambil dari afirmasi pokok. Tuliskanlah kata-kata ini tiga kali di tiga lembar kertas yang terpisah.


.
Berbagai jenis Afirmasi

Lisan


Perkataan adalah pikiran yang diekspresikan. Mereka membawa serta pesan dan energi afirmasi Anda. Beberapa perkataan netral sifatnya tetapi kebanyakan kata-kata kalau tidak positif, pasti negatif yang dikuatkan oleh emosi kekhawatiran ataupun cinta. Dalam afirmasi jenis ini Anda mengucapkan kata-katanya, dengan kata lain katakanlah dengan bersuara. Afirmasi lisan mewujudkan apa yang ditegaskan dengan pernyataan.

Setiap perkataan dipenuhi dengan emosi keyakinan positif dan harapan yang dikemukakan sesuai dengan jenisnya, dalam tubuh, pikiran dan roh. Baik diteriakkan maupun dengan dibisikkan, perkataan Anda tetap punya kekuatan.

.
Dalam Hati

Anda dapat memanfaatkan proses pemikiran dengan afirmasi dalam hati sampai menjadi kenyataan. Anda memikirkan apa yang Anda inginkan agar terjadi dalam kehidupan Anda. Anda memusatkan perhatian dan berkonsentrasi penuh pada hal yang Anda inginkan dan memikirkannya dalam kenyataan seolah telah terwujud! Semua yang ada diawali dengan pikiran dalam akal budi seseorang.


.
Perasaan (Keyakinan)

Keyakinan adalah tindakan akal budi yang berkaitan dengan sebuah gagasan, keinginan atau afirmasi yang diterima sebagai kebenaran dan bekerja berdasarkan keinginan atau afirmasi itu sendiri. Bila dalam kehidupan ini ada keyakinan, dan ketetapan hati, berarti Anda hidup dalam tingkat mental dan emosional, yang akan menjadi milik Anda bila keinginan Anda telah terpenuhi, walaupun bila tanggapan perasaan memberikan petunjuk kearah sebaliknya. Sangatlah penting untuk menambahkan unsur keyakinan ke dalam setiap afirmasi Anda. Rasakan dan terimalah afirmasi ini sebagai kenyataan yang telah terkabul di dalam setiap keberadaan Anda.


.
Tindakan

Bertindaklah dan tuliskan afirmasi Anda pada selembar kertas, dengan menggunakan indera jasmaniah. Ini akan membawa mereka ke alam kesempatan dan letakkanlah di alam kenyataan, berikan wujud dan bentuk. Tiupkan napas dan kehidupan kedalam afirmasi Anda dengan melakukan tindakan lain yang diperlukan.


.
Tuliskan Afirmasi Anda

Ketika Anda menuliskan afirmasi Anda, berarti Anda berbicara kepada diri Anda sendiri atau berpikir pada kertas. Proses afirmasi terbentuk oleh afirmasi tertulis. Ketika Anda menulis Anda meninggalkan sebuah kesan, sebuah bentuk, atau sebuah gambaran pada kertas, kanvas atau yang lain. Di saat Anda menuliskan afirmasi Anda, maka afirmasi itu sedang dalam perjalanan menuju kenyataan. Kata-kata tertulis merupakan satu langkah lebih dekat menuju perwujudan afirmasi Anda.


.
Terwujud dengan segera

Pada suatu saat afirmasi Anda akan segera terwujud dan di saat yang lain hasilnya begitu lama. Bila pikiran, keinginan atau afirmasi Anda muncul dengan segera, bila tidak ada pikiran yang bertentangan hadir untuk meniadakan kekuatan ini, daya pikir akan melemparkan kekuatan yang sangat besar kebalik sebuah keinginan atau afirmasi. Akal budi yang tidak terbagi pada pikiran dan afirmasi atau keinginan tertentu, akan segera terwujud seakan-akan oleh sebuah kekuatan sihir. Hasil dari afirmasi Anda muncul di saat akal budi Anda menerima dan percaya sepenuhnya bahwa afirmasi itu benar.

Temukanlah cara untuk mengoptimalkan pompa akal budi Anda, mempercayai dan menerima bahwa afirmasi itu benar dan selalu akan demikian. Anda mungkin juga perlu meyakinkan setiap bagian akal budi Anda bahwa afirmasi Anda benar, dan selalu akan demikian. Masuklah ke dalam perasaan dan emosi Anda yang terdalam dan tanyakan kapan waktu yang tepat untuk bertindak dan tindakan macam apa yang dibutuhkan.


-----------

Friday, March 6, 2009

September

.. 1 September
Wataknya kuat, keras, gagah berani, pendapatnya atau gagasanya asli, aktif dalam segala hal. Pantas kalau bekerjadi kemiliteran. Ia juga tetap berbakat dalam usaha perdagangan dan industri.

.. 2 September
Agresif (suka menyerang), tidak mau diperlakukan semena-mena, tidak senang terhadap tindakan yang bersifat mengekang. Ia bisa berhasil dalam usaha yang dikerjakannya berkat mempunyai kepercayaan terhadap diri sendiri.

.. 3 September
Luar biasa pandai, pemikiran atau pendapatnya asli, kelakuannya sopan-santun, artistik, musikal dan perasaannya mudah sekali tersinggung. Ia bisa menjadi seorang seniman yang terkenal.

.. 4 September
Baik budi, ramah-tamah, dapat menyesuaikan diri dengan segala keadaan, sopan-santun, artistik dan banyak berpikir.

.. 5 September
Pandai dan luas pandangannya, pendapatnya asli (gagasannya bukan jiplakan), suka menolong orang, banyak berpikir. Ia bisa hidup beruntung dan sukses dalam penghidupannya.

.. 6 September
Memiliki pengetahuan umum yang luas, karena itu pada umumnya ia bisa menjadi seorang penemu hal-hal baru. Iapun bisa menjadi seorang penyair yang pandai, pelukis yang baik atau pengarang yang tenar sebab ia sangat gemar dengan berbagai macam kesenian.

.. 7 September
Gagah berani, manis budi, banyak segan, agak ambisius, pikirannya tajam dan selalu bersungguh-sungguh dalam segala hal dan tidak mau main-main atau bersenda gurau.

.. 8 September
Sangat aktif, bersemangat, ulet dan tidak suka bermalas-malasan dalam mengerjakan sesuatu. Dalam mengeja cita-cita, ia bisa tabah dan sabar. Berani dalam hal mengemukakan pendapat maupun tindakan.

.. 9 September
Pandai, baik hati, peramah, periang, pandangannya luas, firasatnya tajam dan suka berfilsafah serta bisa dimintai nasehat, bersungguh hati dan teliti dalam mengerjakan sesuatu.

.. 10 September
Berpikiran praktis dan bijaksana, agak ambisius, lebih suka hidup bebas daripada dikekang, pandai mencari uang secara baik-baik dan dapat berhemat tanpa berlaku kikir.

.. 11 September
Mempunyai bakat-bakat yang bermanfaat bagi masyarakat luas, bisa memperoleh kedudukan dan kepercayaan baik dalam penghidupannya. Jasa-jasanya pun akan dihargai orang.

.. 12 September
Pikirannya cerdas, firasatnya tajam, mudah mempelajari dan mengerjakan sesuatu. Karirnya bisa menarik perhatian umum.

.. 13 September
Ramah-tamah, sopan-santun, manis budi dan kurang bisa mengambil kesempatan untuk keuntungannya serta kurang berani mengambil tindakan bagi kebaikannya sendiri.

.. 14 September
Cerdik, tangkas, tabiatnya cukup baik dan suka berkelana jauh. Ia mempunyai bakat untuk memperoleh pendapatan baru.

.. 15 September
Mulia, ramah-tamah, murah hati, firasatnya tajam, gemar sekali memperhatikan hal-hal gaib. Ia bisa beruntung dalam perjalanan hidupnya.

.. 16 September
Pandai, pemikirannya asli, baik dan murah hati. Ia harus berhati-hati supaya tidak mudah ditipu orang.

.. 17 September
Sangat aktif, gesit, gemar akan kesenian dan suka mempelajari magnetisme, suka berubah pikiran dan selalu berjaga-jaga.

.. 18 September
Luar biasa pandai, artistik, musikal, gagah berani, halus perasaannya, suka pada kesusasteraan atau penerbangan yang kelak bisa berhasil baik.

.. 19 September
Aktif, bersemangat dalam mengerjakan segala sesuatu dan tindakannya gagah berani. Ia bisa terkenal dalam lapangan yang bersifat seni.

.. 20 September
Kuat, ingin hidup bebas, tidak suka dibelenggu, tidak suka hidup hemat dan suka berpamer.

.. 21 September
Mempunyai bakat-bakat yang baik, pikirannya terang, firasatnya tajam, perasaan hatinya baik, maka ia bisa berhasil dalam segala bidang usaha.

.. 22 September
Gesit, tangkas, otaknya cerdas, suka mengkritik dan membeda-bedakan. Ia bisa berhasil di bidang kesusasteraan dan kewartawanan.

.. 23 September
Agak brangasan, gemar akan kesenian terutama musik dan kesusasteraan apalagi kalau ia dilahirkan sebelum tengah hari.

.. 24 September
Aktif, gesit, artistik, idealis, agak ambisius, mudah sekali merasa gembira berlebihan untuk kemudian sedih hati tanpa alasan. Sangat dianjurkan untuk selalu waspada terhadap kemungkinan mengalami penipuan dari orang-orang yang bermulut manis.

.. 25 September
Baik hati, artistik, pandai bergaul, pandai mengatur rumah tangga, suka sekali akan kemewahan, bertamasya dan berfoya-foya.

.. 26 September
Tabiatnya keras, tabah hati, berani, tajam firasatnya, agak ambisius, perasaannya mudah sekali tersinggung. Ia bisa menjadi seorang yang beribadat meskipun ia suka akan hal-hal yang gaib.

.. 27 September
Bertabiat baik, riang gembira, ceria, optimistis, gemar sekali akan kesenian terutama musik dan kesusasteraan, tidak pernah berputus asa dalam mencapai kebahagiaan. Ia bisa memperoleh banyak rejeki terutrama yang lahir di waktu pagi hari.

.. 28 September
Otaknya terang, baik, periang, suka akan kesenian terutama musik. Ia bisa sangat populer dalam penghidupannya.

.. 29 September
Pandangannya luas, banyak berpikir, beribadat, halus perasaannya, gemar akan segala sesuatu seni yang bersifat lembut. Ia bisa menjadi usahawan dalam bidang industri.

.. 30 September
Sangat aktif dan bersemangat dalam segala hal, pandangannya luas dan pandai mengatur segala sesuatu serta suka mengejar kedudukan dan kehormatan. Ia bisa berhasil dalam lapangan teknik.

----------